SEARCH

Found 7 related files. Current in page 1

pengamatan kualitatif

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI ... - ITB

Pada tanggal 2 September 2009, pukul 07:55:01 (UTC) atau pukul 14:55:01 (WIB) waktu setempat, telah terjadi gempabumi besar dengan moment magnitude Mw = 7.0 dengan kedalaman 49.9 km pada posisi 7.777°S, 107.326°E (Sumber : USGS). Gempabumi ini mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana dan sarana fisik serta sekitar 74 orang korban jiwa manusia di Propinsi Jawa Barat.. Kerusakan bangunan secara umum yang teramati di daerah survey (Kabupaten Tasikmalaya dan Pangalengan) bervariasi dari kerusakan ringan, keruskan parah, sampai runtuh. Bangunanbangunan sekolah, kantor pemerintah, rumah sakit/puskesmas, dan perumahan juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Prasarana jalan, jembatan, tanggul, instalasi listrik dan telepon diidentifikasi masih dalam kondisi baik dan beberapa hanya mengalami kerusakan ringan. Institut Teknologi Bandung memiliki ahli-ahli di bidang bencana alam seperti kegempaan dan tsunami perlu memberikan suatu kontribusi untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana Jawa Barat. Sebagai bagian dari program kerja ITB untuk memberikan suatu masukan-masukan atau rekomendasi teknis untuk tahapan rehabilitas dan rekonstruksi, kajain awal mengenai kejadian gempa Tasik dan survey awal identifikasi cepat kerusakan bangunan telah dilakukan. Pada tanggal 3 September 2009, kami melakukan survey awal ke daerah Pangelengan dan pada tanggal 5-7 September 2009 telah dilakukan survey ke Kabupaten Tasikmalaya. Team dari ITB telah melakukan suatu kajian-kajian awal, pengumpulan data-data serta survey ke daerah bencana untuk melakukan pengamatan langsung secara visual dampak-dampak dari gempa yang terjadi. Kajain-kajian awal dan survey ini dilakukan untuk dapat memberikan suatu rekomendasi-rekomendasi teknis serta langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan selanjutnya Satuan Tugas Kajian dan Survey Lapangan Bencana Gempa Jawa Barat - ITB Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat dalam rangka pemulihan (recovery), fase pembangunan kembali (rekonstruksi), serta pada jangka panjangnya fase pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation) dan kesiapan (preparedness). 1.2. Tujuan Kajian dan Survey Awal Hasil yang diharapkan dari kajian dan survey awal gempabumi dan keluaran-keluarannya adalah sebagai berikut: a. Melakukan kajian singkat dan survey awal (investigasi lapangan pasca bencana) untuk mengkaji pengaruh dari besaran gempa yang terjadi serta mengidentifikasi kerusakan bangunan-bangunan dan sarana prasarana akibat gempa. Bangunan-bangunan kritis menjadi prioritas dalam survey awal ini yakni seperti bangunan-bangunan fasilias kesehatan (Puskesmas), sekolah, tempat ibadah (masjid), dan bangunan/sarana umum lainnya. Selain itu, juga untuk melakukan survey kerusakan bangunan rumah penduduk. Pada umumnya setelah pasca bencana gempa, ruangan-ruangan tempat ibadah dan juga sekolah tidak digunakan, umumnya sekolah akan diliburkan beberapa hari. Pada saat aktivitas sekolah (kegiatan belajar mengajar) dimulai kembali, aktivitas tersebut diadakan di tempat-tempat yang dianggap aman. b. Melakukan kaji cepat kelayakan bangunan pasca bencana gempa (rapid assessment) untuk meyakinkan para pihak terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk...

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI ... - ITB

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI TASIK JAWA BARAT 2 SEPTEMBER 2009 Disiapkan Oleh: Satuan Tugas Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat Pusat Mitigasi Bencana – Institut Teknologi Bandung Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI TASIK JAWA BARAT 2 SEPTEMBER 2009 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Jawa Barat Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tanggal 2 September 2009, pukul 07:55:01 (UTC) atau pukul 14:55:01 (WIB) waktu setempat, telah terjadi gempabumi besar dengan moment magnitude Mw = 7.0 dengan kedalaman 49.9 km pada posisi 7.777°S, 107.326°E (Sumber : USGS). Gempabumi ini mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana dan sarana fisik serta sekitar 74 orang korban jiwa manusia di Propinsi Jawa Barat.. Kerusakan bangunan secara umum yang teramati di daerah survey (Kabupaten Tasikmalaya dan Pangalengan) bervariasi dari kerusakan ringan, keruskan parah, sampai runtuh. Bangunanbangunan sekolah, kantor pemerintah, rumah sakit/puskesmas, dan perumahan juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Prasarana jalan, jembatan, tanggul, instalasi listrik dan telepon diidentifikasi masih dalam kondisi baik dan beberapa hanya mengalami kerusakan ringan. Gambar 1.1. Epicenter Gempa Tasik 2 September 2009 Institut Teknologi Bandung memiliki ahli-ahli di bidang bencana alam seperti kegempaan dan tsunami perlu memberikan suatu kontribusi untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana Jawa Barat. Sebagai bagian dari program kerja ITB untuk memberikan suatu masukan-masukan atau rekomendasi teknis untuk tahapan rehabilitas dan rekonstruksi, kajain awal mengenai kejadian gempa Tasik dan survey awal identifikasi cepat kerusakan bangunan telah dilakukan. Pada tanggal 3 September 2009, kami melakukan survey awal ke daerah Pangelengan dan pada tanggal 5-7 September 2009 telah dilakukan survey ke Kabupaten Tasikmalaya. Team dari ITB telah melakukan suatu kajian-kajian awal, pengumpulan data-data serta survey ke daerah bencana untuk melakukan pengamatan langsung secara visual dampak-dampak dari gempa yang terjadi. Kajain-kajian awal dan survey ini dilakukan untuk dapat memberikan suatu rekomendasi-rekomendasi teknis serta langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan selanjutnya Satuan Tugas Kajian dan Survey Lapangan Bencana Gempa Jawa Barat - ITB Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat dalam rangka pemulihan (recovery), fase pembangunan kembali (rekonstruksi), serta pada jangka panjangnya fase pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation) dan kesiapan (preparedness)...

pemetaan zonasi banjir kota gorontalo untuk mitigasi bencana

LAPORAN PENELITIAN PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI DANA PNBP TAHUN ANGGARAN 2012 PEMETAAN ZONASI BANJIR KOTA GORONTALO UNTUK MITIGASI BENCANA Terima kasih atas segala bantuannya sehingga penelitian kami yang berjudul Pemetaan Zonasi Banjir Kota Gorontalo untuk Mitigasi Bencana dapat kami selesaikan. Segala saran dan kritikan yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk kesempurnaan penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah Kota Gorontalo untuk mitigasi bencana banjir. Sejak kota Gorontalo tumbuh menjadi ibukota propinsi dan terpusatnya pembangunan di wilayah perkotaan menimbulkan permasalahan tersendiri. Hal ini membutuhkan peningkatan lahan yang berdampak kepada menurunnya kualitas lingkungan. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah banjir. Mengingat begitu besarnya dampak banjir di Kota ini maka diperlukan penelitian untuk menghasilkan informasi tentang tingkat kerawanan banjir di Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah mengkompilasi antara metode kualitatif dan kuantitatif yang dipadukan dengan survey lapangan. Data yang diperlukan dapat bersumber dari data primer yang diperoleh dari hasil survei lapangan maupun data sekunder yang diperoleh dari hasil kepustakaan, Hasil yang diperoleh adalah daerah penelitian dapat dibagi kedalam 3 satuan geomorfologi yaitu satuang geomorfologi pedaran, bergelombang dan perbukitan bergelombang. Curah hujan rata-rata bulanan berkisar antara 61 – 169.58 mm/bulanan sedangkan curah hujan tahunan adalah 1.461 mm/tahun dengan tipe iklimnya adalah C – D. Geologi daerah penelitian dapat di bagi kedalam 3 satuan batuan yaitu dari tua ke muda adalah satuan batuan granit, breksi vulkanik dan alluvial, struktur geologi yang bekerja berarah barat laut-tenggara. Jenis tanah di daerah ini adalah lempung. Kedalaman muka air tanah berkisar antara 100 – 225 cm termasuk air tanah dangkal. Penggunaan lahan dapat di bagi 5 yaitu persawahan, pemukiman dan perkantoran, tegalan, pertambangan dan hutan jarang. Zonasi tingkat kerawanan banjir dapat di bagi 3 yaitu zona rawan tinggi, aona rawan rendah dan zona tidak rawan. Upaya mitigasi yang harus dilakukan adalah mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya. Kata Kunci : Kota Gorontalo, banjir, mitigasi bencana, peta zonasi banjir...

LAPORAN SITUASI #1 RESPON BENCANA ERUPSI dan GAS ...

LAPORAN SITUASI #1 RESPON BENCANA ERUPSI dan GAS BERACUN GUNUNG DIENG Oleh : KYPA YOGYAKARTA 6 Juni 2011 A. Situasi & Kondisi Terkini Pada tanggal 23 Mei 2011, pukul 14:00 WIB, status kegiatan Gunungapi Dieng dinaikkan dari Normal ke Waspada, dan meningkat menjadi Siaga (level III) pada 29 Mei 2011 pukul 20:45 WIB berdasarkan surat edarannya no. 997/45/BGL.V/2011 dari PVMBG sudah dibacakan di hadapan Bupati Banjarnegara oleh petugas PVMG. Radius 1000 meter dari Kawah Timbang, dinyatakan sebagai kawasan terlarang dan masyarakat dilarang melakukan aktifitas, mengingat ancaman bahaya gas beracun yang berbahaya bagi kehidupan, dengan sifat tidak tampak dan tidak berbau, yang setiap saat dapat terjadi. Radius aman diperluas dari 500 meter menjadi 1000 meter. B. Lokasi Kejadian Gunung api dieng secara geografis terletak pada 70 54’ LS dan 1090 54’ BT. Secara administratif masuk dalam 3 wilayah kabupaten: Wonosobo, Banjarnegara dan Batang, Provinsi Jawa Tengah, atau kira- kira 4 jam perjalanan darat dari Jogja menggunakan motor atau mobil via MagelangWonosobo. Kawah yang berada di area Dieng yaitu Sileri, Sinila, Siglagah, Condrodimuko, Sikidang dan Timbang. Yang mengalami erupsi adalah kawah timbang yang berada di wilayah Kab. Banjarnegara. Aliran gas mengalir sejauh 50 meter ke arah selatan. Sumber: http://geospasial.bnpb.go.id/2011/06/01/peta-krb-komplek-gunung-dieng/ C. Dampak Kejadian Belum ada korban jiwa dan kerusakan terkait situasi ini, namun tercatat sejumlah 1.179 jiwa mengungsi, pengungsi tersebar di tiga titik di Kecamatan Batur yaitu SMA 1, SMP 1 dan Balai Desa Batur (sumber: Kapusdatin dan Humas BNPB) D. Kebutuhan Pengungsi Untuk kebutuhan para pengungsi saat ini berupa makanan, selimut dan masker, namun kebutuhan ini masih dapat ditangani dari potensi sumber daya yang ada. E. Respon Pemerintah dan Non Pemerintah. BNPB telah berkoordinasi dengan PVMBG, Bupati Banjarnegara, BPBD Provinsi, BPBD Banjarnegara dan SKPD terkait (Dinkes, Dinsos, Kapolres, Dandim) serta BPBD Wonosobo. BPBD setempat telah melakukan evakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman, melakukan pendataan serta melakukan pengamatan dengan berkoordinasi dengan PVMBG. Selain itu bantuan berupa bahan makanan serta masker telah didistribusikan kepada para pengungsi. PVMBG juga telah memasang 4 pemantau gempa baru. Sejumlah lembaga non pemerintah juga sudah melakukan respon di banjarnegara. yaitu: Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (MDMC), Disaster Managemant Centre-Dompet Dhafa (DMC-DD), KARINA Keuskupan Purwokerto dan Pos Keadilan peduli Umat (PKPU). Tim kesehatan telah ditetapkan PKU Merden Banjarnegara dan Temanggung untuk terus bertugas secara bergiliran. Selain berusaha melakukan upaya sosialisasi secara persuasive, tim SAR KOKAM juga melakukan tugas sesuai dengan perintah dari posko utama Kecamatan Batur antara lain tugas pendataan pengungsi hingga saat ini, dan penyiapan lokasi tempat penampungan sementara antara lain di SMA 1 batur...

Laporan Penelitian Studi Kasus Pada Sekolah Dasar Program MBS Mata Pelajaran Matematika

Metode penelitian yang digunakan untuk studi ini adalah studi kasus (case study), dimana penelitian masuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan studi kasus atau penelitian kasus merupakan penelitian tentang subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas

Tags: Contoh soal,
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK SISTEM ...

Tugas akhir ini menghasilkan perangkat lunak sistem informasi akuntansi ... penulis mengambil data sekunder dan pengamatan di Kantor Akuntan Publik Hariyadi dan Rekan. 2. AKUNTANSI ...

Tags: Akuntansi, Publik,
Pendaftaran dan Persyaratan Skripsi PDF

PERSYARATAN PENDAFTARAN SKRIPSI. Penentuan Persyaratan dan Prosedur Pendaftaran Skripsi disusun oleh Biro Skripsi yaitu sebagai berikut : 1. Mahasiswa sudah memperoleh SKS ≥ 135 SKS, dengan IPK ≥ 2,25 dan tidak ada nilai D 2. Sudah menempuh dan lulus mata kuliah Metodologi Penelitian & Metodologi Penelitian Kualitatif 3. Lulus dengan nilai minimal C untuk mata kuliah Teknik Penyusunan Skripsi (TPS) 4. Mahasiswa mengisi KRS untuk mata kuliah skripsi

Tags: Skripsi, Pdf,

« previous    next »