SEARCH

Found 267 related files. Current in page 1

soal antropologi hukum

1967 kb/s - Soal Antropologi Hukum Full Download


2157 kb/s - [Verified] Soal Antropologi Hukum


2864 kb/s - Soal Antropologi Hukum Direct Download

BAHASA INGGRIS IPA PAKET B Kunci Jawaban Soal B 1. Jawaban ...

BAHASA INGGRIS IPA PAKET B Kunci Jawaban Soal B 1. Jawaban : B Dari judul menunjukan bahwa petunjuk diperuntukan bagi mereka yang akan menikah. Regulations for Wedding/Receptions 2. Jawaban : A Informasinya ada di text kalimat no 2. The cost for a wedding or reception is £8.00 per person. If the reception includes catering, the cost will be an additional £20.00 per person. 3. Jawaban : A Informasinya ada di text kalimat no 5. This deposit will be refunded provided the grounds are left free of damage and litter. 4. Jawaban : B Reception artinya resepsi. Prompt: cepat, Welcome: selamat datang, Release: melepas, Party:pesta, Invitation: undangan. Jadi jawabannya adalah Welcome. 5. Jawaban : A Rehearsal artinya latihan. Preparation: persiapan, Implementation: pelaksanaan, Orientation: orientasi, Correlation: korelasi, Duration: lamanya waktu. Jadi jawabannya adalah preparation 6. Jawaban : C Terdapat pada paragrap pertama, yaitu “Although speech is the most advanced form of communication, there are many ways of communicating without using speech. Signals, signs, symbols, and gestures may be found in every known culture.” Bahwa Signals, signs, symbols, and gestures adalah bagian dari communication.

PEMBAHASAN DAN KUNCI JAWABAN GEOGRAFI KELAS XII ...

PEMBAHASAN DAN KUNCI JAWABAN GEOGRAFI KELAS XII PAKET B 1. Berdasarkan soal nomor 1 a. Konsep aglomerasi adalah merupakan gabungan, kumpulan, 2 atau lebih pusat kegiatan dalam 1 lokasi/kawasan terterntu seperti kawasan industri, pemukiman, perdagangan, dsb. b. Konsep morfologi menjelaskan kenampakan bentuk-bentuk muka bumi, seperti dataran rendah, lereng, bukit/dataran tinggi. c. Konsep pola menitik beratkan pada pola keruangan baik fisik maupun sosialnya seperti pola permukiman penduduk, pola aliran sungai, dsb. d. Konsep lokasi mengkaji letak suatu objek dipermukaan bumi. Pada konsep ini utamanya dalam menjawab pertanyaan dimana (where). e. Konsep ketergantungan adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan keruangan antar wilayah akibat adanya perbedaan potensi antar wilayah. Seperti keterkaitan antara desa dengan kota. Kunci jawaban D 2. Prinsip-prinsip geografi ada 4 a. Prinsip deskripsi, merupakan penjelasan lebih jauh mengenai gejala-gejala yang diselidiki/dipelajari. Deskripsi disajikan dalam bentuk tulisan, diagram tabel/gambar/peta. b. Prinsip korologi, merupakan gejala, fakta/masalah geografi disuatu tempat yang ditinjau dari sebaran, interelasi, interaksi, dan integrasinya dalam ruang. c. Prinsip persebaran, merupakan suatu gejala dan fakta yang tersebar tidak merata dipermukaan bumi. d. Prinsip interelasi, merupakan suatu hubungan yang saling terkait dalam ruang antara gejala yang 1 dengan gejala lain. e. Prinsip distribusi, merupakan suatu gejala dan fakta yang tidak merata dipermukaan bumi.

Kunci Jawaban Soal Essai Paket A.pdf

Kunci jawaban Babak FINAL Jenis soal : ESSAY 1. Kinerja bensin diukur berdasarkan nilai oktan (octane number) yaitu keberadaan senyawa 2,2,4 - trimetil pentane (isooktana) dengan nilai oktan 100, sedangkan nheptana nilai oktannya adalah nol. a. Gambarkan struktur 2,2,4 – trimetil pentane dan n – heptana (20 Point) Penyelesaian : b. Gambarkan semua isomer struktur n-heptana dan namai secara IUPAC (30 Point) Penyelesaian : c. Gambarkan struktur dan nama IUPAC alkena paling sederhana yang mempunyai isomer cis dan trans. (30 Point) Penyelesaian : d. Jelaskan pengertian bensin dengan angka oktan 75 % (20 Point) Penyelesaian : Angka oktan pada bensin ditentukan dengan adanya senyawa trimetil pentane dan nheptana dimana apabila pada bensin memiliki angka oktan 100 % maka pada besin tersebut terkandung senyawa trimetil pentane banding senyawa n-heptana yaitu 100 : 0, sehingga apabila bensin dengan angka oktan 75 % maka dalam bensin tersebut terkandung 75 % senyawa trimetil pentane dan 25 % senyawa n-heptana. 2. Reaksi : 2NOBr (g)  2NO (g) + Br2 (g) H = +16,1 kJ Diketahui : Tekanan awal NOBr = 0,65 atm. : NOBr telah terurai sebanyak 28% (Saat Kstb) (a) Tuliskan bentuk tetapan kesetimbangan, Kp. (10 poin) Penyelesaian : Kp  [p NO ] 2 [p Br2 ] [p NOBr ] 2 (b) Tentukan tekanan parsial gas NOBr, NO, dan Br2 setelah tercapai keadaan kesetimbangan. (30 poin) Penyelesaian : 100  28 p NOBr   0,65 atm  0,468 atm 100 28 p NO   0,65 atm  0,182 atm 100 p Br2  28 2 100  0,65 atm  0,091 atm (c) Tentukan tekanan total sesudai tercapai kesetimbangan (20 poin) Penyelesaian : (100  28 )  (28  14 ) 114 p tot  [ ]  0,65 atm   0,65 atm  0,741 atm 100 100 (d) Hitung nilai tetapan kesetimbangan, Kp pada temperatur tersebut. (20 poin) Penyelesaian :

KUNCI JAWABAN ERLANGGA FOKUS UN SMA/MA IPS 2014 - Yimg

KUNCI JAWABAN ERLANGGA FOKUS UN SMA/MA IPS 2014 UNIT 2 : SOAL UJIAN NASIONAL UN 2011/2012 1. A 2. D 3. D 4. E 5. D 6. A 7. E 8. E 9. A 10. D 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. B D A D E A C A E E 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. E A D C D A B D D C 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. C D A E D C C E A D 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. B D E C D D D B B A UN 2012/2013 1. E 2. E 3. A 4. A 5. D 6. C 7. A 8. D 9. E 10. E 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. C C D C C B E B A E 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. E B E A D A B A C B 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. D B C B A C A E A C 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. A C D C C B D B A E 11. 12. 13. 14. 15. D D B C A 16. 17. 18. 19. 20. E A A A D 21. 22. 23. 24. 25. B C C A E UNIT 3: PREDIKSI SOAL UN 2014 1. 2. 3. 4. 5. A B E D E 6. 7. 8. 9. 10. B D A E A 26. 27. 28. 29. 30. E D A E D 31. 32. 33. 34. 35. B A D A B 36. 37. 38. 39. 40. D E A D E 41. 42. 43. 44. 45. E C C A B 46. 47. 48. 49. 50. C D A D C 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. A D E A B C C E B E 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. A C A E D C D C B E 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. C E A D A E D D B B 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. A E A C C E A D B C 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. B E D C B D E A A D 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. A A E A B D C B C D 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. A A D C B E C A E D 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. E A B C B D E A D C 31. 32.

KUNCI JAWABAN SOAL FISIKA - Uhamka
by nflplayer 0 Comments favorite 8 Viewed Download 0 Times

KUNCI JAWABAN SOAL FISIKA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JAWABAN D C D B B E B C A D NO 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JAWABAN D D D C B C C C C D NO 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 JAWABAN A B A A C E D A C D NO 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 JAWABAN B E C E C E E E E A NO 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 JAWABAN C A A D B B D C A E KUNCI JAWABAN SOAL BIOLOGI NO JAWABAN NO JAWABAN NO JAWABAN NO JAWABAN NO JAWABAN 1 D 11 A 21 D 31 E 41 A 2 B 12 C 22 B 32 E 42 B 3 A 13 D 23 E 33 B 43 D 4 C 14 C 24 A 34 C 44 B 5 E 15 C 25 A 35 D 45 A 6 C 16 C 26 E 36 A 46 C 7 D 17 C 27 C 37 A 47 E 8 D 18 B 28 B 38 B 48 B 9 E 19 D 29 A 39 B 49 A 10 E 20 E 30 C 40 C 50 C

PDF Version - PB Taxand
by cicak 0 Comments favorite 19 Viewed Download 0 Times

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Yth. 1. Para Kepala Kantor Wilayah DJP; 2. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak; 3. Para Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan; di seluruh Indonesia. SURAT EDARAN Nomor : SE- 5 8 /PJ/2013 TENTANG PENYAMPAIAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 122/PMK.011/2013 TENTANG BUKU-BUKU PELAJARAN UMUM, KITAB SUCI, DAN BUKU-BUKU PELAJARAN AGAMA YANG ATAS IMPOR DAN/ATAU PENYERAHANNYA DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI A. Umum Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.011/2013 tentang Buku-Buku Pelajaran Umum, Kitab Suci, dan Buku-Buku Pelajaran Agama yang atas Impor dan/atau Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai, perlu diterbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak sebagai acuan dalam pelaksanaan pemberian fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai atas buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama atas impor dan/atau penyerahannya. B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini dimaksudkan untuk memberikan acuan pelaksanaan pemberian fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai atas buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama atas impor dan/atau penyerahannya. 2. Tujuan... Kp. - PJ 022/P10201 2. Tujuan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini bertujuan agar pelaksanaan pemberian fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai atas buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama atas impor dan/atau penyerahannya dapat berjalan dengan baik dan terdapat keseragaman dalam pelaksanaannya. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini mengatur mengenai pelaksanaan pemberian fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai atas bukubuku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama atas impor dan/atau penyerahannya. D. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 16 Tahun 2009.

pengadaan barang/jasa publik dalam rangka pelaksanaan kerja ...

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Tiada kata-kata indah yang pantas diucapkan selain puji syukur Alhamdulillah, kepada Allah Subhanahuwata’ala, sebab dengan rahmat, nikamat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan tulisan ini. Walaupun dalam bentuk dengan isi sederhana yang terangkum dalam tesis berjudul “Pengadaan Barang/Jasa Publik dalam Rangka Pelaksanaan Kerja Sama Daerah”, sebagai persyaratan untuk menyelesaikan studi Pasca Sarjana Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2008. Sebagai insane yang lemah tentunya banyak sekali kekurangan-kekurangan dan keterbatasan yang terdapat pada diri penulis tidak terkecuali pada penulisan tesis ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan koreksi, kritik saran dan perbaikan dari berbagai pihak agar penulisan tesis ini lebih baik. Tidak sedikit bantuan dari berbagai pihak yang diberikan kepada penulis baik dari segi moril dan segi materiil. Oleh karena itu dengan segala ketulusan hati penulis mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas segala bantuan dan dukungan yang selama ini penulis terima sehingga penulisan tesis ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan yang ini, ijinkanlah penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada : 1. Bapak H. Mulyadi,S.H.,M.S. selaku Ketua Program pada Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang, yang selalu memberikan motivasi dalam menyelesaikan tesis ini. 2. Bapak Dr.R.Benny,S.H.,C.N.,M.Hum., sebagai Dosen Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini yang telah banyak membantu memberikan bimbingan dalam menyelesaikan penulisan ini. 3. Bapak Yunanto,S.H.M.Hum., sebagai Sekretaris I Bidang Akademik, sekaligus sebagai Dosen Penguji di Program Kenotariatan Universitas Diponegoro. 4. Bapak Sonhaji,S.H.,M.S., dan Bapak Hendro Saptono,S.H.,M.Hum., sebagai Dosen Penguji di Program Kenotariatan Universitas Diponegoro. 5. Semua Narasumber selama kami melaksanakan penelitian, seperti Bapak Joko Pranowo,S.H.,M.H., Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan, Bapak Achmad Mas’udi,S.H.,.M.M., Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan, Bapak Harry Suminto,S.H.,M.H., Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs.H. Abidin Noor Kepala Bagian Aset Daerah Kabupaten Pekalongan dan Bapak Ir.Agus Prijambodo, Kepala Bagian Program Setda Kabupaten Pekalongan, yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan tesis ini. 6. Teristimewa untuk suamiku Abdul Aziz Sutanto,S.Sos. dan anak-anakku tersayang Iftita Rakhma Ikrima dan Shoffarisna Ithma’anna atas doa dan dukungannya selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang. 7. Sahabat-sahabatku dan rekan-rekan Mahasiswa Program Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Angkatan 2006. 8. Semua pihak yang belum sempat penulis sebutkan dan telah banyak membantu penyelesaian tesis ini. Akhirnya, semoga amal baik mereka mendapat imbalan dan pahala dari Allah SWT. Amien. Semarang, penulis April 2008

PENYELESAIAN SENGKETA KONTRAK PENGADAAN BARANG ...

Dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara kontraktual, tidak jarang terjadi ketidakpuasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas pelaksanaan kontrak oleh penyedia barang/jasa. Ketidakpuasan tersebut dapat berujung pada pemutusan kontrak secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang diikuti dengan tindakan lainnya seperti penagihan pengembalian uang muka secara penuh dan memasukkan penyedia barang/jasa dalam daftar hitam. Sementara pihak penyedia barang/jasa tidak akan menerima begitu saja tindakan pemutusan kontrak oleh PPK. Pihak penyedia barang/jasa akan berusaha untuk mengajukan berbagai alasan dan pembelaan. Dengan demikian pemutusan kontrak dapat menimbulkan sengketa di antara PPK dengan Penyedia Barang/Jasa. Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Umum telah mengatur tata cara penyelesaian sengketa di antara para pihak yang berkontrak. Selain itu khusus untuk kontrak pengadaan barang/jasa pemerintah ketentuan tentang pemutusan kontrak dijumpai pula dalam Perpres nomor 54 tahun 2010. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan cara musyawarah di antara pihak yang bersengka, dan dapat pulah dilakukan dengan melelui jalur hukum di pengadilan. Tulisan ini mencoba membahas kelebihan dan kekurang dari cara penyelesaian sengketa tersebut.

KUNCI JAWABAN LATIHAN SOAL
by nflplayer 0 Comments favorite 80 Viewed Download 0 Times

KUNCI JAWABAN LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI AKUNTAN PUBLIK (Certified Public Accountant – Exam) AAS APK AMSI (Audit & Assurance) (Akuntansi & Pelaporan Keuangan) (Akuntansi Manajemen & Sistem Informasi) No. JAWABAN SOAL AAS APK AMSI 1 A 2 C 3 C 4 C 5 D 6 B 7 B 8 B 9 D 10 B 11 D 12 B 13 A 14 D 15 A 16 D 17 D 18 D 19 B 20 C 21 C 22 B 23 B 24 B 25 C 26 C 27 D 28 A 29 D 30 A D D B A No. JAWABAN SOAL AAS APK AMSI A 31 D C 32 A C 33 D D 34 A B 35 C C 36 C B 37 A C 38 C A 39 C D 40 A C 41 D B D D B D D C D A C A A C C C A C A C C C B 42 D A B C 43 B A C B 44 D D C B 45 A C D B D 46 D B B C B 47 D D A D C 48 C C D D B 49 B B B D D 50 A C A C A 51 C A B C D 52 C C C B D 53 D B B C B 54 A D C B B 55 D A B C B 56 C C A A C 57 C C B B B 58 B B C C D 59 D D A D D 60 A A C C D A B C C C D A A C No. JAWABAN SOAL AAS APK AMSI No. JAWABAN SOAL AAS APK AMSI 61 C A C 91 C B 62 A B C 92 A 63 B C B 93 B C B 64 A A C 94 D D 65 A B C 95 D D 66 A B A 96 B 67 D C C 97 C B B 68 A A A 98 D B 69 A C B 99 D D 70 D D B 100 A D 71 D D B 72 A B B 73 C D C 74 A A C 75 B D C 76 A B 77 D D 78 B C 79 B C 80 A B 81 B C 82 D B 83 A A 84 D D 85 D B 86 C C 87 B C 88 A B 89 D A 90 B A

Kunci Jawaban Matematika SD - Mediakom

Pembahasan dan Kunci Jawaban Ulangan Harian 1 Pokok Bahasan : Sifat-sifat Operasi Hitung Kelas/Semester : 4/1 1. Diketahui: 256 + 512 Ditanyakan: Hasil dari penjumlahan yang sama dengan 256 + 512 = ...? Penyelesaian: Berdasarkan sifat komutatif: a + b = b + a, maka penjumlahan 256 +512 hasilnya sama dengan 512 + 256, atau 256 + 512 = 512 + 256. Jawaban: C 2. Cukup jelas. Lihat pembahasan no. 1 di atas. Sifat penjumlahan pada soal no. 1 adalah komutatif, yaitu a + b = b + a. Jawaban: A 3. Diketahui: 100 × 45 × 4 Ditanyakan: Hasil perkaliannya = ...? Penyelesaian: 100 × 45 × 4 = 100 × (45 × 4) = 100 × 180 = 18.000 Jadi, 100 × 45 × 4 = 18.000. Jawaban: C 4. Perkalian 250 × 4 × 56 paling mudah diselesaikan dengan menggunakan sifat asosiatif perkalian, yaitu: 250 × 4 × 56 = (250 × 4) × 56 = 1000 × 56 = 56.000 Jawaban: B 5. Diketahui: 36 × 99 = (36 × n) – (36 × 1) Nilai n = ...? Penyelesaian: 36 × 99 = (36 × n) – (36 × 1) (36 × 99) + (36 × 1) = (36 × n) (36 × 100) = (36 × n) n = 100 Jawaban: C 6. Diketahui: (23 × 89) + (23 × 11) = 23 × .... Ditanyakan: Berapa nilai titik-titik = a = ...? Penyelesaian: (23 × 89) + (23 × 11) = 23 × (89 + 11) = 23 × 100 Jadi, nilai a adalah 100. Jawaban: A 2 7. Lambang dari bilangan tiga ribu dua puluh dua adalah 3.022, terdiri atas: 3 melambangkan tiga ribuan 0 melambangkan ratusan 2 melambangkan puluhan 2 melambangkan satuan Jadi, lambang dari bilangan tiga ribu dua puluh dua adalah 3.022 Jawaban: B 8. Diketahui: Bilangan 2.658 Ditanyakan: Nilai tempat 2 = ...? Penyelesaian: Bilangan 2.658 memiliki nilai tempat sebagai berikut: 2 = ribuan 6 = ratusan 5 = puluhan 8 = satuan Jadi, nilai tempat 2 adalah ribuan. Jawaban: C 9. Diketahui: Bilangan 2.658 Ditanyakan: Nilai tempat 6 = ...? Penyelesaian: Bilangan 2.658 memiliki nilai tempat sebagai berikut: 2 = ribuan 6 = ratusan 5 = puluhan 8 = satuan Jadi, nilai tempat 6 adalah ratusan, yaitu 600. Jawaban: B 10. Diketahui: 60 : 9, 90 : 18, 125 : 3, dan 500 : 40 Ditanyakan: Pembagian yang tidak bersisa = ...? Penyelesaian: Hitung dahulu satu per satu pembagian tersebut untuk mengetahui hasilnya bersisa atau tidak bersisa: 60 : 9 = 6 sisa 6 90 : 18 = 5 sisa 0 125 : 3 = 41 sisa 2 500 : 40 = 12 sisa 20 Jadi, pembagian yang tidak bersisa adalah 90 : 1 ...

« previous  123456789