SEARCH

Found 15 related files. Current in page 1

hadis tingkatan 4 quran sunnah

Learning   Quran   Tajweed   Arabic

Noorani Qaida is a FREE mobile application that helps you learn the holy Quran.

Radio Stations Online Kuwait
by kuwaitradio 0 Comments favorite 28 Viewed Download 0 Times

Radio Stations Online Kuwait – listen free Arabic online and radio stations from Kuwait like Kuwait radio main channel 99.7 FM, radio Kuwait Quran 93.3 FM & stay latest news and events of the Kuwait city.

4 Qul for Kids
by aatiqahnyla 0 Comments favorite 32 Viewed Download 0 Times

4 Qul for Kids is a very useful application for children who are beginning to understand and wish to recite Quran with correct pronunciation and meaning. Each word is given with its transliteration so that the kids can memorize 4 Qul easily with translation and enhance their Quran recitation proficiency.

THE MUSLIM BROTHERHOOD - Discover the Networks

The Muslim Brotherhood (al-Ikhwan al-Muslimun) 1 was founded as an Islamic revivalist movement in the Egyptian town of Isma’iliyaa in March 1928 by school teacher Hassan al-Banna (1906-1949). 2 The Brotherhood’s goal has been to promote the implementation of Shari’ah (Islamic law derived from the Quran and the Sunnah). 3 Early in its history, the Brotherhood focused on education and charity. It soon became heavily involved in politics and remains a major player on the Egyptian political scene, despite the fact that it is an illegal organization. The movement has grown exponentially, from only 800 members in 1936, to over 2 million in 1948, to its current position as a pervasive international Sunni Islamist movement, with covert and overt branches in over 70 countries. “I did not want to enter into competition with the other orders,” al-Banna once said. “And I did not want it to be confined to one group of Muslims or one aspect of Islamic reform; rather I sought that it be a general message based on learning, education, and jihad.” 4 According to al-Banna, “It is the nature of Islam to dominate, not to be dominated, to impose its law on all nations and to extend its power to the entire planet.” 5 That helps explain the Muslim Brotherhood’s motto: “Allah ghayatuna Al-rasul za'imuna. Al-Qur'an dusturuna. Al-jihad sabiluna. Al-mawt fi sabil Allah asma amanina. Allah akbar, Allah akbar.” (“God is our goal, the Quran is our Constitution, the Prophet is our leader, struggle [jihad] is our way, and death in the service of God is the loftiest of our wishes. God is great. God is great.”) 6

62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A ... - Digilib UNIMED

Pengurus Partai Demokrat sudah berperan dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat melalui pendidikan politik dan sosialisasi politik. Peran pengurus Partai Demokrat dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat ialah sebagai partai yang nasionalis-religius, yaitu kerja keras untuk kepentingan rakyat dengan landasan moral dan memperhatikan aspek humanisme, nasionalisme, dan pluralisme dalam rangka mencapai tujuan perdamaian, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan setelah memperoleh data berdasarkan jawaban responden, bahwa ternyata memang pendidikan politik, sosialisasi politik dan aksi paling menyentuh hati masyarakat itu harus dilakukan seperti kepedulian partai untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Hal ini dilakukan pada saat kegiatan partai seperti penyuluhan, seminar, dialog dan lain-lain agar rakyat mengerti tentang keadaan berpolitik pada saat sekarang ini dan ikut berpartisipasi. Adapun keterlibatan masyarakat dalam kaderisasi adalah Partai Demokrat membuka dan memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada masyarakat agar bersedia mencalonkan tokoh-tokoh untuk masuk dalam salah satu gabungan kandidat peserta pemilihan umum. Selain itu penelitian ini juga membuktikan bahwa mereka pernah melakukan pendidikan politik, sosialisasi politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan tujuan meningkatkan partisipasi politik masyarakat walaupun melalui perlombaan Koor Gerejawi bagi umat Kristen, lomba baca al-quran dan sejenisnya bagi umat muslim, mengadakan pasar murah, kampanye, dan membantu masyarakat dalam pengurusan KTP dan lain-lain. Hal ini terlihat dari jawaban-jawaban responden yang menyatakan bahwa melalui pendidikan politik, sosialisasi politik itu perlu ditingkatkan agar rakyat tidak terjadi pembodohan politik serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik. Untuk itu pengurus harus selalu mengadakan pendidikan politik, sosialisasi politik dan peduli akan keadaan masyarakat, maka melalui peran partai tersebut masyarakat akan menjadi pemilih yang cerdas dalam pemilu dan menumbuhkan rasa percaya diri atau mendewasakan perpolitikan di seluruh lapisan masyarakat melalui sosialisasi politik, diskusi, seminar, media massa, maupun secara langsung dilapangan oleh Partai Demokrat. ...

PRE-AWARD AUDIT UNTUK PENGADAAN BARANG JASA ...

PRE-AWARD AUDIT UNTUK PENGADAAN BARANG JASA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PERAN APIP Pengadaan barang/jasa masih menjadi primadona bagi pelaku korupsi di Indonesia. Kondisi ini diperburuk dengan APIP yang masih mengandalkan post audit yaitu melakukan audit setelah proses pengadaan barang jasa selesai. Dengan post audit peran APIP sebagai quality assurance proses pengadanaan barang/jasa kurang optimal dimana penghematan dan best value of money tidak tercapai optimal. Alternatif terbaik bagi APIP adalah lebih banyak melakukan current audit untuk menghasilkan penghematan. Korupsi di Indonesia paling banyak dilakukan lewat modus pengadaan barang/jasa pemerintah. Proyek Fasilitas Olah Raga di Hambalang, Bogor dengan nilai Rp 2,5 Trilyun menurut BPK terdapat indikasi kerugian negara Rp 243,66 milliar (Kompas.com, 31 Oktober 2012), Proyek simulator SIM senilai Rp 196 milliar diduga dikorupsi sehingga menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp 144 milliar (Tempo.com, 24 April 2012), dan Proyek pengadaan Al-quran dan Laboratorium yang membagi-bagi fee Rp. 103,2 milliar (Kompas.com, 6 Mei 2013). Data di atas menunjukkan bahwa seandainya uang tersebut dapat dicegah sebelum terjadi transaksi pengadaan barang/jasa dapat dibayangkan penghematan yang dapat dilakukan. Pengalaman Negara Amerika Serikat dalam menerapkan pre-award audit berhasil menghemat anggaran Negara dengan cukup signifikan. Laporan US Government Accountability Office atas manajemen pengadaan barang/jasa di lingkungan Veterans Affairs Federal Supply Schedule dari tahun 1999 sampai dengan 2004 menunjukkan penghematan besar dari penerapan pre-award audit dibandingkan dengan post-award audit. Tabel 1 menunjukkan hasil penghematan yang bisa dilakukan melalui audit pre award dan audit post award dalam proses pengadaan barang/jasa bidang kesehatan dimana pre award menghasilkan penghematan yang lebih besar dibandingkan dengan post award. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir penghematan melalui pre award mencapai 62,68 % dari total penghematan yang mencapai $ 240,6 millon. Pengalaman Amerika Serikat menghemat anggaran Negara dari pengadaan barang/jasa melalui penerapan pre award bisa memberikan inspirasi bagi APIP melakukan audit pengadaan barang/jasa dengan pre award. Ketika para auditor hanya terlibat pada akhir proses pengadaan barang/jasa (post award) maka penghematan biaya/anggaran publik sering tidak tercapai. 2. Pembahasan 2.1 Apakah pre-award audit Sesuai dengan pembahasan dalam Forum Komunikasi JFA dan Kepegawaian tahun 2010, preaward audit didefinisikan sebagai audit yang dilaksanakan untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa calon penyedia barang/jasa yang diusulkan oleh panitia pengadaan memiliki kelayakan/kemampuan kerja dan keuangan untuk melaksanakan kontrak serta harga yang ditawarkan adalah wajar dan secara ekonomis menguntungkan negara. Federal Acquisition Regulation (FAR) mendefinisikan pre-award audit sebagai “an evaluation of a prospective contractor’s capability to perform a proposed contract” (FAR, 2005). USAID dalam Contract Information Bulletin 92-16 menyatakan bahwa “A pre-award audit is a tool that the contracting officer can use to acquire information in order to determine the reasonableness of the offeror's proposed cost or price. The pre-award audit is a detailed analysis of the proposal, and contains information on the basis and method used by the offeror in proposal preparation, and any discrepancies in the way in which the cost or pricing data were used in preparing the proposal. (USAID, 1992). Dari penjelasan di atas maka pre-award audit merupakan audit atas kemampuan calon kontraktor /penawar (offeror) menyelesaikan pekerjaan dan memastikan biaya atau harga yang diajukan dalam penawaran merupakan biaya dan harga yang rasional. Tujuan utama dari pre-award audit antara lain sebagai upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proses pengadaan barang/jasa. Disamping tujuan tersebut, pre-award audit juga bertujuan memberikan pendapat (quality assurance) bahwa proses pengadaan barang/jasa telah taat pada peraturan, kemampuan penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan , dan kewajaran harga penawaran...

model - Game for Smart
by cicak 0 Comments favorite 133 Viewed Download 0 Times

Model Silabus dan RPP ini mengacu pada buku pelajaran Pemahaman Al-. Qur' an dan Hadis 2 untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah tulisan T. Ibrahim dan ...

Cara Pengobatan Dengan Al Quran

Cara Pengobatan Dengan Al Quran. KEUTAMAAN AL-QUR'AN DAN MEMBACANYA Persembahan Kepada setiap orang yang mengarahkan dirinya untuk mencari kebenaran, bertaqwa kepada Allah, dan mengembalikan pemahamannya secara textual pada nash sebagimana yang telah tetapkan oleh para ulama, sebagai orang yang ahli dalam bidang ilmu syara', aqidah dan sebagai spesialisasinya sehingga pemahaman tersebut sesuai dengan standar sayara' yang benar, demi mengantisifasi segala kekurangan dan kerancuan serta melaksanakan perintah Allah Azza Wa Jalla: "Dan kalau mereka menyerahkan kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu)."1 Kepada setiap orang yang memahami dengan baik apa yang terkandung di dalam buku ini; bukan seperti orang yang dikatakan oleh AlTaqiyyus Subky rahimahullah dalam kitabnya (Qoidah Fil Jarhi Wat Ta'dil, hal. 93) ia berkata: "Aku melihat banyak orang yang mendengar sebuah perkataan namun memahaminya bukan seperti apa yang dimaksudkan, sehingga merubah isi kitab, maksud pengarang, sebagai orang yang bergelut dan mengamalkan isi kitab tersebut. Padahal, sang penulis tidak menghendaki pemahaman yang disimpulkan oleh sang pendengar tersebut".

Why do Muslims Believe that Muhammad

The final messenger sent to mankind was a man born in Makkah named Muhammad ibn ‘Abdillaah (). Although many Westerners generally accept that the likes of Abraham (), Moses () and Jesus () were prophets of God, they have trouble accepting that Muhammad () was a prophet of God too. This has very much to do with the fact that their ancestors did not accept the message of the final prophet, and consequently, they do not regard him as being a prophet of God either. This fact is clearly reflected in the books of Western academics, as well as the mainstream Western media. It is not uncommon to hear Prophet Muhammad () being referred to as the “Founder of Islam,” 1 or more overtly, as “the prophet Muhammad, who authored the Quran.” 2 If it can be proven that the Prophet Muhammad () was an impostor who falsely claimed to be receiving divine revelation, the whole message of Islaam becomes invalidated. Once it can be agreed upon that the author of the Qur’aan “can be taken to be Muhammad himself,” 3 it becomes easy to dismiss the religion of Islaam as being solely a man‐made religious tradition from the past that is better left ignored.

How to Perform the Rituals of Hajj and Umrah by Shaikh Muhammad As Salih Al-Uthaimeen

One follows the Prophet's example, in words and deeds. This cannot be accomplished except by gaining knowledge of the Sunnah. Forms of Pilgrimage There are three forms of Hajj: Tamattu'- Ifraad - Qiran Tamattu': A pilgrim wears Ihram for Umrah only during the months of Hajj, which means when a pilgrim reaches Makkah, he/she makes Tawaf and Sa'yi for Umrah. Then shaves or clips the hair. On the day of Tarwiya, which is the eighth of Dhul-Hijja, a pilgrim puts on his Ihram for Hajj only and carries out all of its requirements. Ifraad: A pilgrim wears Ihram for Hajj only. When he reaches Makkah, he performs Tawaf for his arrival and Sa'yi for Hajj. He doesn't shave or clip- his hair as he doesn't disengage from Ihram. Instead, he remains in Ihram till after he stones Jamrah Al-Aqaba on the Eid day. It is permissible for him to postpone his Sa'yi for Hajj until after his Tawaf for Hajj. Qiran: A pilgrim wears Ihram for both Umrah and Hajj or he wears Ihram first for Umrah, then makes intentions for Hajj before his Tawaf for Hajj. The obligations on one performing Ifraad are the same as those on one performing Qiran, except that the latter must slaughter whereas the former is not obligated to do so. The best of the three forms is Tamattu'. It is the form that the prophet-may the peace and blessings of Allah be upon him encouraged his followers to perform

« previous  12