SEARCH

Found 1321 related files. Current in page 15

contoh resume dalam bentuk word

1967 kb/s - Contoh Resume Dalam Bentuk Word Full Download


2157 kb/s - [Verified] Contoh Resume Dalam Bentuk Word


2864 kb/s - Contoh Resume Dalam Bentuk Word Direct Download

CRISIS MANAGEMENT - ADL Home Page
by camila123 0 Comments favorite 20 Viewed Download 0 Times

The Art of Crisis Management While we do not propose a formal definition of the word crisis in this manual, we treat any event that can, within a short period of time, harm your institution’s constituents, its facilities, its finances or its reputation as a crisis. Crisis management is the art of making decisions to head off or mitigate the effects of such an event, often while the event itself is unfolding. This often means making decisions about your institution’s future while you are under stress and while you lack key pieces of information. Consistent with the overall philosophy of this manual, the key to being able to manage a crisis is doing as much planning as practical before a crisis starts in order to best position you and your institution to respond to and mitigate such a situation. The Crisis Management Continuum: Introduction What is usually called “crisis management” should be best understood as part of a broad continuum of activities as follows: • Planning. Planning relates to getting your institution in the best position to react to, and recover from, an emergency. • Incident Response. Incident responses are the processes that you have put into place to ensure that your institution reacts properly and orderly to an incident as it occurs. Examples of incident response include: a. Evacuation after a called-in bomb threat b. Denial of entry to suspicious persons c. Calling for medical help when a child is injured in your school • Crisis Management. Crisis Management is the management and coordination of your institution’s responses to an incident that threatens to harm, or has harmed, your institution’s people, structures, ability to operate, valuables and/or reputation. It takes into account your planning and automatic incident response, but must also dynamically deal with situations as they unfold, often in unpredictable ways.  ...

Accuplacer Sample Questions - College Board

© 2012 The College Board. College Board, ACCUPLACER, WritePlacer and the acorn logo are registered trademarks of the College Board. All other products and services may be trademarks of their respective owners. Visit the College Board on the Web: www.collegeboard.org. Sentence Skills 3. To walk, biking, and driving are Pat’s favorite ways of getting around. A. To walk, biking, and driving B. Walking, biking, and driving C. To walk, biking, and to drive D. To walk, to bike, and also driving In an ACCUPLACER® placement test, there are 20 Sentence Skills questions of two types. • The first type is sentence correction questions that require an understanding of sentence structure. These questions ask you to choose the most appropriate word or phrase for the underlined portion of the sentence. 4. When you cross the street in the middle of the block, this is an example of jaywalking. A. When you cross the street in the middle of the block, this B. You cross the street in the middle of the block, this C. Crossing the street in the middle of the block D. The fact that you cross the street in the middle of the block • The second type is construction shift questions. These questions ask that a sentence be rewritten according to the criteria shown while maintaining essentially the same meaning as the original sentence. 5. Walking by the corner the other day, a child, I noticed, was watching for the light to change. A. a child, I noticed, was watching B. I noticed a child watching C. a child was watching, I noticed, D. there was, I noticed, a child watching ...

View Quick Start Guide - AT&T
by mars21 0 Comments favorite 26 Viewed Download 0 Times

Cisco and the Cisco logo are trademarks or registered trademarks of Cisco and/or its affiliates in the U.S. and other countries. A listing of Cisco’s trademarks can be found at www.cisco.com/go/trademarks. Third-party trademarks mentioned are the property of their respective owners. The use of the word partner does not imply a partnership relationship between Cisco and any other company. AT&T, the AT&T logo, and AT&T 3G MicroCell are trademarks of AT&T Knowledge Ventures. Product and service availability is subject to change without notice. Portions © AT&T Intellectual Property. Portions © Cisco and/or its affiliates. All rights reserved. Refer to the Troubleshooting section in the User Guide, visit att.com/3GMicroCell-Help, or call AT&T Support at 1-800-331-0500. Need More Help? 4. Is your Internet connection and home network up and running and connected? 3. Does your MicroCell have a solid GPS light? 2. Have you activated your MicroCell online and received the Online Activation Complete email? 1. Have you waited at least 90 minutes? Having Trouble? Cisco and the Cisco logo are trademarks or registered trademarks of Cisco and/or its affiliates in the U.S. and other countries. A listing of Cisco’s trademarks can be found at www.cisco.com/go/trademarks. Third-party trademarks mentioned are the property of their respective owners. The use of the word partner does not imply a partnership relationship between Cisco and any other company. AT&T, the AT&T logo, and AT&T 3G MicroCell are trademarks of AT&T Knowledge Ventures. Product and service availability is subject to change without notice. Portions © AT&T Intellectual Property. Portions © Cisco and/or its affiliates. All rights reserved. Refer to the Troubleshooting section in the User Guide, visit att.com/3GMicroCell-Help, or call AT&T Support at 1-800-331-0500. Need More Help? 4. Is your Internet connection and home network up and running and connected? 3. Does your MicroCell have a solid GPS light? 2. Have you activated your MicroCell online and received the Online Activation Complete email? 1. Have you waited at least 90 minutes? Having Trouble?

Section One - Buku Sekolah Elektronik
by cicak 0 Comments favorite 61 Viewed Download 0 Times

Salah satu upaya untuk melengkapi sumber belajar yang relevan dan bermakna guna meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Pembinaan SMP mengembangkan buku pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Buku pelajaran ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi, No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dan berdasarkan kriteria buku pelajaran yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Buku pelajaran ini merupakan penyempurnaan dari bahan ajar kontekstual yang telah dikembangkan Direktorat Pembinaan SMP dalam kaitannya dengan kegiatan proyek peningkatan mutu SMP. Bahan ajar tersebut telah diujicobakan ke sejumlah SMP di provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo sejak tahun 2001. Penyempurnaan bahan ajar menjadi buku pelajaran yang bernuansa pendekatan kontekstual dilakukan oleh para pakar dari beberapa perguruan tinggi, guru, dan instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Validasi oleh para pakar dan praktisi serta uji coba empiris ke siswa SMP telah dilakukan guna meningkatkan kesesuaian dan keterbacaan buku pelajaran ini. Buku pelajaran Bahasa Inggris ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk digunakan sebagai buku pelajaran di SMP. Sekolah diharapkan dapat menggunakan buku pelajaran ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan kebermaknaan pembelajaran. Pada akhirnya, para siswa diharapkan dapat menguasai semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar secara lebih mendalam, luas serta bermakna, kemudian dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Saran perbaikan untuk penyempurnaan buku pelajaran ini sangat diharapkan. Terimakasih setulus-tulusnya disampaikan kepada para penulis yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku pelajaran ini, baik pada saat awal pengembangan bahan ajar, ujicoba terbatas, maupun penyempurnaan sehingga dapat tersusunnya buku pelajaran ini. Terimakasih dan penghargaan juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya penerbitan buku pelajaran ini. Jakarta, Juli 2008 Direktur Pembinaan SMP

penulisan naskah buku pelajaran - File UPI - Universitas Pendidikan ...

Buku pelajaran adalah buku yang digunakan dalam proses pembelajaran, memuat bahan ajar yang tersusun secara sistematis dari suatu mata pelajaran atau bahan kajian yang minimal harus dikuasai peserta didik pada tingkat dan jenis pendidikan tertentu Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Persyaratan berkaitan dengan: – Keamanan nasional – Isi buku pelajaran – Cara penyajian – Bahasa yang digunakan – Ilustrasi Isi, cara penyajian, bahasa, dan ilustrasi dalam buku pelajaran selaras dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Menghormati kerukunan hidup umat beragama (inter dan antar) Persyaratan yang Berkaitan dengan Isi Buku Pelajaran Memuat sekurang-kurangnya bahan pelajaran minimal yang harus dikuasai siswa Sesuai dengan kurikulum yang berlaku Relevan dengan tujuan mata pelajaran Memiliki nilai kebenaran ditinjau dari struktur keilmuan Sesuai dengan perkembangan IPTEKS Kedalaman dan keluasan isi buku sesuai dengan jenjang pendidikan

PMK 122-2013 ttg Buku2 Pel.Umum, Kitab Suci & Buku2 Pel.Agama ...

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 3 dan Pasal 2 angka 4 Peraturan Pemerintah Nomor 146 Tahun 2000 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2003, diatur bahwa atas impor dan/atau penyerahanbuku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama dibebaskan dari pengcmaan PajakPertambahan Nilai; Mengingat bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 146 Tahun 2000 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan atau Penyerahan. Jasa Kena Pajak Tertentu yang Dibebaskan dari ,pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2003, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang BukucBuku Pelajaran Umum,' Kitab Suci, dan Buku-Buku Pelajaran Agama yang atas Impar danl atau Penye'rahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai; 1.. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomar 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor, 3262) sel:iagaimana telah beberapa kali diubah •terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembarari. Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor' 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomar 4999); ...

Hal.113-126 Memilih Buku Pelajaran.pdf

S ejak pembangunan jangka panjang pertama (1970–1995) dan sampai sekarang ini, Pemerintah menyediakan buku pelajaran untuk semua sekolah. Berbagai kebijakan dan sistem penyediaan buku pelajaran telah ditempuh serta banyak dana sudah dihabiskan baik bersumber dari dalam negeri maupun dari berbagai bentuk pinjaman dari luar negeri. Akan tetapi buku pelajaran sampai sekarang ini tidak sepi dari masalah dan kritikan apalagi menjelang dan mengawali tahun pelajaran baru. Dalam kenyataannya masyarakat masih dibebani penyediaan buku pelajaran baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta. Sekolah juga sering memilih dan membeli buku pelajaran dari penerbit yang menawarkan buku pelajaran ke sekolah. Tulisan ini membahas kebijakan penyediaan buku pelajaran itu dan menawarkan kepada sekolah cara mencermati dan memilih buku pelajaran sehingga sedapat mungkin memenuhi tuntutan kurikulum serta dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Sekolah dianggap perlu mengetahui cara memilih buku pelajaran yang bermutu karena selaras dengan perkembangan penerbitan buku di Indonesia dewasa ini alternatif pilihan buku pelajaran semakin banyak. Kata kunci : buku pelajaran, bahan ajar, metode pembelajaran, bahasa, ilustrasi, grafika Abstract In the first long term development (1970 – 1995), the Indonesian Government tried to provide all schools with free textbooks. A number of regulations in textbook provision have been implemented and the Government has spent a big amount of budget from local and foreign sources. However, the facts show that there are still many problems and critiques in the textbook provision. The issues become more serious particularly at the beginning of new academic *) Dosen Universitas Negeri Jakarta Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/ Juli 2005 ...

menggunakan buku pelajaran dengan efektif.pdf - Staff UNY

Buku pelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang memberikan andil cukup besar dalam upaya memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran (B.P. Sitepu, 2005: 114). Kebutuhan akan buku pelajaran semakin terasa ketika jumlah dan mutu guru yang tersedia belum memadai. Di tempat-tempat tertentu, masih banyak guru yang mengandalkan buku pelajaran sebagai satu-satunya sumber belajar dan pembelajaran. Guru mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan mengacu sepenuhnya pada isi buku pelajaran. Siswa juga menggunakan buku pelajaran di sekolah dan di rumah sebagai sumber belajar utama. Kebijakan tiap sekolah dalam memberikan buku pelajaran secara gratis untuk setiap siswa didasarkan pada prinsip perlakuan yang sama dan kesetaraan kesempatan. Karena alasan inilah, buku pelajaran secara luas digunakan dan bisa dipastikan akan terus digunakan sampai tahun-tahun mendatang. Hal ini terlihat dari keberterimaan yang relatif luas terhadap buku pelajaran sebagai sumber belajar yang berharga, khususnya bagi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mulai belajar bagaimana menggunakan buku-buku ini dengan efektif. Tulisan ini mencoba menawarkan cara menggunakan buku pelajaran IPS dengan efektif kepada para guru di sekolah dasar sehingga sedapat mungkin mampu memenuhi tuntutan kurikulum serta dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Kompleksitas Materi dalam Buku Pelajaran IPS Buku pelajaran IPS SD merupakan buku pegangan guru dalam menyajikan materi kurikulum. Apabila dicermati, meskipun penulisan buku tersebut sudah disesuaikan dengan tingkat kemampuan pembacanya, masih ada saja permasalahan yang berkaitan dengan kesulitan membaca yang dihadapi siswa. Hal ini bisa terjadi karena buku-buku ini dirancang untuk menangani konten substantif. Artinya, istilah dan konsep yang berkaitan dengan subjek harus digunakan ketika menjelaskan ide-ide yang disajikan. Sebagai contoh, dalam buku dituliskan  ...

KAJIAN TEORI - Deskripsi Teoretik Buku Pelajaran

Buku merupakan salah satu media pembelajaran yang berupa tulisan yang dituangkan ke dalam kertas atau buku dapat digolongkan ke media pembelajaran berupa media cetak. Dalam salah satu hierarki media yang paling kompleks yaitu menurut Gagne (dalam Arief Sadiman, 2011: 23), Gagne mennggolongkan media yang dikaitkan dengan kemampuan memenuhi fungsi menurut hierarki belajar yang dikembangkan yaitu pelontar stimulus belajar, penarik minat belajar, memberi kondisi eksternal, contoh perilaku belajar, memberi kondisi eksternal, menuntun cara berpikir, memasukkan alihilmu, menilai prestasi, dan pemberi umpan balik. Dari beberapa fungsi tersebut, Media cetak memiliki keterbatasan pada aspek stimulus dan alih kemampuan. Sedangkan pada fungsi pengarah perhatian/kegiatan, contoh kemampuan terbatas yang diharapkan, isyarat eksternal, tuntutan cara berpikir penilaian hasil dan umpan balik sudah terdapat didalamnya. Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses mentransfer ilmu maupun nilai agar peserta didik bertambah nilai dirinya. Menurut Arief Sadiman (2011: 11-12), proses belajar mengajar adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran media tertentu ke penerima pesan. Dalam hal ini saluran media merupakan media pembelajaran. Menurut Umar Suwito (dalam Suharsimi Arikunto, 1987: 15) media pembelajaran adalah salah satu sarana yang digunakan untuk menampilkan pelajaran. Sedangkan pengretian lebih luasnya, media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi dari media pembelajaran adalah (1) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat versibilatas, (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, (3) penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik, dan (4) dengan sifat yang unik pada setiap anaka ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri (Arief Sadiman, 2011: 17). Pengelompokan berbagai jenis media telah dikemukakan oleh berbagai ahli. Menurut Leshin, Pollock & Reigulth (dalam Azhar Arsyad, 2011: 36) mengklasifikasikan media menjadi 5 macam, yaitu: 1. Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, field-trip, kegiatan kelompok), 2. Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (worksheet), alat kerja bantu, lembar lepas), 3. Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan grafik, peta, gambar transparansi, slide), 4. Media berbasis audio visual (video, film, ...

checkSTRESS-to-CAESAR II Conversion - SST Systems, Inc.

This section describes in detail, the methodology followed for transferring the Piping System from checkSTRESS to CAESAR II. Note: Analysis module of CAEPIPE is built into checkSTRESS. Hence, the word Element and Data Types described in this manual refers to CAEPIPE Element and Data Types. Element Types Pipe Pipe is transferred as PIPE to CAESAR II. Interface uses the same node numbers used in CAEPIPE while transferring to CAESAR II. The section and material properties and load corresponding to the pipe element read from the CAEPIPE are assigned directly to the section property, material property and load fields (Auxiliary fields) of CAESAR II. Bend In CAEPIPE, the term Bend refers to all elbows and bends (custom-bent pipes). Some of the items associated with the bend are shown in figure below. Node 20 is the Bend node, which is at the Tangent Intersection Point (TIP). As you can see from the figure, TIP is not physically located on the bend. Its only purpose is to define the bend. CAEPIPE automatically generates the end nodes of the curved portion of the bend (nodes 20A and 20B, called the near and far ends of the bend). The data items such as flanges, hangers, forces, etc. can be specified at the bend end nodes (20A and 20B in the figure). In CAESAR II, the actual bend curvature is always referred from the To end (Far end) of the element. Hence, to simulate CAEPIPE bends with CAESAR II bends, the Interface performs the following. Transfers Bend as Bend to CAESAR II. Node number used for defining the Bend in CAEPIPE (TIP) will be transferred as To end (Far end) in CAESAR II. Creates a Near end node in CAESAR II by adding the node number with 10000. Locates the Near end node at (Bend_Max_angle – 5 degree) from the Far end. If this location is already used for defining the intermediate bend node, then interface tries to locate the Near endnode at (Bend_Max_angle – (5 + 5)) and so on. Failure of locating such node point by the interface will be ...

 111213141516171819