SEARCH

Found 103 related files. Current in page 1

pamphlet sekolah

a Wall Street Journal piece
by MitraKalita 0 Comments favorite 3 Viewed Download 0 Times

Presbyterians Join the Anti-Israel Choir Divesting from companies like Motorola Solutions to show solidarity with the Palestinians. By Jonathan Marks June 22, 2014 6:34 p.m. ET The Presbyterian Church (U.S.A.) is bleeding members. Between 2000 and 2013, almost 765,000 members left the organization, a loss of nearly 30%. Last week the church's leadership met in Detroit for crisis talks. No, not about the emptying-pews crisis. The Israel-Palestinian crisis. On Friday, in a close vote (310-303), the General Assembly of the Presbyterian Church (U.S.A.)— the largest of several Presbyterian denominations in America—resolved to divest the organization's stock in Caterpillar, Hewlett-Packard and Motorola Solutions. The church's Committee on Mission Responsibility Through Investment said the companies have continued to "profit from their involvement in the occupation and the violation of human rights in the region," and have even "deepened their involvement in roadblocks to a just peace." Israel's counterterrorism and defense measures have included razing Palestinian houses (with Caterpillar equipment), operating Gaza and West Bank checkpoints (with Hewlett-Packard technology), and utilizing military communications and surveillance (with Motorola Solutions technology). The church signaled its antipathy for Israel earlier this year by hawking a study guide called "Zionism Unsettled" in its online church store. In the 76-page pamphlet, Zionism—the movement to establish a Jewish homeland and nation-state in the historic land of Israel—is characterized as a "a struggle for colonial and racist supremacist privilege." In a postscript to "Zionism Unsettled," Naim Ateek, a Palestinian priest and member of the Anglican Church, explains the meaning of the charges in the pamphlet.

Section One - GeNIUS::. | Online Learning of Magelang 1 State JHS

Salah satu upaya untuk melengkapi sumber belajar yang relevan dan bermakna guna meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Pembinaan SMP mengembangkan buku pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Buku pelajaran ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi, No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dan berdasarkan kriteria buku pelajaran yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Buku pelajaran ini merupakan penyempurnaan dari bahan ajar kontekstual yang telah dikembangkan Direktorat Pembinaan SMP dalam kaitannya dengan kegiatan proyek peningkatan mutu SMP. Bahan ajar tersebut telah diujicobakan ke sejumlah SMP di provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo sejak tahun 2001. Penyempurnaan bahan ajar menjadi buku pelajaran yang bernuansa pendekatan kontekstual dilakukan oleh para pakar dari beberapa perguruan tinggi, guru, dan instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Validasi oleh para pakar dan praktisi serta uji coba empiris ke siswa SMP telah dilakukan guna meningkatkan kesesuaian dan keterbacaan buku pelajaran ini.

KREATIVITAS: EVALUASI BUKU PELAJARAN ... - Digilib UNIMED

Buku pelajaran sebagai sasaran evaluasi karena buku pelajaran memiliki potensi menjadi agen perubahan yang efektif (Hutchinson and Torres, 1994:322) dan buku pelajaran digunakan di seluruh sekolahsekolah yang ada di pelosok tanah air. Umumnya, pada saat guru mengajar, terutama untuk tingkat sekolah dasar, guru cenderung hanya berpedoman ada buku pelajaran, baik urutannya maupun materinya bukan pada kurikulum. Berdasarkan hal ini diduga ada sesuatu yang tidak diajarkan oleh buku pelajaran sehingga daya kreatif siswa tidak berkembang dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi buku pelajaran. Kreativitas merupakan sintesa dari keseluruhan fungsi yang tediri dari: (1) pemikiran rasional, (2) pengembangan tingkat tinggi dari emosional/ perasaan, (3) pengembangan tingkat tinggi dari mental dan fisikal, dan (4) kesadaran tingkat tinggi, hasil imajinasi, fantasi, dan pemecahan permasalahan yang cepat. Daya kreatif siswa dapat diteliti pada saat proses belajarmengajar berlangsung tetapi dapat juga diteliti dengan cara mengevaluasi buku pelajaran yang digunakan dalam proses belajarmengajar di kelas. Dalam hal ini, tulisan ini hanya dilakukan pada buku pelajaran saja yaitu dari latihan-latihan dan tugas-tugas yang tertera di dalam buku pelajaran.

Pengertian Buku Teks ...
by cicak 0 Comments favorite 46 Viewed Download 0 Times

Textbook mempunyai padanan kata buku pelajaran (Echols & Sadily, 2006: 584). Selanjutnya textbook dijelaskan sebagai “a book giving instruction in a subject used especially in schools” (Crowther, 1995: 1234) yang dapat diterjemahkan bahwa buku teks adalah buku yang memberikan petunjuk dalam sebuah pelajaran khususnya di sekolah. Buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud-maksud dan tujuan instruksional, yang diperlengkapi dengan saranasarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran (Tarigan dan Tarigan, 1986: 13). Berdasar pendapat tersebut, buku teks digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Penggunaan buku teks tersebut didasarkan pada tujuan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum. Selain menggunakan buku teks, pengajar dapat menggunakan sarana-sarana ataupun teknik yang sesuai dengan tujuan yang sudah dibuat sebelumnya. Penggunaan yang memadukan buku teks, teknik serta sarana lain ditujukan untuk mempermudah pemakai buku teks terutama peserta didik dalam memahami materi.

Section Two - Buku Sekolah Elektronik
by cicak 0 Comments favorite 18 Viewed Download 0 Times

Salah satu upaya untuk melengkapi sumber belajar yang relevan dan bermakna guna meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Pembinaan SMP mengembangkan buku pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Buku pelajaran ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi, No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dan berdasarkan kriteria buku pelajaran yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Buku pelajaran ini merupakan penyempurnaan dari bahan ajar kontekstual yang telah dikembangkan Direktorat Pembinaan SMP dalam kaitannya dengan kegiatan proyek peningkatan mutu SMP. Bahan ajar tersebut telah diujicobakan ke sejumlah SMP di provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo sejak tahun 2001. Penyempurnaan bahan ajar menjadi buku pelajaran yang bernuansa pendekatan kontekstual dilakukan oleh para pakar dari beberapa perguruan tinggi, guru, dan instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Validasi oleh para pakar dan praktisi serta uji coba empiris ke siswa SMP telah dilakukan guna meningkatkan kesesuaian dan keterbacaan buku pelajaran ini.

analisis buku teks bahasa indonesia untuk smp ... - ung repository

Abstrak: Buku teks pelajaran hendaknya mampu menyajikan bahan ajar dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa buku teks pelajaran termasuk ke dalam sarana pendidikan yang perlu diatur standar mutunya, sebagaimana juga standar mutu pendidikan lainnya, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidikan dan kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Pasal 43 peraturan ini menyebutkan bahwa kepemilikan buku teks pelajaran harus mencapai rasio 1:1, atau satu buku teks pelajaran diperuntukkan bagi seorang siswa. Buku teks pelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah harus memiliki kebenaran isi, penyajian yang sistematis, penggunaan bahasa dan keterbacaan yang baik, dan grafika yang fungsional. Kata Kunci: Analisis, Buku Teks, Bahasa Indonesia, Pendekatan, Tematik

T505 Quick Start Guide - Motorola Support

Before using this product, read the Impor pamphlet and follow its instructions. Take a moment before you get started to fam T505 Bluetooth® In-Car Speakerphone & Dig motorola T505 Front View Visor Clip Microphone Play/Pause Button Quick Start Guide Volume Down Speaker Call Button Button OU BEGIN FM Indicator Main Light Indicator (on bottom) Light NOTICE rtant Safety and Legal Information 032374o At the time of printing, use of FM transmitter portion of this product is restricted in the following countries: Austria, France, Greece, Ireland, Italy, Netherlands, Czech Republic, Cyprus, Hungary, Lithuania, Latvia, Malta, Poland, Slovakia, Bulgaria, Croatia, Moldava, Serbia, and Montenegro. 032374o miliarize yourself with your new gital FM Transmitter. Handsfree call audio broadcast to your FM radio using the transmitter feature can potentially be picked up by another radio in close proximity. Call audio heard on the internal speaker is not impacted. MOTOROKR™ Rear View Volume Up Button FM Button Charging Port Power Button

motorola H390 - Newegg.com
by xandros 0 Comments favorite 21 Viewed Download 0 Times

Before using this product, read the Important Safety and Legal Information pamphlet and follow its instructions. Take a moment before you get started to familiarize yourself with your new H390 Headset. motorola H390 Volume Buttons Earhook Speaker Call Button Quick Start Guide Indicator Light Indicator Light Microphone Power Switch 1 CHARGE Your Headset's Battery 2 START BLUETOOTH FEATURE Your Phone Charging Port 1 Verify slide switch is in the off position (toward the charging port). 2 Plug the Motorola charger into the end of the Your phone's Bluetooth feature is off by default. To use your headset, you must turn on the Bluetooth feature in your phone. For most Motorola phones (at the main menu): 1 Press M (Menu ) > Settings > Connection > Bluetooth Link > Setup. headset. The indicator light turns red or yellow when the battery is charging. It may take up to 1 minute for the indicator light to turn on. When the headset's battery is fully charged (about 2 hours), the indicator light turns green. 3 Disconnect the charger. Note: Headset is not functional while charging. Note: This product uses a lithium ion, rechargeable, non-replaceable battery. Under normal use, the expected life of the rechargeable battery is approximately 400 charges.

T305 - Motorola Support
by xandros 0 Comments favorite 7 Viewed Download 0 Times

Before using this product, read the Important Safety and Legal Information pamphlet and follow its instructions. Take a moment before you get started to familiarize yourself with your new T305 Portable Bluetooth Hands-Free Speaker. Speaker Multi-Color Indicator Light and Call Button Volume Up (+) Button (on side) T305 1 Power Button Volume Down (-) Button Microphone Get connected in 4 quick steps. 2 CHARGE YOUR HANDS-FREE SPEAKER Your Phone Charge your hands-free speaker's battery for 2 hours: Your phone's Bluetooth feature is off by default. To use your hands-free speaker, you must turn on the Bluetooth feature in your phone. Charging Port For most Motorola phones (at the main menu): 1 Press M (Menu ) > Settings > Connection > Bluetooth Link > Setup. Note: Do not place hands-free speaker with clip installed on visor when charging. 1 Plug the Motorola charger into the charging 2 Scroll to Power. port on the end of the hands-free speaker. 3 Select Change. The indicator light turns steadily red when the battery is charging and the hands-free speaker is turned off. It may take up to 1 minute for the indicator light to turn on. When the hands-free speaker's battery is fully charged (about 2 hours), the indicator light turns steadily blue.

Laporan Kegiatan - Building Capacities on Disaster Management in ...

Secara geologis Indonesia merupakan negara yang cukup rawan bencana. Beragam bencana baik alam maupun akibat perbuatan manusia terus terjadi di Indonesia dan menyebabkan kerugian-kerugian aset masyarakat serta pemerintah yang makin memberatkan pembangunan. Bencana kini menjadi ancaman paling nyata bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu masyarakat Indonesia harus benar-benar memahami dan sadar bagaimana hidup yang amam di daerah yang rentan bahaya ini. Akan tetapi dengan terbitnya UndangUdang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana telah memunculkan harapan kemajuan penanggulangan bencana. Undang-Undang itu secara eksplisit mengatur hak perlindungan bagi masyarakat korban bencana. Berdasarkan hal di atas pengetahuan kebencanaan di Indonesia harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat, intansi pemerintahan dan intansi sekolah. Dimana kita mengetahui bahwa sekolah merupakan media mentransfer ilmu pengetahuan diharapkan mampu menyerap dan mengaplikasikan pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Distribusi ilmu pengetahuan kesiapsiagaan bencana dapat dilakukan dengan metode yang sangat sederhana.

« previous  123456789