SEARCH

Found 36 related files. Current in page 1

kelebihan dan kekurangan tes pilihan ganda

SMART SOLUTION TIPS TRIK Mengerjakan Soal SBMPTN 2013

Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT TIPS dan TRIK Pengerjaan Soal SBMPTN Pilihan Ganda, Sebab-Akibat, dan Pernyataan By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) PETUNJUK A Mari kita amati petunjuk pada tipe soal ini: Pilih jawaban yang paling benar (A, B, C, D atau E) Sudah jelas bahwa kita hanya memilih satu jawaban saja di antara kelima jawaban. Khusus untuk mata pelajaran Matematika Dasar dan Matematika IPA, tipikal soal yang selalu muncul memiliki pilihan jawaban yang sangat penuh jebakan. Karena ketika adik-adik melewatkan satu konsep dasar yang penting maka akan jatuh terpeleset pada jawaban yang kurang tepat. Sangat disarankan untuk menguasai konsep dasarnya dulu sebelum menelan mentah-mentah metode cara cepatnya. Karena SBMPTN (dulu bernama SNMPTN) sangat berbeda dengan UN yang adik-adik jalani kemarin. Kalau soal-soal di UN kemarin memang memberikan peluang untuk bisa diselesaikan dengan cara cepat yang sangat melimpah. Hal ini dikarenakan indikator soal UN yang diujikan sudah jelas tertera pada kisikisi SKL UN yang selalu dibagikan tiap tahun. Rata-rata dalam setiap soal UN hanya memuat satu konsep dasar saja. Sementara itu, tipikal soal SBMPTN adalah dapat memuat lebih dari satu konsep yang saling terkait. Misalnya, dalam topik soal ”Barisan dan Deret” ternyata masih memuat konsep ”Logaritma”. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada pelajaran IPA seperti Fisika, Kimia maupun Biologi, namun juga berlaku untuk beberapa pelajaran IPS lainnya. Berdasarkan pengalaman pada SBMPTN tahun-tahun sebelumnya bahwa porsi jawaban atau perbandingan banyaknya jawaban soal SBMPTN hampir selalu sama. Artinya jika pada pelajaran KIMIA terdapat 15 soal, maka kurang lebih akan terdapat masing-masing 3 buah jawaban A, B, C, D, atau E. Begitu juga untuk pelajaran yang lain.

SBMPTN 2013 Biologi - Bisa Kimia

Doc. Name: SBMPTN2013BIO999 Doc. Version : 2013-10 | 01. Contoh keberadaan satwa pada suatu habitat yang dijaga dengan baik sebagai upaya pelestarian ex situ adalah… (A) Orang utan di hutan Kalimantan. (B) Cendrawasih di hutan Papua. (C) Rusa di Kebun Raya Bogor. (D) Pesut diSungai Mahakam. (E) Anoa di Pulau Sulawesi 02. Komunitas mikroba yang melekat pada suatu substrat/benda sehingga dapat merusak substrat/benda tersebut disebut… (A) Biodegradator. (B) Bioaktivator. (C) Biokatalis. (D) Biodeposit. (E) Biofilm. 03. Bagian sistem pencernaan yang berperan dalam memecah polipeptida menjadi oligopeptida adalah… (A) Duodenum. (B) Usus besar. (C) Lambung. (D) Jejunum. (E) Ileum. 04. Asam absisat melindungi tanaman yang mengalami kekurangan air melalui mekanisme… (A) Peningkatan pembentukan kutikula. (B) Penurunan tekanan turgor sel penjaga. (C) Peningkatan kecepatan pembelahan sel. (D) Penurunan kecepatan pembentangan sel. (E) Penghambatan pemanjangan sel epidermis. halaman 1 05. Pernyataan yang salah mengenai fotofosforilisasi siklik dan non siklik adalah… (A) Pada fotofosforilisasi non siklik sumber elektron yang memasuki Fotosistem II adalah molekul air, pada fotofosforilisasi siklik, sumber dari elektron adalah Fotosistem I. (B) Pada fotofosforilisasi non siklik penerima elktron terakhir adalah NADP, pada fotofosforilisasi siklik, penerima elektron terakhir adalah Fotosistem I. (C) Hasil dari fotofosforilisasi non siklik adalah ATP, NADPH, dan O2, sedangkan hasil dari fotofosforilisasi siklikhanya ATP. (D) Fotofosforilisasi non siklik melibatkan Fotosistem I dan II, fotofosforilisasi siklik hanya melibatkan Fotosistem II. 06. Perhatikan diagram saluran kreb berikut! Tahap dimana berlangsung hidrasi adalah (A) 1 dan 4 (B) 1 dan 5 (C) 2 dan 6 (D) 3 dan 7 (E) 3 dan 8 Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 3117 ke menu search. Copyright © 2013 Zenius Education SBMPTN 2013 Biologi, Kode Soal doc. name: SBMPTN2013BIO999 halaman 2 doc. version : 2013-10 | 07. Perhatikan gambar tahapan mitosis berikut! 10. Grafik berikut menunjukan kinerja insulin sintetis. Tahap telofase, metaphase, anaphase dan profasen ditunjukan oleh urutan angka…

LAPORAN PENELITIAN Pola Kecenderungan Penempatan Kunci ...

Populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah soal-soal ujian matakuliahmatakuliah pada program studi Statistika Terapan dan Matematika FMIPA yang mempunyai tipe D - melengkapi berganda. Dugaan semula bahwa ada kecenderungan penulis soal meletakkan kunci jawaban soal di tengah-tcngah (menurut Dorothy C. Adkins), setelah melalui penelitian ini kecenderungan tersebut ternyata bahxva penulis lebih tertarik menempatkan kunci jawaban pada option 1, 2 dan 3 benar atau kunci jawaban D. Soal tes/ujian sebagai salah satu alat pengukuran pendidikan disusun untuk tujuan mengukur sampai seberapa jauh kedua fungsi pendidikan terscbut berhasil dicapai. Bcntuk soal ujian yang dipakai oleh Universitas Terbuka pada umumnya pilihan berganda, hanya sebagian saja dalam bentuk essay (uraian). Dalam hal ini FMIPA Universitas Terbuka sampai dengan masa ujian 90.1 telah mengembangkan sebanyak 61 matakuliah, sebagian besar soal ujian dalam bentuk pilihan berganda kecuali 12 matakuliah yang bentuk soal ujiannya adalah essay (uraian). Universitas Terbuka, dalam penyelenggaraan ujiannya, mcnctapkan 5 (lima) macarn tipe soal ujian yaitu:...

Kelas III_SD_IPA_Sularmi.pdf
by cicak 0 Comments favorite 31 Viewed Download 0 Times

Puji syukur penulis sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Mahaesa. Oleh karunia dan rahmatNya penyusunan buku Sains Ilmu Pengetahuan Alam, untuk kelas 3 SD dapat penulis selesaikan dengan baik. Penulisan buku ini bertujuan agar para siswa dapat lebih memahami sains sebagai suatu hal yang secara nyata terdapat pada kehidupan sehari-hari. Dalam buku ini memuat berbagai hal yang memenuhi petunjuk pengembangan buku ajar khususnya untuk pelajaran anak SD. Pada setiap bab juga terdapat berbagai bentuk evaluasi sebagai bentuk umpan balik terhadap materi yang disampaikan sebelumnya. Evaluasi berupa soal refleksi, pilihan ganda, isian, dan esai. Untuk memperkaya pengetahuan siswa, juga ditambahkan Wacana Salingtemas. Aspek afektif dan psikomotorik terasah melalui Tugas Proyek Sains. Di akhir setiap bab diberikan rangkuman materi terkait. Selain itu, juga diberikan Latihan Ulangan Umum Semester 1 dan 2. Buku ini juga dilengkapi berbagai ilustrasi dan gambar-gambar. Hal ini dilakukan agar anak-anak lebih tertarik dan mudah mempelajari materi yang disajikan. Bahasa yang digunakan telah disesuaikan dengan kemampuan penguasaan bahasa Indonesia untuk siswa SD. Dengan demikian, diharapkan para siswa lebih mudah mempelajarinya. Mudah-mudahan buku ini dapat dipergunakan dengan baik dan menjadi penunjang belajar anak. Jakarta, Mei 2008 Penyusun

SMNPTN IPS 2013
by top markotop 0 Comments favorite 57 Viewed Download 0 Times

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Alhamdulillah tim penyusun telah berhasil menyelesaikan penyusunan pembahasan SBMPTN, walaupun buku ini masih jauh dari kesempurnaan. di SBMPTN (d/h SNMPTN) sehingga soal yang akan keluar di tahun berikutnya dapat diprediksi maka dengan panduan buku ini diharapkan siswa lebih siap menghadapi ujian masuk PTN. SBMPTN merupakan kegiatan seleksi ujian masuk PTN dengan tipe soal, yaitu TPA (Tes Po- Buku ini dirancang dalam upaya untuk menunjang pelajaran sekolah dalam bidang studi IPA sebagai kiat sukses menembus PTN. Setelah memahami konsep materi maka perlu melatih diri dengan soal-soal latihan. Buku ini memuat kumpulan soal dan pembahasan soal–soal SNMPTN mulai dari tahun 2008 sampai tahun 2012. Penyelesaian soal dibahas dengan pembahasan sederhana, praktis, pendekatan konseptual, dan sistematis. Dengan latihan soal akan membantu siswa memahami karakteristik tren soal-soal yang sering keluar tensial Akademik), Kemampuan Dasar (Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris) serta Kemampuan IPA (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi) atau kemampuan IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi, dan Sosiologi). Buku ini hadir untuk kelas 3 SMA/MA/SMK yang ingin melanjutkan studi ke PTN. Tim Penyusun sangat paham bahwa buku ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, mohon kritikan dan saran demi perbaikan buku ini.

SMART SOLUTION Tes Potensi Akademik SBMPTN 2013

Rangkuman Materi SBMPTN 2013 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal Tes Potensi Akademik (TPA) Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Ringkasan Materi SBMPTN Tes Potensi Akademik (TPA) Penalaran Verbal (Sinonim, Antonim, dan Analogi) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) A. PENALARAN VERBAL 1. SINONIM (Padanan Kata) Soal-soal sinonim, kemampuan yang dituntut adalah adik-adik mampu mencari arti dari sebuah kata pada pilihan jawaban yang tersedia. Tips agar adik-adik mudah menyelesaikan soal tentang sinonim adalah sering membaca. Nah, saat menemukan kata-kata asing, jangan ditinggalkan begitu saja, catat dan coba mencari padanan katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia. TRIK SUPERKILAT: Seringkali ada pilihan jawaban yang hampir mirip dengan soal. Biasanya jawaban ini adalah diberikan sebagai jawaban jebakan. Contoh soal sinonim: PARTIKELIR = .... A. Tukang parkir B. Partisan C. Partisi D. Swasta E. Enterprener Pembahasan: Jawaban B dan C mirip dengan kata yang digunakan pada soal. Biasanya ini mudah kita eliminasi sebagai jebakan jawaban..... Sehingga mempemudah kita dalam menjawab soal sinonim ini. Jawaban yang tepat adalah ”swasta”. 2. ANTONIM (Lawan Kata) Soal tentang antonim ini kebalikan dari sinonim. Dalam soal antonim adik-adik dituntut untuk mencari lawan kata dari soal yang diberikan. Contoh soal antonim: TERKATUNG A.Melayang B.Pasti C.Ombak D.Terperosok E.Terbenam

Kunci Jawaban dan Pembahasan MAT VII A

Kunci Jawaban dan Pembahasan PR Matematika Kelas VII 1 Bab I A. Bilangan Bulat 10. Jawaban: c Pembalap tercepat adalah pembalap yang mempunyai catatan waktu paling sedikit. Juara I pembalap B (50 menit 27 detik) Juara II pembalap E (50 menit 28 detik) Juara III pembalap F (50 menit 30 detik) Pilihan Ganda 1. Jawaban: d –6 –5 –4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 5 6 Dari garis bilangan tersebut diperoleh: –6 < –1 (ii) 5 > –5 (iv) Jadi, pernyataan yang benar adalah (ii) dan (iv). B. Uraian 1. Posisi hewan-hewan tersebut dapat digambar pada garis bilangan berikut. –18 ↑ Paus 2. Jawaban: a Angka yang semakin kecil menunjukkan bahwa suhu semakin dingin. Jadi, suhu yang lebih dingin dari –2°C adalah –5°C (i). a. 3. Jawaban: b Suhu di bawah nol menunjukkan suhu negatif, sedangkan suhu di atas nol menunjukkan suhu positif. Jadi, penulisan suhu kedua kota tersebut –6°C dan 20°C. 2. a. b. b. 6. Jawaban: d Posisi benda yang berada 25 cm di bawah titik 0 ditulis –25. 7. Jawaban: a Dengan menggambar dan melengkapi garis bilangan, diperoleh: –5 –4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 5 8. Jawaban: b Mentransfer uang berarti mengirimkan uang ke rekening seseorang. Pak Banu mentransfer uang Rp810.000,00 sehingga tabungannya berkurang Rp810.000,00. 9. Jawaban: c –6 < x ≤ –1, x bilangan bulat adalah –5, –4, –3, –2, –1. 2 Kunci Jawaban dan Pembahasan PR Matematika Kelas VII Letak bilangan 5, 3, 7, 8, 4, 6 pada garis bilangan: 4 5 –3 0 7 8 3 6 Urutannya: –6, –3, 0, 3, 6 Letak bilangan –5, 5, –10, 0, –15 pada garis bilangan: –15 –10 –5 d. 6 Urutannya: 3, 4, 5, 6, 7, 8 Letak bilangan –3, 6, 3, –6, 0 pada garis bilangan: –6 c. 12 ↑ Elang Hewan yang berada di lokasi paling dalam adalah paus. Hewan yang berada di lokasi paling tinggi adalah elang. 3 4. Jawaban: d Notasi –8 ≤ x < 1 menyatakan bahwa nilai x yang memenuhi –8, –7, –6, –5, –4, –3, –2, –1, 0. 5. Jawaban: d Diketahui –3 < x < 5, x bilangan bulat. Jadi, anggotanya meliputi –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4. –6 0 ↑ ↑ Hiu Lumba-lumba 0 5 Urutannya: –15, –10, –5, 0, 5 Letak bilangan –36, –18, –24, –30, –12 pada garis bilangan: –36 –30 –24 –18 –12 Urutannya: –36, –30, –24, –18, –12 3. x anggota dari –5, –4, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4, 5 a. 0 < x ≤ 3, nilai x adalah 1, 2, 3 b. –4 ≤ x ≤ 3, nilai x adalah –4, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3 c. x ≤ –3 atau x > 3, nilai x adalah –5, –4, –3, 4, 5 d. x < –2 dan x > –4, nilai x adalah –3 atau x = –3

Kunci Jawaban dan Pembahasan MAT VIII A

Kunci Jawaban dan Pembahasan PR Matematika Kelas VIII 1 Bab I Faktorisasi Bentuk Aljabar 9. Jawaban: d 32p2qr 3 32p2qr3 : 96pq2r2 = 96pq2r2 32 = 96 × p(2 – 1)q(1 – 2)r(3 – 2) 1 = 3 pq–1r A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c 5p2 – 7p + 8 – p2 + 3p – 10 = 5p2 – p2 – 7p + 3p + 8 – 10 = 4p2 – 4p – 2 2. Jawaban: c 5(3x – 1) – 12x + 9 = 15x – 5 – 12x + 9 = (15 – 12)x – 5 + 9 = 3x + 4 3. Jawaban: d 8(3x + 6y) + 3(2x – 6y) = 24x + 48y + 6x – 18y = 30x + 30y 4. Jawaban: a (x2 – 4x + y) – (2x – 2y + x2) = x2 – 4x + y – 2x + 2y – x2 = (1 – 1)x2 + (–4 – 2)x + (1 + 2)y = –6x + 3y 5. Jawaban: b 5a2(2a3 + 11c) = 5a2(2a3) + 5a2(11c) = 10a5 + 55a2c 6. Jawaban: d (x + 2)(2x – 1) = x(2x – 1) + 2(2x – 1) = 2x2 – x + 4x – 2 = 2x2 + 3x – 2 7. Jawaban: a (2x – 3)(–3x + 5) = 2x(–3x + 5) – 3(–3x + 5) = –6x2 + 10x + 9x – 15 = –6x2 + 19x – 15 8. Jawaban: c (3y – 4)(4x2 + 6xy + y2) = 3y(4x2 + 6xy + y2) – 4(4x2 + 6xy + y2) = 12x2y + 18xy2 + 3y3 – 16x2 – 24xy – 4y2 2 Kunci Jawaban dan Pembahasan PR Matematika Kelas VIII pr = 3q 10. Jawaban: c 3x 2 : 6x 2 4 3 3 = 2 x : 2 x2 = 3 x 2 3 2 x 2 = 1 x x2 = x 11. Jawaban: c –(8p3qr2)3 = –83(p3)3q3(r2)3 = –512p9q3r6 12. Jawaban: c (3x – 4y)2 = (3x – 4y)(3x – 4y) = 3x(3x – 4y) – 4y(3x – 4y) = 9x2 – 12xy – 12xy + 16y2 = 9x2 – 24xy + 16y2 13. Jawaban: a (6x + 5)2 + (–7x – 4)2 = (36x2 + 60x + 25) + (49x2 + 56x + 16) = 36x2 + 49x2 + 60x + 56x + 25 + 16 = 85x2 + 116x + 41 14. Jawaban: b (a + b)3 = a3 + 3a2b + 3ab2 + b3 (x – 4)3 = (x + (–4))3 = x3 + 3x2(–4) + 3x(–4)2 + (–4)3 = x3 – 12x2 + 48x – 64 15. Jawaban: d 4r 2 (r − 3) 4r2(r – 3) : r(r – 3)2 = r(r − 3)2 4r = r−3 16. Jawaban: b 24x6q7 : (4q2x3 × 3qx) = 24x6q7 4q2x 3 × 3qx 24 x6 = q7 = 12 × 4 × q3 x = 2x2q4 24x 6q7 12q3 x 4 17. Jawaban: b 28p5q7r4 b. : 6q2r3p4) = 28p5q7r4 = × (3q2pr3 14p2q7r4 × 18. Jawaban: d Keliling = 2((2x + 2) + (2x – 1)) = 2(4x + 1) = (8x + 2) cm 19. Jawaban: b s = (2x – 3) cm L = s2 = (2x – 3)2 = (2x)2 + 2(2x)(–3) + (–3)2 = (4x2 – 12x + 9) cm2 20. Jawaban: c = (x – 2) m p = (x – 2) + 6 m = (x + 4) m Luas = p × = (x + 4)(x – 2) = (x2 + 2x – 8) m2 B. Uraian 1. a. 6a + 3a – 9a + 7b = (6 + 3 – 9)a + 7b = 7b b. 10x2 – 3xy – 5y2 – 18x2 + 5xy + y2 = (10 – 18)x2 + (5 – 3)xy + (1 – 5)y2 = –8x2 + 2xy – 4y2 c. d. 2. a. b. c. d. 3. a. 4 + 3p + 5(p – 2) = 4 + 3p + 5p – 10 = 8p – 6 (4p – 11q – 9r) – (9p + 8q – 8r) = 4p – 9p – 11q – 8q – 9r + 8r = (4 – 9)p – (11 + 8)q – (9 – 8)r = –5p – 19q – r c. (17y2 + 11y + 18) – (15y2 + 2y – 24) = 17y2 – 15y2 + 11y – 2y + 18 + 24 = (17 – 15)y2 + (11 – 2)y + 18 + 24 = 2y2 + 9y + 42 d. 15(4y2 + 6y + 3) + 11(2y2 – 4y – 5) = 60y2 + 90y + 45 + 22y2 – 44y – 55 = 60y2 + 22y2 + 90y – 44y + 45 – 55 = (60 + 22)y2 + (90 – 44)y + 45 – 55 = 82y2 + 46y – 10 1 2p3 4. a. b. (2x – 6)(5x – 2) = 2x(5x – 2) – 6(5x – 2) = 10x2 – 4x – 30x + 12 = 10x2 – 34x + 12 c. (3x – 4y)(12x2 – 16xy + 9y2) = 3x(12x2 – 16xy + 9y2) – 4y(12x2 – 16xy + 9y2) = 36x3 – 48x2y + 27xy2 – 48x2y + 64xy2 – 36y3 = 36x3 – (48 + 48)x2y + (27 + 64)xy2 – 36y3 = 36x3 – 96x2y + 91xy2 – 36y3 d. 8p4qr2 : 2pq2r2 2(a – 3b) + 3(2a + 7b) = 2a – 6b + 6a + 21b = 2a + 6a – 6b + 21b = 8a + 15b (3r – 9s) + (7r + 16s) = 3r – 9s + 7r + 16s = 3r + 7r + 16s – 9s = 10r + 7s (3a + 9 – 6b) + (11b + 7a – 5) = 3a + 9 – 6b + 11b + 7a – 5 = 3a + 7a – 6b + 11b + 9 – 5 = 10a + 5b + 4 (–x2 + 6xy + 3y2) + (3x2 – 4xy – 7y2) = –x2 + 6xy + 3y2 + 3x2 – 4xy – 7y2 = –x2 + 3x2 + 6xy – 4xy + 3y2 – 7y2 = 2x2 + 2xy – 4y2 6(2y2 – 3x + 6) + 7(3y2 – 2x + 6) = 12y2 – 18x + 36 + 21y2 – 14x + 42 = 12y2 + 21y2 – 18x – 14x + 36 + 42 = 33y2 – 32x + 78 (10a + 9b – 12) – (9a + 8b – 2) = 10a – 9a + 9b – 8b – 12 + 2 = (10 – 9)a + (9 – 8)b – 12 + 2 = a + b – 10 –5a2(2a2 + 8a2b – 5ab2) = (–5 × 2)a4 – (5 × 8)a4b + (–5 × (–5))a3b2 = –10a4 – 40a4b + 25a3b2 8p4 qr 2 = 2pq2r 2 8 = 2 × p4 p × 1 q q2 = 4 × p3 × q × 1 5. a. b. c. d. r2 r2 4p3 = q × (4p2q)3 = 43p6q3 = 64p6q3 (5a + 3b)2 = (5a)2 + 2(5a)(3b) + (3b)2 = 25a2 + 30ab + 9b2 2 2 (7a – 4a) = (7a2)2 – 2(7a2)(4a) + (4a)2 = 49a4 – 56a3 + 16a2 (2q + 3p – 7)2 = (2q + 3p – 7)(2q + 3p – 7) = 2q(2q + 3p – 7) + 3p(2q + 3p – 7) – 7(2q + 3p – 7) = 4q2 + 6pq – 14q + 6pq + 9p2 – 21p – 14q – 21p + 49 = 4q2 + 12pq – 28q – 42p + 9p2 + 49 (3a + 4)4 = 1(3a)4 + 4(3a)3(4) + 6(3a)2(4)2 + 4(3a)(4)3 + 1(4)4 Suku ke-3: 6(3a)2(4)2 = 6 × 9a2 × 16 = 864a2 Jadi, koefisien suku ke-3 yaitu 864.

pengadaan barang/jasa publik dalam rangka pelaksanaan kerja ...

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Tiada kata-kata indah yang pantas diucapkan selain puji syukur Alhamdulillah, kepada Allah Subhanahuwata’ala, sebab dengan rahmat, nikamat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan tulisan ini. Walaupun dalam bentuk dengan isi sederhana yang terangkum dalam tesis berjudul “Pengadaan Barang/Jasa Publik dalam Rangka Pelaksanaan Kerja Sama Daerah”, sebagai persyaratan untuk menyelesaikan studi Pasca Sarjana Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2008. Sebagai insane yang lemah tentunya banyak sekali kekurangan-kekurangan dan keterbatasan yang terdapat pada diri penulis tidak terkecuali pada penulisan tesis ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan koreksi, kritik saran dan perbaikan dari berbagai pihak agar penulisan tesis ini lebih baik. Tidak sedikit bantuan dari berbagai pihak yang diberikan kepada penulis baik dari segi moril dan segi materiil. Oleh karena itu dengan segala ketulusan hati penulis mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas segala bantuan dan dukungan yang selama ini penulis terima sehingga penulisan tesis ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan yang ini, ijinkanlah penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada : 1. Bapak H. Mulyadi,S.H.,M.S. selaku Ketua Program pada Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang, yang selalu memberikan motivasi dalam menyelesaikan tesis ini. 2. Bapak Dr.R.Benny,S.H.,C.N.,M.Hum., sebagai Dosen Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini yang telah banyak membantu memberikan bimbingan dalam menyelesaikan penulisan ini. 3. Bapak Yunanto,S.H.M.Hum., sebagai Sekretaris I Bidang Akademik, sekaligus sebagai Dosen Penguji di Program Kenotariatan Universitas Diponegoro. 4. Bapak Sonhaji,S.H.,M.S., dan Bapak Hendro Saptono,S.H.,M.Hum., sebagai Dosen Penguji di Program Kenotariatan Universitas Diponegoro. 5. Semua Narasumber selama kami melaksanakan penelitian, seperti Bapak Joko Pranowo,S.H.,M.H., Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan, Bapak Achmad Mas’udi,S.H.,.M.M., Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan, Bapak Harry Suminto,S.H.,M.H., Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs.H. Abidin Noor Kepala Bagian Aset Daerah Kabupaten Pekalongan dan Bapak Ir.Agus Prijambodo, Kepala Bagian Program Setda Kabupaten Pekalongan, yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan tesis ini. 6. Teristimewa untuk suamiku Abdul Aziz Sutanto,S.Sos. dan anak-anakku tersayang Iftita Rakhma Ikrima dan Shoffarisna Ithma’anna atas doa dan dukungannya selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang. 7. Sahabat-sahabatku dan rekan-rekan Mahasiswa Program Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Angkatan 2006. 8. Semua pihak yang belum sempat penulis sebutkan dan telah banyak membantu penyelesaian tesis ini. Akhirnya, semoga amal baik mereka mendapat imbalan dan pahala dari Allah SWT. Amien. Semarang, penulis April 2008

PENYELESAIAN SENGKETA KONTRAK PENGADAAN BARANG ...

Dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara kontraktual, tidak jarang terjadi ketidakpuasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas pelaksanaan kontrak oleh penyedia barang/jasa. Ketidakpuasan tersebut dapat berujung pada pemutusan kontrak secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang diikuti dengan tindakan lainnya seperti penagihan pengembalian uang muka secara penuh dan memasukkan penyedia barang/jasa dalam daftar hitam. Sementara pihak penyedia barang/jasa tidak akan menerima begitu saja tindakan pemutusan kontrak oleh PPK. Pihak penyedia barang/jasa akan berusaha untuk mengajukan berbagai alasan dan pembelaan. Dengan demikian pemutusan kontrak dapat menimbulkan sengketa di antara PPK dengan Penyedia Barang/Jasa. Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Umum telah mengatur tata cara penyelesaian sengketa di antara para pihak yang berkontrak. Selain itu khusus untuk kontrak pengadaan barang/jasa pemerintah ketentuan tentang pemutusan kontrak dijumpai pula dalam Perpres nomor 54 tahun 2010. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan cara musyawarah di antara pihak yang bersengka, dan dapat pulah dilakukan dengan melelui jalur hukum di pengadilan. Tulisan ini mencoba membahas kelebihan dan kekurang dari cara penyelesaian sengketa tersebut.

« previous  1234