SEARCH

Found 530 related files. Current in page 12

contoh-laporan-powerpoint

MODEL PLC-XU55 PLC-XU50 PLC-SU50
by gojeta 0 Comments favorite 29 Viewed Download 0 Times

Multimedia Projector MODEL: PLC-XU55 •PLC-XU50• PLC-SU50 - Owner’s Manual - TRADEMARKS - G Apple, Macintosh, and PowerBook are trademarks or registered trademarks of Apple Computer,Inc. G IBM, VGA, XGA, and PS/2 are trademarks or registered trademarks of International Business Machines, Inc. G Windows and PowerPoint are registered trademarks of Microsoft Corporation. G Each name of corporations or products in the owner's manual is a trademark or a registered trademark of its respective corporation. - To the Owner - Before operating this projector, read this manual thoroughly and operate the projector properly. This projector provides many convenient features and functions. Operating the projector properly enables you to manage those features and maintains it in better condition for a considerable time. Improper operation may result in not only shortening the product-life, but also malfunctions, fire hazard, or other accidents. If your projector seems to operate improperly, read this manual again, check operations and cable connections and try the solutions in the “Troubleshooting” section at the end of this booklet. If the problem still persists, contact the dealer where you purchased the projector or the service center. CAUTION RISK OF ELECTRIC SHOCK DO NOT OPEN CAUTION : TO REDUCE THE RISK OF ELECTRIC SHOCK, DO NOT REMOVE COVER (OR BACK). NO USER-SERVICEABLE PARTS INSIDE EXCEPT LAMP REPLACEMENT. REFER SERVICING TO QUALIFIED SERVICE PERSONNEL. THIS SYMBOL INDICATES THAT DANGEROUS VOLTAGE CONSTITUTING A RISK OF ELECTRIC SHOCK IS PRESENT WITHIN THIS UNIT...

1.1 latar belakang
by Hermawan 0 Comments favorite 81 Viewed Download 0 Times

BAPPEDA Kabupaten Probolinggo 1.1 LATAR BELAKANG Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah dengan karateristik geologi dan geografis yang cukup beragam pegunungan/dataran tinggi. Adanya mulai dari perbedaan kawasan karateristik pantai ini hingga menyebabkan perbedaan perlakuan pada masing-masing kawasan, terutama pada kawasan kawasan yang dimungkinkan sebagai kawasan rawan bencana alam. Kawasan rawan bencana alam adalah kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalamai bencana alam. Perlindungan terhadap kawasan rawan bencana alam dilakukan untuk melindungi manusia dan kegiatannya dari bencana yang disebabkan oleh alam maupun secara tidak langsung oleh perbuatan manusia. Kriteria kawasan kawasan rawan bencana alam adalah kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor dan kebakaran. Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungannya menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana alam yang berakibat kerugian material dan sumberdaya. Penataan ruang yang tepat merupakan salah satu upaya mitigasi bencana (mencegah bencana atau mengurangi efek dari bencana). Selain itu peta rawan bencana yang ada juga bisa dijadikan alat dalam menyusun rencana tata ruang dalam mengambil kebijakan Selain itu, ketegasan pemerintah daerah dalam penerapan zoning regulation (peraturan zona) yang menjadi acuan dalam pemberian ijin mana kawasan yang boleh atau tidak boleh dibangun juga diperlukan sebagai instrumen pengendalian pemanfaatan ruang. Ditambah dengan adanya kejelasan dalam mekanisme pemberian insetif atau disinsentif praktek pembangunan di kawasan rawan bencana. Laporan Akhir Studi Identifikasi Kawasan Rawan Bencana Di Kabupaten Probolinggo

Lampiran 9. FILE LAPORAN KEGIATAN BIMBINGAN ... - PKPP

LAPORAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS DAN KOORDINASI KE-2 Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa (PKPP) RISTEK 2012 PENGUATAN KAPASITAS DAERAH DALAM PEMANFAATAN DATA PALSAR UNTUK PENGURANGAN RISIKO DAN MITIGASI BENCANA Peneliti Utama: Fajar Yulianto, S.Si. Anggota Peneliti: Parwati, S.Si, M.Sc. Dra. Any Zubaidah, M.Si. Kusumaning Ayu D.S, S.T Junita Monica Pasaribu, S.Si. Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Kedeputian Penginderaan Jauh LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) Jalan LAPAN no. 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710, Indonesia Tel./Fax : (021) 8722733 Latar Belakang Kondisi geografis wilayah Indonesia sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana alam yang tidak dapat dihindari. Akibat dari bencana tersebut dapat dikurangi dengan melakukan kegiatan manejemen bencana yang baik. Terdapat tiga fase penting dalam kegiatan menajemen bencana, yaitu: fase sebelum bencana, pada saat bencana, dan setelah bencana. Mengacu pada pedoman untuk menajemen kesiapsiagaan insiden dan kontinuitas operasi, usaha-usaha yang dilakukan pada setiap fase dapat mengurangi dampak insiden dan usaha mempersingkat periode gangguan (Gambar 1). Gambar 1. menunjukkan bahwa setelah persingkat dilakukan menajemen bencana yang baik pada fase sebelum, saat, dan sesudah bencana dapat mengurangi dampak insiden/bencana dan juga mempersingkat periode bencana. Gambar 1. Konsep Pengurangan dampak insiden / bencana (sumber ISO/PAS 22399) Konsep emergency response yang ada pada saat ini telah dilakukan oleh LAPAN dan dapat dijelaskan dalam Gambar 2. Gambar 2 menunjukkan kegiatan pemanfaatan data penginderaan jauh untuk quick response yang telah dilakukan oleh LAPAN. Kegiatan pemanfaatan data penginderaan jauh telah dilakukan dengan memberikan informasi lokasi bencana, kondisi ...

kepolisian negara republik indonesia daerah metro ... - Humas Polri

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH METRO JAYA RESOR METRO TANGERANG KOTA LAPORAN HASIL PENANGANAN DAN PENGAMANAN BENCANA BANJIR DI WILAYAH HUKUM POLRES METRO TANGERANG KOTA I.PENDAHULUAN 1.Umum a.Untuk menunjang keberhasilan dan meningkatkan kepercayaan serta kecintaan publik (masyarakat) kepada institusi Polri dalam Penanganan dan Pengamanan Bencana Banjir di Wilkum Polres Metro Tangerang Kota, maka perlu dilakukan Penanganan dan Pengamanan Bencana Banjir. b. Sebagai tindak lanjut, Polres Metro Tangerang Kota telah melaksanakan Penanganan dan Pengamanan Bencana Banjir di Wilayah Hukum Polres Metro Tangerang Kota. 2. Maksud dan tujuan a. Pembuatan laporan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada Pimpinan tentang pelaksanaan Penanganan dan pengamanan bencana banjir tahun 2012 di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota. b.Tujuan pembuatan laporan ini agar dapat dijadikan sebagai bahan masukan kepada pimpinan dalam menentukan kebijakan lebih lanjut khususnya dalam pelaksanaan penanganan dan pengamanan bencana banjir. TUGAS YANG DILAKSANAKAN 5.Perencanaan Dalam rangka Perencanan Penanganan dan Pengamanan Bencana Banjir di Wilayah Kota Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota telah melaksanakan langkah – langkah sebagai berikut : a.Mendatakan Lokasi – lokasi yang sering dilanda Banjir di wilayah Kota Tangerang. b.Melaksanakan Apel dan Menyiapkan Pelampung ( Ban ) dalam rangka Penanganan dan pengamanan Bencana Banjir di wilayah Kota Tangerang. c.Melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Instansi terkait dalam rangka penanganan dan pengamanan bencana Banjir tahun 2012 di wilayah kota Tangerang ...

Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru ... - PreventionWeb

Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 (2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction) disusun ketika bencana-bencana terus menyapu bersih hidup dan penghidupan jutaan penduduk di dunia. Dampak gempa bumi yang dahsyat di Haiti pada Januari 2010 dan banjir di Pakistan pada Juli 2010 menunjukkan betapa risiko bencana dan kemiskinan saling berkaitan erat. Sementara itu, pada 2011, banjir di Australia, gempa bumi di Christchurch, Selandia Baru, dan bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir di Jepang timur laut yang meluluhlantakkan yang terjadi ketika laporan ini dikirim ke percetakan merupakan pengingat yang sangat tidak menggembirakan betapa negara-negara maju juga sangat terpapar. Ratusan bencana lain yang kurang terpantau secara internasional yang terkait dengan variablitas iklim telah menyebabkan dampak luar biasa di Benin, Brazil, Kolombia, Filipina dan negara-negara lain... UPAYA-UPAYA GLOBAL: EFEK HFA Jumlah dan kualitas tinjauan terhadap kemajuan pencapaian Kerangka Aksi Hyogo (Hyogo Framework for Action/HFA) merupakan bukti meningkatnya kepedulian untuk mengurangi risiko bencana. Pembahasan tentang indikator-indikator dan kemajuan membantu terciptanya satu bahasa dan pemahaman yang sama. Meskipun telah tercapai perkembangan yang menggembirakan ... MENGUNGKAP RISIKO: IMBAL TUKAR YANG NYATA UNTUK PILIHAN YANG BERWAWASAN Skala kerugian yang terus berulang dan yang mungkin terjadi secara maksimum semata semestinya sudah cukup untuk membuat pemerintah terperangah dan bergerak melakukan tindakan Pemerintah-pemerintah mengemban tanggung jawab atas sebagian besar dari perkiraan kerugian secara keseluruhan dan mereka jarang mempunyai kontinjensi pembiayaan untuk memenuhi tanggung jawab tersebut... MENGGAGAS MAKNA BARU PEMBANGUNAN: MENINGKATKAN PENANGGULANGAN BENCANA Pembangunan harus dimaknai ulang agar peka terhadap risiko-risiko bencana dan iklim Skala investasi publik jauh lebih besar dari investasi saat ini dalam manajemen risiko bencana. Instrumen-instrumen jaminan sosial yang ada saat ini bisa diadaptasi untuk bisa menjangkau jutaan penduduk dengan biaya tambahan yang relatif rendah. Program-program penciptaan lapangan kerja sementara dapat menyumbang pada pembentukan asetaset komunitas yang mengurangi risiko. Manajemen risiko bencana berbasis ekosistem seringkali menghasilkan rasio biaya-manfaat yang sangat menarik. Pendekatan-pendekatan konvensional terhadap perencanaan dan pelaksanaan tata guna lahan telah gagal Pendekatan-pendekatan yang betul-betul partisipatif memberi peluang untuk meningkatkan prakarsaprakarsa setempat yang inovatif...

Evaluasi penanggulangan bencana di Indonesia - IPB Repository ...

EVALUASI PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA (LESSON LEARNED 2006-2007) KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT sehingga buku Evaluasi Penanggulangan Bencana di Indonesia (Lesson Learned 2006-2007) dapat diselesaikan. Substansi laporan ini meliputi pentingnya kegiatan, metode, mencakup profil wilayah bencana, gambaran kejadian bencana, penanggulangan bencana, pembelajaran menuju sistem nasional penanggulangan bencana, serta kesimpulan dan rekomendasi. Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana yang telah memungkinkan kegiatan ini dilakukan, dan kepada: 1) Pemerintah Provinsi (terutama Bappeda) Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Tengah, 2) Pemerintah Kabupaten yang menjadi lokasi studi, yaitu Padang Pariaman, Bantul, Sleman, dan Pulang Pisau yang telah membantu menyediakan data dan informasi. Kami menyadari bahwa laporan ini masih membutuhkan pengayaan, untuk itu saran dan masukan dari berbagai pihak dalam penyempurnaan laporan ini sangat kami harapkan. Semoga hasil kajian ini dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam pembangunan sistem nasional penanggulangan bencana di Indonesia. Bogor, Desember 2007

LAPORAN KAJIAN - Kumoro.staff.ugm.ac.id

LAPORAN KAJIAN PERUMUSAN REKOMENDASI BAGI PENYUSUNAN PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO. 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA (UU PB) Laporan ini dimaksudkan untuk menyajikan masukan-masukan bagi perumusan Peraturan Pelaksanaan: Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang merupakan turunan dari Undang-undang No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Kegiatan menjaring masukan bagi penyusunan RPPPerpres ini dilaksanakan oleh Tim MAP-UGM bekerjasama dengan UNDP (Knowledge Management Section-CPRU, Proyek ERA dan SC-DRR) dan BAPPENAS serta didukung penuh oleh DSF (Decentralization Support Facility) yang dimulai sejak bulan Juli hingga September 2007. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membantu menyempurnakan penyusunan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden turunan UU PB dan lebih mengakomodasikan kepentingan-kepentingan berbagai pihak di daerah. Untuk dapat memberikan masukan optimal bagi tim penyusun Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden, tim konsultan berusaha mendapatkan informasi dari kalangan akademisi dan para ahli, pemerintah daerah, LSM, maupun dari masyarakat yang langsung mengalami kejadian bencana di daerah. Tim terutama melaksanakan kegiatan berikut: 1. Pertemuan pakar (expert meeting) 2. Diskusi kelompok terarah (Focus-Group Discussion) 3. Lokakarya pemangku kepentingan (Multi-stakeholder Workshop) 4. Penjaringan aspirasi masyarakat dari beberapa daerah yang pernah mengalami bencana. Bahan-bahan yang dihimpun dalam laporan ini masih dapat disempurnakan agar menjadi lebih mudah dipahami dan dapat dijadikan acuan oleh para pihak terkait. Kami mengundang saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan laporan secara keseluruhan. Yogyakarta, September 2007

Creating Flashcards in Microsoft PowerPoint - Create.cett.msstate.edu

Creating Flashcards in Microsoft PowerPoint Microsoft PowerPoint slides can be used to create flashcards. When printed on card stock, the slides can be cut apart and used as flashcards for almost any subject. Consider these examples: • In language arts vocabulary words can be printed on one side of the card and definitions printed on the other side of the card. • In science chemical symbols could be printed on one side of the card and the name of the chemical on the other side. • In math the flashcards for the multiplication tables could be created. • For social studies historical events and their dates could be used. Laminating the cards will make them last a long time, a consideration for classroom sets. Flashcards should be created in multiples of six (with six flashcards printed per sheet). 1. Open Microsoft PowerPoint, and click on FILE > NEW > BLANK PRESENTATION. 2. Select a slide layout with text and graphics. 3. Type/insert clip art on the first six slides (flashcards) then add the information for the back of the flashcard on the next six slides. Note: In order for the correct definition to appear on each card, slide order has to be rearranged. For six flashcards, the first six slides will serve as the face of the flashcards. These will be in the normal order: 1, 2, 3, 4, 5, 6. The next six slides will be the backs of the flashcard and should be arranged 8, 7, 10, 9, 12, 11. When printed out this way, the correct information will appear on the back of the proper cards (back of slide 1 on slide 8, back of slide 2 on slide 7, etc.). 4. To rearrange the slides, select the SLIDE SORTER view, and drag the #8 slide in front of the #7, the #10 in front of the #9, and the #12 in front of the #11.C•R•E•A•T•E for Mississippi Copyright ©2001. All rights reserved.This document may be copied and distributed for nonprofit educational purposes only provided that credit is given to C•R•E•A•T•E for Mississippi. 5. When printing the slides, be sure that the HANDOUTS option is selected (six slides per page) in the PRINT WHAT pull down menu in the PRINT WINDOW. In the PRINT RANGE section of the PRINT WINDOW, select slide range 1-6. 6. When the first page is printed, reinsert the printed page into your printer so that slides 712 will be printed on the back. This may take some experimentation as it varies from printer to printer). Below are examples of flashcards created in the above manner along with a set of blank slides that show the order that is necessary for printing the flashcards properly and a blank set to be used as rough draft forms. When creating a presentation to use in this way, it is best to fill out rough draft forms first in order to minimize the number of times the slides have to be printed. Please review the rough draft forms and the template for flashcards as well as the examples provided before going on to create your own.

Tags: Education,
Creating PowerPoint Talking Storybooks

Creating PowerPoint Talking Storybooks Talking Object, Number, Alphabet Books Richard Walter – ACE Centre, UK Adapted by Sue Mistrett WHAT IS THE PURPOSE OF THIS GUIDE? Like its title suggests, this guide gives you step-by-step instructions on how to use Microsoft’s PowerPoint to create mouse-operated talking books using pictures scanned in from real books. It will also look at accessing these talking books using a single switch. It is, however, now possible to create your own books on the computer using hardware and software that is generally available in schools and many homes. These ‘talking books’ can be tailor-made to the interests and abilities of the pupils, text can be symbol-supported, and sounds and speech can be included to enable access to those with reading difficulties. Children can actively help to make their own accessible talking books, and this opens up more possibilities of creative and imaginative writing for pupils with learning difficulties. Before you start... Before you start gathering together piles of books to convert, be aware that putting together even a single talking book will take time. Creating a template (a master page that contains the page format and the buttons for turning the pages) at the outset will save hours of time when making a number of books, but even if you only intend to make one, do create a template first. We have created one for you – so that you can focus on adding pictures, text and sound today. First, plan your interactive stories on paper. A storyboard (that is, sketches of each page or slide) will help you keep track of the many possible scenes in your story. Make sure you write down titles for each page because you'll use those titles when creating the presentation in PowerPoint. On your storyboard, draw lines between slides—almost like a path—to show the choices the reader can make in following the story.

Tags: Education,
Create a self-paced interactive tutorial - Amazon S3

Create a self-paced interactive tutorial (Step-by-Step Guide) If you find yourself repeating the same class presentations or demos, consider making them into reusable interactive online tutorials. Online tutorials save you time and they make great prerequisite learning and homework assignments, reinforcing key concepts. With Adobe Captivate, you can produce interactive tutorials from scratch by importing assets such as images, video, and audio recordings, and then adding them to the slides in your tutorial. You can also create a tutorial based on an existing PowerPoint document, which is great for teachers and students who have a lot of content in this format already. You can present learners with decision points in the form of text or images. Each decision can include multiple responses. Each response can trigger text or audio feedback and can cause the presentation to branch to the most appropriate slide, anywhere in the presentation. You can also add buttons, such as Next, Previous, or Continue to use for basic navigation. This document shows how to create a simple interactive tutorials based on an existing PowerPoint presentation. Figure 1 Self-paced interactive tutorial Figure 2 Start page Figure 3 Convert PowerPoint Presentations dialog box Figure 4 Captivate project Figure 5 Filmstrip panel Figure 6 New Click box Figure 7 Click box options in the Properties panel Figure 8 Click box timing Figure 9 Size and position the click box Figure 10 Click box actions …Create a self-paced interactive tutorial Step-by-Step Guide

Tags: Education,

 8910111213141516