SEARCH

Found 461 related files. Current in page 7

persamaan dan perbedaan antara audit atas laporan keuangan audit operasional audit ketaatan

1967 kb/s - Persamaan Dan Perbedaan Antara Audit Atas Laporan Keuangan Audit Operasional Audit Ketaatan Full Download


2157 kb/s - [Verified] Persamaan Dan Perbedaan Antara Audit Atas Laporan Keuangan Audit Operasional Audit Ketaatan


2864 kb/s - Persamaan Dan Perbedaan Antara Audit Atas Laporan Keuangan Audit Operasional Audit Ketaatan Direct Download

Evaluasi penanggulangan bencana di Indonesia - IPB Repository ...

EVALUASI PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA (LESSON LEARNED 2006-2007) KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT sehingga buku Evaluasi Penanggulangan Bencana di Indonesia (Lesson Learned 2006-2007) dapat diselesaikan. Substansi laporan ini meliputi pentingnya kegiatan, metode, mencakup profil wilayah bencana, gambaran kejadian bencana, penanggulangan bencana, pembelajaran menuju sistem nasional penanggulangan bencana, serta kesimpulan dan rekomendasi. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana yang telah memungkinkan kegiatan ini dilakukan, dan kepada: 1) Pemerintah Provinsi (terutama Bappeda) Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Tengah, 2) Pemerintah Kabupaten yang menjadi lokasi studi, yaitu Padang Pariaman, Bantul, Sleman, dan Pulang Pisau yang telah membantu menyediakan data dan informasi. Kami menyadari bahwa laporan ini masih membutuhkan pengayaan, untuk itu saran dan masukan dari berbagai pihak dalam penyempurnaan laporan ini sangat kami harapkan. Semoga hasil kajian ini dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam pembangunan sistem nasional penanggulangan bencana di Indonesia. Bogor, Desember 2007

LAPORAN KAJIAN - Kumoro.staff.ugm.ac.id

LAPORAN KAJIAN PERUMUSAN REKOMENDASI BAGI PENYUSUNAN PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO. 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA (UU PB) Laporan ini dimaksudkan untuk menyajikan masukan-masukan bagi perumusan Peraturan Pelaksanaan: Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang merupakan turunan dari Undang-undang No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Kegiatan menjaring masukan bagi penyusunan RPPPerpres ini dilaksanakan oleh Tim MAP-UGM bekerjasama dengan UNDP (Knowledge Management Section-CPRU, Proyek ERA dan SC-DRR) dan BAPPENAS serta didukung penuh oleh DSF (Decentralization Support Facility) yang dimulai sejak bulan Juli hingga September 2007. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membantu menyempurnakan penyusunan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden turunan UU PB dan lebih mengakomodasikan kepentingan-kepentingan berbagai pihak di daerah. Untuk dapat memberikan masukan optimal bagi tim penyusun Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden, tim konsultan berusaha mendapatkan informasi dari kalangan akademisi dan para ahli, pemerintah daerah, LSM, maupun dari masyarakat yang langsung mengalami kejadian bencana di daerah. Tim terutama melaksanakan kegiatan berikut: 1. Pertemuan pakar (expert meeting) 2. Diskusi kelompok terarah (Focus-Group Discussion) 3. Lokakarya pemangku kepentingan (Multi-stakeholder Workshop) 4. Penjaringan aspirasi masyarakat dari beberapa daerah yang pernah mengalami bencana. Bahan-bahan yang dihimpun dalam laporan ini masih dapat disempurnakan agar menjadi lebih mudah dipahami dan dapat dijadikan acuan oleh para pihak terkait. Kami mengundang saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan laporan secara keseluruhan. Yogyakarta, September 2007

Expectations of Risk Management Outpacing Capabilities ... - KPMG

About the survey In December 2012, the Economist Intelligence Unit carried out a global survey on behalf of KPMG International. This survey gathered data from 1,092 respondents around the world in a closed-ended online questionnaire. All were C-level executives: 28 percent were Chief Executive Officers or equivalent and 18 percent were Chief Financial Officers, the two largest groups. Five percent were Chief Risk Officers. If you combine those in the risk function and departments that work most closely with risk (legal, compliance and audit), the number comes to 131 people, or 12 percent of the total. Responses were evenly spread among companies of different sizes. Fortysix percent came from companies with annual revenues of US$500 million or less. There were a lot of large companies: 37 percent reported revenues of US$1 billion or more. Most of the responses came from North America (25 percent), Europe (25 percent) and Asia-Pacific (23 percent). The remainder was from the rest of the world, including Latin America (15 percent), Africa (8 percent) and the Middle East (4 percent). The survey was answered by people from more than 21 industries. To make it easier to drill down into individual categories, we grouped respondents into sectors; Financial Services (including banking, insurance and so on) comprised 17 percent; Technology, Media & Telecommunications made up 16 percent; Healthcare comprised 15 percent; and Energy and Natural Resources comprised 14 percent. Another large category was Diversified Industrials (including manufacturing, automotive and aerospace) which made up 15 percent of the total. This left 23 percent from other industries such as consumer goods and chemicals. ..

bencana hidrometeorologi dan upaya adaptasi perubahan ... - DPR-RI

16 Mei 2013 ... pertengahan Mei 2013. Menurut Laporan Global Humanitarian. Forum (The Anatomy of Silent Crisis, 2009), bencana hidrometeorologi akan ...

Recycling Services by EnviroSolutions

Recycling is one of the most vital processes we have to reduce our impact on the Earth and create a sustainable future. Many people think of recycling only as small household or office bins for paper, glass and plastic – but it can be much more. EnviroSolutions, Inc. is your leader in waste management solutions. We can help you audit and reduce your business’s waste output and increase recycling with ease.

English for Aviation

Find a specialist in language course provision who understands the specific demands of Aviation English and the ICAO framework. A specialist will be able to carry out an audit of current English competencies and give you an accurate assessment of what work needs to be done for your staff to reach ICAO Level 4.

What Is A Waste Audit And Why Do One?

Every business produces waste. However, not every business produces the same amount – or the same kind. To learn more about how to get started with a waste audit for your company, call EnviroSolutions, Inc. today or visit http://www.esiwaste.com/

Corcentric's Latest Blog Post Details the 3 Ways to Audit AP Performance

1888PressRelease - Top 3 Ways to Audit Accounts Payable Performance.

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI ... - ITB

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI TASIK JAWA BARAT 2 SEPTEMBER 2009 Disiapkan Oleh: Satuan Tugas Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat Pusat Mitigasi Bencana – Institut Teknologi Bandung Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI TASIK JAWA BARAT 2 SEPTEMBER 2009 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Jawa Barat Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tanggal 2 September 2009, pukul 07:55:01 (UTC) atau pukul 14:55:01 (WIB) waktu setempat, telah terjadi gempabumi besar dengan moment magnitude Mw = 7.0 dengan kedalaman 49.9 km pada posisi 7.777°S, 107.326°E (Sumber : USGS). Gempabumi ini mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana dan sarana fisik serta sekitar 74 orang korban jiwa manusia di Propinsi Jawa Barat.. Kerusakan bangunan secara umum yang teramati di daerah survey (Kabupaten Tasikmalaya dan Pangalengan) bervariasi dari kerusakan ringan, keruskan parah, sampai runtuh. Bangunanbangunan sekolah, kantor pemerintah, rumah sakit/puskesmas, dan perumahan juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Prasarana jalan, jembatan, tanggul, instalasi listrik dan telepon diidentifikasi masih dalam kondisi baik dan beberapa hanya mengalami kerusakan ringan. Gambar 1.1. Epicenter Gempa Tasik 2 September 2009 Institut Teknologi Bandung memiliki ahli-ahli di bidang bencana alam seperti kegempaan dan tsunami perlu memberikan suatu kontribusi untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana Jawa Barat. Sebagai bagian dari program kerja ITB untuk memberikan suatu masukan-masukan atau rekomendasi teknis untuk tahapan rehabilitas dan rekonstruksi, kajain awal mengenai kejadian gempa Tasik dan survey awal identifikasi cepat kerusakan bangunan telah dilakukan. Pada tanggal 3 September 2009, kami melakukan survey awal ke daerah Pangelengan dan pada tanggal 5-7 September 2009 telah dilakukan survey ke Kabupaten Tasikmalaya. Team dari ITB telah melakukan suatu kajian-kajian awal, pengumpulan data-data serta survey ke daerah bencana untuk melakukan pengamatan langsung secara visual dampak-dampak dari gempa yang terjadi. Kajain-kajian awal dan survey ini dilakukan untuk dapat memberikan suatu rekomendasi-rekomendasi teknis serta langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan selanjutnya Satuan Tugas Kajian dan Survey Lapangan Bencana Gempa Jawa Barat - ITB Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat dalam rangka pemulihan (recovery), fase pembangunan kembali (rekonstruksi), serta pada jangka panjangnya fase pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation) dan kesiapan (preparedness)...

LAPORAN TAHUNAN 2012.pdf - data online skpd pemerintah ...

Laporan Tahunan BPBD Tahun 2012 PEMERINTAH KOTA JAYAPURA LAPORAN TAHUNAN 2012 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA JAYAPURA Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura Laporan Tahunan BPBD Tahun 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dibentuk berdasarkan Peraturan Walikota No. 15 Tahun 2010 tentang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dan dilanjutkan dengan Peraturan Daerah Kota Jayapura No. 12 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura. Urusan Penanggulangan Bencana merupakan Urusan Wajib yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sebagai badan baru dilingkungan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Jayapura, Badan Kota Jayapura akan terus melakukan pembenahan-pembenahan kedalam agar dapat melaksakan tugas-tugasnya dengan baik. Keadaan Alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya mengisyaratkan kepada pemerintah untuk bersikap tanggap dan antipatif dalam menyingkapi berbagai kemungkinan buruk apabila fenomena alam tersebut terjadi di Kota Jayapura . Langka selanjutnya kedepan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura akan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga tindak lanjut dari adanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) ini dapat efektif. Adapun tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebut diantaranya menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanggulangan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan per UndangUndangan serta menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana alam dan lain-lain sebagainya. Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintah secara luas, nyata dan bertanggungjawab maupun pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya telah berupaya secara kontinyu dan terus menerus dalam usaha Penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura...

 34567891011