SEARCH

Found 60 related files. Current in page 1

pengertian persamaan akuntansi dan contohnya

Kunci Jawaban Mentoring AM UTS
by nflplayer 0 Comments favorite 8 Viewed Download 0 Times

Kunci Jawaban Mentoring 2014 Akuntansi Manajemen Kunci Jawaban Mentoring AM Soal 1 Key inputs January Beginning Inventory Production Goods Avail. For sale Units sold Ending Inventory 0 1000 1000 700 300 February 300 800 1100 800 300 March 300 1250 1550 1500 50 Budgeted fixed manufacturing cost per uit and budgeted total manufacturing cost per unit under absorption costing are (ind dollars) January February March Budgeted Fixed Manuf. Costs 400000 400000 400000 Budgeted Production 1000 1000 1000 Budgeted Fixed Man. Cost/unit 400 400 400 Budgeted var. Manuf cost/unit 900 900 900 Budgeted total manuf. Cost /unit 1300 1300 1300 Variable Costing (in $) Revenues ($2500 x unit) Variable Cost Beginning Inventory (Price x unit) Var. Manuf. Cost (900 x unit) COGAS Deduct ending Inventory Variable COGS Variable Operating Cost (600 x 700;800;) Total Variable Costs Contribution Margin Fixed Costs Fixed Manufacturing Costs Fixed Operating Costs Total Fixed Costs Operating Income January February 2013 2013 1750000 2000000 March 2013 3750000 0 900000 900000 -270000 630000 270000 720000 990000 -270000 720000 270000 1125000 1395000 -45000 1350000 420000 1050000 700000 480000 1200000 800000 900000 2250000 1500000 400000 140000 540000 160000 400000 140000 540000 260000 400000 140000 540000 960000 January February 2013 2013 1750000 2000000 March 2013 3750000 Absorption Costing (in $) Revenues ($2500 x unit) http://spa-feui.com @spafeui Kunci Jawaban Mentoring AM COGS Beginning Inventory (Price*Unit) Variable Manuf. Costs Allocated Fixed Manuf. Cost (400*U) COGAS Deduct Ending Inventory (1300*U) Adjustment for Prod. Vol. Variance COGS Gross Margin Operating Costs Variable Operating costs Fixed operating costs Total operating costs Operating income 2 January 0 900000 400000 1300000 -390000 0 910000 840000 390000 720000 320000 1430000 -390000 80000 U 1120000 880000 420000 140000 560000 280000 480000 140000 620000 260000 390000 1125000 500000 2015000 -65000 -100000 F 1850000 1900000 900000 140000 1040000 860000 (Variable (Fixed Manuf. Costs in (Fixed Manuf.costs (Absorption-costing operating income)- Costing OI) = end. Inventory) - in begin. Inventory) 280000

( )7 ( )7 { 2 - Kompas Print
by nflplayer 0 Comments favorite 7 Viewed Download 0 Times

PREDIKSI SOAL SBMPTN 2014 7. Sebuah balok ABCD. EFGH dengan koordinat titik D (0, 0, 0),A  7, 0, 0  , 1. Diketahui f(x) = (x–1) (x 3 –ax 2–bx+4) + a dengan a dan b adalah konstanta. Jika f '(x) habis dibagi (x–1) dan salah satu nilai ekstremnya adalah 4 maka 2a – b= (A) 5 (C) 7 (E) 9 (B) 6 (D) 8 2. Diketahui sebuah barisan: 4 , 7 , 13 , 25 , .... 3 6 12 24 Jumlah delapan suku pertama barisan tersebut adalah …. 1 7 (A)  26  2  3 1 7 (B)  27  2  3 1 8 (C) 8  · 2 3 2  2 8 (D) 8  3 1  2 8 (E) 8  3 3. Jumlah dari semua bilangan bulat x yang memenuhi pertidaksamaan 2x  2 8 x4 < < 3 9 4 adalah …. (A) 7 (C) 5 (E) 3 (B) 6 (D) 4 4. Misalkan x dan y bilangan bulat yang memenuhi sistem  2x 2  2y 2  2xy  6x  y  17  0 x  y  2 Maka nilai dari x2 – y2 = .... (A) –8 (D) 8 (B) –6 (E) 10 (C) 6 5. Jika x memenuhi persamaan berikut : p q p q ... q p q p = px · q–x, maka nilai x adalah .... 1 5 (A) (D) 3 16 2 5 (B) (E) 3 8 3 (C) 2 6.   (1  b ). tan(b  a)  lim  a a  b  (sin a.cos b  cos a.sinb)2      ....

pedoman umum perencanaan pengadaan barang/jasa pemerintah ...

PEDOMAN UMUM PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH/INSTITUSI LAINNYA DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM 1 1.1 Pendahuluan 1 1.2 Pengertian Istilah 1 1.3 Dasar Hukum 3 1.4 Maksud dan Tujuan 4 1.4.1 Maksud 4 1.4.2 Tujuan 4 1.5 Ruang Lingkup 1.5.1 4 Prosedur Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 1.5.2 BAB II 4 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5 PROSEDUR PENYUSUNAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA 6 2.1 Penyusunan RKA-K/L/D/I 6 2.2 Penyusunan Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L/D/I 2.2.1 Penyusunan Rencana hubungannya dengan Umum PP Pengadaan No.90/2010 dan 7 dan PP No.21/2004 2.2.2 Penyusunan 7 Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan PP No.58/2005 2.3 7 Tahapan Kegiatan Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 11 2.3.1 Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa 11 2.3.2 Penyusunan dan Penetapan Rencana Penganggaran 17 2.3.3 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Pemaketan Pekerjaan 18 2.3.4 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Cara Pengadaan Barang/Jasa 2.3.5 Penetapan 19 Kebijakan Umum Tentang 22 Pengorganisasian Pengadaan 2.3.6 Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) 22 2.3.7 Penyusunan Jadwal Kegiatan Pengadaan 23 2.3.8 Pengumuman Rencana Umum Pengadaan 24 Barang/Jasa BAB III PROSEDUR PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 25 3.1 25 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Swakelola 3.1.1 Pelaksanaan Swakelola oleh K/L/D/I Penanggung jawab Anggaran 3.1.2 25 Pelaksanaan Swakelola oleh Instansi Pemerintah Lain Pelaksana Swakelola 3.1.3 29 Pelaksanaan Swakelola oleh Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola 3.2 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan 34 Melalui Penyedia 38 Barang/Jasa 3.2.1 Perencanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 38 3.2.2 Pemilihan Sistem Pengadaan Barang/Jasa 38 3.2.3 Penetapan Metode Penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa 3.2.4 42 Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 44 3.2.5 Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa 44 3.2.6 Penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 47 BAB IV PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 4.1 Maksud Dan Tujuan 53 4.2 Ruang Lingkup 53 4.3 Prosedur Pemantauan dan Evaluasi 54 4.3.1 Pemantauan 54 4.3.2 Evaluasi dan Pelaporan 54 4.3.3 BAB V 53 Pembinaan 54 PENUTUP 55 LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Lampiran (2 – 1) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.90/2010) 2. Lampiran (2 – 2) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.21/2004) 3. Lampiran (2 – 3) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (PP No.58/2005) 4. Lampiran (2 – 4) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Barang K/L/D/I 5. Lampiran (2 – 5) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Pekerjaan Konstruksi K/L/D/I 6. Lampiran (2 – 6) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Konsultansi K/L/D/I 7. Lampiran (2 – 7) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Lainnya K/L/D/I 8. Lampiran (2 – 8) Contoh Format Pengorganisasian Pengadaan 9. Lampiran (2 – 9) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Barang 10. Lampiran (2 – 10) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi 11. Lampiran (2 – 11) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Konsultansi 12. Lampiran (2 – 12) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Lainnya 13. Lampiran (2 – 13) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Pekerjaan Swakelola 14. Lampiran (2 – 14) Contoh Format Jadwal Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa 15. Lampiran (2 – 15) Contoh Format Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 16. Lampiran (2 – 16) Contoh Format Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa

Pedoman umum perencanaan pengadaan barang/jasa

DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM 1 1.1 Pendahuluan 1 1.2 Pengertian Istilah 1 1.3 Dasar Hukum 3 1.4 Maksud dan Tujuan 4 1.4.1 Maksud 4 1.4.2 Tujuan 4 1.5 Ruang Lingkup 1.5.1 4 Prosedur Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 1.5.2 BAB II 4 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5 PROSEDUR PENYUSUNAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA 6 2.1 Penyusunan RKA-K/L/D/I 6 2.2 Penyusunan Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L/D/I 2.2.1 Penyusunan Rencana hubungannya dengan Umum PP Pengadaan No.90/2010 dan 7 dan PP No.21/2004 2.2.2 Penyusunan 7 Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan PP No.58/2005 2.3 7 Tahapan Kegiatan Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 11 2.3.1 Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa 11 2.3.2 Penyusunan dan Penetapan Rencana Penganggaran 17 2.3.3 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Pemaketan Pekerjaan 18 2.3.4 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Cara Pengadaan Barang/Jasa 2.3.5 Penetapan 19 Kebijakan Umum Tentang 22 Pengorganisasian Pengadaan 2.3.6 Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) 22 2.3.7 Penyusunan Jadwal Kegiatan Pengadaan 23 2.3.8 Pengumuman Rencana Umum Pengadaan 24 Barang/Jasa BAB III PROSEDUR PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 25 3.1 25 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Swakelola 3.1.1 Pelaksanaan Swakelola oleh K/L/D/I Penanggung jawab Anggaran 3.1.2 25 Pelaksanaan Swakelola oleh Instansi Pemerintah Lain Pelaksana Swakelola 3.1.3 29 Pelaksanaan Swakelola oleh Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola 3.2 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan 34 Melalui Penyedia 38 Barang/Jasa 3.2.1 Perencanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 38 3.2.2 Pemilihan Sistem Pengadaan Barang/Jasa 38 3.2.3 Penetapan Metode Penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa 3.2.4 42 Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 44 3.2.5 Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa 44 3.2.6 Penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 47 BAB IV PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 4.1 Maksud Dan Tujuan 53 4.2 Ruang Lingkup 53 4.3 Prosedur Pemantauan dan Evaluasi 54 4.3.1 Pemantauan 54 4.3.2 Evaluasi dan Pelaporan 54 4.3.3 BAB V 53 Pembinaan 54 PENUTUP 55 LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Lampiran (2 – 1) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.90/2010) 2. Lampiran (2 – 2) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.21/2004) 3. Lampiran (2 – 3) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (PP No.58/2005) 4. Lampiran (2 – 4) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Barang K/L/D/I 5. Lampiran (2 – 5) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Pekerjaan Konstruksi K/L/D/I 6. Lampiran (2 – 6) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Konsultansi K/L/D/I 7. Lampiran (2 – 7) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Lainnya K/L/D/I 8. Lampiran (2 – 8) Contoh Format Pengorganisasian Pengadaan 9. Lampiran (2 – 9) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Barang 10. Lampiran (2 – 10) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi 11. Lampiran (2 – 11) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Konsultansi 12. Lampiran (2 – 12) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Lainnya 13. Lampiran (2 – 13) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Pekerjaan Swakelola 14. Lampiran (2 – 14) Contoh Format Jadwal Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa 15. Lampiran (2 – 15) Contoh Format Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 16. Lampiran (2 – 16) Contoh Format Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 17. Lampiran (3 – 1) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Barang 18. Lampiran (3 – 2) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Pekerjaan Konstruksi 19. Lampiran (3 – 3) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Jasa Konsultansi 20. Lampiran (3 – 4) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Jasa Lainnya 21. Lampiran (3 – 5) Contoh Format Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Swakelola 22. Lampiran (3 – 6) Contoh Format Naskah Kesepakatan Kerja Sama Pengadaan Swakelola 23. Lampiran (4 – 1) Contoh Format Daftar Simak Pemantauan dan Evaluasi Perencanaan Pengadaan DAFTAR PUSTAKA

Pengertian Buku Teks ...
by cicak 0 Comments favorite 46 Viewed Download 0 Times

Textbook mempunyai padanan kata buku pelajaran (Echols & Sadily, 2006: 584). Selanjutnya textbook dijelaskan sebagai “a book giving instruction in a subject used especially in schools” (Crowther, 1995: 1234) yang dapat diterjemahkan bahwa buku teks adalah buku yang memberikan petunjuk dalam sebuah pelajaran khususnya di sekolah. Buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud-maksud dan tujuan instruksional, yang diperlengkapi dengan saranasarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran (Tarigan dan Tarigan, 1986: 13). Berdasar pendapat tersebut, buku teks digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Penggunaan buku teks tersebut didasarkan pada tujuan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum. Selain menggunakan buku teks, pengajar dapat menggunakan sarana-sarana ataupun teknik yang sesuai dengan tujuan yang sudah dibuat sebelumnya. Penggunaan yang memadukan buku teks, teknik serta sarana lain ditujukan untuk mempermudah pemakai buku teks terutama peserta didik dalam memahami materi.

Sistem Aplikasi Laporan Bencana
by Hermawan 0 Comments favorite 21 Viewed Download 0 Times

1. Klik pada Login Staff 2. Masukkan ID dan kata Laluan 3. Jika Berjaya, Klik pada button OK 4. Klik pada Button Laporan Bencana 5. Klik Pada Sistem Aplikasi di sebelah kiri 6. Klik Pada Laporan Bencana di sebelah kiri 7. Klik Laporan Bencana di sebelah kanan 8. Isikan maklumat utama seperti dibawah. 9. Klik OK 10. Isikan tarikh kejadian dan masa berlaku bencana. Untuk pengisian lokasi berlakunya bencana, Koordinat GPS diperlukan, klik butang RUJUK. 11. Paparan berikut akan dipaparkan, Klik pada Icon dan heret ke lokasi kejadian, contohnya di Pulau Pinang. 12. Setelah anda mengenalpasti lokasi koordinat bencana, Tekan butang Salin. ** TIPS : Klik Zoom ataupun pilih imej Satellite untuk paparan yang lebih jelas. 13. Jika ada laluan alternatif, tekan butang RUJUK.

soal dan solusi siap mtk ipa sbmptn 2013 - tito math's blog

SOAL DAN SOLUSI SIAP SBMPTN 2013 MATEMATIKA IPA 1. Jika 0  b  a dan a2  b2  4ab maka a+b a-b 2. = 2 (A) (B) (C) (C) 2 (D) 3 3 (D) 5 (E) 20 3 (E) 4 cos 77o cos 33o  sin77o sin33o  ... . 6. Jika persamaan x2  4x  k  1  0 mempunyai akar-akar real  dan , maka (D) cos 20o (E) sin 20o (A) cos 20o (B) cos 70o (C) sin 70o 3. Dari 10 pasangan suami istri akan dibentuk tim beranggotakan 6 orang terdiri atas 2 pria dan 4 wanita dengan ketentuan tak boleh ada pasangan suami istri. Banyaknya tim yang dapat dibentuk adalah (A) 3150 (D) 56021 (B) 6300 (E) 141120 (C) 12300 nilai k yang memenuhi (A) (B) (C) (D) (E) (B) (C) (D) 32  3 9 (E) 25  3 16  3 5. Daerah D1 dibatasi oleh parabola y  x2 , garis y  4 , dan garis x = c dan daerah D2 dibatasi oleh parabola y = x2, garis x = c, dan sumbu x. Jika luas D1 = luas D2, maka luas siku empat yang dibatasi oleh sumbu x, sumbu y, garis y = 4 dan garis x = c adalah y = x2 y 4 y  3  3(x  3) (B) y  3  3(x  3) (E) y  33  3(x  3) (C) y  33  3(x  3) 8. Jika 36x  2  6x 1  32  0 akar x1 dan x 2 . x1  x2 Jika x1  x2 , maka 9. 1  cos 2 4x  …. x 0 1  cos 6x 8 (A) 9 5 (B) 6 1 (C)  3 lim (D)  (E) (B) 4 3 8 3   (B) 2 14  dan  c // a Jika  14 7 3 ˆ a  3ˆ  ˆ  2k i j c  b  28 , maka | c | (A) 5 6  ˆ b  2 ˆ  5 ˆ  2k . i j (A) …. (D) 3log 2 (E) 2log3 (A) 1,5 (B) 2 (C) 2,5  c adalah … 5  k  1 atau k  3 5  k  1 atau k  3 k  1 atau 3  k  5 k  1 atau 3  k  5 k  5 atau 1  k  3 10. Diketahui x 1 1  2   f(x) (x  3) 7. Suku banyak dibagi  x3  3x  33 dan memberikan hasil bagi sisa 3 . Garis g menyinggung kurva y  f(x) di titik berabsis 3, maka persamaan garis g adalah …. (A) y  3  3(x  3) (D) 4. Suatu kerucut memiliki panjang jari-jari r dan tinggi t, Jika r  t  6 , maka nilai maksimum volum kerucut adalah … (A) 12 16 3 dan = …. (D) 4 14 (E) 5 14 (C) 3 14 Halaman 1 dari 14 halaman SOAL DAN SOLUSI SIAP SBMPTN 2013 y  kx

SBMPTN 2013 - Share PDF Online
by top markotop 0 Comments favorite 30 Viewed Download 0 Times

Analisis Bedah Soal SBMPTN 2013 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Kimia IPA Disusun Oleh : Pak Anang Roy Handerson Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Analisis Bedah Soal SBMPTN 2013 Kimia IPA By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Berikut ini adalah analisis bedah soal SBMPTN untuk materi Kimia IPA. Soal-soal berikut ini dikompilasikan dari SNMPTN empat tahun terakhir, yaitu SNMPTN 2009, 2010, 2011 dan 2012. Soal-soal berikut disusun berdasarkan ruang lingkup mata pelajaran Kimia SMA, dan juga disertakan tabel perbandingan distribusi soal dan topik materi Kimia yang keluar dalam SNMPTN empat tahun terakhir. Dari tabel tersebut diharapkan bisa ditarik kesimpulan bagaimana prediksi soal SBMPTN yang akan keluar pada SBMPTN 2013 nanti. No Ruang Lingkup Struktur Atom Sistem Periodik Unsur Ikatan Kimia Asam Basa Bronsted-Lowry Ph Asam Basa Titrasi Asam Basa Larutan Penyangga Hidrolisis Garam Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Reaksi Redoks Sel Volta Sel Elektrolisis Hukum Dasar Kimia (Hukum Proust) Persamaan Reaksi dan Konsep Mol Hitungan Kimia Sifat Koligatif Koloid Kimia Unsur Tata Nama Senyawa Karbon dan Isomer Reaksi-reaksi Senyawa Karbon Identifikasi Senyawa Karbon Benzena dan Turunannya Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia JUMLAH SOAL SNMPTN 2009 SNMPTN 2010 SNMPTN 2011 SNMPTN 2012 SBMPTN 2013 Bimbel SBMPTN 2013 Kimia IPA by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1 1. Struktur Atom 1. (SNMPTN 2010) Konfigurasi ion besi (III), 26 Fe3+ , mempunyai elektron tidak berpasangan sebanyak .... A. Dua B. Tiga C. Empat D. Lima E. Enam

Kunci Jawaban Soal Essai Paket A.pdf

Kunci jawaban Babak FINAL Jenis soal : ESSAY 1. Kinerja bensin diukur berdasarkan nilai oktan (octane number) yaitu keberadaan senyawa 2,2,4 - trimetil pentane (isooktana) dengan nilai oktan 100, sedangkan nheptana nilai oktannya adalah nol. a. Gambarkan struktur 2,2,4 – trimetil pentane dan n – heptana (20 Point) Penyelesaian : b. Gambarkan semua isomer struktur n-heptana dan namai secara IUPAC (30 Point) Penyelesaian : c. Gambarkan struktur dan nama IUPAC alkena paling sederhana yang mempunyai isomer cis dan trans. (30 Point) Penyelesaian : d. Jelaskan pengertian bensin dengan angka oktan 75 % (20 Point) Penyelesaian : Angka oktan pada bensin ditentukan dengan adanya senyawa trimetil pentane dan nheptana dimana apabila pada bensin memiliki angka oktan 100 % maka pada besin tersebut terkandung senyawa trimetil pentane banding senyawa n-heptana yaitu 100 : 0, sehingga apabila bensin dengan angka oktan 75 % maka dalam bensin tersebut terkandung 75 % senyawa trimetil pentane dan 25 % senyawa n-heptana. 2. Reaksi : 2NOBr (g)  2NO (g) + Br2 (g) H = +16,1 kJ Diketahui : Tekanan awal NOBr = 0,65 atm. : NOBr telah terurai sebanyak 28% (Saat Kstb) (a) Tuliskan bentuk tetapan kesetimbangan, Kp. (10 poin) Penyelesaian : Kp  [p NO ] 2 [p Br2 ] [p NOBr ] 2 (b) Tentukan tekanan parsial gas NOBr, NO, dan Br2 setelah tercapai keadaan kesetimbangan. (30 poin) Penyelesaian : 100  28 p NOBr   0,65 atm  0,468 atm 100 28 p NO   0,65 atm  0,182 atm 100 p Br2  28 2 100  0,65 atm  0,091 atm (c) Tentukan tekanan total sesudai tercapai kesetimbangan (20 poin) Penyelesaian : (100  28 )  (28  14 ) 114 p tot  [ ]  0,65 atm   0,65 atm  0,741 atm 100 100 (d) Hitung nilai tetapan kesetimbangan, Kp pada temperatur tersebut. (20 poin) Penyelesaian :

KUNCI JAWABAN TUKPD DKI TAHAP 2 MATA PELAJARAN : IPA ...

KUNCI JAWABAN TUKPD DKI TAHAP 2 MATA PELAJARAN : IPA TAHUN PELAJARAN : 2012-2013 Pilihlah jawaban yang benar! 1. Dua orang atlet mulai berlari dengan waktu bersamaan, dan saat mencapai garis finish dicatat dengan hasil seperti gambar. Selisih waktu antara Atlet 1 dengan Atlet 2 adalah .... A. 45s B. 28s C. 17s D. 11s Pembahasan : Waktu tempuh Atlet 1 adalah 17sekon dan Atlet 2 adalah 28sekon. Selisih waktu kedua Atlet = 28s – 22s = 6s Kunci : # (Anulir) 2. 4. 5. Pembahasan : 3. Termometer dinding yang menggunakan skala suhu Celsius menunjukkan suhu ruang kelas 300C. Suhu ruang tersebut sama dengan .... A. 560F B. 540F C. 620F D. 860F Pembahasan: Persamaan antara skala Celsius ke skala Fahrenheit adalah : 9 9 t oC  t  32 o F  30  32 5 5  54  32  86o F Kunci : D Grafik berikut melukiskan pemanasan 3kg air. Jika kalor jenis air 4200J/kg0C, kalor yang diperlukan pada proses R ke S adalah .... A. 12600J B. 126000J C. 252000J D. 378000J Pembahasan: Massa (m) = 3kg, C= 4200J/kg0C dan perubahan suhu (t) = 30 – 10 = 20oC Kalor yang diperlukan : Q = m.C. t = 3kg . 4200J/kg0C . 20oC Q = 126000J Kunci : C

« previous  123456