SEARCH

Found 895 related files. Current in page 27

fungsi piston dan cylinder

dial bore gauge,sunnen dial bore gage,starrett dial bore gauge,mitutoyo dial bore gage,cylinder bore

Dial bore gauge is the best air pressure gauge, also called cylinder bore gauge, to be replacement of sunnen dial bore gauge, or starrett or mitutoyo dial bore gage, mainly use as engine or ball air pressure gauge.

Page 1 of 6 2011 Nissan Rogue | Vehicle Specs | Nissan USA

2011 Nissan Rogue | Vehicle Specs | Nissan USA Engine QR25DE – 2.5-liter DOHC 16-valve 4-cylinder engine Horsepower – 170 hp @ 6,000 rpm Torque – 175 lb-ft @ 4,400 rpm Emissions – Tier 2-Bin 5 Continuously Variable Valve Timing Control System (CVTCS) on intake valves Nissan Direct Ignition System with platinum-tipped spark plugs Electronic drive-by-wire Engine balancer system Drivetrain Front-Wheel Drive (FWD) Intuitive All-Wheel Drive (AWD) Xtronic CVT® (Continuously Variable Transmission) 2- or 4-wheel Active Brake Limited Slip (ABLS) Brakes 4-wheel vented disc brakes 4-wheel Anti-lock Braking System (ABS) Electronic Brake force Distribution (EBD) Brake Assist Suspension and Steering Front: Independent strut suspension Rear: Independent multi-link suspension Front and rear stabilizer bars Vehicle-speed-sensitive electric power steering Mood lighting Center console storage Overhead sunglasses storage Front seatback pockets Front door pockets Variable intermittent windshield wipers and rear intermittent wiper Rear defroster with timer Dual illuminated visor vanity mirrors Two 12-volt DC power outlets Cargo light Retractable cargo cover Cargo area tie-down hooks (four) Under-floor storage Seating and Appointments 6-way manual adjustable driver’s seat 6-way power adjustable driver’s seat with power lumbar 4-way manual front-passenger’s seat Fold-down front passenger’s seat 60/40 split fold-down rear seatbacks Cloth seat trim Premium cloth seat trim...

Permendikbud Nomor 71 tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2013 TENTANG BUKU TEKS PELAJARAN DAN BUKU PANDUAN GURU UNTUK PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 43 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Tim Penelaah Buku telah melakukan penilaian kelayakan isi, kebahasaan, pelajaran dan buku panduan guru untuk digunakan dalam pembelajaran; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah; Mengingat : Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410); 3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 141); 4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi...

TIK-SMA-Kelas11smt2 - Index of
by cicak 0 Comments favorite 133 Viewed Download 0 Times

Buku Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas XI Semester II untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Hak Cipta dan Merek Dagang Seluruh hak cipta dan merek dagang yang digunakan dalam buku ini merupakan hak cipta atau milik dari pemegang hak cipta atau merek dagang masing-masing pihak. Hak cipta penulisan ada pada penulis, hak cipta tata letak ada pada penata letak, hak distribusi ada pada Ristek, Diknas, dan Depkominfo. Linux adalah merek dagang Linus Torvalds. Peringatan dan Pernyataan Segala daya upaya telah dikerahkan agar buku ini dapat selengkap dan seakurat mungkin, walau begitu tidak ada pernyataan apapun mengenai kebenaran maupun kecocokannya. Segala informasi di buku ini disediakan berdasarkan apa adanya. Pengarang dan penerbit dengan segala hormat tidak bertanggung jawab pun tidak memiliki pertanggungjawaban kepada apapun atau siapa pun akibat terjadinya kehilangan atau kerusakan yang mungkin timbul yang berasal dari informasi yang dikandung dalam buku ini. Menuju masyarakat informasi berbasis pengetahuan merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia, khususnya dalam menciptakan dan meningkatkan kemandirian bangsa. Untuk itu berbagai kegiatan dan aktivitas dalam mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Terkait dengan upaya tersebut, Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) dalam hal ini Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi, mendukung dan mendorong program tersebut guna terciptanya kemandirian bangsa, sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya. Melalui semangat Indonesia, Go Open Source! (IGOS) dengan berbagai manfaatnya berkeinginan turut serta untuk membesarkan program Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang telah dicanangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Salah satu wujud nyata untuk mensukseskan program BSE adalah melakukan kerjasama dengan para narasumber dan penulis buku Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya berbasis Open source untuk menerbitkan buku pelajaran TIK bagi siswa/ siswi Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SMA/MA) dan pendidikan lain yang sederajat. Kontribusi yang kami berikan sangat kecil dan masih sangat jauh dari kesempurnaan. Namun demikian, kami berharap dengan awal yang kecil ini selanjutnya akan memberikan dampak luas di masa yang akan datang bagi bangsa dan negara Indonesia. Diharapkan terbitan ini dapat dimanfaatkan bagi para siswa/siswi (SMA/MA). Dengan demikian, pengenalan, penggunaan dan pemanfaatan open source dapat berlangsung sejak dini, dan sekaligus dapat menumbuhkembangkan kreativitas dalam menciptakan piranti lunak berbasis Open Source. Buku merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu permasalahan perbukuan dalam era otonomi daerah dewasa ini adalah ketersediaan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas...

Pengadaan Barang dan Jasa , akuntabilitas dan Penyimpangannya

BARANG/JASA PENGADAAN Akuntabilitas dan Penyimpangannya • KOMPONEN PENGADAAN 1. BARANG/JASA PENGGUNA 3. PENYEDIA 2. SUMBER DAYA (HARGA) PERTANGGUNG JAWABAN AKHIR 1. Barang/Jasa yang diadakan sesuai dengan kebutuhan yang memenuhi/mendukung fungsi pemerintahan/pelayanan masyarakat (Efektif); 2. Penggunaan Sumber Daya (Efisien); 3. Penyedia yang memiliiki kompetensi (Persaingan Terbuka) Barang/Jasa Yang Diinginkan • Hal-hal yang menentukan: Jenis Fungsi Kualitas Kuantitas Waktu diperlukan Lama penggunaan Tempat diperlukan Siapa yang menggunakan, dst. SPESIFIKASI BARANG • SPESIFIKASI KINERJA • SPESIFIKASI TEKNIS: – Persyaratan Minimum – Batasan Yang Diterima...

Peluang Korupsi dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa ...

Jumlah pengadaan barang dan jasa di lembaga publik rata-rata mencapai sekitar 15%-30% dari GDP. Banyaknya pengadaan barang dan jasa di lembaga-lembaga pemerintah, merupakan peluang yang menggiurkan dan tentunya meningkatkan resiko terjadinya korupsi. Besarnya kerugian akibat korupsi diperkirakan mencapai 10%-25% pada skala normal. Dalam beberapa kasus, kerugian yang ditimbulkan mencapai 40%-50% dari nilai kontrak. “Pengadaan Barang dan Jasa” –atau dalam istilah asing disebut sebagai procurement– muncul karena adanya kebutuhan akan suatu barang atau jasa, mulai dari pensil, seprei, aspirin untuk kebutuhan rumah sakit, bahan bakar kendaraan milik pemerintah, peremajaan mobil dan armada truk, peralatan sekolah dan rumah sakit, perlengkapan perang untuk instansi militer, perangkat ringan atau berat untuk perumahan, pembangunan, untuk jasa konsultasi serta kebutuhan jasa lainnya (seperti pembangunan stasiun pembangkit listrik atau jalan tol hingga menyewa jasa konsultan bidang teknik, keuangan, hukum atau fungsi konsultasi lainnya). Istilah pengadaan barang dan jasa diartikan secara luas, mencakup penjelasan dari tahap persiapan, penentuan dan pelaksanaan atau administrasi tender untuk pengadaan barang, lingkup pekerjaan atau jasa lainnya. Pengadaan barang dan jasa juga tak hanya sebatas pada pemilihan rekanan proyek dengan bagian pembelian (purchasing) atau perjanjian resmi kedua belah pihak saja, tetapi mencakup seluruh proses sejak awal perencanaan, persiapan, perijinan, penentuan pemenang tender hingga tahap pelaksanaan dan proses administrasi dalam pengadaan barang, pekerjaan atau jasa seperti jasa konsultasi teknis, jasa konsultasi keuangan, jasa konsultasi hukum atau jasa lainnya. Transparency International (TI) mendefinisikan korupsi sebagai suatu tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang bertujuan menghasilkan keuntungan pribadi. Pengertian “keuntungan pribadi” ini harus ditafsirkan secara luas, termasuk juga di dalamnya keuntungan pribadi yang diberikan oleh para pelaku ekonomi kepada kerabat dan keluarganya, partai politik atau dalam beberapa kasus ditemukan bahwa keuntungan tersebut disalurkan ke organisasi independen atau institusi amal dimana pelaku politik tersebut memiliki peran serta, baik dari sisi keuangan atau sosial. Sejauh ini, jarang sekali ditemukan penjelasan terperinci dalam hukum kriminal tentang definisi korupsi. Umumnya, hukum kriminal masih mencampur-adukan tindak kejahatan korupsi dengan tindak kejahatan lainnya, yang kemudian juga disebut sebagai tindak pidana korupsi misalnya, penyuapan (baik pemberi maupun penerima) oleh para pejabat pemerintah baik lokal maupun asing dan perusahaan-perusahaan pribadi, pemberian uang pelicin, penipuan, penipuan data dalam tender, penggelapan, pencurian, tender arisan (kolusi antar sesama peserta tender), suap di lembaga legislatif, dan lain-lain. Biasanya, bentuk dan hukuman atas pelanggaran terhadap hukum kriminal masing-masing negara berbeda, meski pada intinya perbuatan tersebut merupakan tindak pidana korupsi. Korupsi adalah tindak kejahatan yang diatur. Hal tersebut berdasar pada kenyataan bahwa pemberi dan penerima suap adalah penjahat, maka diperkirakan kedua belah pihak akan berupaya untuk menutupi kejahatan mereka. Bentuk Korupsi dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa Dikutip dan disarikan dari Buku Panduan Mencegah Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa Publik, TII, 2006 Dalam pengadaan barang dan jasa di pemerintah, ada beberapa bentuk korupsi. Bentuk yang paling sering dilakukan dan terang-terangan adalah penyuapan dan pemberian uang pelicin (uang rokok, uang bensin dan sebagainya) hingga bentuk lainnya yang lebih halus dalam bentuk korupsi politik. Penyuapan vs Uang Pelicin. Biasanya, kasus penyuapan dalam jumlah yang besar diberikan kapada pejabat senior pemerintah (pembuat keputusan) untuk menghasilkan keputusan menguntungkan si penyuap. Sedangkan Uang Pelicin, biasanya berupa pemberian uang dalam jumlah yang lebih kecil, yang pada umumnya diberikan kepada pegawai rendahan dengan maksud untuk mempercepat atau mempermudah masalah terutama yang terkait persoalan hukum (misalnya dalam pemeriksaan bagasi oleh pihak bea cukai) atau uang pelicin untuk memperlancar pembayaran akibat keterlambatan pembayaran,...

2011 Subaru Impreza WRX STI - JapaneseSportCars.com

2011 Subaru Impreza® WRX® STI® Specifications Body 4-Door or 5-Door wide-body designs, 5-passenger Engine Horizontally opposed (Boxer), turbocharged/intercooled Block Specially reinforced die-cast aluminum with integral cast iron cylinder liners, five main bearings, semi-closed deck cylinder design Aluminum alloy cylinder heads with double overhead belt-driven camshafts (DOHC), four valves per cylinder, Subaru Dual Active Valve Control System (DAVCS) variable valve timing (operates on intake and exhaust valves) Aluminum alloy intake manifold, sequential multi-port fuel injection (MFI), electronic Symmetrical All-Wheel Drive with Driver Control Center Differential (DCCD) featuring three performance modes and six driver-selectable differential locking settings; mechanical and electronically controlled limited-slip center differential; helical limited-slip front differential and TORSEN® limited-slip rear differential (sensor inputs include steering angle, throttle position, RPM, lateral g, yaw, brake, ABS and wheel speed) Inverted struts with aluminum-alloy lower L-arms, crossmember stiffener bar, pillow ball bushings, coil springs, 21mm stabilizer bar, STI designed components and geometry (should include pillow ball in description) Double-wishbone type with coil springs and damper units, 19mm stabilizer bar and STI designed components and geometry Brakes Brembo Performance Brake System, power assisted 4-wheel disc with 4-channel, 4-sensor Super-Sport anti-lock brake system (ABS) with g-sensor; Electronic Brake-force Distribution (EBD), Brake Assist 13.0 in. ventilated with four-piston fixed position calipers Rear disc 12.6 in. ventilated with dual-piston fixed position calipers Steering Ratio Quick-ratio rack-and-pinion with engine-speed controlled variable power assist, variable-capacity power steering pump 15.0:1 Turns, lock-to-lock Turning circle Wheels 18 x 8.5JJ cast alloy (BBS® forged alloy wheel standard on STI Limited and 5-door STI) Tires 245/40R18 93W Dunlop SP Sport 600 summer performance tire Wheelbase...

2006-2008 Triumph Daytona 675 - HeliBars

2006-2008 Triumph Daytona 675 Installation Instructions – Part # TS675 (Page 1) 42mm taller WARNING: IMPROPER INSTALLATION COULD RESULT IN SERIOUS INJURY OR DEATH. HAVE A QUALIFIED MECHANIC INSTALL YOUR HELIBARS®. ***Please note that the bars are clearly marked. Engraved with TS675L for the left bar and TS675R for the right bar*** The new TracStar is a direct bolt on replacement for the stock factory clip-ons on 2006-07 Daytona 675s. No modifications are required for installation and all cables, hydraulic lines and wire looms remain in the stock locations. 1. Remove bar end damper weights. The tool shown in photo 1 is ideal for holding smooth surfaces and is available at Sears. Use a 3mm hex drive to remove damper screw. 2. Remove the two 5mm socket head cap screws that position and hold the bars to the bottom of the triple clamp. See photo 2. Use a 4mm hex drive. 3. Remove the top triple clamp. Loosen the two fork tube pinch bolts. It is not necessary to remove them, just make sure they’re very loose. Loosen and remove the steering stem nut. Use a 38mm (1 ½”) socket. Place the triple clamp on a rag in front of the fork tubes. 4. Remove front brake reservoir from factory bracket. Loosen and remove bolt and lock nut. They will be re-used but the factory mount should be stored with the right handlebar. 5. Remove the right factory clip-on: a. Remove the cap clamp that holds master cylinder to the bar. Remove from bar and rest on a rag. b. Loosen the two screws that clamp the throttle housing enough to let it move freely c. Hold the throttle cables up and remove the two screws and cover that hold the right control housing in place. Remove from right bar (see photo 3). d. Loosen right bar fork tube pinch bolt. Use a 6mm hex drive. Slide up fork tube and withdraw the stock bar from throttle housing. 6. Install the right TracStar clip-on. (The right bar has the reservoir mount attached in shipping). a. Remove the screw, washer and the reservoir mount before installing. Set them aside for now. This is necessary because the mount blocks the TracStars’ fork clamping pinch bolts. b. Slide the throttle housing onto the right TracStar clip-on until it is flush with the end of the handlebar, place over the fork tube and slide it down so there is more than 1” of fork tube above the top of the TracStar fork clamp. Leave the throttle housing loose for now and install right side control housing, cover and two screws. Reverse step 5c (above) to install. Installation Instructions – Part # TS675 (Page 2) c. Carefully re-mount front brake master cylinder so as not to scratch surface of bar tube. Notice the clamping cap has an up mark. Install both 6mm screws, but only lightly tighten the top screw only. 7. Left side stock handlebar removal: a. Remove clutch lever clamp mounting screws. Set on rag. b. Remove the two screws that hold the left side control housing halves together. Notice that the forward screw is longer. c. Loosen left bar clamping pinch bolt and remove from the fork tube. Remove left grip (use a small screw driver under the grip and pour a small amount of rubbing alcohol into the space to break seal, then twist to remove). 8. Install the left side TracStar HeliBar: a. Slide down over the fork tube and leave over 1” of fork tube above bar clamp top surface. Install clutch lever and switch housing. b. Position triple clamp over fork tubes and stem and carefully slide down until fully seated. It may be helpful to pull the bike over to the right on the side stand to take some of the bind out of the front end and align the forks and steering stem. Install the steering stem nut and lightly hand tighten. Torque the two triple clamp fork pinch bolts to 12 ft. lbs. Turn the forks carefully (because the bars are loose) to the full right steering stop. Torque the steering stem nut to 66 ft lbs. (90 newton metres). c. Pull both left and right bars up until they contact the bottom of the top triple clamp. Install the two clip-on locating screws and put some forward pressure on the bars as you tighten the two screws. (Refer to photo 2). d. Torque the two TracStar fork clamp pinch bolts to 12 ft. lbs. 9. Install front brake reservoir:...

2011 Triumph Daytona 675R - Motorcycle Consumer News

Model Evaluation unlocked 3 more peak hp and 1 more lb.-ft. of torque from the engine while also raising its redline from 13,500 rpm to 13,900 rpm. Dyno testing confirmed that the 675R does makes more horsepower at the rear wheel, generating 110.02 hp @ 13,000 rpm (vs. 105.69 @ 12,250 rpm in Nov. ‘06) with 47.68 lb.-ft. of peak torque (just shy of its 48.04 lb.ft. in ‘06). What remains, however, is the 675’s propensity to ooze torque, with 37 lb.-ft. available as low as 4000 rpm and more than 40 lb.ft. on tap from 7500 rpm all the way to redline. Twist the throttle and the Triumph lunges forward as if it’s turbocharged. The 675R blew past our radar gun at 157.3 mph while indicating 14,250 rpm on its tachometer, and it sprinted from 0-60 mph in 3.73 sec., hit 100 mph in 7.30 sec. and covered the quarter mile in 11.08 sec. @ 127.39 mph. These figures are all within 1% of the by Scott Rousseau 675’s figures from five years ago, further evidence that while the Triumph’s engine may have been updated in 2009, it still has the same great character. RIUMPH’S DAYTONA 675 is a strong-performing mid-disThe engine’s creamy output makes for one awesome riding expeplacement supersport with a character all its own, thanks to rience. MCN tester Danny Coe praised its clean low-end pull and its sweet-running triple-cylinder engine, which blends the the broad spread of usable power between 6000 and 12,000 rpm, low-rpm torque of the best supersport twins with the top-end which made it very easy to ride fast in the tight and technical canyon power of the stratospherically revving 600cc inline fours from roads in and around Malibu, California. Throttle response from Japan, Inc. Call it the best of both worlds. the trio of 44mm throttle bodies controlled by its Keihin closed-loop Introduced in 2006,The Daytona 675 immediately won most fuel-injection system is smooth and instantaneous for the most of the magazine shootouts it entered and became a strong seller part, but just as with the Street Triple R we tested in our August despite not yet having proved itself in top-tier World- or National2009 issue, we noticed some serious on-off abruptness. It’s likely level competition. Then, just last year, former Daytona 200 due to EPA-mandated off-throttle, fuel cut requirements, but that’s winner Chaz Davies raced a 675 to a solid fourth overall in the no excuse, as we’ve tested plenty of lurch-free, smog-compliant World Supersport Championship, posting four podium finishes machines from other manufacturers. and another six top-fives—and if not for a DNF at the penultiTriumph also revised the 675’s six-speed transmission in 2009, mate round at Imola, Italy, when he ran out of fuel while leading opting for a taller first gear, and this change was really noticeable the race, he might have finished third. It’s too bad, then, that Davies during our acceleration trials, as the clutch required carefully and his BE-1 ParkinGo team are Yamaha-mounted in 2011 and controlled slipping to keep the revs around 10,000 rpm before full Triumph is currently not supporting another team in WSS, because clutch engagement, otherwise the engine would bog, resulting in the 2011 Daytona 675R may be its best 675 yet...

REVIEW: TRIUMPH DAYTONA 675 - Bike Talk

TRIUMPH DAYTONA 675 REVIEW BY WILLIAM MORRIS The highly acclaimed Daytona 675 has been on our “most desirable review” list since its launch in March 2006. Thanks go to Ian & Lisa at East Coast Triumph for making a demo available for review. Being selected as just one magazine’s Bike of the Year is a very worthwhile achievement, but when 15 of the world’s leading motorcycle publications voted the Daytona the finest new bike of the year by an outstanding margin you know Triumph has done things very right. Triumph motorcycles have long had a sense of their own purpose and a sense of distinction, and the Daytona 675, as well as being one of the finest looking superbikes available, stands out as being unique. Simply put, it’s unlike other 600cc sports bikes in look, feel and character. The Daytona’s cockpit is perhaps Triumph’s best ever, offering a sweet combination of legibility and style. Visually identical to the Tiger, which we reviewed in the Feb issue, it includes an easy-to-use lap timer. The computer also records highest top speed and average kays per litre, as well as having the usual trip counters. Triumph’s engineers sat down to develop the sportiest machine to ever roll out of the Hinckley factory. The final masterpiece is a bike that is by any standards ultra-narrow, compact and light, powered by an all-new liquidcooled DOHC 12-valve 675cc inline 3-cylinder engine. Triumph says its fresh-thinking triple pumps out an impressive 92kw (123bhp) at the crank at 12 500rpm. Even more important to actual rideability, the Daytona 675 delivers a strong 72nm (53ft-lb) of torque at 11 750 rpm. Keep the revs above 10K and the 675cc triple becomes absolutely wild, yet in spite of its short wheelbase and rather radical steering geometry, the way the Kayaba suspension handles bumps mid-lean at speed is remarkable; a steering damper is fitted as standard beneath the lower triple clamp. There won’t be many bikes faster than the Daytona 675 through the twisties, but there’ll be a surprising number outpaced in shorter snatches by the British sportbike’s incomparable acceleration and overall chassis performance. For an extra R3 600 plus about 550 bucks for fitment and mapping East Coast Triumph will fit an original aftermarket silencer that sounds deadly and adds a genuine 4hp and 2nm of torque. Well worth the extra cash, you’ll agree when you hear and feel the difference. SUSPENSION, HANDLING & COMFORT There’s lots of room for someone with longer legs like me. I never felt cramped during my day aboard it despite the handlebars being fairly well dropped and tucked-in. The in-line 3 cylinder configuration allows for an extraordinarily slim waistline that made me feel a part of the Triumph rather than perched on top. The body hugging chassis and phenomenal suspension leads to an exotic handling feel rather a lot like the new Ducati 1098. When asked why the Triumph Daytona 675 won the prestigious 2006 Masterbike Supersport Award, journalist Jurgen Fuchs of the best selling German Motorrad magazine replied, “Because the Daytona is very well balanced. Because I can ride the bike absolutely safe to the tyre limit. Because the gearing matches perfectly. Because the brake is ingenious. Because the range of usable power is so wide that it does not matter in some corners if you are in second or third gear. Simply everything fits.” Indeed…...

 232425262728293031