SEARCH

Found 32 related files. Current in page 1

larangan makanan penyakit asam urat

1967 kb/s - Larangan Makanan Penyakit Asam Urat Full Download


2157 kb/s - [Verified] Larangan Makanan Penyakit Asam Urat


2864 kb/s - Larangan Makanan Penyakit Asam Urat Direct Download

Kunci Jawaban - FTP ITB!
by nflplayer 0 Comments favorite 27 Viewed Download 0 Times

Kunci Jawaban Bab 1 Ayo Berlatih 1.1 2. Kemampuan yang dimiliki hewan untuk mengetahui arah terbang, makanan, dan keadaan lingkungan­ nya dengan menggunakan bunyi. Ayo Berlatih 1.2 2. Kantung semar dan tumbuhan kejora. Cara yang dilakukan pada kantong semar dengan menghasilkan cairan untuk menarik perhatian serangga. Serangga akan tergelincir masuk ke dalam daun karena daunnya mengandung lapisan lilin. Evaluasi Bab 1 A. Pilihan Ganda 2. c 4. b 6. d 8. d 10. b B. Isian 2. Pelekat 4. Kering 6. Malam hari 8. Nitrogen 10. Lidah yang panjang dan lengket C. Uraian 2. Karena cecak memiliki telapak kaki yang tidak rata, memiliki tonjolan berbentuk garis dan berfungsi sebagai pelekat. 4. Kantong semar menghasilkan cairan untuk menarik perhatian serangga. Serangga akan tertarik dan masuk ke dalam kantong. Bab 2 Ayo Berlatih 2.1 2. Bersikap tenang, jujur, terbuka, dan selalu menjaga kebersihan. Ayo Berlatih 2.2 2. • • Pembuahan di dalam tubuh: peng­­­ gabungan sel sperma dan sel telur di dalam tubuh. Pembuahan di luar tubuh: peng­ gabungan sel sperma dan sel telur di luar tubuh Ayo Berlatih 2.3 2. Serangga dan burung Evaluasi Bab 2 A. Pilihan Ganda 2. a 4. d 6. a 8. d 10. a 12. d 14. b B. Isian 2. Embrio 4. Menstruasi 6. Melahirkan 8. Penyerbukan 10. Cangkokan Kunci Jawaban 173 C. Uraian 2. Tertariknya pada lawan jenis 4. Menggabungkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain.

Outline laporan antara - Direktorat Jenderal Penataan Ruang

Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah melakukan penyusunan alternatif kebijakan dan penerapan langkah-langkah kegiatan yang tepat secara operasional pada wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam. Sasaran dari Penyusunan Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang ini ialah memberikan arah yang jelas bentuk-bentuk penanganan yang baku untuk semua wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam, mulai dari identifikasi RTRW, indikasi evakuasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta pemulihan dan pembinaan lingkungan dalam rencana tata ruang yang akan datang. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai bahan dan petunjuk dengan kondisi geografis, tingkat kerawanan dan tingkat bahaya yang ditimbulkan bila terjadi bencana alam, ditunjang dari aspek keruangan. Salah satu langkah awal yang perlu dikaji dalam melaksanakan pekerjaan “Penyusunan Program Penangan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang” adalah : 1. Penetapan Kriteria atau batasan Peristiwa Bencana Alam 2. Gambaran Umum Mekanisma Peristiwa Bencana Alam yang terjadi Di Indonesia Kedua hal tersebut selanjutnya menjadi masukan dalam penyusunan Identifikas Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia. Identifikasi Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia tersebut selanjutnya menjadi salah satu masukan penting dalam menyusun Standar Operasional Prosedur dan Program Penanganan Bencana alam Bidang Penataan Ruang, yang dapat mewakili berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia. Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang Berdasarkan penyebabnya bencana dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu bencana alam, bencana akibat ulah manusia, dan bencana kombinasi (Lihat Gambar 2.1). a) Bencana Alam (natural disaster) Bencana Alam merupakan fenomena atau gejala alam yang disebabkan oleh keadaan geologi, biologis, seismis, hidrologis atau disebabkan oleh suatu proses dalam lingkungan alam mengancam kehidupan, struktur dan perekonomian masyarakat serta menimbulkan malapetaka. Bencana yang termasuk bencana alam antara lain: wabah penyakit, hama dan penyakit tanaman, gempa bumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, gelombang laut pasang, banjir, erosi, angin taufan, badai tropis, kekeringan dan kebakaran hutan.

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA ... - LPSE LIPI

PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH TENT ANG PETUNJUK TEKNIS OPERASIONAL DAFT AR HIT AM. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Kesatu Istilah dan Pengertian Pasal1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Daftar Hitam ada/ah daftar yang memuat identitas Penyedia Barang/Jasa dan/atau Penerbit Jaminan yang dikenakan sanks; oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran berupa larangan ikut serta dalam proses pengadaan barang/jasa diseluruh Kementerian/Lembaga/Satuan Ke~a Perangkat Daerah/lnstitusi lainnya. 2. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut dengan Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan Kementerian/Lembaga/Satuan Ke~a untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Perangkat Daerah/lnstitusi lainnya yang prosesnya dimulai dar; perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang/jasa. 2 3. Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/lnstitusi lainnya, yang selanjutnya disebut KlLlD/I adalah instansilinstitusi yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 4. Kepala Daerah adalah Gubemur, Bupati, atau Walikota. 5. Lembaga Lain adalah mitra pemerintah atau lembaga pemberi pinjaman dan hibah luar negeri. 6. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran K/LID/I atau pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. 7. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 8. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 9. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi pemerintah yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa di K/L/DII yang bersifat permanen, dapat berdiri sendin atau melekat pada unit yang sudah ada. 10. Pejabat Pengadaan adaJah personil yang memiliki sertifikat keahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. 11. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya. 11 12. Penerbit Jaminan adalah Bank Umum, Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Penjaminan yang mengeluarkan jaminan untuk diserahkan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada PPKlULP untuk menjamin terpenuhinya kewajiban Penyedia Barang/Jasa sebagaimana dipersyaratkan ...

PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA ...

PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Nomor : 001/RUP‐PBJ/REG.I/XII‐2013 Tanggal : 04 Desember 2013 Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara Yogyakarta Jl. Magelang Km. 7,5 Sleman, Yogyakarta mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa untuk pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2014, seperti tersebut di bawah ini : SATUAN KERJA NAMA 1 017241 Kantor Regional I BKN 2 017241 Kantor Regional I BKN 3 017241 Kantor Regional I BKN 4 017241 Kantor Regional I BKN 5 017241 Kantor Regional I BKN 6 017241 Kantor Regional I BKN 7 017241 Kantor Regional I BKN 8 017241 Kantor Regional I BKN 9 017241 Kantor Regional I BKN 10 017241 Kantor Regional I BKN 11 017241 Kantor Regional I BKN KODE PROGRAM/ NAMA PAKET KEGIATAN/ PENGADAAN OUTPUT/ AKUN 4 PERKIRAAN BIAYA (Rp.) KEGIATAN 5 JENIS JENIS PENG‐ BELANJA ADAAN 6 7 01.3636.004. Belanja Jasa Pengadaan Paket Team 521219 Pengembangan Building SDM 01.3636.008. Belanja Jasa Pengadaan Jasa Layanan SMS 522191 Layanan SMS Belanja Barang Jasa 01.3636.008. Belanja Bahan Pencetakan Buletin 521211 Cetakan Kepegawaian Belanja Barang Bahan 01.3636.008. Belanja Paket 524114 Meeting Pengadaan Paket Meeting Fullday Belanja Barang Barang 01.3636.994. Belanja 521113 Penambah Daya Tahan 01.3636.994. Belanja 521113 Penambah Daya Tahan 01.3636.994. Belanja Barang 521119 Operasional Lainnya 01.3636.994. Belanja 521111 Keperluan Perkantoran 01.3636.994. Belanja Jasa Pengendalian 522191 Hama 01.3636.994. Belanja Biaya 523111 Pemeliharaan Gedung & 02.3638.996. Belanja Modal 532111 Peralatan dan Mesin Pengadaan Obat‐obatan Poliklinik Belanja Barang Barang Pengadaan Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Belanja Barang Barang Pengadaan Pakaian Kerja Satpam Belanja Barang Barang Pengadaan Jasa Tenaga Pengamanan/Satpam Belanja Barang Jasa Pengadaan Jasa Pest Control/Fumigasi/Termite Control Pengadaan Pemeliharaan Gedung & Bangunan (Cleaning Service) Pengadaan Alat Pengolah Data Belanja Barang Jasa Belanja Barang LELANG / SELEKSI Jasa Belanja Barang PENUNJUKAN PEMBELIAN VOLUME LANGSUNG / SECARA PENGADAAN ELEKTRONIK LANGSUNG 8 9 Jasa 0 110.315.000 Feb‐2014 Feb‐2014 Mar‐2014 APBN Apr‐2014 Apr‐2014 Mei‐2014 APBN Jan‐2014 Jan‐2014 Feb‐2014 APBN Feb‐2014 Feb‐2014 Mar‐2014 APBN Feb‐2014 Feb‐2014 Feb‐2014 APBN Des‐2013 Des‐2013 Jan‐2014 APBN Des‐2013 Des‐2013 Jan‐2014 APBN Des‐2013 Des‐2013 Jan‐2014 APBN Mar‐2014 Mar‐2014 Mar‐2014 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Belanja Barang Modal 0 APBN 1 paket Yogyakarta 372.600.000 50.000.000 Jan‐2014 18.477 m2 Yogyakarta 0 0 Des‐2013 1 paket Yogyakarta 496.800.000 12.640.000 Des‐2013 1 paket Yogyakarta 0 135.408.000 APBN 1 paket Yogyakarta 0 60.000.000 16 Mar‐2014 6 paket Yogyakarta 0 17.500.000 15 Feb‐2014 2 paket Yogyakarta 0 74.400.000 14 Feb‐2014 1 paket Yogyakarta 0 47.000.000 13 APBN 4 paket Yogyakarta 0 12 AWAL (Tanggal) 1 paket Yogyakarta 100.000.000 11 PELAKSA PEKER 2 paket Yogyakarta 0 10 LOKASI PEKER‐ JAAN PELAKSANAAN SUMBER PEMILIHAN PENYEDIA DANA (APBN/ AWAL SELESAI APBD/ (Tanggal) (Tanggal) PHLN) 0

laporan eksekutif menteri kesehatan ri tentang ... - UNAids

LAPORAN EKSEKUTIF MENTERI KESEHATAN RI TENTANG PENANGGULANGAN HIV/ AIDS RESPON MENANGKAL BENCANA NASIONAL PADA SIDANG KABINET MARET 2002 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pandemi HIV/AIDS yang mengancam penduduk dunia saat ini telah nyata menunjukkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan keamanan negara disamping dampak kesehatan. AIDS ditemukan di Amerika 20 tahun yang lalu (1981) merupakan penyakit yang relatif baru tapi telah menyita perhatian masyarakat global. AIDS adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat menurun atau hilangnya daya tahan tubuh seseorang.Karena itu disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya sejenis virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus yang dapat berada dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala sakit yang berarti, selama bertahun tahun bahkan 10 – 11 tahun. Sulit bagi kita secara kasat mata mengetahui seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan dan vaksin yang dapat mencegah/menangkalnya. Epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dari suatu tingkat epidemi yang rendah yaitu prevalensi < 1 % ke arah tingkat epidemi terkonsentrasi dimana pada kelompok risiko tinggi tertentu telah melebihi angka 5% seperti di Sorong, Merauke, Riau untuk kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS) dan Jakarta, Jabar, Bali untuk kelompok Injecting Drug User (IDU). Laporan HIV/AIDS di Indonesia secara Kumulatif tahun 2001 tercatat AIDS 671, HIV 1904 namun berdasarkan perkiraan para ahli saat ini kemungkinan di Indonesia terdapat 80.000 – 120.000 Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) artinya bahwa dalam 10 tahun mendatang kemungkinan akan ditemukan 100.000 orang yang sakit dan meninggal karena AIDS. Sidang kabinet khusus HIV/ AIDS ini memberi peluang terwujudnya komitmen politik yang tinggi dan berbagai kebijakan, strategi baru. ANALISA SITUASI HIV/ AIDS DAPAT SAYA LAPORKAN SEBAGAI BERIKUT: Di dunia diperkirakan jumlah ODHA dewasa dan anak – anak pada akhir, tahun 2001 : 40 juta, 70% diantaranya (28 juta) ada di Sub Sahara Afrika, di Asia Selatan dan Tenggara termasuk Indonesia sekitar 6,1 juta ODHA. Di kawasan Asia – Pasifik mendekati 7 juta ODHA merupakan jumlah ke 2 terbesar setelah Sub Sahara Afrika. Akhir – akhir ini prevelansi yang meningkat pada IDU terdapat disebagian China, Nepal, Indonesia,Malaysia dan Vietnam Di Indonesia hampir semua propinsi melaporkan adanya HIV pada kelompok WPS. Prevalensi yang tinggi terdapat di propinsi Papua, Riau, Jawa Barat. Sedangkan untuk IDU yang tinggi terdapat di DKI, Jawa Barat, Bali. Pada pendonor darah 2–3 tahun terakhir infeksi HIV meningkat dengan tajam terutama di DKI Jakarta. Indikasi ini meminta kita untuk lebih meningkatkan berbagai upaya agar jangan sampai ada darah donor yang terinfeksi tidak tersaring dan menginfeksi penerima darah atau resipien Dari analisis 671 kasus AIDS yang dilaporkan dapat ditarik beberapa hal ; jumlah kasus AIDS di Indonesia sejak 1987 sampai dengan 2001 terus meningkat secara menyakinkan, menyerang usia pemuda/remaja atau usia produktif. Jenis kelamin 79 % AIDS adalah laki – laki, sedangkan di Afrika dengan epidemi lanjut lebih dari 50% terdapat pada wanita...

BAB 1 - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera Utara

KEPUSTAKAAN Abdulrahman AS, Kholeif LA, Yasser ME, Eldesouky A, 2004. Bacteriology of Tonsil Surface and Core in Children with Chronic Tonsilitis and Incedence of Bacterimia During Tonsillectomy. Egypt Medical Journal, Vol.13.No.2. Abouzied A, Massoud E, 2010. Sex Differences in Tonsillitis. Dalhausie Medical Journal., 35(1), p.8-10. Akcay A, 2006. Variation in Tonsil Size in 4-to17-Year Old Schoolchildren. The Journal of Otolaryngology, Volume 35, Number 4, p: 270-4. Adam GL, 1997. Disease of The Nasopharynx and Oropharynx, in: Boeis Fundamentals of Otolaryngology. Sixth Edition. W.B. Saunders Company. Philadelphia, p. 332-65. Alcantara et al, 2007. Adenotonsillectomy Impact on Children’s Quality of Life. International otorhinolaringology Journal, 12, p.172-11. Amaruddin T, Christanto A, 2007. Kajian Manfaat Tonsilektomi. Cermin Dunia Kedokteran, No.155, hal.61-8. Aritomoyo D, 1980. insiden Tonsilitis Akut dan Kronik Pada Klinik THT RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kumpulan Naskah Ilmiah KONAS VI PERHATI, Medan; hal. 249-55. Awan Z, Hussain A, Bashir H, 2009. Statistical Analysis of Ear, Nose, and Throat (ENT) Diseases in Paediatric Population at PIMS, Islamabad: 10 Years Experience. Journal Medical Scient. Vol.17, No.2. p. 92-4. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan, 2001. Survey Kesehatan Nasional 2001. Jakarta. hal 1-75. Brodsky L, Poje C, 2006. Tonsilitis, Tonsillectomy, and Adenoidectomy. In: Bailey JB, Johnson JT editors, Head and Neck Surgery Otolaryngology, Lippincott Williams and Wilkins, Philadelpia, p.1183-98. Burton MJ, Towler B, Glasziou P, 2004. Tonsillectomy Versus Non-surgical Treatment for Chronic/Recurrent Acute Tonsilitis (Cochrane Review). The Cochrane Library, Chichester, UK: John Wiley & Sons, Ltd. Issue 3. Chan KH, Ramakrishnan VR, 2009. Disease of the Oral Cavity, Oropharynx and Nasopharynx. In: Ballenger WL, Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery ed. BC Decker Inc, Philadelphia, p.775-82. Cody D, 1993. Penyakit Hidung, Telinga, dan Tenggorok. Petrus adrianto, editor. Jakarta ; EGC, hal 37-9...

Lane F - ADESA.com
by Sukmawati 0 Comments favorite 73 Viewed Download 0 Times

Thursday, August 18, 2011 8:45 a.m. Lane F >> Errors and/or omissions in the handout are not subject to arbitration – NO EXCEPTIONS. << ADESA New Jersey Page 4 of 44HIV melalui jarum suntik yang tidak bersih atau berganti–ganti meningkat 10 kali lipat, bila dibandingkan keadaan tahun 1996 dengan 2001. Kerisauan akan terjadinya epidemi semakin parah di Indonesia, terlihat dari survei prilaku kelompok berisiko tinggi pada buruh pelabuhan, supir truk, buruh pabrik dan wanita penjaja seks yang menunjukan sangat rendahnya penggunaan kondom (<10%) meskipun pengetahun mereka tentang pencegahan infeksi HIV dan penyakit kelamin tinggi. Dibeberapa daerah tertentu masih ada adat kebiasaan yang memudahkan dan mempercepat terjadinya penularan HIV. Selain dari pada itu faktor-faktor seperti meningkatnya industri yang berkaitan dengan seks, mobilitas penduduk yang tinggi termasuk nelayan dari negara tetangga, meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatnya pengguna NAPZA suntik, tingginya penduduk yang mengungsi akan lebih mempercepat epidemi lebih lanjut, akan menulari ibu-ibu rumah tangga, bayi-bayi, remaja putra/putri Indonesia. Gambaran yang mirip seperti itu semakin nyata terlihat di Merauke . t is the buyer’s responsibility to inspect the vehicle...

laporan eksekutif menteri kesehatan ri tentang penanggulangan hiv

LAPORAN EKSEKUTIF MENTERI KESEHATAN RI TENTANG PENANGGULANGAN HIV/ AIDS RESPON MENANGKAL BENCANA NASIONAL PADA SIDANG KABINET MARET 2002 Laporan Eksekutif Menteri Kesehatan RI Tentang Penanggulangan HIV/AIDS, Respon Menangkal Ancaman Bencana Nasional Pada Sidang Kabinet Maret 2002 Yang Terhormat, Presiden RI Wakil Presiden RI Para Menko dan Para Menteri Kabinet Gotong Royong RI Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pandemi HIV/AIDS yang mengancam penduduk dunia saat ini telah nyata menunjukkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan keamanan negara disamping dampak kesehatan. AIDS ditemukan di Amerika 20 tahun yang lalu (1981) merupakan penyakit yang relatif baru tapi telah menyita perhatian masyarakat global. AIDS adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat menurun atau hilangnya daya tahan tubuh seseorang. Karena itu disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya sejenis virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus yang dapat berada dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala sakit yang berarti, selama bertahun tahun bahkan 10 – 11 tahun. Sulit bagi kita secara kasat mata mengetahui seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan dan vaksin yang dapat mencegah/menangkalnya. Epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dari suatu tingkat epidemi yang rendah yaitu prevalensi < 1 % ke arah tingkat epidemi terkonsentrasi dimana pada kelompok risiko tinggi tertentu telah melebihi angka 5% seperti di Sorong, Merauke, Riau untuk kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS) dan Jakarta, Jabar, Bali untuk kelompok Injecting Drug User (IDU). Laporan HIV/AIDS di Indonesia secara Kumulatif tahun 2001 tercatat AIDS 671, HIV 1904 namun berdasarkan perkiraan para ahli saat ini kemungkinan di Indonesia terdapat 80.000 – 120.000 Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) artinya bahwa dalam 10 tahun mendatang kemungkinan akan ditemukan 100.000 orang yang sakit dan meninggal karena AIDS. Sidang kabinet khusus HIV/ AIDS ini memberi peluang terwujudnya komitmen politik yang tinggi dan berbagai kebijakan, strategi baru. ANALISA SITUASI HIV/ AIDS DAPAT SAYA LAPORKAN SEBAGAI BERIKUT: Di dunia diperkirakan jumlah ODHA dewasa dan anak – anak pada akhir, tahun 2001 : 40 juta, 70% diantaranya (28 juta) ada di Sub Sahara Afrika, di Asia Selatan dan Tenggara termasuk Indonesia sekitar 6,1 juta ODHA. Di kawasan Asia – Pasifik mendekati 7 juta ODHA merupakan jumlah ke 2 terbesar setelah Sub Sahara Afrika. Akhir – akhir ini prevelansi yang meningkat pada IDU terdapat disebagian China, Nepal, Indonesia, Malaysia dan Vietnam Di Indonesia hampir semua propinsi melaporkan adanya HIV pada kelompok WPS. Prevalensi yang tinggi terdapat di propinsi Papua, Riau, Jawa Barat. Sedangkan untuk IDU yang tinggi terdapat di DKI, Jawa Barat, Bali. Pada pendonor darah 2–3 tahun terakhir infeksi HIV meningkat dengan tajam terutama di DKI Jakarta. Indikasi ini meminta kita untuk lebih meningkatkan berbagai upaya agar jangan sampai ada darah donor yang terinfeksi tidak tersaring dan menginfeksi penerima darah atau resipien Dari analisis 671 kasus AIDS yang dilaporkan dapat ditarik beberapa hal ; jumlah kasus AIDS di Indonesia sejak 1987 sampai dengan 2001 terus meningkat secara menyakinkan, menyerang usia pemuda/remaja atau usia produktif. Jenis kelamin 79 % AIDS adalah laki – laki, sedangkan di Afrika dengan epidemi lanjut lebih dari 50% terdapat pada wanita. Cara penularan terutama melalui hubungan seksual diikuti oleh IDU. Akhir – akhir ini penularan...

LAPORAN SITUASI #1 RESPON BENCANA ERUPSI dan GAS ...

LAPORAN SITUASI #1 RESPON BENCANA ERUPSI dan GAS BERACUN GUNUNG DIENG Oleh : KYPA YOGYAKARTA 6 Juni 2011 A. Situasi & Kondisi Terkini Pada tanggal 23 Mei 2011, pukul 14:00 WIB, status kegiatan Gunungapi Dieng dinaikkan dari Normal ke Waspada, dan meningkat menjadi Siaga (level III) pada 29 Mei 2011 pukul 20:45 WIB berdasarkan surat edarannya no. 997/45/BGL.V/2011 dari PVMBG sudah dibacakan di hadapan Bupati Banjarnegara oleh petugas PVMG. Radius 1000 meter dari Kawah Timbang, dinyatakan sebagai kawasan terlarang dan masyarakat dilarang melakukan aktifitas, mengingat ancaman bahaya gas beracun yang berbahaya bagi kehidupan, dengan sifat tidak tampak dan tidak berbau, yang setiap saat dapat terjadi. Radius aman diperluas dari 500 meter menjadi 1000 meter. B. Lokasi Kejadian Gunung api dieng secara geografis terletak pada 70 54’ LS dan 1090 54’ BT. Secara administratif masuk dalam 3 wilayah kabupaten: Wonosobo, Banjarnegara dan Batang, Provinsi Jawa Tengah, atau kira- kira 4 jam perjalanan darat dari Jogja menggunakan motor atau mobil via MagelangWonosobo. Kawah yang berada di area Dieng yaitu Sileri, Sinila, Siglagah, Condrodimuko, Sikidang dan Timbang. Yang mengalami erupsi adalah kawah timbang yang berada di wilayah Kab. Banjarnegara. Aliran gas mengalir sejauh 50 meter ke arah selatan. Sumber: http://geospasial.bnpb.go.id/2011/06/01/peta-krb-komplek-gunung-dieng/ C. Dampak Kejadian Belum ada korban jiwa dan kerusakan terkait situasi ini, namun tercatat sejumlah 1.179 jiwa mengungsi, pengungsi tersebar di tiga titik di Kecamatan Batur yaitu SMA 1, SMP 1 dan Balai Desa Batur (sumber: Kapusdatin dan Humas BNPB) D. Kebutuhan Pengungsi Untuk kebutuhan para pengungsi saat ini berupa makanan, selimut dan masker, namun kebutuhan ini masih dapat ditangani dari potensi sumber daya yang ada. E. Respon Pemerintah dan Non Pemerintah. BNPB telah berkoordinasi dengan PVMBG, Bupati Banjarnegara, BPBD Provinsi, BPBD Banjarnegara dan SKPD terkait (Dinkes, Dinsos, Kapolres, Dandim) serta BPBD Wonosobo. BPBD setempat telah melakukan evakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman, melakukan pendataan serta melakukan pengamatan dengan berkoordinasi dengan PVMBG. Selain itu bantuan berupa bahan makanan serta masker telah didistribusikan kepada para pengungsi. PVMBG juga telah memasang 4 pemantau gempa baru. Sejumlah lembaga non pemerintah juga sudah melakukan respon di banjarnegara. yaitu: Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (MDMC), Disaster Managemant Centre-Dompet Dhafa (DMC-DD), KARINA Keuskupan Purwokerto dan Pos Keadilan peduli Umat (PKPU). Tim kesehatan telah ditetapkan PKU Merden Banjarnegara dan Temanggung untuk terus bertugas secara bergiliran. Selain berusaha melakukan upaya sosialisasi secara persuasive, tim SAR KOKAM juga melakukan tugas sesuai dengan perintah dari posko utama Kecamatan Batur antara lain tugas pendataan pengungsi hingga saat ini, dan penyiapan lokasi tempat penampungan sementara antara lain di SMA 1 batur...

Værvarsel for Valle Menir - Yr.no

Langtidsvarselet viser ventet vær på dagtid. Temperatur- og vindvarselet gjelder for kl 12, symbolet og nedbørvarselet for kl 12-18. Treffsikkerheten på prognosene er svært god de første dagene, og avtar utover i perioden. www.yr.no/sted/Nicaragua/Granada/Valle_Menir/ NRK og Meteorologisk institutt står bak yr.no, som har varsel for sju millioner steder i hele verden. Joko Hermat?ianto,et al penerimaan masyarakat terhadap beberapa jenis bahan pangan. Bekatul men~pakan hasil samping penggilingan padi yang secara nasional sangat banyak. Damardjati dan Oka .( 1389) serta BPS (1985) melaporkan ballwa dalam penggilingan padi dihasilkan produk utanla bempa beras sebesar 60 66%, hasil samping berupa bekatul 8 12% dan nlenir sebesar 5 8%.Produk b.eras Indonesia tahun 1995 adalah 49,74 juta ton (BPS, 1995), Jadi tersedia bekatui sekitar 4 - 6 juta tonjtahun dan menir sekitar 2,5 - 4 juta ton/ tahun. Dengan pertimbangan ketersediaan yang cukup serta nilai gizi bekatul yang tinggi yaitu protein 14%, lemak 18%, karbohidrat 36%, abu 10% dan serat kasar 12% serta kaya akan vitamin, nlaka hasil sarnping itu cukup potensial untuk dikembmgkan. Nainun kekayaan nilai gizi tersebut juga mempunyai sisi negatif: yaitu cepatnya terjadi proses kerusakan, rnisalnya hasil smping rnudah mengalami ketengikai~ sebagai akibat dari oksidasi Iemak meGadi komponen sederI1ana seperti asan lemak, peroksida oleh enzim lipase y a ~ g banyak terdapat pada bekatul/menir. Salah satu altematif bentuk pengolaha~lpangan dari menir, bekatul, dan Jagung yaitu dengan teknologi ekstrusi. Secara umum produk ekstrusi disukai oleh masyarakat temtama olch anak-anak dan renlaja dan kebanyakan dikonsumsi sebagai makanan ringan (snack). Meuntungan proses ekstmsi antara lain produktifitas tinggi. bentuk produk sangat khas dm banyak variasinya, mutu produk tinggi karena penlasakan dilahkan pada suhu tinggi d a l m jangka waktu yang pendek. sehingga seperti efek yaitu mikroba mati n m u n kemsakan gizi kecil serta biaya d m pemakaian energi per satuan produksi proses eistmsi adalah rendah (Smith, 138 1). Tujuan PeneIitlan ini beauJuan untuk mengkaji sifat fisikokimia dan nilai gizi produk ekstmsi dari hasil samping penggllingan padi (menir, bekatul) dan jagung dalam upaya peningkahn manfaat dan nilai ekonornisnya. Menir Beras (Oryza sativa L.) mempunyai komposisi kmia yang dipengamhi oleh varietas dan keadaan Lingkungan. Menumt Adair (1972) di dalam Irfan (19931, komposisi kimia dari b e m Proses Ekstrusi Menir & Bekorul Joko Hernzanianto, et a1 giling terdiri dari kadar air (12%), kadar protein (6.7'361, kadar lemak (0,4%), kaIoril100 gram (36.0%), kadar serat (0,3%0. d m kadar abu (0.5%) Bekatul Bekatul memiliki kandungan protein (13,30%), lemak (15,80%), karbohidrat (50,80%), serat kasar (1 1,80%) yang tinggi dan kadar air (9,70%). Bekatul Juga merupakan sumber vitamin I31 (2,26 mg!100g),E dan mempakan sumber mineral yaitu fosfor (1386 mg/100g), besi (19,40 n1g/100g) dan kalium (1495 ang/100g)serta mengandung senyawa a~tikarsinogenik yang mngkin disebabkan oleh tingginya kmdungan "dietary fiber" (Burkit, 1971 disitir Sycilia, 1990).Jagung,,Jagung mengandung protein (9,2961, lemak 43,9%) d m karbohidrat (73,7%) (Direbrat gizi Depkes N,1981). Koswara (1982) disitir Polina (1995) mengatakan pati jagung terdiri dari amilosa 15% dan arnilopektin 45%, tetapi pada keadaan tertentu kmdungm amilosa ini dapat mencapai 30%. Kedua Jenis moIehl pati hi, mempakm polimer dengan BM yang tinggi yang disusun oleh D-glukosa. Arnilopektin adalah molekul ber~abangyang dapat mengandung 40.000 atau lebih unit molehl glukosa. h i l o s a adalah molekul tmtai lurus yang dapat rnengandung 1000 unit glukosa...

« previous  1234