SEARCH

Found 831 related files. Current in page 1

jeep 4x4 untuk dijual

Bahan dan Panel Akustik Peredam Suara yang Bagus untuk Mengurangi Gema

Apabila merancang ruangan yang mana salah satu fungsi utama ruangan tersebut adalah mendengarkan suara, seperti studio rekaman, auditorium, gedung konser, home theater, ruang rapat, kelas sekolah dan sebagainya, kita harus memperhatikan aspek akustiknya. Apabila rancangan tersebut tidak memperhatikan aspek akustik, maka dapat dipastikan fungsi ruangan tersebut menjadi gagal. Beberapa kejadian akustik yang terjadi di sebuah ruangan adalah room modes, reflection (pantulan), absorbtion (penyerapan), diffusion (penyebaran), diffraction (pembayangan), dan lain-lain. Kejadian akustik tersebut terdengar oleh pendengar sebagai gema (echo), dengung (reverberation), bass boomy-flat, dan lain- lain. Banyaknya gema, panjangnya dengung, dan lain sebagainya apabila digabung, akan membentuk sebuah karakteristik akustik ruangan

Aspek Kenyamanan Termal pada Arsitektur Indonesia

Kenyamanan termal adalah sebuah kondisi di mana secara psikologis, fisiologis, dan pola perilaku seseorang merasa nyaman untuk melakukan aktivitas dengan suhu tertentu di sebuah lingkungan. Secara teori, manusia memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan termal yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu adaptasi pola perilaku, adaptasi fisiologis, dan adaptasi psikologis.

Abstrak Pola penanggulangan bencana mendapatkan ... - Bphn

Pola penanggulangan bencana mendapatkan dimensi baru dengan dikeluarkannya UndangUndang No.24 Tahun 2007 tetang Penanggulangan Bencana, yang diikuti beberapa peraturan pelaksanaan terkait.Untuk mendukung pengembangan sistem penanggulangan bencana yang mencakup pemerintah pusat maupun daerah, maka dipandang perlu memulai dengan mengetahui sejauhmana penerapan peraturan yang terkait dengan penanggulangan bencana di daerah.Telaah ini bertujuan untuk melakukan review terhadap sistem penanggulangan bencana di Indonesia dengan menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis dalam kegiatan penanggulangan bencana. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem penanggulangan bencana yang saat ini dikembangkan baik ditingkat nasional maupun daerah adalah merupakan tahap transisi antara sistem yang selama ini berjalan dengan sistem baru seperti yang diamanatkan oleh UU No. 24 Tahun 2007. UU ini menjadi “milestone” dikarenakan adanya berbagai kewenangan yang terdapat di di dalam UU tersebut. Ada kewenangan di beberapa kementerian dan lembaga, secara langsung tidak berada dalam kewenangan/tugas pokok dan fungsi dari BNPB, dan apabila terjadi bencana alam, akan mengalamai kesulitan dalam melakukan koordinasi serta menimbulkan kelambatan dalam pelaksanaan, dan ketidak efektifan dalam penanggulangan bencana.

Quick Guide Data dan Informasi Bencana Indonesia_Part_1

Bencana merupakan bagian dari kehidupan manusia yang datang tanpa diduga kapan, dimana dan bagaimana terjadinya. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan masyarakata dalam menghadapi dan akhirnya menimbulkan korban dan kerusakan. Fenomena bencana sebagian besar merupakan kejadian berulang pada tempat yang sama, sehingga dapat dilakukan analisa untuk ke depan dengan menggunakan data historis bencana-bencana sebelumnya. Melalui Data dan Informasi Bencana Indonesi (DIBI) dapat dilihat historis kejadian bencana yang terjadi di Indonesia mulai tahun 18152012. Dalam DIBI dapat disajikan data bencana mulai tanggal kejadian, lokasi, korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Analisa yang dapat disajikan melalui DIBI ini adalah grafik, statistik, peta tematik dan crosstab. ALUR PENGGUNAAN DIBI Buka Melalui Website http://dibi.bnpb.go.id

laporan eksekutif menteri kesehatan ri tentang ... - unaids

Pandemi HIV/AIDS yang mengancam penduduk dunia saat ini telah nyata menunjukkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan keamanan negara disamping dampak kesehatan. AIDS ditemukan di Amerika 20 tahun yang lalu (1981) merupakan penyakit yang relatif baru tapi telah menyita perhatian masyarakat global. AIDS adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat menurun atau hilangnya daya tahan tubuh seseorang. Karena itu disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya sejenis virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus yang dapat berada dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala sakit yang berarti, selama bertahun tahun bahkan 10 – 11 tahun. Sulit bagi kita secara kasat mata mengetahui seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan dan vaksin yang dapat mencegah/menangkalnya. Epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dari suatu tingkat epidemi yang rendah yaitu prevalensi < 1 % ke arah tingkat epidemi terkonsentrasi dimana pada kelompok risiko tinggi tertentu telah melebihi angka 5% seperti di Sorong, Merauke, Riau untuk kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS) dan Jakarta, Jabar, Bali untuk kelompok Injecting Drug User (IDU). Laporan HIV/AIDS di Indonesia secara Kumulatif tahun 2001 tercatat AIDS 671, HIV 1904 namun berdasarkan perkiraan para ahli saat ini kemungkinan di Indonesia terdapat 80.000 – 120.000 Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) artinya bahwa dalam 10 tahun mendatang kemungkinan akan ditemukan 100.000 orang yang sakit dan meninggal karena AIDS. Sidang kabinet khusus HIV/ AIDS ini memberi peluang terwujudnya komitmen politik yang tinggi dan berbagai kebijakan, strategi baru.

perancangan sistem informasi pendataan bencana pada badan ...

Guna membantu BPBA khususnya pada ruang pencegahan dan kesiap siagaan dalam mengatasi proses pendataan bencana yang terhambat dengan adanya gangguan jaringan internet maupun gangguan server database di kantor pusat, maka penulis merancang dan mengembangkan sebuah perangkat lunak yang membantu dalam melakukan proses pendataan bencana di Provinsi Aceh demi mengantisipasi permasalahan tersebut. Pengembangan perangkat lunak tersebut menggunakan bahasa pemograman java dengan menggunakan Netbeans IDE versi 7.1 dan MySQL Server versi 5.5 sebagai basis data. Produk dari pengembangan tersebut adalah Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). SIPEB merupakan perangkat lunak berbasis aplikasi desktop, yang memiliki media penyimpanan data di dalam sebuah database. Tidak hanya fungsi Create Read Update Delete (CRUD) yang terdapat didalam SIPEB, fungsi lain yang terdapat pada SIPEB yaitu fungsi backup data, restore data, cetak laporan harian, cetak laporan bulanan dan cetak laporan tahunan. Perangkat lunak yang dirancang ini berfungsi untuk melakukan pendataan bencana, penyajian informasi bencana yang pernah terjadi dalam bentuk laporan dan juga pemeliharaan data dari kerusakan data, kehilangan data maupun penggandaan data. Kata Kunci : Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), pencegahan dan kesiapsiagaan, Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). I. gangguan atau permasalahan jaringan internet pada kantor tersebut akibatnya data-data maupun laporan bencana yang harus di input akan menjadi terlambat sehingga menghambat kelancaran aktivitas operator untuk menginput laporan pendataan bencana. Sistem yang dibuat berbasis desktop application menggunakan database sebagai penyimpanan data. Penyimpanan data di dalam database dapat meminimalisir kemungkinan data tersebut hilang atau terkena virus computer yang mengakibatkan data itu rusak.

perjanjian kerja sama antara badan penanggulangan bencana ...

Pada hari ini SENiN tanggal ENAMBELAS bulan JULI tahun DUARIBU DUABELAS, yang bertandatangan di bawah ini: Drs. Tarminta, MM : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam ha! ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Jalan Raya Tuapeijat Km. 8, Tuapeijat - Sipora Mentawai, seianjutnya disebut PIHAK KESATU. Dr. Wiwin Ambarwulan : Kepala Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, di Jalan Raya Jakarta - Bogor Km. 46 Cibinong, Jawa Barat, seianjutnya disebut PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang seianjutnya disebut PARA PIHAK terlebih dahulu mengingat: 1. Undang-Unciang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3693); 1 dari 6 2. Undang-Untiang Nomor49 Tahun 1999, tanggal 4 Oktober 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai; 3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5214); 4. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; 5. Peraturan Pernerintah Nomor 57 Tahun 2007 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2001, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional; 6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 84/PMK.02/2011 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran2012;

Tatacara_Menyusun_DLA
by Hermawan 0 Comments favorite 23 Viewed Download 0 Times

Kejadian bencana di Indonesia menjadi bagian yang tak terelakkan dampaknya di lndonesia, dan baru disadari semenjak terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang dahsyat di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, gempa bumi di wilayah Provinsi Dl Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2006, serta beberapa kejadian bencana lainnya pada tahun 2007. Sebagai negara kepulauan, hampir seluruh daerah pesisir lndonesia rawan bahaya geologi terrnasuk tsunami. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menyebabkan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana banjir, longsor, kekeringan. Miskinnya pemahaman terhadap sanitasi lingkungan juga mudah memicu terjadinya wabah penyakit Kejadian bencana tersebut menuntut upaya tanggap darurat secara cepat dan menyeluruh bagi korban dan wilayah yang terkena dampak bencana, serta upaya tindak lanjut berikutnya dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat dan daerah pasca bencana. Dalam rangka melanjutkan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana semenjak tahun 2007 melalui Surat Keputusan Meneg PPN/Kepala Bappenas No. Kep. OllA/M.PPN/01/2008, telah dibentuk Sekretariat Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana (P3B) dengan tugas-tugas mengumpulkan dan mengolah data dan informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana termasuk menyusun laporan pelaksanaan kepada Tim Pengarah, mendukung dan memfasilitasi koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga donor. Salah satu tugas pengolahan data dan informasi adalah yang telah dilaksanakan adalah penilaian kerusakan dan kerugian (Damages and Losses Assessment) sebagai rujukan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di berbagai lokasi pasca bencana di Indonesia Dalam melakukan penilaian kerusakan dan kerugian, Sekretariat P3B menggunakan metode ECLAC (Economic Commissionfor Latin America and the Caribbean)yang sudah banyak diaplikasikan untuk penilaian kerusakan dan kerugian pasca bencana di berbagai negara.

Market Report - Alliance Auto Auction

Alliance Auto Auction - Dallas www.allianceautoauction.com 9426 Lakefield Blvd. Dallas, TX 75220 (214)646-3136 Sale Lot Yr Model Market Report 03/25/2014 09:16:48 AM XMarketReport2 Sale Date Wed, Mar 19, 2014 Top 0 in Each Model Mi. Price Sale Lot ACURA 03/19/14 D001 03/19/14 D049 Yr Model Mi. Price HYUNDAI 07 RDX 5-Spd AT SPORT UTILITY 4-DR 96 11,800 03/19/14 D005 AUDI 03/12/14 C003 06 A3 2.0T DSG HATCHBACK 4-DR 85 7,100 05 A4 3.0 quattro Cabriolet with Tip CONVERTIBL 95 3,800 H3 Sport Utility SPORT UTILITY 4-DR 96 11,300 12 Genesis 5.0L R-Spec SEDAN 4-DR 42 26,600 INFINITI 03/19/14 B003 06 03/19/14 C006 12 QX56 4WD SPORT UTILITY 4-DR 31 46,500 BMW 03/19/14 C003 11 QX56 2WD SPORT UTILITY 4-DR 83 32,000 03/19/14 C021 03/19/14 C019 10 EX EX35 SPORT UTILITY 4-DR 102 14,500 CADILLAC 03/19/14 C002 07 G35 x AWD SEDAN 4-DR 80 12,800 03/19/14 C004 JAGUAR 00 S-Type 3.0 SEDAN 4-DR 111 2,800 07 Grand Cherokee Laredo 2WD SPORT UTILITY 130 5,900 06 11 03/19/14 C005A 07 3-Series 325i Sedan SEDAN 4-DR CTS V SEDAN 4-DR CTS 3.6L SEDAN 4-DR 152 4,900 47 33,500 131 7,000 03/12/14 B048 JEEP 03/19/14 A021 04 SRX V6 SPORT UTILITY 4-DR 129 2,700 03/19/14 D050 98 Deville dElegance SEDAN 4-DR 117 800 03/19/14 B011 08 Malibu LT1 SEDAN 4-DR 23 12,400 03/19/14 D048 09 IS IS 250 AWD 6-Speed Sequential SEDAN 4-D 57 17,800 03/19/14 C057 07 Suburban LS 1500 2WD SPORT UTILITY 4-DR 117 12,200 03/19/14 C008 08 LS 460 Luxury Sedan SEDAN 4-DR 48 27,000 03/19/14 A028 07 Tahoe LS 2WD SPORT UTILITY 4-DR 162 10,000 LINCOLN 03/19/14 B040 06 Aveo LS Sedan SEDAN 4-DR 118 3,500 03/19/14 B046 05 Navigator Luxury 4WD SPORT UTILITY 4-DR 150 4,000 03/19/14 A061 06 Impala LT SEDAN 4-DR 122 3,000 MAZDA 03/19/14 V002 04 Impala LS SEDAN 4-DR 131 800 06 Mazda6 i 5-Door HATCHBACK 4-DR 131 3,800 03/19/14 D004 02 Venture Regular Wheelbase Value SPORTS VA 164 1,250 08 300 LX SEDAN 4-DR 64 12,300 CHEVROLET LEXUS CHRYSLER 03/19/14 B006 03/19/14 D018 03/12/14 C036 MERCEDES-BENZ 03/19/14 C032 E-Class E350 Sedan SEDAN 4-DR 30 33,000 08 C-Class C300 Luxury Sedan SEDAN 4-DR 106 13,500 03/19/14 C013 DODGE 12 03/19/14 B005 08 GL-Class GL320 CDI SPORT UTILITY 4-DR 108 19,600 03/19/14 C040 08 Ram 1500 SLT 2WD REGULAR CAB PICKUP 2 124 6,600 03/19/14 C011 07 GL-Class GL450 SPORT UTILITY 4-DR 79 17,100 03/05/14 B059 05 Magnum SE 128 3,300 03/19/14 B001 07 M-Class ML350 SPORT UTILITY 4-DR 88 15,000 03/19/14 A046 04 Ram 1500 SLT Quad Cab 2WD CREW CAB PI

Steering, Suspension, and Driveline Basics (with How Lift ... - Meetup

Throughout this article I will address many basics of your vehicle’s steering, suspension, driveline, tires, and wheels. I did not intend this to be a “how to” manual with step by step instructions. It will simply illustrate the concepts. I’ll start with the lift and explain what it did to your steering, suspension, and driveline one aspect at a time. NOTES ABOUT THE ILLUSTRATIONS: 1) most are “spring under” leaf spring suspension, 2) non-pertinent parts are omitted for clarity, 3) many examples are exaggerated for illustration, and 4) most concepts illustrated also apply to spring over and coil/link suspensions. To cover the differences, I added a separate coil and link suspensions topic. Ready? OK, let’s get started. You lifted your Jeep and now it wanders all over the road and it vibrates too. What happened? Well, you just changed a lot of the vehicle’s geometry (probably without knowing it). Here’s a diagram of a stock Jeep and the proper angles. Your caster angle should be between 4 and 8 degrees positive. This caster angle creates an effect called mechanical trail. It’s the force that makes your wheels return to center. The caster angle shown below is close to stock. The point that the steering axis (black line) intersects the ground to the point to where the rotational axis touches the ground forms the points to measure your caster angle. You can best measure the caster angle from the top of the upper ball joint.

« previous  123456789