SEARCH

Found 126 related files. Current in page 1

makalah kimia struktur atom

1967 kb/s - Makalah Kimia Struktur Atom Full Download


2157 kb/s - [Verified] Makalah Kimia Struktur Atom


2864 kb/s - Makalah Kimia Struktur Atom Direct Download

Kunci Jawaban Soal Essai Paket A.pdf

Kunci jawaban Babak FINAL Jenis soal : ESSAY 1. Kinerja bensin diukur berdasarkan nilai oktan (octane number) yaitu keberadaan senyawa 2,2,4 - trimetil pentane (isooktana) dengan nilai oktan 100, sedangkan nheptana nilai oktannya adalah nol. a. Gambarkan struktur 2,2,4 – trimetil pentane dan n – heptana (20 Point) Penyelesaian : b. Gambarkan semua isomer struktur n-heptana dan namai secara IUPAC (30 Point) Penyelesaian : c. Gambarkan struktur dan nama IUPAC alkena paling sederhana yang mempunyai isomer cis dan trans. (30 Point) Penyelesaian : d. Jelaskan pengertian bensin dengan angka oktan 75 % (20 Point) Penyelesaian : Angka oktan pada bensin ditentukan dengan adanya senyawa trimetil pentane dan nheptana dimana apabila pada bensin memiliki angka oktan 100 % maka pada besin tersebut terkandung senyawa trimetil pentane banding senyawa n-heptana yaitu 100 : 0, sehingga apabila bensin dengan angka oktan 75 % maka dalam bensin tersebut terkandung 75 % senyawa trimetil pentane dan 25 % senyawa n-heptana. 2. Reaksi : 2NOBr (g)  2NO (g) + Br2 (g) H = +16,1 kJ Diketahui : Tekanan awal NOBr = 0,65 atm. : NOBr telah terurai sebanyak 28% (Saat Kstb) (a) Tuliskan bentuk tetapan kesetimbangan, Kp. (10 poin) Penyelesaian : Kp  [p NO ] 2 [p Br2 ] [p NOBr ] 2 (b) Tentukan tekanan parsial gas NOBr, NO, dan Br2 setelah tercapai keadaan kesetimbangan. (30 poin) Penyelesaian : 100  28 p NOBr   0,65 atm  0,468 atm 100 28 p NO   0,65 atm  0,182 atm 100 p Br2  28 2 100  0,65 atm  0,091 atm (c) Tentukan tekanan total sesudai tercapai kesetimbangan (20 poin) Penyelesaian : (100  28 )  (28  14 ) 114 p tot  [ ]  0,65 atm   0,65 atm  0,741 atm 100 100 (d) Hitung nilai tetapan kesetimbangan, Kp pada temperatur tersebut. (20 poin) Penyelesaian :

Fossil Energy Study Guide: Natural Gas - Office of Fossil Energy

Fossil Energy Study Guide: Natural Gas NATURAL GAS—FUELING THE BLUE FLAME Natural Gas: It is colorless, shapeless, and in its pure form, odorless. For many years, it was discarded as worthless. Even today, some countries (although not the United States) still get rid of it by burning it in giant flares, so large they can be seen from the Space Shuttle. Yet, it is one of the most valuable fuels we have. Natural gas is made up mainly of a chemical called methane: a Methane simple compound that has a carbon atom surrounded by four (CH4) hydrogen atoms. Methane is highly flammable and burns almost completely. There is no ash and very little air pollution. Natural gas provides nearly one-quarter of all the energy used in the United States. It is especially important in homes, where it supplies nearly half of all the energy used for cooking, heating, and for fueling other types of home appliances. Because natural gas has no odor, gas companies add a chemical to it that smells a little like rotten eggs. The odor makes it easy to smell if there is a gas leak in your house. THE HISTORY OF NATURAL GAS The ancient “eternal fires” in the area of present day Iraq that were reported in Plutarch’s writings around 100 to 125 A.D. probably were from natural gas escaping from cracks in the ground and ignited by lightning...

Latihan Soal IPA - UN dan SNMPTN/PTS 2012/2013 - 04-09-2013

Latihan Soal IPA - UN dan SNMPTN/PTS 2012/2013 - 04-09-2013 Universitas Esa Unggul - http://www.esaunggul.ac.id Latihan Soal IPA - UN dan SNMPTN/PTS 2012/2013 Tuesday, April 09, 2013 http://www.esaunggul.ac.id/future-student/latihan-soal-ipa-un-dan-snmptnpts-20122013/ Latihan Soal IPA UN dan Ujian SNMPTN/PTS 2012/2013 Modul 1 Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA Fisika Kimia Biologi Modul 2 Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA Fisika Kimia Biologi _______________________________________________ PDF generated by Universitas Esa Unggul page 1 / 1 Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) 4 Sep 2013 ... Latihan Soal IPA - UN dan SNMPTN/PTS 2012/2013 - 04-09-2013. Universitas Esa Unggul - http://www.esaunggul.ac.id. Latihan Soal IPA - UN ...

snmptn-2010_ipa_kodesoal_526
by top markotop 0 Comments favorite 15 Viewed Download 0 Times

1. Sebelum mengerjakan soal, Anda diminta untuk meneliti kelengkapan nomor dalam berkas soal ini. Tes Bidang Studi IPA ini terdiri atas 60 soal dari 4 bidang ilmu, yaitu Matematika 15 soal, Fisika 15 soal, Kimia 15 soal, dan Biologi 15 soal. 2. Bacalah dengan cermat aturan dan tata cara menjawab setiap tipe soal! 3. Tulislah jawaban Anda pada lembar jawaban ujian yang tersedia sesuai dengan petunjuk yang diberikan! 4. Anda dapat menggunakan bagian yang kosong dalam berkas soal untuk keperluan corat-coret. Jangan menggunakan lembar jawaban ujian untuk keperluan corat-coret. 5. Selama ujian berlangsung, Anda tidak diperkenan­ kan menggunakan alat hitung dalam segala bentuk. 6. Selama ujian berlangsung, Anda tidak dlperkenan­ kan menggunakan alat komunikasi dalam segala bentuk. 7. Selama ujian berlangsung, Anda tidak diperkenan­ kan untuk bertanya atau meminta penjelasan kepada siapa pun tentang soal-soal ujian, termasuk kepada pengawas ujian. 8. Selama ujian berlangsung, Anda tidak diperkenan­ kan keluar-masuk ruang ujian. 9. Waktu ujian yang disediakan adalah 90 menit. 10. Harap diperhatikan agar lembar jawaban ujian tidak kotor, tidak terlipat, tidak basah, dan tidak robek. 11. Setelah ujian selesai, Anda diminta tetap dud uk sampai pengawas selesai mengumpulkan lembar jawaban ujian. Anda dipersilahkan keluar ruang setelah mendapat isyarat dari pangawas untuk meninggalkan ruang. 12.Jawaban yang benar diberi skor +4, jawaban kosong diberi skor 0, dan jawaban yang salah diberi skor -1. 13.Penilaian didasarkan atas perolehan skor pada setiap bidang ilmu. Oleh sebab itu, Anda jangan hanya menekankan pad a bidang ilmu tertentu (tidak ada bidang ilmu yang diabaikan). 14.Kode naskah ini: [

Outline laporan antara - Direktorat Jenderal Penataan Ruang

Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah melakukan penyusunan alternatif kebijakan dan penerapan langkah-langkah kegiatan yang tepat secara operasional pada wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam. Sasaran dari Penyusunan Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang ini ialah memberikan arah yang jelas bentuk-bentuk penanganan yang baku untuk semua wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam, mulai dari identifikasi RTRW, indikasi evakuasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta pemulihan dan pembinaan lingkungan dalam rencana tata ruang yang akan datang. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai bahan dan petunjuk dengan kondisi geografis, tingkat kerawanan dan tingkat bahaya yang ditimbulkan bila terjadi bencana alam, ditunjang dari aspek keruangan. Salah satu langkah awal yang perlu dikaji dalam melaksanakan pekerjaan “Penyusunan Program Penangan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang” adalah : 1. Penetapan Kriteria atau batasan Peristiwa Bencana Alam 2. Gambaran Umum Mekanisma Peristiwa Bencana Alam yang terjadi Di Indonesia Kedua hal tersebut selanjutnya menjadi masukan dalam penyusunan Identifikas Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia. Identifikasi Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia tersebut selanjutnya menjadi salah satu masukan penting dalam menyusun Standar Operasional Prosedur dan Program Penanganan Bencana alam Bidang Penataan Ruang, yang dapat mewakili berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia. Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang Berdasarkan penyebabnya bencana dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu bencana alam, bencana akibat ulah manusia, dan bencana kombinasi (Lihat Gambar 2.1). a) Bencana Alam (natural disaster) Bencana Alam merupakan fenomena atau gejala alam yang disebabkan oleh keadaan geologi, biologis, seismis, hidrologis atau disebabkan oleh suatu proses dalam lingkungan alam mengancam kehidupan, struktur dan perekonomian masyarakat serta menimbulkan malapetaka. Bencana yang termasuk bencana alam antara lain: wabah penyakit, hama dan penyakit tanaman, gempa bumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, gelombang laut pasang, banjir, erosi, angin taufan, badai tropis, kekeringan dan kebakaran hutan.

Laporan lengkap
by Hermawan 0 Comments favorite 73 Viewed Download 0 Times

Potensi bencana alam yang tinggi pada dasarnya tidak lebih dari sekedar refleksi fenomena alam yang secara geografis sangat khas untuk wilayah tanah air kita. Indonesia merupakan Negara kepulauan tempat dimana tiga lempeng besar dunia bertemu, yaitu: lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Interaksi antar lempeng-lempeng tersebut lebih lanjut menempatkan Indonesia sebagai wilayah yang memiliki aktivitas kegunungapian dan kegempaan yang cukup tinggi. Lebih dari itu, proses dinamika lempeng yang cukup intensif juga telah membentuk relief permukaan bumi yang khas dan cukup bervariasi, dari wilayah pegunungan dengan lereng-lerengnya yang curam dan seakan menyiratkan potensi longsor yang tinggi hingga wilayah yang landai sepanjang pantai dengan potensi ancaman banjir, penurunan tanah dan tsunaminya (Sadisun, 2005-2006). Berbagai potensi bencana alam yang mungkin timbul sudah sebaiknya harus kita kenal agar karakter bahaya alam tersebut dapat kita minimalkan dampaknya. Selain itu, potensi bencana alam ini telah diperparah oleh beberapa permasalahan lain yang muncul di tanah air kita yang memicu peningkatan kerentanannya. Laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi merupakan salah satu contoh nyata, sehingga akan banyak membutuhkan kawasan-kawasan hunian baru yang pada akhirnya kawasan hunian tersebut akan terus berkembang dan menyebar hingga mencapai wilayah-wilayah marginal yang tidak selayaknya dihuni. Tidak tertib dan tepatnya perencanaan tata guna lahan, sebagai inti dari permasalahan ini merupakan faktor utama yang menyebabkan adanya peningkatan kerentanan. Peningkatan kerentanan ini akan lebih diperparah bila masyarakat sama sekali tidak menyadari dan tanggap terhadap adanya potensi bencana alam di daerahnya. Pengalaman memperlihatkan bahwa kejadian-kejadian bencana alam selama ini telah banyak menimbulkan kerugian dan penderitaan yang cukup berat sebagai akibat dari perpaduan bahaya alam dan kompleksitas permasalahan lainnya. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang komprehensif untuk mengurangi resiko bencana alam, antara lain yaitu dengan melakukan kegiatan migitasi. Bencana (disaster) merupakan fenomena sosial akibat kolektif atas komponen bahaya (hazard) yang berupa fenomena alam/buatan di satu pihak, dengan kerentanan (vulnerability) komunitas di pihak lain. Bencana terjadi apabila komunitas mempunyai tingkat kapasitas/kemampuan yang lebih rendah dibanding dengan tingkat bahaya yang mungkin terjadi padanya. Misalnya, letusan G. Merapi dan bahaya lainnya gempa bumi, banjir, gerakan tanah, dan lainnya tidak akan sertamerta menjadi bencana apabila komunitas memiliki kapasitas mengelola bahaya. Bencana cenderung terjadi pada komunitas yang rentan, dan akan membuat komunitas semakin rentan. Kerentanan komunitas diawali oleh kondisi lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi yang tidak aman (unsave conditions) yang melekat padanya. Kondisi tidak aman tersebut terjadi oleh tekanan dinamis internal maupun eksternal (dynamic pressures), misalnya di komunitas institusi lokal tidak berkembang dan ketrampilan tepat guna tidak dimiliki. Tekanan dinamis terjadi karena terdapat akar permasalahan (root causes) yang menyertainya. Akar permasalahan internal umumnya karena komunitas tidak mempunyai akses sumberdaya, struktur dan kekuasaan, sedang secara eksternal karena sistem politik dan ekonomi yang tidak tepat. Oleh karenanya penanganan bencana perlu dilakukan secara menyeluruh dengan meningkatkan kapasitas dan menangani akar permasalahan untuk mereduksi resiko secara total. Siklus penanggulangan bencana yang perlu dilakukan secara utuh. Upaya pencegahan (prevention) terhadap munculnya dampak adalah perlakuan utama. Tsunami tidak dapat dicegah. Pencegahan dapat dilakukan pada bahaya yang manusia terlibat langsung maupun tidak langsung. Pada tsunami misalnya. Pencegahan dapat dilakukan rakyat dengan membuat bendung penahan ombak, bangunan panggung tahan ombak, penataan ruang dan sebagainya. Agar tidak terjadi jebolnya tanggul, maka perlu disusun save procedure dan kontrol terhadap kepatuhan perlakuan. Walaupun pencegahan sudah dilakukan, sementara peluang adanya kejadian masih ada, maka perlu dilakukan upaya-upaya mitigasi...

penulisan naskah buku pelajaran - File UPI - Universitas Pendidikan ...

Buku pelajaran adalah buku yang digunakan dalam proses pembelajaran, memuat bahan ajar yang tersusun secara sistematis dari suatu mata pelajaran atau bahan kajian yang minimal harus dikuasai peserta didik pada tingkat dan jenis pendidikan tertentu Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Persyaratan berkaitan dengan: – Keamanan nasional – Isi buku pelajaran – Cara penyajian – Bahasa yang digunakan – Ilustrasi Isi, cara penyajian, bahasa, dan ilustrasi dalam buku pelajaran selaras dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Menghormati kerukunan hidup umat beragama (inter dan antar) Persyaratan yang Berkaitan dengan Isi Buku Pelajaran Memuat sekurang-kurangnya bahan pelajaran minimal yang harus dikuasai siswa Sesuai dengan kurikulum yang berlaku Relevan dengan tujuan mata pelajaran Memiliki nilai kebenaran ditinjau dari struktur keilmuan Sesuai dengan perkembangan IPTEKS Kedalaman dan keluasan isi buku sesuai dengan jenjang pendidikan

Der Arbeitsmarkt in Ost- und Westdeutschland: Offene Stellen ... - IAB

Aktuelle Analysen aus dem Institut für Arbeitsmarkt- und Berufsforschung In aller Kürze „„ In Deutschland konnten die Betriebe im Jahr 2011 insgesamt 5,4 Mio. offene Stellen erfolgreich besetzen. „„ Persönliche Kontakte oder klas- sische Inserate führten bei der Personalsuche der Betriebe am ehesten zum Erfolg. „„ In fast 1 Mio. Fälle war die Suche allerdings erfolglos und wurde abgebrochen. Dadurch kam es bei gut 40  Prozent der betroffenen Betriebe zu einem Auftragsverzicht. „„ Nach wie vor bestehen struktu- relle Unterschiede zwischen den Arbeitsmärkten in West- und Ostdeutschland. So kommen auf eine sofort zu besetzende offene Stelle im Osten mehr als doppelt so viele Arbeitslose wie im Westen (vgl. Abbildung 1). „„ Im Osten waren neu eingestellte Mitarbeiter vorher meist arbeitslos, im Westen waren sie vorher meist woanders beschäftigt. „„ Bei allen Unterschieden gibt es auch parallele Entwicklungen und Annäherungen zwischen Ost- und Westdeutschland. Diese können et¬ wa bei der geplanten und der tatsächlichen Dauer der Stellenbesetzungsprozesse beobachtet werden. Der Arbeitsmarkt in Ost- und Westdeutschland Offene Stellen, Personalsuche und Besetzungswege von Hanna Brenzel, Alexander Kubis, Andreas Moczall und Eva Weber Mehr als zwanzig Jahre nach der Wieder¬ vereinigung sind die Arbeitsmärkte in West- und Ostdeutschland immer noch sehr verschieden. Das zeigt sich nicht zuletzt an den deutlich höheren ostdeut¬ schen Arbeitslosenquoten. Auf Basis einer jährlichen Betriebsbefragung zum ge¬ samtwirtschaftlichen Stellenangebot wer¬ den die beiden Arbeitsmärkte insbeson¬ dere im Hinblick auf offene Stellen und betriebliche Stellenbesetzungsstrategien untersucht und verglichen. Im Jahr 2011 wurden in Deutschland insge¬ samt 5,4 Mio. Stellen erfolgreich besetzt. Bei 953.000 Stellen wurde dagegen die Per¬ sonalsuche mangels geeigneter Bewerber abgebrochen. Die Zahl der Arbeitslosen je offene Stelle lag im vierten Quartal 2011 mit durchschnittlich 3,2 auf dem niedrigsten Stand seit 20 Jahren. Gerade hier zeigen sich jedoch deutliche Unterschiede zwi¬ schen Ost und West: Nach wie vor kommen auf eine sofort zu besetzende offene Stelle in Ostdeutschland mehr als doppelt so viele Arbeitslose wie in Westdeutschland (vgl. Abbildung 1). Dennoch sinkt dieser Wert seit einiger Zeit in beiden Landesteilen und liegt nun im Westen bei 2,8 Arbeitslosen je sofort zu besetzende Stelle, im Osten bei 8,2. „„ Aktuelle Entwicklung und Struktur der offenen Stellen In den Wirtschaftszweigen „Unternehmens¬ nahe Dienstleistungen“, „Handel und Kfz-Re¬ paratur“ sowie im „Verarbeitenden Gewerbe“ sind im vierten Quartal 2011 die meisten Abbildung 1 Gemeldete Arbeitslose pro sofort zu besetzende offene Stelle West- und Ostdeutschland, jeweils IV. Quartal 1992 bis 2011*

pemetaan zonasi banjir kota gorontalo untuk mitigasi bencana

LAPORAN PENELITIAN PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI DANA PNBP TAHUN ANGGARAN 2012 PEMETAAN ZONASI BANJIR KOTA GORONTALO UNTUK MITIGASI BENCANA Terima kasih atas segala bantuannya sehingga penelitian kami yang berjudul Pemetaan Zonasi Banjir Kota Gorontalo untuk Mitigasi Bencana dapat kami selesaikan. Segala saran dan kritikan yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk kesempurnaan penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah Kota Gorontalo untuk mitigasi bencana banjir. Sejak kota Gorontalo tumbuh menjadi ibukota propinsi dan terpusatnya pembangunan di wilayah perkotaan menimbulkan permasalahan tersendiri. Hal ini membutuhkan peningkatan lahan yang berdampak kepada menurunnya kualitas lingkungan. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah banjir. Mengingat begitu besarnya dampak banjir di Kota ini maka diperlukan penelitian untuk menghasilkan informasi tentang tingkat kerawanan banjir di Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah mengkompilasi antara metode kualitatif dan kuantitatif yang dipadukan dengan survey lapangan. Data yang diperlukan dapat bersumber dari data primer yang diperoleh dari hasil survei lapangan maupun data sekunder yang diperoleh dari hasil kepustakaan, Hasil yang diperoleh adalah daerah penelitian dapat dibagi kedalam 3 satuan geomorfologi yaitu satuang geomorfologi pedaran, bergelombang dan perbukitan bergelombang. Curah hujan rata-rata bulanan berkisar antara 61 – 169.58 mm/bulanan sedangkan curah hujan tahunan adalah 1.461 mm/tahun dengan tipe iklimnya adalah C – D. Geologi daerah penelitian dapat di bagi kedalam 3 satuan batuan yaitu dari tua ke muda adalah satuan batuan granit, breksi vulkanik dan alluvial, struktur geologi yang bekerja berarah barat laut-tenggara. Jenis tanah di daerah ini adalah lempung. Kedalaman muka air tanah berkisar antara 100 – 225 cm termasuk air tanah dangkal. Penggunaan lahan dapat di bagi 5 yaitu persawahan, pemukiman dan perkantoran, tegalan, pertambangan dan hutan jarang. Zonasi tingkat kerawanan banjir dapat di bagi 3 yaitu zona rawan tinggi, aona rawan rendah dan zona tidak rawan. Upaya mitigasi yang harus dilakukan adalah mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya. Kata Kunci : Kota Gorontalo, banjir, mitigasi bencana, peta zonasi banjir...

Jahresabschlüsse - Kintscher
by Ternovskiy 0 Comments favorite 59 Viewed Download 0 Times

Leistungsangebot Jahresabschluss Unsere Leistung: Jahresabschluss Erstellung des Jahresabschlusses mit Bilanz und GuV-Rechnung samt Anhang nach den Vorschriften des Handels- und Steuerrechts Bilanz, GuV-Rechnung für § 4 Abs. 1 EStG-Rechner Erstellung des Anlagenverzeichnisses Erstellung einer Bewegungsbilanz für § 4 Abs. 1 EStG-Rechner Darstellung eines Mehrjahresvergleiches – sofern mehr als ein Abschlussjahr von unserer Kanzlei erstellt wurde Beratung und Empfehlungen in Zusammenhang mit dem Jahresabschluss (Vorund Schlussbesprechungen) Erstellung aller betrieblichen, vom Jahresabschluss abhängigen Steuererklärungen Einreichung des Jahresabschlusses und der Steuererklärungen beim zuständigen Finanzamt Ihr Nutzen – Ihr Vorteil: Erfüllung aller gesetzlichen Vorschriften im Zusammenhang mit der Erstellung des Jahresabschlusses und der abhängigen betrieblichen Steuererklärungen Erfüllung Ihrer spezifischen Berichtspflichten gegenüber den Banken (§ 18 KWG) Grundlage für unternehmerische Entscheidungen Unsere Leistung: Jahresabschluss – abhängig von der Rechtsform Alle oben genannten Leistungen Mitwirkung an Gesellschafterversammlungen bzw. Mitwirkung an der (schriftlichen) Beschlussfassung Ermittlung der Gewinnverteilung bei allen Gesellschaftsformen Erstellung von Dividendenbescheinigungen Kapitalertragsteuer-Anmeldung Ihr Nutzen – Ihr Vorteil: Erledigung aller rechtsformabhängigen Erfordernisse im Zusammenhang mit dem Jahresabschluss Klärung von gesellschaftsrechtlichen Fragen im Zusammenhang mit dem Jahresabschluss Steuerberatersozietät * L. Kintscher & G. Mink * Siedlerweg 5 * 64743 Beerfelden Erfüllung aller gesetzlichen Verpflichtungen im Zusammenhang mit Dividendenzahlungen Zusatzleistungen (Standard-Plus): Betriebswirtschaftliche, ratingbezogene Analyse Strukturbilanzen im 3-Jahresvergleich – sofern drei Jahresabschlüsse von unserer Kanzlei erstellt wurden; ansonsten im 2-Jahresvergleich Struktur-Erfolgsrechnung im 3-Jahresvergleich – sofern drei Jahresabschlüsse von unserer Kanzlei erstellt wurden; ansonsten im 2-Jahresvergleich Kapitalflussrechnung im 3-Jahresvergleich – sofern drei Jahresabschlüsse von unserer Kanzlei erstellt wurden; ansonsten im 2-Jahresvergleich Ermittlung aller ratingrelevanten Ertragskennzahlen im 2-Jahresvergleich Ermittlung aller ratingrelevanten Vermögenskennzahlen im 2-Jahresvergleich Ermittlung aller ratingrelevanten Finanzkennzahlen im 2-Jahresvergleich Ermittlung der Equity-Rentabilität im Rahmen des ROI-Konzeptes im 2Jahresvergleich...

« previous  123456789