SEARCH

Found 61 related files. Current in page 1

jenis jenis pengamatan

SNMPTN 2012 - Siap Belajar
by top markotop 0 Comments favorite 10 Viewed Download 0 Times

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Tes Potensi Akademik Penalaran Verbal (Sinonim, Anonim, Analogi) Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SNMPTN 2012 Tes Potensi Akademik Kode Soal 613 Penalaran Verbal (Sinonim, Anonim, Analogi) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) 1. air : .... ≈ .... : hampa A. sungai – ruang B. kering – udara C. dingin – pengap D. es – kosong E. tetesan – vakum 5. hijau : .... ≈ .... : laut A. lumut – ikan B. klorofil – ombak C. rumput – pantai D. daun – asin E. hutan – kapal Pembahasan: ”Dinamakan kering karena tidak ada air, disebut hampa karena tidak ada udara.” 2. Pembahasan: ”Secara umum warna dari daun adalah hijau, secara umum rasa dari air laut adalah asin.” oven : .... ≈ .... : foto A. roti – kamera B. pemanggang – album C. panas – lensa D. gosong – model E. matang – fotografer 6. gurun : .... ≈ .... : hutan A. pasir – belantara B. sahara – pohon C. oasis – sungai D. matahari – rimbun E. kering – lebat Pembahasan: ”Hasil keluaran dari oven adalah roti, hasil keluaran dari kamera adalah foto.” 3. Pembahasan: ”Gurun yang luas dapat ditemukan di Sahara, pohon yang banyak dapat ditemukan di hutan.” murka : .... ≈ .... : benturan A. sedih – sakit B. mencaci – luka C. marah – tabrakan D. cemberut – tendangan E. kecewa – dorongan TRIK SUPERKILAT: ”Kata benda : Kata benda ≈ Kata benda : Kata benda” 7. ”Murka adalah salah satu jenis kemarahan yang hebat, tabrakan adalah benturan yang hebat.” produksi : .... ≈ perjalanan : .... A. pabrik – arah B. produk – tujuan C. mesin – kendaraan D. pekerja – kecepatan E. upah – pulang TRIK SUPERKILAT: Pembahasan: ”Kata sifat : Kata benda ≈ Kata sifat : Kata benda” ”Yang diharapkan dari proses produksi adalah produk, yang diharapkan dari sebuah perjalanan adalah tujuan.”

Partai Demokrat - Website Resmi Komisi Pemilihan Umum ...

NOMOR 7. PARTAI DEMOKRAT. PARTAI DEMOKRAT. NO. URUT. PAS FOTO. NAMA LENGKAP. JENIS. KELAMIN. (L/P). KECAMATAN. NO. URUT. PAS FOTO. Indah Wahyuni, SE P KALIWATES, JEMBER Indah Wahyuni, SE P KALIWATES, JEMBER Dian Pandu Indra Satria, SH L KALIWATES, JEMBER Dian Pandu Indra Satria, SH L KALIWATES, JEMBER Jasuli L SUKOWONO, JEMBER Jasuli L SUKOWONO, JEMBER Suswantoro L JELBUK, JEMBER Suswantoro L JELBUK, JEMBER Rina Asri Ratnaningrum P PATRANG, JEMBER Rina Asri Ratnaningrum P PATRANG, JEMBER Fitri Ragil Meliani P KALIWATES, JEMBER Fitri Ragil Meliani P KALIWATES, JEMBER Totok Sumianta L PATRANG, JEMBER Totok Sumianta L PATRANG, JEMBER Laila Lestari Ningsih, S.Pdi. P SUKORAMBI, JEMBER Laila Lestari Ningsih, S.Pdi. P SUKORAMBI, JEMBER Devi Amalia Lisalamah GENTENG, P BANYUWANGI Devi Amalia Lisalamah GENTENG, P BANYUWANGI SUMBERSARI, Rico Nurfiansyah Ali L Anang Murwanto, S.Sos. L Asri Eka Vinanti P SUMBERSARI, JEMBER Rico Nurfiansyah Ali L KALIWATES, JEMBER Anang Murwanto, S.Sos. L KALIWATES, JEMBER SILO, JEMBER Asri Eka Vinanti P SILO, JEMBER JEMBER Abu Hanifah L RAMBIPUJI, JEMBER Abu Hanifah L RAMBIPUJI, JEMBER Lili Mariani P KALISAT, JEMBER Lili Mariani P KALISAT, JEMBER Didik Supriadi L KALISAT, JEMBER Didik Supriadi L KALISAT, JEMBER

LAPORAN KHUSUS PENANGANAN BENCANA - yimg.com

LAPORAN KHUSUS Gempa Bumi Tektonik di Provinsi Papua A. Kejadian 1. 2. 3. 4. Jenis Kejadian Waktu Kejadian Lokasi Kejadian Pusat Gempa : Gempa Bumi Tektonik : Rabu, 16 Juni 2010 pukul 10:06:01 WIB : Biak - Papua : Gempa berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 10 Km pada koordinat 2.03 LS - 136.67 BT (114 km Tenggara Biak - Papua). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. 5. Gempa dirasakan : Serui VI - VII MMI, Yapen Waropen VI – VII MMI, Nabire IV MMI, Biak IV MMI, Paniai IV MMI, Puncak Jaya IV MMI, . 6. Telah terjadi 4 (empat)kali gempa susulan : - Pukul 10:16:28 WIB, koordinat 2.17 LS - 136.59 BT, kekuatan 7.1 kedalaman 10 Km, 123 km Tenggara BIAK-PAPUA, berpotensi Tsunami. - Pukul 10:38:13 WIB, koordinat 2.37 LS - 136.66 BT, kekuatan 5.3 kedalaman 10 Km, 147 km Tenggara BIAK-PAPUA. - Pukul 10:58:08 WIB, koordinat 2.18 LS - 136.63 BT, kekuatan 6.6 kedalaman 10 Km, 126 km Tenggara BIAK-PAPUA. - Pukul 13:10:45 WIB, koordinat 1.88 LS - 136.35 BT, kekuatan 5.0 kedalaman 10 Km, 83 km Tenggara BIAK-PAPUA. 7. Pada pukul 10.16.28 WIB peringatan bahaya tsunami diyatakan telah berakhir. SR, SR, SR, SR, B. Dampak Bencana 1. Kabupaten Yapen Waropen. a. Korban jiwa - Meninggal : 2 orang meninggal dunia (Pamria 47 th dan Adrian 5 bulan). - Luka : 7 orang luka berat - Pengungsi : Di tempatkan di Kelurahan Paung b. Kerusakan - Rumah : 377 unit rusak berat/ringan (227 unit di Kec. Yapen Selatan dan 150 unit di Kec, Angkesera) dan 15 unit terbakar. - Sarana umum ...

Kunci Jawaban Soal Essai Paket A.pdf

Kunci jawaban Babak FINAL Jenis soal : ESSAY 1. Kinerja bensin diukur berdasarkan nilai oktan (octane number) yaitu keberadaan senyawa 2,2,4 - trimetil pentane (isooktana) dengan nilai oktan 100, sedangkan nheptana nilai oktannya adalah nol. a. Gambarkan struktur 2,2,4 – trimetil pentane dan n – heptana (20 Point) Penyelesaian : b. Gambarkan semua isomer struktur n-heptana dan namai secara IUPAC (30 Point) Penyelesaian : c. Gambarkan struktur dan nama IUPAC alkena paling sederhana yang mempunyai isomer cis dan trans. (30 Point) Penyelesaian : d. Jelaskan pengertian bensin dengan angka oktan 75 % (20 Point) Penyelesaian : Angka oktan pada bensin ditentukan dengan adanya senyawa trimetil pentane dan nheptana dimana apabila pada bensin memiliki angka oktan 100 % maka pada besin tersebut terkandung senyawa trimetil pentane banding senyawa n-heptana yaitu 100 : 0, sehingga apabila bensin dengan angka oktan 75 % maka dalam bensin tersebut terkandung 75 % senyawa trimetil pentane dan 25 % senyawa n-heptana. 2. Reaksi : 2NOBr (g)  2NO (g) + Br2 (g) H = +16,1 kJ Diketahui : Tekanan awal NOBr = 0,65 atm. : NOBr telah terurai sebanyak 28% (Saat Kstb) (a) Tuliskan bentuk tetapan kesetimbangan, Kp. (10 poin) Penyelesaian : Kp  [p NO ] 2 [p Br2 ] [p NOBr ] 2 (b) Tentukan tekanan parsial gas NOBr, NO, dan Br2 setelah tercapai keadaan kesetimbangan. (30 poin) Penyelesaian : 100  28 p NOBr   0,65 atm  0,468 atm 100 28 p NO   0,65 atm  0,182 atm 100 p Br2  28 2 100  0,65 atm  0,091 atm (c) Tentukan tekanan total sesudai tercapai kesetimbangan (20 poin) Penyelesaian : (100  28 )  (28  14 ) 114 p tot  [ ]  0,65 atm   0,65 atm  0,741 atm 100 100 (d) Hitung nilai tetapan kesetimbangan, Kp pada temperatur tersebut. (20 poin) Penyelesaian :

KUNCI JAWABAN TUKPD DKI TAHAP 2 MATA PELAJARAN : IPA ...

KUNCI JAWABAN TUKPD DKI TAHAP 2 MATA PELAJARAN : IPA TAHUN PELAJARAN : 2012-2013 Pilihlah jawaban yang benar! 1. Dua orang atlet mulai berlari dengan waktu bersamaan, dan saat mencapai garis finish dicatat dengan hasil seperti gambar. Selisih waktu antara Atlet 1 dengan Atlet 2 adalah .... A. 45s B. 28s C. 17s D. 11s Pembahasan : Waktu tempuh Atlet 1 adalah 17sekon dan Atlet 2 adalah 28sekon. Selisih waktu kedua Atlet = 28s – 22s = 6s Kunci : # (Anulir) 2. 4. 5. Pembahasan : 3. Termometer dinding yang menggunakan skala suhu Celsius menunjukkan suhu ruang kelas 300C. Suhu ruang tersebut sama dengan .... A. 560F B. 540F C. 620F D. 860F Pembahasan: Persamaan antara skala Celsius ke skala Fahrenheit adalah : 9 9 t oC  t  32 o F  30  32 5 5  54  32  86o F Kunci : D Grafik berikut melukiskan pemanasan 3kg air. Jika kalor jenis air 4200J/kg0C, kalor yang diperlukan pada proses R ke S adalah .... A. 12600J B. 126000J C. 252000J D. 378000J Pembahasan: Massa (m) = 3kg, C= 4200J/kg0C dan perubahan suhu (t) = 30 – 10 = 20oC Kalor yang diperlukan : Q = m.C. t = 3kg . 4200J/kg0C . 20oC Q = 126000J Kunci : C

Pengadaan Buku Pelajaran SD-1.pdf - yimg.com

dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ... dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ... dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ... dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ...dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ... dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ... dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ... dengan pengadaan buku pelajaran. Koordinasi telah dilakukan dengan Aheng untuk memperoleh informasi jenis buku apa saja yang dibutuhkan. Buku yang ...

CAESAR II TRAINING
by J007 0 Comments favorite 28 Viewed Download 0 Times

CAESAR II TRAINING 6. STATIC ANALYSIS Metode Static Analysis adalah memperhitungkan static load, yang akan menimpa pipa secara perlahan sehingga dengan demikian piping system memiliki cukup waktu untuk menerima, bereaksi dan mendistribusikan load tersebut keseluruh bagian pipa, hingga tercapainya keseimbangan. 6.1 Static dan Dynamic Load Loading yang mempengaruhi sebuah piping system dapat diklasifikasikan sebagai primary dan secondary. Primary loading terjadi dari sustain load seperti berat pipa, sedangkan secondary load dicontohkan sebagai thermal expansion load. Static Loading meliputi : 1. Weight effect (live loads and dead loads). 2. Thermal expansion and contraction effects. 3. Effect of support, anchor movement. 4. Internal or external pressure loading. Sedangkan yang termasuk Dynamic loading adalah : 1. Impact forces 2. Wind 3. Discharge Load 6.1.1 Load Case pada Caesar II Setelah kita selesai mendesain piping, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa stress terhadap system piping tersebut. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengetahui apakah desain yang telah kita buat dapat memenuhi persyaratan stress atau tidak, Page 2 CAESAR II TRAINING sehingga hal ini akan sangat berpengaruh pada kekuatan pipa ketika mengalami pembebanan ketika kondisi operasi. Ada berbagai macam jenis load case yang dapat kita gunakan dalam CAESAR II. Load case ini akan mendefinisikan pembebanan yang terjadi pada pipa, baik beban akibat berat pipa itu sendiri ataupun beban akibat faktor yang lain. Berikut ini definisi load case pada CAESAR II ver 4.2 : Load Design...

Kunci Jawaban - FTP ITB!
by nflplayer 0 Comments favorite 37 Viewed Download 0 Times

Kunci Jawaban Bab 1 Ayo Berlatih 1.1 2. Kemampuan yang dimiliki hewan untuk mengetahui arah terbang, makanan, dan keadaan lingkungan­ nya dengan menggunakan bunyi. Ayo Berlatih 1.2 2. Kantung semar dan tumbuhan kejora. Cara yang dilakukan pada kantong semar dengan menghasilkan cairan untuk menarik perhatian serangga. Serangga akan tergelincir masuk ke dalam daun karena daunnya mengandung lapisan lilin. Evaluasi Bab 1 A. Pilihan Ganda 2. c 4. b 6. d 8. d 10. b B. Isian 2. Pelekat 4. Kering 6. Malam hari 8. Nitrogen 10. Lidah yang panjang dan lengket C. Uraian 2. Karena cecak memiliki telapak kaki yang tidak rata, memiliki tonjolan berbentuk garis dan berfungsi sebagai pelekat. 4. Kantong semar menghasilkan cairan untuk menarik perhatian serangga. Serangga akan tertarik dan masuk ke dalam kantong. Bab 2 Ayo Berlatih 2.1 2. Bersikap tenang, jujur, terbuka, dan selalu menjaga kebersihan. Ayo Berlatih 2.2 2. • • Pembuahan di dalam tubuh: peng­­­ gabungan sel sperma dan sel telur di dalam tubuh. Pembuahan di luar tubuh: peng­ gabungan sel sperma dan sel telur di luar tubuh Ayo Berlatih 2.3 2. Serangga dan burung Evaluasi Bab 2 A. Pilihan Ganda 2. a 4. d 6. a 8. d 10. a 12. d 14. b B. Isian 2. Embrio 4. Menstruasi 6. Melahirkan 8. Penyerbukan 10. Cangkokan Kunci Jawaban 173 C. Uraian 2. Tertariknya pada lawan jenis 4. Menggabungkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain.

Outline laporan antara - Direktorat Jenderal Penataan Ruang

Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah melakukan penyusunan alternatif kebijakan dan penerapan langkah-langkah kegiatan yang tepat secara operasional pada wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam. Sasaran dari Penyusunan Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang ini ialah memberikan arah yang jelas bentuk-bentuk penanganan yang baku untuk semua wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam, mulai dari identifikasi RTRW, indikasi evakuasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta pemulihan dan pembinaan lingkungan dalam rencana tata ruang yang akan datang. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai bahan dan petunjuk dengan kondisi geografis, tingkat kerawanan dan tingkat bahaya yang ditimbulkan bila terjadi bencana alam, ditunjang dari aspek keruangan. Salah satu langkah awal yang perlu dikaji dalam melaksanakan pekerjaan “Penyusunan Program Penangan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang” adalah : 1. Penetapan Kriteria atau batasan Peristiwa Bencana Alam 2. Gambaran Umum Mekanisma Peristiwa Bencana Alam yang terjadi Di Indonesia Kedua hal tersebut selanjutnya menjadi masukan dalam penyusunan Identifikas Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia. Identifikasi Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia tersebut selanjutnya menjadi salah satu masukan penting dalam menyusun Standar Operasional Prosedur dan Program Penanganan Bencana alam Bidang Penataan Ruang, yang dapat mewakili berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia. Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang Berdasarkan penyebabnya bencana dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu bencana alam, bencana akibat ulah manusia, dan bencana kombinasi (Lihat Gambar 2.1). a) Bencana Alam (natural disaster) Bencana Alam merupakan fenomena atau gejala alam yang disebabkan oleh keadaan geologi, biologis, seismis, hidrologis atau disebabkan oleh suatu proses dalam lingkungan alam mengancam kehidupan, struktur dan perekonomian masyarakat serta menimbulkan malapetaka. Bencana yang termasuk bencana alam antara lain: wabah penyakit, hama dan penyakit tanaman, gempa bumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, gelombang laut pasang, banjir, erosi, angin taufan, badai tropis, kekeringan dan kebakaran hutan.

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI ... - ITB

Pada tanggal 2 September 2009, pukul 07:55:01 (UTC) atau pukul 14:55:01 (WIB) waktu setempat, telah terjadi gempabumi besar dengan moment magnitude Mw = 7.0 dengan kedalaman 49.9 km pada posisi 7.777°S, 107.326°E (Sumber : USGS). Gempabumi ini mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana dan sarana fisik serta sekitar 74 orang korban jiwa manusia di Propinsi Jawa Barat.. Kerusakan bangunan secara umum yang teramati di daerah survey (Kabupaten Tasikmalaya dan Pangalengan) bervariasi dari kerusakan ringan, keruskan parah, sampai runtuh. Bangunanbangunan sekolah, kantor pemerintah, rumah sakit/puskesmas, dan perumahan juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Prasarana jalan, jembatan, tanggul, instalasi listrik dan telepon diidentifikasi masih dalam kondisi baik dan beberapa hanya mengalami kerusakan ringan. Institut Teknologi Bandung memiliki ahli-ahli di bidang bencana alam seperti kegempaan dan tsunami perlu memberikan suatu kontribusi untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana Jawa Barat. Sebagai bagian dari program kerja ITB untuk memberikan suatu masukan-masukan atau rekomendasi teknis untuk tahapan rehabilitas dan rekonstruksi, kajain awal mengenai kejadian gempa Tasik dan survey awal identifikasi cepat kerusakan bangunan telah dilakukan. Pada tanggal 3 September 2009, kami melakukan survey awal ke daerah Pangelengan dan pada tanggal 5-7 September 2009 telah dilakukan survey ke Kabupaten Tasikmalaya. Team dari ITB telah melakukan suatu kajian-kajian awal, pengumpulan data-data serta survey ke daerah bencana untuk melakukan pengamatan langsung secara visual dampak-dampak dari gempa yang terjadi. Kajain-kajian awal dan survey ini dilakukan untuk dapat memberikan suatu rekomendasi-rekomendasi teknis serta langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan selanjutnya Satuan Tugas Kajian dan Survey Lapangan Bencana Gempa Jawa Barat - ITB Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat dalam rangka pemulihan (recovery), fase pembangunan kembali (rekonstruksi), serta pada jangka panjangnya fase pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation) dan kesiapan (preparedness). 1.2. Tujuan Kajian dan Survey Awal Hasil yang diharapkan dari kajian dan survey awal gempabumi dan keluaran-keluarannya adalah sebagai berikut: a. Melakukan kajian singkat dan survey awal (investigasi lapangan pasca bencana) untuk mengkaji pengaruh dari besaran gempa yang terjadi serta mengidentifikasi kerusakan bangunan-bangunan dan sarana prasarana akibat gempa. Bangunan-bangunan kritis menjadi prioritas dalam survey awal ini yakni seperti bangunan-bangunan fasilias kesehatan (Puskesmas), sekolah, tempat ibadah (masjid), dan bangunan/sarana umum lainnya. Selain itu, juga untuk melakukan survey kerusakan bangunan rumah penduduk. Pada umumnya setelah pasca bencana gempa, ruangan-ruangan tempat ibadah dan juga sekolah tidak digunakan, umumnya sekolah akan diliburkan beberapa hari. Pada saat aktivitas sekolah (kegiatan belajar mengajar) dimulai kembali, aktivitas tersebut diadakan di tempat-tempat yang dianggap aman. b. Melakukan kaji cepat kelayakan bangunan pasca bencana gempa (rapid assessment) untuk meyakinkan para pihak terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk...

« previous  1234567