SEARCH

Found 277 related files. Current in page 1

contoh pamphlet penerimaan anggota baru

SMART SOLUTION Tes Potensi Akademik SBMPTN 2013

Rangkuman Materi SBMPTN 2013 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal Tes Potensi Akademik (TPA) Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Ringkasan Materi SBMPTN Tes Potensi Akademik (TPA) Penalaran Verbal (Sinonim, Antonim, dan Analogi) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) A. PENALARAN VERBAL 1. SINONIM (Padanan Kata) Soal-soal sinonim, kemampuan yang dituntut adalah adik-adik mampu mencari arti dari sebuah kata pada pilihan jawaban yang tersedia. Tips agar adik-adik mudah menyelesaikan soal tentang sinonim adalah sering membaca. Nah, saat menemukan kata-kata asing, jangan ditinggalkan begitu saja, catat dan coba mencari padanan katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia. TRIK SUPERKILAT: Seringkali ada pilihan jawaban yang hampir mirip dengan soal. Biasanya jawaban ini adalah diberikan sebagai jawaban jebakan. Contoh soal sinonim: PARTIKELIR = .... A. Tukang parkir B. Partisan C. Partisi D. Swasta E. Enterprener Pembahasan: Jawaban B dan C mirip dengan kata yang digunakan pada soal. Biasanya ini mudah kita eliminasi sebagai jebakan jawaban..... Sehingga mempemudah kita dalam menjawab soal sinonim ini. Jawaban yang tepat adalah ”swasta”. 2. ANTONIM (Lawan Kata) Soal tentang antonim ini kebalikan dari sinonim. Dalam soal antonim adik-adik dituntut untuk mencari lawan kata dari soal yang diberikan. Contoh soal antonim: TERKATUNG A.Melayang B.Pasti C.Ombak D.Terperosok E.Terbenam

PANITIA SNMPTN 2013 JAKARTA, 10 DESEMBER 2013 SELEKSI ...

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2013 PANITIA SNMPTN 2013 JAKARTA, 10 DESEMBER 2013 Peraturan Pemerintah no. 66/2010 Penerimaan mahasiswa baru di PTN dilaksanakan setelah UN SLTA Permendiknas no. 34/2010 - PTN harus menerima paling sedikit 60% mahasiswa baru melalui Jalur Seleksi Nasional. - PTN dapat menerima paling banyak 40% mahasiswa baru melalui Jalur Seleksi Mandiri. UU-PT No. 12 /2012 Pasal 73 - Penerimaan mahasiswa baru PTN untuk setiap Program Studi dapat dilakukan melalui pola penerimaan mahasiswa secara nasional atau bentuk lain. - Pemerintah menanggung biaya calon mahasiswa yang akan mengikuti pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional. SNMPTN 2013 NILAI-NILAI PELAKSANAAN SNMPTN 2013 1. Membangun kebersamaan dan kepercayaan dengan sekolah dan antar PTN di seluruh Indonesia. 2. Merupakan bagian dari edukasi nasional untuk meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi informasi dan kejujuran bagi generasi muda terdidik. 3. Mempertegas keberpihakan PTN kepada calon mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi tetapi memiliki kemampuan akademik tinggi. 4. Merupakan wahana perekat bangsa dalam wadah tunggal Negara Kesatuan Republik Indonesia. KETERKAITAN DENGAN UJIAN NASIONAL SNMPTN (Evaluasi rapor dan prestasi lainnya) Hasil Ujian Nasional Lulus SNMPTN 2013 POLA PENERIMAAN MAHASISWA BARU PTN SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) MAHASISWA BARU PTN SELEKSI MANDIRI PTN SNMPTN = SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI SBMPTN = SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, dan Peraturan Menteri Pen­di­ dikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Per­ gu­ruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah, sistem penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan tinggi dilakukan melalui seleksi secara nasional dan bentuk lain. Berdasarkan hasil pertemuan antara Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ditetapkan bahwa Seleksi Na­sional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan seleksi ben­tuk lain menjadi tanggung jawab MRPTNI dan/atau Rektor Perguruan Tinggi Negeri masing-masing. Salah satu seleksi bentuk lain dari penerimaan mahasiswa baru tersebut adalah Seleksi Bersama Masuk Per­gu­ruan Tinggi Negeri (SBMPTN). SBMPTN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak me­la­lui ujian tertulis. Sejalan dengan program pemerintah melalui program Bidikmisi, peserta dari keluarga...

080408 F&J author - Flotsam and Jetsam Garden Club

Art of the Garden Kitchen Botanica's Organic Gardening Fresh and Silk Flowers, How to Arange Garden Design, Taylor's Guide How to Arrange Fresh and Silk Flowers (pamphlet) How to Grow & Nurture Seedlings (video) Meaning of Herbs Norwest Gardeners Resource Directory Peter Chan's Magical Landscape PNW Insect Management Handbook PNW Plant Disease Management Handbook Secrets of Master Gardeners (pamphlet) Sunset Western Garden Book Taylor's Guide to Garden Design Ultimate Plant Book Vegetables Allen, Oliver E. Gardening with the New Small Plants Amber, Wayne & others Treasury of Gardening American Horticultural Society Container Gardening American Horticultural Society Encyclopedia of Garden Plants American Horticultural Society House Plants: Illustrated Encyclopedia of Gardening Antonelli , Arthur Insects and Mite Management in the Landscape Baker, Jerry Fast, Easy Vegetable Garden Baker, Jerry Jerry Baker's Flowering Garden Bales, Suzanne Frutig Gifts From Your Garden Ball, Jeff & Liz Yardening (video) Bartholomew, Mel Square Foot Gardening Beckett, Kenneth A. Growing Under Glass: Step by Step Encyclopedia of Practical Gardening Better Homes and Gardens Gardening Naturally, A Guide to Growing Chemical-free Flowers, Vegetables and Herbs Better Homes and Gardens New Garden Book Better Homes and Gardens Perennials Better Homes and Gardens Vegetables, The Gardener's Collection Bird, Richard Shrubs and Climbers, A Complete Guide to Successful Planting and Growing, Bradley, Fern Marshall, ed. All-New Encyclopedia of Organic Gardening (Rodale’s) Bradley, Fern Marshall, ed. Experts Book of Garden Hints: Over 1500 Organic Tips Bradley, Steven Getting Ready for Winter Brickell, Christopher & David Joyce...

Kunci Jawaban dan Pembahasan MAT VII A

Kunci Jawaban dan Pembahasan PR Matematika Kelas VII 1 Bab I A. Bilangan Bulat 10. Jawaban: c Pembalap tercepat adalah pembalap yang mempunyai catatan waktu paling sedikit. Juara I pembalap B (50 menit 27 detik) Juara II pembalap E (50 menit 28 detik) Juara III pembalap F (50 menit 30 detik) Pilihan Ganda 1. Jawaban: d –6 –5 –4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 5 6 Dari garis bilangan tersebut diperoleh: –6 < –1 (ii) 5 > –5 (iv) Jadi, pernyataan yang benar adalah (ii) dan (iv). B. Uraian 1. Posisi hewan-hewan tersebut dapat digambar pada garis bilangan berikut. –18 ↑ Paus 2. Jawaban: a Angka yang semakin kecil menunjukkan bahwa suhu semakin dingin. Jadi, suhu yang lebih dingin dari –2°C adalah –5°C (i). a. 3. Jawaban: b Suhu di bawah nol menunjukkan suhu negatif, sedangkan suhu di atas nol menunjukkan suhu positif. Jadi, penulisan suhu kedua kota tersebut –6°C dan 20°C. 2. a. b. b. 6. Jawaban: d Posisi benda yang berada 25 cm di bawah titik 0 ditulis –25. 7. Jawaban: a Dengan menggambar dan melengkapi garis bilangan, diperoleh: –5 –4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 5 8. Jawaban: b Mentransfer uang berarti mengirimkan uang ke rekening seseorang. Pak Banu mentransfer uang Rp810.000,00 sehingga tabungannya berkurang Rp810.000,00. 9. Jawaban: c –6 < x ≤ –1, x bilangan bulat adalah –5, –4, –3, –2, –1. 2 Kunci Jawaban dan Pembahasan PR Matematika Kelas VII Letak bilangan 5, 3, 7, 8, 4, 6 pada garis bilangan: 4 5 –3 0 7 8 3 6 Urutannya: –6, –3, 0, 3, 6 Letak bilangan –5, 5, –10, 0, –15 pada garis bilangan: –15 –10 –5 d. 6 Urutannya: 3, 4, 5, 6, 7, 8 Letak bilangan –3, 6, 3, –6, 0 pada garis bilangan: –6 c. 12 ↑ Elang Hewan yang berada di lokasi paling dalam adalah paus. Hewan yang berada di lokasi paling tinggi adalah elang. 3 4. Jawaban: d Notasi –8 ≤ x < 1 menyatakan bahwa nilai x yang memenuhi –8, –7, –6, –5, –4, –3, –2, –1, 0. 5. Jawaban: d Diketahui –3 < x < 5, x bilangan bulat. Jadi, anggotanya meliputi –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4. –6 0 ↑ ↑ Hiu Lumba-lumba 0 5 Urutannya: –15, –10, –5, 0, 5 Letak bilangan –36, –18, –24, –30, –12 pada garis bilangan: –36 –30 –24 –18 –12 Urutannya: –36, –30, –24, –18, –12 3. x anggota dari –5, –4, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4, 5 a. 0 < x ≤ 3, nilai x adalah 1, 2, 3 b. –4 ≤ x ≤ 3, nilai x adalah –4, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3 c. x ≤ –3 atau x > 3, nilai x adalah –5, –4, –3, 4, 5 d. x < –2 dan x > –4, nilai x adalah –3 atau x = –3

PEMANFAATAN KOLEKSI BUKU TEKS PELAJARAN PADA ... - digilib

Ika Sukmawati (04141832). Pemanfaatan Koleksi Buku Teks Pelajaran Pada Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta III Sebagai Sumber Belajar Siswa Kelas XI Tahun Ajaran 2008/2009. Penelitian tentang Pemanfaatan Koleksi Buku Teks Pelajaran Pada Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta III Sebagai Sumber Belajar Siswa Kelas XI Tahun Ajaran 2008/2009 bertujuan untuk mengetahui Bagaimana tingkat pemanfaatan buku teks pada perpustakaan MAN Yogyakarta III, alasan siswa menggunakan koleksi Buku Teks dan Buku Teks mata pelajaran apa yang sering digunakan siswa berdasarkan jurusanya, penelitian ini menitik beratkan pada kebutuhan, motif, minat siswa menggunakan buku teks pelajaran, selain itu kelengkapan koleksi, keterampilan pustakawan serta ketersediaan fasilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga tidak memerlukan sampel dalam pengujian validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dokumentasi, wawancara, angket dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif kuantitatif yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan mayoritas siswa memanfaatkan buku teks pelajaran dengan baik sebanyak 54,4%. Sedangkan alasan siswa menggunakan buku teks pelajaran dapat dilihat dari faktor internal dan faktor eksternal, dalam fakor internal terdiri dari kebutuhan, minat, dan motif. Sedangkan faktor eksternalnya kelengkapan koleksi, keterampilan pustakawan dan ketersediaan fasilitas. Dilihat dari faktor kebutuhan mayoritas siswa menyatakan kebutuhannya sedang (48,7%), dilihat dari motifnya mayoritas siswa menyatakan motifnya sedang (38,0%), sedangkan dari minat mayoritas siswa menyatakan minatnya tinggi (42,4%). Faktor eksternal dilihat dari kelengkapan koleksinya mayoritas siswa menyatakan koleksinya lengkap (51,3%), dari keterampilan pustakawan mayoritas siswa menyatakan terampil (49,4%), sedangkan ketersediaan fasilitas penelusuran mayoritas siswa menyatakan tersedia (40,5%). Koleksi yang sering dibaca siswa IPA adalah mata pelajaran Biologi (52,0%) sedangkan yang sering dibaca juga mata pelajaran Biologi (48,0%). Pada siswa IPS buku yang sering dibaca adalah Akuntansi (35,2%), sedangkan yang sering dipinjam juga Akuntansi (43,5%). Kesimpulan akhir penelitian ini adalah bahwa pada umumnya pemanfaatan koleksi buku teks pelajaran pada perpustakaan MAN Yogyakarta III telah dimanfaatkan dengan baik sebagai sumber belajar siswa, baik itu untuk mengerjakan tugas dari guru maupun untuk mengerjakan tugas rumah. Namun agar siswa lebih memanfaatkan buku teks maka koleksi perpustakaan perlu ditambah lagi dengan koleksi-koleksi yang baru agar siswa tidak ketinggalan informasi. (Kata kunci: Koleksi Buku Pelajaran, Perpustakaan )

Panduan penulisan Penerbitan Buku Teks - PDPT

Panduan Penulisan Buku Panduan ini merupakan petunjuk penulisan buku pelajaran (ilmiah populer) yang digunakan untuk menentukan kelayakan naskah bagi penerbit. Panduan ini membahas pengertian buku pelajaran & diktat, tujuan penulisan buku pelajaran, isi buku pelajaran, sampul buku, bagian pembuka, bagian utama dan bagian penutup serta ketentuan jumlah halaman. Buku Pelajaran (Text book) & Diktat Buku pelajaran adalah bahan/materi pelajaran yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk buku dan digunakan sebagai bahan pelajaran (sumber informasi) sebuah mata kuliah bagi mahasiswa dan pengajar susuai dengan kebutuhan lapangan/industry dan tuntutan perkembangan teknologi dan atau kurikulum. Diktat adalah catatan tertulis suatu bidang studi yang disiapkan oleh guru/dosen untuk mempermudah pengayaan materi pelajaran atau bidang studi yang dibahas dalam proses pembelajaran (Ilvandri, 2011). Diktat yang baik merupakan draft buku ajar yang belum diterbitkan. Tujuan penulisan buku pelajaran a. Menyediakan buku susuai dengan kebutuhan mahasiswa, institusi dan lapangan/ industry serta serta tuntutan perkembangan teknologi atau kurikulum. b. Mendorong penulis/dosen untuk berkreasi dan kreatif membagikan ilmunya kepada masyarakat. c. Mendorong penulis untuk meng-update ilmunya sesuai dengan kriteria tuntutan buku layak terbit mencakup subdstansi, bahasa dan potensi pasar. d. Mendukung penulis untuk menerbitkan buku bila belum terbit. Isi Buku Pelajaran Isi buku pelajaran berupa teori, konsep, formula atau aturan terkini dilengkapi dengan contoh-contoh masalah atau studi kasus serta solusinya. Isi buku harus orsinil dengan merujuk dari berbagai sumber. Informasi tepat, dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan kepada pembaca dan semua pihak terkait. Isi tersusun dengan baik atau dengan alur informasi yang mudah dipahami. Buku pelajaran dan diktat yang baik memenuhi tiga aspek pendidikan yaitu ilmu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan sikap atau perilaku (attitude). Aspek tersebut seperti yang dinyatakan oleh UNESCO (1994) yaitu...

Dear Educator: Get the FACTS About the Flu - fluFACTS

Fever Aches Chills Tiredness Sudden Symptoms Flu season runs from November to March, so now is the time to get smart about the FACTS of the flu. Happy to Be Healthy, featuring the lively and lovable penguins from the new movie Happy Feet, can help you teach your children how to stay healthy and inform parents of new ways to help treat and prevent the flu. Did You Know? Antiviral medications can help stop the flu virus from spreading. It’s important to ACT FAST and contact your doctor within 12–48 hours of noticing flu-like symptoms. Using These Materials Is Easy Remove the Teacher Pages from the outside of this pamphlet and use the activities with your class. Tear out and send the Parent Page home with each child to reinforce learning. The FACTS acronym at the top of the page can help you teach your class how to recognize flu symptoms. Copyright © 2006 Roche Laboratories Inc. All rights reserved. Children under 5 may also have diarrhea, vomiting, nasal inflammation, and sore throat. Young children don’t always know how to describe how they are feeling. The “How Do You Feel?” Wheel reproducible activity can help them communicate their feelings, whether happy and healthy or not, to you and their parents. Source for all flu information above: National Foundation for Infectious Diseases, “Influenza Fact Sheet,” www.nfid.org/influenza/consumers_factsheet.html

Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2011

Soal-Soal dan Pembahasan SNMPTN Matematika IPA Tahun Pelajaran 2010/2011 Tanggal Ujian: 01 Juni 2011 1. Diketahui vektor u = (a, -2, -1) dan v = (a, a, -1). Jika vektor u tegak lurus pada v , maka nilai a adalah ... A. -1 B. 0 C. 1 D. 2 E. 3 Jawab: Vektor: vektor u tegak lurus pada v maka u . v = 0 u = −2 , v = −1 −2 . −1 −1 (a – 1) (a-1) = 0 maka a = 1 −1 = a2 – 2a + 1 = 0 (a - 1)2 = 0 Jawabannya adalah C 2. Pernyataan berikut yang benar adalah ... A. Jika sin x = sin y maka x = y B. Untuk setiap vektor u , v dan w berlaku u . ( v . w ) = ( u . v ). w C. Jika b  f ( x) dx = 0, maka a D. Ada fungsi f sehingga E. 1 – cos 2x = 2 cos2 x f ( x )= 0 Lim f(x) ≠ f(c) untuk suatu c xc www.belajar-matematika.com - 1 Jawab: Trigonometri, vektor, integral, limit A. Ambil nilai dimana sin x = sin y  sin α = sin (1800 – α ) ambil nilai α = 600  sin 600 = sin 1200 ; tetapi 600 ≠ 1200 Pernyataan SALAH B. Operasi u . ( v . w ) tak terdefinisi karena v . w = skalar, sedangkan u = vektor vektor . skalar = tak terdefinisi Pernyataan SALAH C. Ambil contoh cari cepat hasil dimana b  f ( x) dx = 0 ; a 1 Didapat b = 1 dan a = -1 maka f(x)= x   x dx = 0  1 terbukti : f(x) = x bukan f(x) = 0 x2 | Pernyataan SALAH D. Ambil contoh f(x) = Lim xc f(x) = Lim x 1 ( ( = ( ( ) ( )( ) = ) ( ) Lim f(x) ≠ f(c)  2 ≠ 1 xc ) ( )( ) = ) ( ) =2 Pernyataan BENAR E. 1 – cos 2x = 1 – ( 2cos2 x – 1) = 1 + 1 - 2cos2 x = 2 - 2cos2 x = 2 ( 1 – cos2 x) Pernyataan SALAH Jawabannya adalah D www.belajar-matematika.com - 2 = (1 – 1) = 0 3. Luas daerah di bawah y = -x2 +8x dan di atas y = 6x - 24 dan terletak di kuadran I adalah.... a. ∫ (− b. ∫ (− c. ∫ (− +8 ) +8 ) +8 ) d. ∫ (6 − 24) e. ∫ (6 − 24) Jawab: Integral: +∫ ( + ∫ (− + ∫ (− + ∫ (− + ∫ (− − 2 − 24) + 2 + 24) + 2 + 24) +8 ) +8 ) kuadran I titik potong kedua persamaan : y1 = y2 -x2 +8x = 6x-24 -x2 +8x - 6x+24 = 0 -x2 +2x + 24 = 0 x2 -2x - 24 = 0 (x - 6) (x+4)0 x = 6 atau x = -4  karena di kuadran I maka yang berlaku adalah x = 6  y = 6.6 – 24= 12 berada di titik (6,12) www.belajar-matematika.com - 3 L = ∫ (− = ∫ (− +8 ) +8 ) + ∫ ((− + ∫ (− Jawabannya adalah B + 8 ) − (6 − 24)) + 2 + 24) 4. sin 350 cos 400 - cos 35 sin 400 = A. cos 50 B. sin 50 C. cos 950 D. cos 750 E. sin 750 Jawab: Trigonometri: Pakai rumus: sin (A - B) = sin A cos B - cos A Sin B A= 350 ; B = 400 = sin (350 - 400) = sin -50 Cos (90 0 -  ) = sin   rumus Cos (90 0 - (-50) ) = sin -50   = -50 Cos 950 = sin -50 Jawabannya adalah C 5. Diketahui g(x) = ax2 – bx + a – b habis dibagi x – 1. Jika f(x) adalah suku banyak yang bersisa a ketika dibagi x – 1 dan bersisa 3ax + b2 + 1 ketika dibagi g(x), maka nilai a adalah...... A. -1 B. -2 C. 1 D. 2 Jawab: Suku Banyak: g(x) = ax2 – bx + a – b habis dibagi x – 1  g(1) = 0 g(1) = a . 1 – b .1 + a – b = 0 =a–b+a–b=0 2a – 2b = 0 2a = 2b  a = b karena a = b maka: g(x) = ax2 – ax + a – a = ax2 – ax www.belajar-matematika.com - 4 E. 3 f(x) dibagi dengan f(x-1) sisa a  f(1) = a f(x) dibagi dengan g(x) sisa 3ax + b2 + 1 f(x) dibagi dengan ax2 – ax sisa 3ax + b2 + 1 f(x) dibagi dengan ax(x – 1) sisa 3ax + b2 + 1 teorema suku banyak: Jika suatu banyak f(x) dibagi oleh (x- k) akan diperoleh hasil bagi H(x) dan sisa pembagian S  f(x) = (x- k) H(x) + S f(x) dibagi dengan ax(x – 1) sisa 3ax + b2 + 1 f(x) = ax (x - 1) H(x) + (3ax + b2 + 1) substitusikan nilai nol dari pembagi yaitu x = 0 dan x = 1  dari ax (x - 1) ambil x = 1  untuk x = 1 f(1) = a . 1 (1 – 1) H(0) + 3a.1 + b2 + 1 a = 0 + 3a + b2 + 1  diketahu a = b, masukkan nilai a = b a = 3a + a2 + 1 a2 + 2a + 1 = 0 (a+1)(a+1) = (a+1)2 = 0 a = -1 Jawabannya adalah A 6. Rotasi sebesar 450 terhadap titik asal diikuti dengan pencerminan terhadap y = -x memetakan titik (3,4) ke .... A. √ B. − Jawab: ,√ √ ,√ C. D. √ √ ,−√ ,−√ E. − Transformasi Geometri:  cos  Rotasi sebesar 450 terhadap titik asal =   sin    sin    cos     0  1 pencerminan terhadap y = -x    1 0     www.belajar-matematika.com - 5 √ ,√

Presentasi SBMPTN Info Day 2013.pdf

SBMPTN Info Day 2013 Acara Sosialisasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2013 Dr. Emil Budianto Ketua Pantia Lokal SBMPTN Jakarta SELEKSI MAHASISWA MASUK PTN PRESTASI AKADEMIK SNMPTN KEBIJAKAN PENERIMAAN MAHASISWA PTN UJIAN TERTULIS SBMPTN Pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh PTN di seluruh Indonesia yang diselenggarakan melalui ujian tulis KARAKTERISTIK TES TERTULIS 1 2 • mengukur kemampuan penalaran atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) yang memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi di Perguruan Tinggi. • terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek), dan Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum). Perbedaan SNMPTN 2012 dengan SBMPTN 2013

« previous  123456789