SEARCH

Found 1200 related files. Current in page 1

makalah tentang planet jupiter

Das Sonnensystem - Junta de Andalucía

Das Universum besteht aus Galaxien, Planetensystemen, Sternen, Planeten, Monden, Asteroiden, Kometen, Meteoireden, etc. Unser Sonnensystem befindet sich in der Milchstraβe. Die Sonne steht im Mittelpunkt unseres Sonnensystem. Sie ist ein riesiger Stern. Sie liefert uns Wärme und Licht zum Leben. Um unsere Sonne kreisen 8 Planeten: Merkur, Venus, die Erde, Mars, Jupiter, Saturn, Uranus und Neptun. Manche Planeten haben natürliche Satelliten oder Monde. Die Planeten drehen sich, um sich selber, das heiβt Rotation. Dadurch haben wir Tag und Nacht. Sie drehen sich auch, um die Sonne, das heiβt Translation. Dadurch haben wir die Jahreszeiten. Merkur ist der kleinste Planet in unserem Sonnensystem. Venus ist der hellste Planet in unserem Sonnensystem. Die Erde ist zum gröβten Teil mit Wasser bedeckt, deshalb wird sie auch der blaue Planet genannt. Die Erde ist unser Heimatplanet. Sie hat einen Mond. Mars wird der rote Planet genannt. Jupiter ist der gröβte Planet in unserem Sonnenystem. Saturn hat viele Ringe. Uranus ist von einem roten Ring umgeben. Er sieht blau-grün aus. Neptun ist der kälteste Planet in unserem Sonnensystem.

Das Sonnensystem
by nixxon 0 Comments favorite 2 Viewed Download 0 Times

Überblick Das Sonnensystem enthält nicht nur neun Planeten, unzählige Felsbrocken und Kometen, es enthält auch Gas, Staub, Magnetfelder und darin eingeschlossene elektrisch geladene Teilchen. Das Sonnensystem ist also in sich bereits äußerst vielfältig. Die Planeten lassen sich nach ihrer Größe und Zusammensetzung in zwei Gruppen einteilen und auch die Felsbrocken, die Planetoiden, weißen mehrere Untergruppen mit unterschiedlicher Zusammensetzung auf. All diese Objekte liefern Hinweise auf die Entstehung des Sonnensystems und die turbulenten Zeiträume und Prozesse, die direkt auf diese Phase folgten. Daraus lassen sich Modelle ableiten, die andere gerade entstehende Sonnensysteme beschreiben. Die Entdeckung solcher Sterne, die den Modellvorhersagen entsprechen, wirft die Frage auf, ob es noch mehr Sonnensysteme wie unseres gibt, und ob weitere erdähnliche Planeten existieren. Das Sonnensystem, unsere kosmische Heimat, besteht neben der im Zentrum strahlenden Sonne aus den neun Planeten, zwei Planetoidengürtel, einer Kometenwolke, Unmengen von Staub sowie geladenen Teilchen. Es enthält zudem Magnetfelder, von denen das solare Magnetfeld dominiert und bis in eine Entfernung von etwa 15 Milliarden Kilometern reicht. Durch die elektrisch geladenen Teilchen wird es noch weiter nach außen transportiert, bis es schließlich auf das interstellare Magnetfeld trifft. Die Magnetfelder der Planeten sind deutlich schwächer. Nur Jupiter, der größte Planet unseres Sonnensystems, besitzt ein Magnetfeld, das bisweilen sogar den zweitgrößten Planeten Saturn umhüllt. Die Eigenschaften der Planeten wurden von der Erde aus, besonders aber durch Raumsonden gemessen. Die kleineren Objekte, die Planetoiden und Kometen, wurden dagegen bislang nur selten im Detail untersucht. Nach heutiger Vorstellung sind sie jedoch direkte Zeitzeugen der Entstehung des Sonnensystems und könnten so einige Aufschlüsse über diese Zeitspanne liefern.

Unser Sonnensystem
by nixxon 0 Comments favorite 1 Viewed Download 0 Times

Scheinkriterien Praktische Übung und Klausur Aufgabe: Durchführung und Auswertung einer eigenen Beobachtung 1) Planung der Beobachtung 2) Ausführung der Beobachtung mit dem PTST1 3) Reduktion der Daten 4) Analyse der gewonnen Daten Anforderung: Abgabe einer ca. 5-seitigen Ausarbeitung. Die Arbeit soll in 2er-Gruppen durchgeführt werden. Ziel: Praxisnaher Einblick in das wissenschaftliche Arbeiten Planet Transit Search Teleskop Scheinkriterien Sonnensystem Planung der Beobachtung Ziel: Photometrische Beobachtung eines planetaren Transits Vorgabe: Objekt, Ephemeriden, Koordinaten Aufgabe: Berechnung der günstigsten Beobachtungsdaten Scheinkriterien Sonnensystem Ausführung der Beobachtung mit dem PTST Ziel: Durchführung der Beobachtung mit dem PTST PTST: Sternwarteneigenes 60 cm Teleskop auf Mallorca Ablauf: Die Beobachtungen werden an der Sternwarte (Bergedorf) durchgeführt. Das Teleskop wird vom Rechner aus ferngesteuert. Bei den Beobachtungen wird immer jemand anwesend sein. Dauer ca. 4-5 Stunden. Erreichen bzw. verlassen der Sternwarte mit öffentlichen Verkehrsmitteln können Nachts schwierig sein. Auto? Absprechen. . . Wetter. . .

Unser Sonnensystem - Borg Spittal an der Drau

Unser Sonnensystem Was ist ein Sonnensystem? Überbegriff für Planeten- und Sternsystem Zentraler Punkt ist die Sonne (Fixstern) Planeten umkreisen mit ihren Begleitern die Sonne Genaue Ordnung der Umlaufbahnen Eigenschaften des „Sonnensystem“? entstand vor ca. 5 Milliarden Jahren besteht aus 8 Planeten besonderheiten: Asteroidengürtel, Kuiper-Gürtel, Oortschen Wolk es dreht sich mir einer Geschwindigkeit von 220km/s. hat eine elliptische Form Sonne ist das größte Objekt (99% der Gesamtmasse) Aufbau des Sonnensystems • Innere Planeten • Asteroidengürtel • Äußere Planeten • Kuipergürtel • Oortsche Wolke Die Planeten Unser Sonnensystem beinhaltet folgende Planeten: Merkur Venus Erde Mars Jupiter Saturn Uranus Neptun

laporan eksekutif menteri kesehatan ri tentang ... - unaids

Pandemi HIV/AIDS yang mengancam penduduk dunia saat ini telah nyata menunjukkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan keamanan negara disamping dampak kesehatan. AIDS ditemukan di Amerika 20 tahun yang lalu (1981) merupakan penyakit yang relatif baru tapi telah menyita perhatian masyarakat global. AIDS adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat menurun atau hilangnya daya tahan tubuh seseorang. Karena itu disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya sejenis virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus yang dapat berada dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala sakit yang berarti, selama bertahun tahun bahkan 10 – 11 tahun. Sulit bagi kita secara kasat mata mengetahui seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan dan vaksin yang dapat mencegah/menangkalnya. Epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dari suatu tingkat epidemi yang rendah yaitu prevalensi < 1 % ke arah tingkat epidemi terkonsentrasi dimana pada kelompok risiko tinggi tertentu telah melebihi angka 5% seperti di Sorong, Merauke, Riau untuk kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS) dan Jakarta, Jabar, Bali untuk kelompok Injecting Drug User (IDU). Laporan HIV/AIDS di Indonesia secara Kumulatif tahun 2001 tercatat AIDS 671, HIV 1904 namun berdasarkan perkiraan para ahli saat ini kemungkinan di Indonesia terdapat 80.000 – 120.000 Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) artinya bahwa dalam 10 tahun mendatang kemungkinan akan ditemukan 100.000 orang yang sakit dan meninggal karena AIDS. Sidang kabinet khusus HIV/ AIDS ini memberi peluang terwujudnya komitmen politik yang tinggi dan berbagai kebijakan, strategi baru.

2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction ...

Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations UNISDR berterima kasih kepada organisasi-organisasi yang logonya tercantum di bawah ini atas sumbangan finansial dan berarti mereka ntuk penyusunan Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 ini. Selain itu, sumber daya finansial juga telah secara berlimpah disumbangkan oleh, antara lain, Komisi Eropa, dan Pemerintah Jepang, Norwegia, dan Amerika Serikat. Daftar ucapan terima kasih yang lengkap ada di laporan utama. Judul asli: 2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction Revealing Risk, Redefining Development © United Nations 2011. Hak cipta dilindungi. Disclaimer: Pandangan-pandangan yang diungkapkan di dalam publikasi ini tidak dengan sendirinya mencerminkan pandangan-pandangan Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penggunaan penyebutan dan penyajian bahan tidak menunjukkan ungkapan pendapat apapun dari Sekretariat PBB tentang status hukum satu negara, teritori, kota atau wilayah, atau pihak-pihak berwenangnya, atau tentang delinenasi garis depan atau perbatasan. Gambar sampul depan: iStockphoto®, © arindambanerjee Penyuntingan, desain, tata letak, dan produksi: Green Ink, Devon, UK Konsep desain: Parsons New School for Design, New York, USA Dicetak oleh: Information Press, Oxford, UK Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 (2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction) disusun ketika bencana-bencana terus menyapu bersih hidup dan penghidupan jutaan penduduk di dunia. Dampak gempa bumi yang dahsyat di Haiti pada Januari 2010 dan banjir di Pakistan pada Juli 2010 menunjukkan betapa risiko bencana dan kemiskinan saling berkaitan erat. Sementara itu, pada 2011, banjir di Australia, gempa bumi di Christchurch, Selandia Baru, dan bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir di Jepang timur laut yang meluluhlantakkan yang terjadi ketika laporan ini dikirim ke percetakan merupakan pengingat yang sangat tidak menggembirakan betapa negara-negara maju juga sangat terpapar.

perjanjian kerja sama antara badan penanggulangan bencana ...

Pada hari ini SENiN tanggal ENAMBELAS bulan JULI tahun DUARIBU DUABELAS, yang bertandatangan di bawah ini: Drs. Tarminta, MM : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam ha! ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Jalan Raya Tuapeijat Km. 8, Tuapeijat - Sipora Mentawai, seianjutnya disebut PIHAK KESATU. Dr. Wiwin Ambarwulan : Kepala Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, di Jalan Raya Jakarta - Bogor Km. 46 Cibinong, Jawa Barat, seianjutnya disebut PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang seianjutnya disebut PARA PIHAK terlebih dahulu mengingat: 1. Undang-Unciang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3693); 1 dari 6 2. Undang-Untiang Nomor49 Tahun 1999, tanggal 4 Oktober 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai; 3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5214); 4. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; 5. Peraturan Pernerintah Nomor 57 Tahun 2007 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2001, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional; 6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 84/PMK.02/2011 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran2012;

pedoman penyusunan rencana penanggulangan bencana - GITEWS

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR : 4 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA, Menimbang : Dalam rangka pelaksanaan penyelenggaraan Pasal 35 dan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dipandang perlu menyusun pedoman pedoman perencanaan penanggulangan bencana. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Bencana. 3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 4. Keputusan Presiden Nomor 29/M Tahun 2008 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA.

prosedur tetap tim reaksi cepat badan nasional ... - GITEWS

Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB sebagaimana tersebut dalam Lampiran Peraturan ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Pasal 2 Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, dipergunakan sebagai acuan bagi Tim Reaksi Cepat BNPB dalam melaksanakan tugas penanganan darurat bencana. Pasal 3 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini, akan diatur kemudian. Pasal 4 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2008 KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ttd DR. SYAMSUL MAARIF, M.Si -1LAMPIRAN : PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR : 9 TAHUN 2008 TANGGAL : 17 DESEMBER 2008

Lord of the Rings trilogy Tolkien Book of Job Heinlein ... - Meetup

Tolkien. Book of Job. Heinlein anything. Margaret Atwood. Snowcrash. Neuromancer. Mona Lisa. Overdrive. The "Sun Cycle". Gene Wolfe. The. Dispossessed/ ... Lord of the Rings trilogy Book of Job anything Snowcrash Neuromancer Mona Lisa Overdrive The "Sun Cycle" The Dispossessed/Left Hand of Darkness Rouge Moon Ringworld Vorkosigan Saga Foundation trilogy Name of the Wind The Hobbit Song of Fire and Ice series Forever Peace Robots of Dawn Big Planet Sherlock Holmes Dune Tolkien Heinlein Margaret Atwood Gene Wolfe Ursula LeGuin Algis Budris Niven Asimov? Joe Haldeman Asimov Vance Spider Variable Star Robinson/Heinlein Covenants Lorna Freeman The Innkeeper's Song Peter Beagle 1984 Brave New World Mira Grant October Daye series

« previous  123456789