SEARCH

Found 658 related files. Current in page 1

fungsi dari propeller shaft

Acourete Echo Baffle
by vokuzcom 0 Comments favorite 15 Viewed Download 0 Times

Deskripsi produk Acourete Echo Baffle. Penjelasan tentang keunggulan dan benefit yang didapatkan dari pemakaian Acourete Echo Baffle.

Murata Machinery USA Introduces New ML400L Shaft Turning Machine

1888 Press Release - Murata Machinery introduces a longer version of the Muratec ML400 shaft turning machine - the ML400L. The ML400L expands the automated turning of shaft parts up to 570 mm (22.4") in length and up to 200 mm (7.9") in diameter.

Lakukan Sendiri Aplikasi Peredam Suara pada CPU Komputer

CPU komputer terdengar bising bukan lagi hal yang perlu dikhawatirkan. Sekarang, komputer beserta komponennya terdengar bising sudah menjadi hal yang umum kita temukan. Namun, bukan berarti hal itu tidak dapat dihindari. Suara CPU komputer yang mengganggu umumnya disebabkan oleh komponen-komponen yang bergerak. Mulai dari kipas yang paling sering menjadi biang keladi bisingnya komputer sampai perangkat optikal, seperti CD ROM dan floppy disk. Semua aspek itu memang sangat berpotensial menimbulkan bunyi karena memang dalam pengoperasiannya ada komponen yang bergerak.

GBC Catena Laminators - LexJet
by damina 0 Comments favorite 24 Viewed Download 0 Times

Moderate production laminators Designed to encapsulate and mount prints from color printers and copiers, the Catena Series provides a simple way to finish your full-color digital output. These models all feature heated rollers. The Catina 65 and 105 can also run pressure-sensitive films in addition to thermal films. Catena 65 & 105 When productivity and profit count the most, the Catena 65 and 105 meet the requirements of your more demanding jobs. These larger units are able to handle a wider variety of applications including standard poster-sized prints. Catena 105 Catena 35 This compact laminator is designed to provide safe and convenient thermal lamination in offices and small print shops. Features and benefits Easy to use • LCD display indicates temperature, speed and Ready/Wait condition • Silicone rubber rollers ensure timely clean-up • Interlocking feed tray and magnetic safety shield provide safe operation • For safety and savings, AUTO-OFF powers down unit after two hours of non-use • The simple to use control panel allows the operator to make adjustments as needed for professionally laminated graphics Catena 65 Versatile • Designed for thermal (all models) and pressure-sensitive films (Catena 65 and 105) • Roller gap adjustment handles mounting boards up to 3/16" thick • Rewind shaft separates the pressure-sensitive release liner (Catena 65 and 105) Quality • Infrared heating coil distributes heat evenly and improves lamination quality • Microprocessor controls temperature and guarantees fast response time • Cooling fan ensures smooth, flat output • Will not interfere with electrical surroundings; no buzzing, humming or flickering lights Catena 35 Films and adhesives For best results use high-quality GBC® films and mounting adhesives • GBC Nap-Lam® ll Thermal film • Arctic® Pressure Sensitive film • GBC Digital Polyester film • Arctic Dura Mount adhesive • Octiva® thermal adhesive

Bahan dan Panel Akustik Peredam Suara yang Bagus untuk Mengurangi Gema

Apabila merancang ruangan yang mana salah satu fungsi utama ruangan tersebut adalah mendengarkan suara, seperti studio rekaman, auditorium, gedung konser, home theater, ruang rapat, kelas sekolah dan sebagainya, kita harus memperhatikan aspek akustiknya. Apabila rancangan tersebut tidak memperhatikan aspek akustik, maka dapat dipastikan fungsi ruangan tersebut menjadi gagal. Beberapa kejadian akustik yang terjadi di sebuah ruangan adalah room modes, reflection (pantulan), absorbtion (penyerapan), diffusion (penyebaran), diffraction (pembayangan), dan lain-lain. Kejadian akustik tersebut terdengar oleh pendengar sebagai gema (echo), dengung (reverberation), bass boomy-flat, dan lain- lain. Banyaknya gema, panjangnya dengung, dan lain sebagainya apabila digabung, akan membentuk sebuah karakteristik akustik ruangan

Power scythe STIHL FH - Kwf
by certywe 0 Comments favorite 28 Viewed Download 0 Times

Test Report Power scythe STIHL FH Test number: 4474 Owner of the test certificate: Andreas Stihl AG & Co. KG D-71307 Waiblingen Postfach 1771 www.stihl.de Application field Tool with double-sided blade for cutting grass and scrub up to 2.5 cm diameter. Recommended in situations where the danger of flying objects needs to be reduced. Tool can only be used with the suitable engines provided by the manufacturer. Test item Hazard to surroundings Test result Very low, no rotational movement. The working principle is based on translational movements, which prevent kick-back and obviate the risk of flying objects (cuttings, stones, pieces of glass and metal). Handling Good, 135° variable blades with lockable points, so tool can be adjusted to suit the ground conditions and the engine angle. The blade can be folded towards the handle for transport. Cutting performance Very good cutting performance in scrub with hard stems. Reduced performance in short or thin grass and when cutting trailing plants. Assembly Simple, when used as an attachment the tool is clamped to the handle (2 screws); when used as a combi-tool, the cutter connects to the shaft of the engine. The angle is adjusted in fixed positions. Sharpening Requires special sharpening equipment. Occasional manual sharpening using a file is possible. Work safety GS-tested by TÜV-test centre Product Service (in combination with STIHL combi-engines and clearing saws) Description: Double-sided tool, comprising a gearing case, adjustable shaft connection and reciprocating blades. The tool can be used in combination with the following Stihl engines: As attachment FH for the brushcutters STIHL FS 85/R, FS 90/R, FS 100/R and FS 130/R As combitool FH-KM for the combi-engines STIHL KM 55/R, KM 85/R, KM 90/R, KM 100/R, KM 130/R and the backpack brushcutters FR 85 T and FR 130 T

Abstrak Pola penanggulangan bencana mendapatkan ... - Bphn

Pola penanggulangan bencana mendapatkan dimensi baru dengan dikeluarkannya UndangUndang No.24 Tahun 2007 tetang Penanggulangan Bencana, yang diikuti beberapa peraturan pelaksanaan terkait.Untuk mendukung pengembangan sistem penanggulangan bencana yang mencakup pemerintah pusat maupun daerah, maka dipandang perlu memulai dengan mengetahui sejauhmana penerapan peraturan yang terkait dengan penanggulangan bencana di daerah.Telaah ini bertujuan untuk melakukan review terhadap sistem penanggulangan bencana di Indonesia dengan menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis dalam kegiatan penanggulangan bencana. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem penanggulangan bencana yang saat ini dikembangkan baik ditingkat nasional maupun daerah adalah merupakan tahap transisi antara sistem yang selama ini berjalan dengan sistem baru seperti yang diamanatkan oleh UU No. 24 Tahun 2007. UU ini menjadi “milestone” dikarenakan adanya berbagai kewenangan yang terdapat di di dalam UU tersebut. Ada kewenangan di beberapa kementerian dan lembaga, secara langsung tidak berada dalam kewenangan/tugas pokok dan fungsi dari BNPB, dan apabila terjadi bencana alam, akan mengalamai kesulitan dalam melakukan koordinasi serta menimbulkan kelambatan dalam pelaksanaan, dan ketidak efektifan dalam penanggulangan bencana.

Quick Guide Data dan Informasi Bencana Indonesia_Part_1

Bencana merupakan bagian dari kehidupan manusia yang datang tanpa diduga kapan, dimana dan bagaimana terjadinya. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan masyarakata dalam menghadapi dan akhirnya menimbulkan korban dan kerusakan. Fenomena bencana sebagian besar merupakan kejadian berulang pada tempat yang sama, sehingga dapat dilakukan analisa untuk ke depan dengan menggunakan data historis bencana-bencana sebelumnya. Melalui Data dan Informasi Bencana Indonesi (DIBI) dapat dilihat historis kejadian bencana yang terjadi di Indonesia mulai tahun 18152012. Dalam DIBI dapat disajikan data bencana mulai tanggal kejadian, lokasi, korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Analisa yang dapat disajikan melalui DIBI ini adalah grafik, statistik, peta tematik dan crosstab. ALUR PENGGUNAAN DIBI Buka Melalui Website http://dibi.bnpb.go.id

laporan eksekutif menteri kesehatan ri tentang ... - unaids

Pandemi HIV/AIDS yang mengancam penduduk dunia saat ini telah nyata menunjukkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan keamanan negara disamping dampak kesehatan. AIDS ditemukan di Amerika 20 tahun yang lalu (1981) merupakan penyakit yang relatif baru tapi telah menyita perhatian masyarakat global. AIDS adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat menurun atau hilangnya daya tahan tubuh seseorang. Karena itu disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya sejenis virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus yang dapat berada dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala sakit yang berarti, selama bertahun tahun bahkan 10 – 11 tahun. Sulit bagi kita secara kasat mata mengetahui seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan dan vaksin yang dapat mencegah/menangkalnya. Epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dari suatu tingkat epidemi yang rendah yaitu prevalensi < 1 % ke arah tingkat epidemi terkonsentrasi dimana pada kelompok risiko tinggi tertentu telah melebihi angka 5% seperti di Sorong, Merauke, Riau untuk kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS) dan Jakarta, Jabar, Bali untuk kelompok Injecting Drug User (IDU). Laporan HIV/AIDS di Indonesia secara Kumulatif tahun 2001 tercatat AIDS 671, HIV 1904 namun berdasarkan perkiraan para ahli saat ini kemungkinan di Indonesia terdapat 80.000 – 120.000 Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) artinya bahwa dalam 10 tahun mendatang kemungkinan akan ditemukan 100.000 orang yang sakit dan meninggal karena AIDS. Sidang kabinet khusus HIV/ AIDS ini memberi peluang terwujudnya komitmen politik yang tinggi dan berbagai kebijakan, strategi baru.

perancangan sistem informasi pendataan bencana pada badan ...

Guna membantu BPBA khususnya pada ruang pencegahan dan kesiap siagaan dalam mengatasi proses pendataan bencana yang terhambat dengan adanya gangguan jaringan internet maupun gangguan server database di kantor pusat, maka penulis merancang dan mengembangkan sebuah perangkat lunak yang membantu dalam melakukan proses pendataan bencana di Provinsi Aceh demi mengantisipasi permasalahan tersebut. Pengembangan perangkat lunak tersebut menggunakan bahasa pemograman java dengan menggunakan Netbeans IDE versi 7.1 dan MySQL Server versi 5.5 sebagai basis data. Produk dari pengembangan tersebut adalah Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). SIPEB merupakan perangkat lunak berbasis aplikasi desktop, yang memiliki media penyimpanan data di dalam sebuah database. Tidak hanya fungsi Create Read Update Delete (CRUD) yang terdapat didalam SIPEB, fungsi lain yang terdapat pada SIPEB yaitu fungsi backup data, restore data, cetak laporan harian, cetak laporan bulanan dan cetak laporan tahunan. Perangkat lunak yang dirancang ini berfungsi untuk melakukan pendataan bencana, penyajian informasi bencana yang pernah terjadi dalam bentuk laporan dan juga pemeliharaan data dari kerusakan data, kehilangan data maupun penggandaan data. Kata Kunci : Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), pencegahan dan kesiapsiagaan, Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). I. gangguan atau permasalahan jaringan internet pada kantor tersebut akibatnya data-data maupun laporan bencana yang harus di input akan menjadi terlambat sehingga menghambat kelancaran aktivitas operator untuk menginput laporan pendataan bencana. Sistem yang dibuat berbasis desktop application menggunakan database sebagai penyimpanan data. Penyimpanan data di dalam database dapat meminimalisir kemungkinan data tersebut hilang atau terkena virus computer yang mengakibatkan data itu rusak.

« previous  123456789