SEARCH

Found 674 related files. Current in page 1

contoh soal soal persamaan linear satu variabel

New Version of Excel Linear Material Cut Optimization Add-In 1DCutX Introduced Angle Cutting

1888PressRelease - Recently released version of linear material cutting optimization add-in 1DCutX for Excel implements support for cut angles different than traditional 90 degrees.

Home Theater Design and Build   Bapak AM

Artikel menjabarkan salah satu project home theater yang telah dibangun oleh VIC dengan analisis akustik ruang.

Scirj-Enhancement of Photorefractive Two-Beam Coupling in KNbO3

A theoretical study has been done to investigate the significant enhancement of the photorefractive and photovoltaic effects of a new co-doped potassium niobate crystal (KNbO3: Fe: Ag) as compared to the result obtained for singly doped potassium niobate crystals. The co-doped Ag impurity enters the K site, rather than the typical Nb site, thus changing the local field in the lattice. It is believed that Fe perturbed by the Ag in the K site is responsible for an enhancement of the linear absorption and photocurrent, as well as for the probable increase in the effective trap density. An enhanced trap density is likely the cause of the increased photorefractive counter-propagating two-beam coupling efficiency. http://www.scirj.org/jul-2014-paper.php?rp=P0714157

Bahan dan Panel Akustik Peredam Suara yang Bagus untuk Mengurangi Gema

Apabila merancang ruangan yang mana salah satu fungsi utama ruangan tersebut adalah mendengarkan suara, seperti studio rekaman, auditorium, gedung konser, home theater, ruang rapat, kelas sekolah dan sebagainya, kita harus memperhatikan aspek akustiknya. Apabila rancangan tersebut tidak memperhatikan aspek akustik, maka dapat dipastikan fungsi ruangan tersebut menjadi gagal. Beberapa kejadian akustik yang terjadi di sebuah ruangan adalah room modes, reflection (pantulan), absorbtion (penyerapan), diffusion (penyebaran), diffraction (pembayangan), dan lain-lain. Kejadian akustik tersebut terdengar oleh pendengar sebagai gema (echo), dengung (reverberation), bass boomy-flat, dan lain- lain. Banyaknya gema, panjangnya dengung, dan lain sebagainya apabila digabung, akan membentuk sebuah karakteristik akustik ruangan

Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram

2008 Pololu Corporation http://www.pololu.com/. Pololu. Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram page 1 of 1 rrc03a. D3a. RED. 2.21k. R26a. PD1. D3b. Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram J20 + VBAT 1 2 J7 reverse protection Q1 2 1 VIN POWER R4a 1k R4b 1k AVCC B2 2xAAA U3 PB2 (SS/OC1B) PB0 PB1 PB4 PB5 12 13 16 17 PB0 (CLKO/ICP1) PB1 (OC1A) PB4 (MISO) PB5 (SCK) PD2 PD4 PD7 32 2 11 PD2 (INT0) PD4 (XCK/T0) PD7 (AIN1) 1 3 10 9 15 1 VCC VCC 18 20 PD0 (RXD) PD1 (TXD) 30 31 PC0 (ADC0) PC1 (ADC1) PC2 (ADC2) PC3 (ADC3) PC4 (ADC4/SDA) PC5 (ADC5/SCL) ADC6 ADC7 19 22 VCC PD0 PD1 U4 C22 2.2 nF PC1 R13 220 VCC U5 C23 2.2 nF PC2 R14 ADC6 ADC7 220 J4 VCC VCC R15 10k R16 10k microcontroller U6 C24 2.2 nF 2 1 ATmega168 VBOOST 220 C32 0.1 uF 29 PC6 VCC PC6 (RESET) 33 GND 21 GND 5 GND 3 GND 2 Y1 20 MHz VCC 23 24 25 26 27 28 PB6 (XTAL1/TOSC1) PB7 (XTAL2/TOSC2) C18 0.1 uF C21 2.2 nF PC0 R12 6 4 AVCC AREF PD6 (OC0A/AIN0) PD5 (OC0B/T1) PB3 (MOSI/OC2A) PD3 (OC2B/INT1) 7 8 D6 5V zener VCC AVCC 14 PD6 PD5 PB3 PD3 D1b T1 D1a BLUE GND + BUZZER D5 BLUE VOUT pushbutton power circuit BZ1 L2 10 uH GND VIN VOUT 5.0 V linear regulator R33 1k GND B1 2xAAA BTN2 BTN1 + VIN VOUT 9.25 V boost switching regulator SW1 CHARGE VCC VBOOST PC3 R17 220 VCC C26 0.1 uF VCC VCC PB4 PB5 PC6 LCD1 Vss 1 VDD 2 Vo 3 R18 10k RS 4 R/W 6 PD4 DB0 8 R22 DB2 9 10k DB3 10 DB4 11 PB1 DB5 12 PB4 DB6 13 PB5 DB7 14 PD7 U8 reflectance sensor array and IR LED control 7 DB1 220 PB3 PB0 E 2 4 6 PC4 R19 PD2 5 J1 1 3 5 U7 C25 2.2 nF SW2 RESET AVRISP R25b 2.21k programming connection PD7 R25a 2.21k PD1 R26a 2.21k D4b T1 PC5 D3a RED R21 220 LEDON Q4 D3b T1 VCC VBOOST VCC U9 PB3 PD3 AIN1 AIN2 PWMA PD5 PD6 17 16 15 BIN1 BIN2 PWMB PC6 J6 B C R30 20k R31 20k 1 2 A 8x2 character LCD and user pushbuttons 21 22 23 19 VM1 VM2 VM3 ADC6 R27 1k R28 1k R29 1k R32 20k battery voltage sensing circuit 24 13 14 Vcc 20 AO1 AO1 1 2 AO2 AO2 5 6 BO1 BO1 11 12 BO2 BO2 VBAT LCD8X2 7 8 STBY 18 GND 3 4 9 10 PGND1 PGND1 PGND2 PGND2 C27 0.1 uF MO3 © 2008 Pololu Corporation http://www.pololu.com/ page 1 of 1 M2 MO4 MO2 MO1 M1 TB6612FNG motor driver and motors Pololu R20 220 R23 47k 1 2 R26b 2.21k D4a GREEN VCC J5 C28 0.1 uF rrc03a

2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction ...

Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations UNISDR berterima kasih kepada organisasi-organisasi yang logonya tercantum di bawah ini atas sumbangan finansial dan berarti mereka ntuk penyusunan Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 ini. Selain itu, sumber daya finansial juga telah secara berlimpah disumbangkan oleh, antara lain, Komisi Eropa, dan Pemerintah Jepang, Norwegia, dan Amerika Serikat. Daftar ucapan terima kasih yang lengkap ada di laporan utama. Judul asli: 2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction Revealing Risk, Redefining Development © United Nations 2011. Hak cipta dilindungi. Disclaimer: Pandangan-pandangan yang diungkapkan di dalam publikasi ini tidak dengan sendirinya mencerminkan pandangan-pandangan Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penggunaan penyebutan dan penyajian bahan tidak menunjukkan ungkapan pendapat apapun dari Sekretariat PBB tentang status hukum satu negara, teritori, kota atau wilayah, atau pihak-pihak berwenangnya, atau tentang delinenasi garis depan atau perbatasan. Gambar sampul depan: iStockphoto®, © arindambanerjee Penyuntingan, desain, tata letak, dan produksi: Green Ink, Devon, UK Konsep desain: Parsons New School for Design, New York, USA Dicetak oleh: Information Press, Oxford, UK Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 (2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction) disusun ketika bencana-bencana terus menyapu bersih hidup dan penghidupan jutaan penduduk di dunia. Dampak gempa bumi yang dahsyat di Haiti pada Januari 2010 dan banjir di Pakistan pada Juli 2010 menunjukkan betapa risiko bencana dan kemiskinan saling berkaitan erat. Sementara itu, pada 2011, banjir di Australia, gempa bumi di Christchurch, Selandia Baru, dan bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir di Jepang timur laut yang meluluhlantakkan yang terjadi ketika laporan ini dikirim ke percetakan merupakan pengingat yang sangat tidak menggembirakan betapa negara-negara maju juga sangat terpapar.

Tatacara_Menyusun_DLA
by Hermawan 0 Comments favorite 26 Viewed Download 0 Times

Kejadian bencana di Indonesia menjadi bagian yang tak terelakkan dampaknya di lndonesia, dan baru disadari semenjak terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang dahsyat di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, gempa bumi di wilayah Provinsi Dl Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2006, serta beberapa kejadian bencana lainnya pada tahun 2007. Sebagai negara kepulauan, hampir seluruh daerah pesisir lndonesia rawan bahaya geologi terrnasuk tsunami. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menyebabkan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana banjir, longsor, kekeringan. Miskinnya pemahaman terhadap sanitasi lingkungan juga mudah memicu terjadinya wabah penyakit Kejadian bencana tersebut menuntut upaya tanggap darurat secara cepat dan menyeluruh bagi korban dan wilayah yang terkena dampak bencana, serta upaya tindak lanjut berikutnya dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat dan daerah pasca bencana. Dalam rangka melanjutkan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana semenjak tahun 2007 melalui Surat Keputusan Meneg PPN/Kepala Bappenas No. Kep. OllA/M.PPN/01/2008, telah dibentuk Sekretariat Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana (P3B) dengan tugas-tugas mengumpulkan dan mengolah data dan informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana termasuk menyusun laporan pelaksanaan kepada Tim Pengarah, mendukung dan memfasilitasi koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga donor. Salah satu tugas pengolahan data dan informasi adalah yang telah dilaksanakan adalah penilaian kerusakan dan kerugian (Damages and Losses Assessment) sebagai rujukan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di berbagai lokasi pasca bencana di Indonesia Dalam melakukan penilaian kerusakan dan kerugian, Sekretariat P3B menggunakan metode ECLAC (Economic Commissionfor Latin America and the Caribbean)yang sudah banyak diaplikasikan untuk penilaian kerusakan dan kerugian pasca bencana di berbagai negara.

Universal Grinding Machine for the highest demands - Hardinge Inc.

Splash guard to be used with standard workhead mounted on linear roller bearings Sine bar attachment direct fine angular setting by using gauge blocks when grinding chucked workpieces with inside or outside tapers KEL-UNIVERSAL for grinding jobs in tool and die maker shops, for the grinding of small batches of components or of prototype pieces, for maintenance jobs, laboratories or special machine building facilities. Machine base with high static and dynamic rigidity. Optimal bracing Generously dimensioned and precision scraped V- and flat guideways guarantee a long lifetime of quality Three point set-up, no special foundation required Workhead with its preloaded highprecision roller bearings is designed for a working capacity of up to max. 130 kg between centres or of up to 160 Nm for components taken-up in chucks. Standard working accuracy Roundness for chucked work: Delta R<0.5 µm according to B.S. 3730. Increased working accuracy Delta R<0.2 µm according to B.S. 3730. Accessoires: Lever-operated clamping attachment power chuck KEL-UNIVERSAL Tailstock with preloaded sleeve Sleeve located in preloaded ball bearings Morse taper MT4 retraction of sleeve 30 mm.

SMART SOLUTION TIPS TRIK Mengerjakan Soal SBMPTN 2013

Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT TIPS dan TRIK Pengerjaan Soal SBMPTN Pilihan Ganda, Sebab-Akibat, dan Pernyataan By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) PETUNJUK A Mari kita amati petunjuk pada tipe soal ini: Pilih jawaban yang paling benar (A, B, C, D atau E) Sudah jelas bahwa kita hanya memilih satu jawaban saja di antara kelima jawaban. Khusus untuk mata pelajaran Matematika Dasar dan Matematika IPA, tipikal soal yang selalu muncul memiliki pilihan jawaban yang sangat penuh jebakan. Karena ketika adik-adik melewatkan satu konsep dasar yang penting maka akan jatuh terpeleset pada jawaban yang kurang tepat. Sangat disarankan untuk menguasai konsep dasarnya dulu sebelum menelan mentah-mentah metode cara cepatnya. Karena SBMPTN (dulu bernama SNMPTN) sangat berbeda dengan UN yang adik-adik jalani kemarin. Kalau soal-soal di UN kemarin memang memberikan peluang untuk bisa diselesaikan dengan cara cepat yang sangat melimpah. Hal ini dikarenakan indikator soal UN yang diujikan sudah jelas tertera pada kisikisi SKL UN yang selalu dibagikan tiap tahun. Rata-rata dalam setiap soal UN hanya memuat satu konsep dasar saja. Sementara itu, tipikal soal SBMPTN adalah dapat memuat lebih dari satu konsep yang saling terkait. Misalnya, dalam topik soal ”Barisan dan Deret” ternyata masih memuat konsep ”Logaritma”. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada pelajaran IPA seperti Fisika, Kimia maupun Biologi, namun juga berlaku untuk beberapa pelajaran IPS lainnya. Berdasarkan pengalaman pada SBMPTN tahun-tahun sebelumnya bahwa porsi jawaban atau perbandingan banyaknya jawaban soal SBMPTN hampir selalu sama. Artinya jika pada pelajaran KIMIA terdapat 15 soal, maka kurang lebih akan terdapat masing-masing 3 buah jawaban A, B, C, D, atau E. Begitu juga untuk pelajaran yang lain.

SBMPTN 2013 Biologi - Bisa Kimia

Doc. Name: SBMPTN2013BIO999 Doc. Version : 2013-10 | 01. Contoh keberadaan satwa pada suatu habitat yang dijaga dengan baik sebagai upaya pelestarian ex situ adalah… (A) Orang utan di hutan Kalimantan. (B) Cendrawasih di hutan Papua. (C) Rusa di Kebun Raya Bogor. (D) Pesut diSungai Mahakam. (E) Anoa di Pulau Sulawesi 02. Komunitas mikroba yang melekat pada suatu substrat/benda sehingga dapat merusak substrat/benda tersebut disebut… (A) Biodegradator. (B) Bioaktivator. (C) Biokatalis. (D) Biodeposit. (E) Biofilm. 03. Bagian sistem pencernaan yang berperan dalam memecah polipeptida menjadi oligopeptida adalah… (A) Duodenum. (B) Usus besar. (C) Lambung. (D) Jejunum. (E) Ileum. 04. Asam absisat melindungi tanaman yang mengalami kekurangan air melalui mekanisme… (A) Peningkatan pembentukan kutikula. (B) Penurunan tekanan turgor sel penjaga. (C) Peningkatan kecepatan pembelahan sel. (D) Penurunan kecepatan pembentangan sel. (E) Penghambatan pemanjangan sel epidermis. halaman 1 05. Pernyataan yang salah mengenai fotofosforilisasi siklik dan non siklik adalah… (A) Pada fotofosforilisasi non siklik sumber elektron yang memasuki Fotosistem II adalah molekul air, pada fotofosforilisasi siklik, sumber dari elektron adalah Fotosistem I. (B) Pada fotofosforilisasi non siklik penerima elktron terakhir adalah NADP, pada fotofosforilisasi siklik, penerima elektron terakhir adalah Fotosistem I. (C) Hasil dari fotofosforilisasi non siklik adalah ATP, NADPH, dan O2, sedangkan hasil dari fotofosforilisasi siklikhanya ATP. (D) Fotofosforilisasi non siklik melibatkan Fotosistem I dan II, fotofosforilisasi siklik hanya melibatkan Fotosistem II. 06. Perhatikan diagram saluran kreb berikut! Tahap dimana berlangsung hidrasi adalah (A) 1 dan 4 (B) 1 dan 5 (C) 2 dan 6 (D) 3 dan 7 (E) 3 dan 8 Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 3117 ke menu search. Copyright © 2013 Zenius Education SBMPTN 2013 Biologi, Kode Soal doc. name: SBMPTN2013BIO999 halaman 2 doc. version : 2013-10 | 07. Perhatikan gambar tahapan mitosis berikut! 10. Grafik berikut menunjukan kinerja insulin sintetis. Tahap telofase, metaphase, anaphase dan profasen ditunjukan oleh urutan angka…

« previous  123456789