SEARCH

Found 189 related files. Current in page 1

contoh opini auditor

1967 kb/s - Contoh Opini Auditor Full Download


2157 kb/s - [Verified] Contoh Opini Auditor


2864 kb/s - Contoh Opini Auditor Direct Download

Jobs20130614 - Raleigh ISSA
by dodo 0 Comments favorite 2 Viewed Download 0 Times

Raleigh ISSA Chapter Jobs website: http://raleigh.issa.org/jobs.html Raleigh ISSA Chapter members, These job opportunities are from chapter members, local recruiters, LinkedIn, and the CISSP Jobs Forum. Interested candidates should follow up with the identified contact directly and/or check their website for additional info. A list of events as well as job-related websites and articles are listed below. Please send us any technology-related opportunities in NC that you hear about! EVENTS 1) 6/27 (tentative): Triad NC ISSA Chapter Meeting from 6:00 – 8:00 pm; http://triadnc.issa.org/ 2) 7/11: Raleigh ISSA Chapter Jobs Networking Meeting - McKimmon Center Lobby from 6:006:40 pm before the Chapter's main meeting (http://raleigh.issa.org/events.html). 3) 7/11: AITP - RTP. Monthly meeting from 5:30-8:30pm. Click this link for additional info including how to make reservations: http://www.rtp-aitp.org/. OPPORTUNITIES 1) Network & Security Engineer - Burlington or Raleigh. ettain group has an opening for a Network & Security Engineer in Burlington or Raleigh. The position is responsible for leading and participating in the activities associated with identifying and analyzing network requirements to develop detailed design specifications for data traffic and network enhancements, coordinating assigned projects for completion from beginning to end and effectively communicate results to the end user; coach and mentor designated staff in network engineering projects, providing direction and support. A more detailed job description is listed below. Please contact Taylor Ward at ettain group for details at 919-287-3979 and send your resume to Tward@ettaingroup.com. 2) IT Audit Job - Office of NC State Auditor - Raleigh. Contact Holli Harrison (chapter board member) @ holli_harrison@ncauditor.net or 919.807.7699 for additional information about the position and application requirements (e.g., coursework: accounting courses if degree is in CS/Info Sys or CS courses if degree is in Accounting). 3) Business Continuity Analyst – Charlotte. ettain group has an 18 month contract for a Business Continuity Analyst working remote and traveling up to 75% of the time. Job Details: ++ Individual will conduct information security and business continuity assessments of vendors providing services to Bank of America. ++ Individual must possess strong technical knowledge of a wide range of information security and business continuity controls and the processes used for...

Panduan penulisan Penerbitan Buku Teks - PDPT

Panduan Penulisan Buku Panduan ini merupakan petunjuk penulisan buku pelajaran (ilmiah populer) yang digunakan untuk menentukan kelayakan naskah bagi penerbit. Panduan ini membahas pengertian buku pelajaran & diktat, tujuan penulisan buku pelajaran, isi buku pelajaran, sampul buku, bagian pembuka, bagian utama dan bagian penutup serta ketentuan jumlah halaman. Buku Pelajaran (Text book) & Diktat Buku pelajaran adalah bahan/materi pelajaran yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk buku dan digunakan sebagai bahan pelajaran (sumber informasi) sebuah mata kuliah bagi mahasiswa dan pengajar susuai dengan kebutuhan lapangan/industry dan tuntutan perkembangan teknologi dan atau kurikulum. Diktat adalah catatan tertulis suatu bidang studi yang disiapkan oleh guru/dosen untuk mempermudah pengayaan materi pelajaran atau bidang studi yang dibahas dalam proses pembelajaran (Ilvandri, 2011). Diktat yang baik merupakan draft buku ajar yang belum diterbitkan. Tujuan penulisan buku pelajaran a. Menyediakan buku susuai dengan kebutuhan mahasiswa, institusi dan lapangan/ industry serta serta tuntutan perkembangan teknologi atau kurikulum. b. Mendorong penulis/dosen untuk berkreasi dan kreatif membagikan ilmunya kepada masyarakat. c. Mendorong penulis untuk meng-update ilmunya sesuai dengan kriteria tuntutan buku layak terbit mencakup subdstansi, bahasa dan potensi pasar. d. Mendukung penulis untuk menerbitkan buku bila belum terbit. Isi Buku Pelajaran Isi buku pelajaran berupa teori, konsep, formula atau aturan terkini dilengkapi dengan contoh-contoh masalah atau studi kasus serta solusinya. Isi buku harus orsinil dengan merujuk dari berbagai sumber. Informasi tepat, dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan kepada pembaca dan semua pihak terkait. Isi tersusun dengan baik atau dengan alur informasi yang mudah dipahami. Buku pelajaran dan diktat yang baik memenuhi tiga aspek pendidikan yaitu ilmu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan sikap atau perilaku (attitude). Aspek tersebut seperti yang dinyatakan oleh UNESCO (1994) yaitu...

Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2011

Soal-Soal dan Pembahasan SNMPTN Matematika IPA Tahun Pelajaran 2010/2011 Tanggal Ujian: 01 Juni 2011 1. Diketahui vektor u = (a, -2, -1) dan v = (a, a, -1). Jika vektor u tegak lurus pada v , maka nilai a adalah ... A. -1 B. 0 C. 1 D. 2 E. 3 Jawab: Vektor: vektor u tegak lurus pada v maka u . v = 0 u = −2 , v = −1 −2 . −1 −1 (a – 1) (a-1) = 0 maka a = 1 −1 = a2 – 2a + 1 = 0 (a - 1)2 = 0 Jawabannya adalah C 2. Pernyataan berikut yang benar adalah ... A. Jika sin x = sin y maka x = y B. Untuk setiap vektor u , v dan w berlaku u . ( v . w ) = ( u . v ). w C. Jika b  f ( x) dx = 0, maka a D. Ada fungsi f sehingga E. 1 – cos 2x = 2 cos2 x f ( x )= 0 Lim f(x) ≠ f(c) untuk suatu c xc www.belajar-matematika.com - 1 Jawab: Trigonometri, vektor, integral, limit A. Ambil nilai dimana sin x = sin y  sin α = sin (1800 – α ) ambil nilai α = 600  sin 600 = sin 1200 ; tetapi 600 ≠ 1200 Pernyataan SALAH B. Operasi u . ( v . w ) tak terdefinisi karena v . w = skalar, sedangkan u = vektor vektor . skalar = tak terdefinisi Pernyataan SALAH C. Ambil contoh cari cepat hasil dimana b  f ( x) dx = 0 ; a 1 Didapat b = 1 dan a = -1 maka f(x)= x   x dx = 0  1 terbukti : f(x) = x bukan f(x) = 0 x2 | Pernyataan SALAH D. Ambil contoh f(x) = Lim xc f(x) = Lim x 1 ( ( = ( ( ) ( )( ) = ) ( ) Lim f(x) ≠ f(c)  2 ≠ 1 xc ) ( )( ) = ) ( ) =2 Pernyataan BENAR E. 1 – cos 2x = 1 – ( 2cos2 x – 1) = 1 + 1 - 2cos2 x = 2 - 2cos2 x = 2 ( 1 – cos2 x) Pernyataan SALAH Jawabannya adalah D www.belajar-matematika.com - 2 = (1 – 1) = 0 3. Luas daerah di bawah y = -x2 +8x dan di atas y = 6x - 24 dan terletak di kuadran I adalah.... a. ∫ (− b. ∫ (− c. ∫ (− +8 ) +8 ) +8 ) d. ∫ (6 − 24) e. ∫ (6 − 24) Jawab: Integral: +∫ ( + ∫ (− + ∫ (− + ∫ (− + ∫ (− − 2 − 24) + 2 + 24) + 2 + 24) +8 ) +8 ) kuadran I titik potong kedua persamaan : y1 = y2 -x2 +8x = 6x-24 -x2 +8x - 6x+24 = 0 -x2 +2x + 24 = 0 x2 -2x - 24 = 0 (x - 6) (x+4)0 x = 6 atau x = -4  karena di kuadran I maka yang berlaku adalah x = 6  y = 6.6 – 24= 12 berada di titik (6,12) www.belajar-matematika.com - 3 L = ∫ (− = ∫ (− +8 ) +8 ) + ∫ ((− + ∫ (− Jawabannya adalah B + 8 ) − (6 − 24)) + 2 + 24) 4. sin 350 cos 400 - cos 35 sin 400 = A. cos 50 B. sin 50 C. cos 950 D. cos 750 E. sin 750 Jawab: Trigonometri: Pakai rumus: sin (A - B) = sin A cos B - cos A Sin B A= 350 ; B = 400 = sin (350 - 400) = sin -50 Cos (90 0 -  ) = sin   rumus Cos (90 0 - (-50) ) = sin -50   = -50 Cos 950 = sin -50 Jawabannya adalah C 5. Diketahui g(x) = ax2 – bx + a – b habis dibagi x – 1. Jika f(x) adalah suku banyak yang bersisa a ketika dibagi x – 1 dan bersisa 3ax + b2 + 1 ketika dibagi g(x), maka nilai a adalah...... A. -1 B. -2 C. 1 D. 2 Jawab: Suku Banyak: g(x) = ax2 – bx + a – b habis dibagi x – 1  g(1) = 0 g(1) = a . 1 – b .1 + a – b = 0 =a–b+a–b=0 2a – 2b = 0 2a = 2b  a = b karena a = b maka: g(x) = ax2 – ax + a – a = ax2 – ax www.belajar-matematika.com - 4 E. 3 f(x) dibagi dengan f(x-1) sisa a  f(1) = a f(x) dibagi dengan g(x) sisa 3ax + b2 + 1 f(x) dibagi dengan ax2 – ax sisa 3ax + b2 + 1 f(x) dibagi dengan ax(x – 1) sisa 3ax + b2 + 1 teorema suku banyak: Jika suatu banyak f(x) dibagi oleh (x- k) akan diperoleh hasil bagi H(x) dan sisa pembagian S  f(x) = (x- k) H(x) + S f(x) dibagi dengan ax(x – 1) sisa 3ax + b2 + 1 f(x) = ax (x - 1) H(x) + (3ax + b2 + 1) substitusikan nilai nol dari pembagi yaitu x = 0 dan x = 1  dari ax (x - 1) ambil x = 1  untuk x = 1 f(1) = a . 1 (1 – 1) H(0) + 3a.1 + b2 + 1 a = 0 + 3a + b2 + 1  diketahu a = b, masukkan nilai a = b a = 3a + a2 + 1 a2 + 2a + 1 = 0 (a+1)(a+1) = (a+1)2 = 0 a = -1 Jawabannya adalah A 6. Rotasi sebesar 450 terhadap titik asal diikuti dengan pencerminan terhadap y = -x memetakan titik (3,4) ke .... A. √ B. − Jawab: ,√ √ ,√ C. D. √ √ ,−√ ,−√ E. − Transformasi Geometri:  cos  Rotasi sebesar 450 terhadap titik asal =   sin    sin    cos     0  1 pencerminan terhadap y = -x    1 0     www.belajar-matematika.com - 5 √ ,√

auditoria especial a impuestos del municipio de villavicencio

La Contraloría Municipal de Villavicencio, en desarrollo de su función constitucional y legal y en cumplimiento de su Plan General de Auditoría 2010, practicó Auditoría Gubernamental con Enfoque Especial a la Secretaria de Hacienda-Dirección de Impuestos Municipales de Villavicencio. En desarrollo del ejercicio de control fiscal, este Organismo de Control practico Auditoría a las operaciones adelantadas durante las vigencia 2009 al impuesto de Delineación urbana y construcción, Industria y Comercio, predial unificado y sobretasa a la gasolina con el fin de Evaluar y establecer la gestión realizada por la administración respecto a el control, fiscalización, liquidación, recaudo y cobro de los impuestos de conformidad con las normas legales, estatutarias y procedimientos aplicables. Conforme a los requerimientos presentados en el Encargo de Auditoría y los resultados de la fase de Planeación plasmados en el Memorando respectivo, la Auditoría se centró en la evaluación y verificación de los recaudos de los Impuestos de Delineación urbana y construcción, Predial Unificado, sobretasa a la gasolina e Industria y Comercio. Dada la importancia que la Secretaría de Hacienda-Dirección de Impuestos Municipales tiene para la Alcaldía Municipal y la ciudad, la Contraloría Municipal de Villavicencio espera que este informe contribuya al mejoramiento de los procedimientos implmentados para el cobro de los Impuestos, lo cual constituye un aporte muy importante en la eficiente administración de los recursos públicos del Municipio, posibilitando el mejoramiento de la calidad de vida de los ciudadanos, fin último de la administración pública. 1. DICTAMEN INTEGRAL La Contraloría Municipal de Villavicencio, con fundamento en los artículos 267 y 272 de la Constitución Política Nacional y la ley 42 de 1993, practicó Auditoría Gubernamental con Enfoque Especial a la Secretaria de Hacienda-Dirección de Impuestos Municipales de Villavicencio a la vigencia 2009, a través de la evaluación al cumplimiento de los principios de economía, eficiencia, eficacia y equidad con que administro los recursos puestos a su disposición y los resultados de su gestión, conforme a las normas legales, estatutarias y de procedimientos aplicables. La Auditoría se realizo tomando una muestra de los recibos de caja que reposan como soporte de pago por concepto del impuesto de Delineación urbana y construcción y una revision a la Base de datos de la información que soporta los recaudos de la Dirección de Impuestos Municipales en los impuestos de Delineacion urbana y construccion e Industria y comercio, predial unificado, sobretasa a la gasolina, utilizando la técnica y las normas de Auditoría generalmente aceptadas, lo cual proporciona una base razonable para fundamentar y emitir el concepto sobre la gestión adelantada en los diferentes procesos. Las curadurías urbanas en lo referente a la función publica que desarrollan dentro de la presente auditoria se reviso y verifico una muestra del 80% de las licencias de urbanismo y construcción otorgadas por la curaduría 1ª y en la curaduría 2da no se realizo revisión por que no fue posible tener acceso a la información. Igualmente en la presente auditoria se evalua la gestión del recaudo de Los ingresos tributarios la cual presentaron un recaudo total de $72.398.846 miles de pesos, con una participación del 18.30% del recaudo total, siendo las más representativas el impuesto predial unificado con un recaudo de $22.844.200 miles de pesos con el 5.77% del ingreso total recaudado, el impuesto de industria y comercio con un recaudo de $21.462.264 miles de pesos con una participación del 5.42% de los ingresos totales recaudados. El contenido de la información suministrada y analizada por el grupo auditor es responsabilidad de la Dirección de Impuestos Municipales de Villavicencio, igualmente la responsabilidad de este Ente de Control es producir un informe integral y técnico de la gestión adelantada respecto a los impuestos durante la vigencia auditada.

Laporan lengkap
by Hermawan 0 Comments favorite 73 Viewed Download 0 Times

Potensi bencana alam yang tinggi pada dasarnya tidak lebih dari sekedar refleksi fenomena alam yang secara geografis sangat khas untuk wilayah tanah air kita. Indonesia merupakan Negara kepulauan tempat dimana tiga lempeng besar dunia bertemu, yaitu: lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Interaksi antar lempeng-lempeng tersebut lebih lanjut menempatkan Indonesia sebagai wilayah yang memiliki aktivitas kegunungapian dan kegempaan yang cukup tinggi. Lebih dari itu, proses dinamika lempeng yang cukup intensif juga telah membentuk relief permukaan bumi yang khas dan cukup bervariasi, dari wilayah pegunungan dengan lereng-lerengnya yang curam dan seakan menyiratkan potensi longsor yang tinggi hingga wilayah yang landai sepanjang pantai dengan potensi ancaman banjir, penurunan tanah dan tsunaminya (Sadisun, 2005-2006). Berbagai potensi bencana alam yang mungkin timbul sudah sebaiknya harus kita kenal agar karakter bahaya alam tersebut dapat kita minimalkan dampaknya. Selain itu, potensi bencana alam ini telah diperparah oleh beberapa permasalahan lain yang muncul di tanah air kita yang memicu peningkatan kerentanannya. Laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi merupakan salah satu contoh nyata, sehingga akan banyak membutuhkan kawasan-kawasan hunian baru yang pada akhirnya kawasan hunian tersebut akan terus berkembang dan menyebar hingga mencapai wilayah-wilayah marginal yang tidak selayaknya dihuni. Tidak tertib dan tepatnya perencanaan tata guna lahan, sebagai inti dari permasalahan ini merupakan faktor utama yang menyebabkan adanya peningkatan kerentanan. Peningkatan kerentanan ini akan lebih diperparah bila masyarakat sama sekali tidak menyadari dan tanggap terhadap adanya potensi bencana alam di daerahnya. Pengalaman memperlihatkan bahwa kejadian-kejadian bencana alam selama ini telah banyak menimbulkan kerugian dan penderitaan yang cukup berat sebagai akibat dari perpaduan bahaya alam dan kompleksitas permasalahan lainnya. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang komprehensif untuk mengurangi resiko bencana alam, antara lain yaitu dengan melakukan kegiatan migitasi. Bencana (disaster) merupakan fenomena sosial akibat kolektif atas komponen bahaya (hazard) yang berupa fenomena alam/buatan di satu pihak, dengan kerentanan (vulnerability) komunitas di pihak lain. Bencana terjadi apabila komunitas mempunyai tingkat kapasitas/kemampuan yang lebih rendah dibanding dengan tingkat bahaya yang mungkin terjadi padanya. Misalnya, letusan G. Merapi dan bahaya lainnya gempa bumi, banjir, gerakan tanah, dan lainnya tidak akan sertamerta menjadi bencana apabila komunitas memiliki kapasitas mengelola bahaya. Bencana cenderung terjadi pada komunitas yang rentan, dan akan membuat komunitas semakin rentan. Kerentanan komunitas diawali oleh kondisi lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi yang tidak aman (unsave conditions) yang melekat padanya. Kondisi tidak aman tersebut terjadi oleh tekanan dinamis internal maupun eksternal (dynamic pressures), misalnya di komunitas institusi lokal tidak berkembang dan ketrampilan tepat guna tidak dimiliki. Tekanan dinamis terjadi karena terdapat akar permasalahan (root causes) yang menyertainya. Akar permasalahan internal umumnya karena komunitas tidak mempunyai akses sumberdaya, struktur dan kekuasaan, sedang secara eksternal karena sistem politik dan ekonomi yang tidak tepat. Oleh karenanya penanganan bencana perlu dilakukan secara menyeluruh dengan meningkatkan kapasitas dan menangani akar permasalahan untuk mereduksi resiko secara total. Siklus penanggulangan bencana yang perlu dilakukan secara utuh. Upaya pencegahan (prevention) terhadap munculnya dampak adalah perlakuan utama. Tsunami tidak dapat dicegah. Pencegahan dapat dilakukan pada bahaya yang manusia terlibat langsung maupun tidak langsung. Pada tsunami misalnya. Pencegahan dapat dilakukan rakyat dengan membuat bendung penahan ombak, bangunan panggung tahan ombak, penataan ruang dan sebagainya. Agar tidak terjadi jebolnya tanggul, maka perlu disusun save procedure dan kontrol terhadap kepatuhan perlakuan. Walaupun pencegahan sudah dilakukan, sementara peluang adanya kejadian masih ada, maka perlu dilakukan upaya-upaya mitigasi...

Enterprise Risk Management Integrated Framework - Executive - Coso

Over a decade ago, the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) issued Internal Control – Integrated Framework to help businesses and other entities assess and enhance their internal control systems. That framework has since been incorporated into policy, rule, and regulation, and used by thousands of enterprises to better control their activities in moving toward achievement of their established objectives. Recent years have seen heightened concern and focus on risk management, and it became increasingly clear that a need exists for a robust framework to effectively identify, assess, and manage risk. In 2001, COSO initiated a project, and engaged PricewaterhouseCoopers, to develop a framework that would be readily usable by managements to evaluate and improve their organizations’ enterprise risk management. The period of the framework’s development was marked by a series of high-profile business scandals and failures where investors, company personnel, and other stakeholders suffered tremendous loss. In the aftermath were calls for enhanced corporate governance and risk management, with new law, regulation, and listing standards. The need for an enterprise risk management framework, providing key principles and concepts, a common language, and clear direction and guidance, became even more compelling. COSO believes this Enterprise Risk Management – Integrated Framework fills this need, and expects it will become widely accepted by companies and other organizations and indeed all stakeholders and interested parties. Among the outgrowths in the United States is the Sarbanes-Oxley Act of 2002, and similar legislation has been enacted or is being considered in other countries. This law extends the long-standing requirement for public companies to maintain systems of internal control, requiring management to certify and the independent auditor to attest to the effectiveness of those systems. Internal Control – Integrated Framework, which continues to stand the test of time, serves as the broadly accepted standard for satisfying those reporting requirements. This Enterprise Risk Management – Integrated Framework expands on internal control, providing a more robust and extensive focus on the broader subject of enterprise risk management. While it is not intended to and does not replace the internal control framework, but rather incorporates the internal control framework within it, companies may decide to...

Rate Comparison Guide - Montana - State Auditor and ...

2013 Automobile Insurance Rate Comparison Guide. One of my goals as Commissioner of Securities & Insurance is to help you be an informed buyer. I believe in order to maintain a healthy, competitive marketplace, it is critically important to provide consumers with the resources Monica J. Lindeen they need to compare insurance rates. This guide gives you a general idea of the premium rates charged in Montana. For more specific information, you must contact the individual insurance companies. Comparison shopping takes time, but can save you money. Use this guide to help you narrow the choice of insurers or agents you may want to contact. Shop carefully and contact our office if you any questions or need additional assistance. Our knowledgeable staff is dedicated to assisting you with a wide range of insurance issues. Please call our consumer hotline at 1-800-332-6148 or from Helena at 444-2040. You will also find more information on our web site at www.csi.mt.gov. This guide compares how much Montana drivers might pay for auto liability insurance coverage in nine different geographic areas: Billings, Bozeman, Butte, Great Falls, Helena, Kalispell, Missoula, Scobey and Thompson Falls. Fourteen of the auto liability insurance companies that write the most insurance in Montana chose to participate in our survey. For further information, please refer to the CSI publication Montana Consumer Guide to Auto Insurance at www.csi.mt.gov/consumers, located under the Consumer Publications link. (Or request a copy by calling 1-800-332-6148.)

menggunakan buku pelajaran dengan efektif.pdf - Staff UNY

Buku pelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang memberikan andil cukup besar dalam upaya memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran (B.P. Sitepu, 2005: 114). Kebutuhan akan buku pelajaran semakin terasa ketika jumlah dan mutu guru yang tersedia belum memadai. Di tempat-tempat tertentu, masih banyak guru yang mengandalkan buku pelajaran sebagai satu-satunya sumber belajar dan pembelajaran. Guru mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan mengacu sepenuhnya pada isi buku pelajaran. Siswa juga menggunakan buku pelajaran di sekolah dan di rumah sebagai sumber belajar utama. Kebijakan tiap sekolah dalam memberikan buku pelajaran secara gratis untuk setiap siswa didasarkan pada prinsip perlakuan yang sama dan kesetaraan kesempatan. Karena alasan inilah, buku pelajaran secara luas digunakan dan bisa dipastikan akan terus digunakan sampai tahun-tahun mendatang. Hal ini terlihat dari keberterimaan yang relatif luas terhadap buku pelajaran sebagai sumber belajar yang berharga, khususnya bagi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mulai belajar bagaimana menggunakan buku-buku ini dengan efektif. Tulisan ini mencoba menawarkan cara menggunakan buku pelajaran IPS dengan efektif kepada para guru di sekolah dasar sehingga sedapat mungkin mampu memenuhi tuntutan kurikulum serta dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Kompleksitas Materi dalam Buku Pelajaran IPS Buku pelajaran IPS SD merupakan buku pegangan guru dalam menyajikan materi kurikulum. Apabila dicermati, meskipun penulisan buku tersebut sudah disesuaikan dengan tingkat kemampuan pembacanya, masih ada saja permasalahan yang berkaitan dengan kesulitan membaca yang dihadapi siswa. Hal ini bisa terjadi karena buku-buku ini dirancang untuk menangani konten substantif. Artinya, istilah dan konsep yang berkaitan dengan subjek harus digunakan ketika menjelaskan ide-ide yang disajikan. Sebagai contoh, dalam buku dituliskan  ...

KAJIAN TEORI - Deskripsi Teoretik Buku Pelajaran

Buku merupakan salah satu media pembelajaran yang berupa tulisan yang dituangkan ke dalam kertas atau buku dapat digolongkan ke media pembelajaran berupa media cetak. Dalam salah satu hierarki media yang paling kompleks yaitu menurut Gagne (dalam Arief Sadiman, 2011: 23), Gagne mennggolongkan media yang dikaitkan dengan kemampuan memenuhi fungsi menurut hierarki belajar yang dikembangkan yaitu pelontar stimulus belajar, penarik minat belajar, memberi kondisi eksternal, contoh perilaku belajar, memberi kondisi eksternal, menuntun cara berpikir, memasukkan alihilmu, menilai prestasi, dan pemberi umpan balik. Dari beberapa fungsi tersebut, Media cetak memiliki keterbatasan pada aspek stimulus dan alih kemampuan. Sedangkan pada fungsi pengarah perhatian/kegiatan, contoh kemampuan terbatas yang diharapkan, isyarat eksternal, tuntutan cara berpikir penilaian hasil dan umpan balik sudah terdapat didalamnya. Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses mentransfer ilmu maupun nilai agar peserta didik bertambah nilai dirinya. Menurut Arief Sadiman (2011: 11-12), proses belajar mengajar adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran media tertentu ke penerima pesan. Dalam hal ini saluran media merupakan media pembelajaran. Menurut Umar Suwito (dalam Suharsimi Arikunto, 1987: 15) media pembelajaran adalah salah satu sarana yang digunakan untuk menampilkan pelajaran. Sedangkan pengretian lebih luasnya, media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi dari media pembelajaran adalah (1) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat versibilatas, (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, (3) penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik, dan (4) dengan sifat yang unik pada setiap anaka ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri (Arief Sadiman, 2011: 17). Pengelompokan berbagai jenis media telah dikemukakan oleh berbagai ahli. Menurut Leshin, Pollock & Reigulth (dalam Azhar Arsyad, 2011: 36) mengklasifikasikan media menjadi 5 macam, yaitu: 1. Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, field-trip, kegiatan kelompok), 2. Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (worksheet), alat kerja bantu, lembar lepas), 3. Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan grafik, peta, gambar transparansi, slide), 4. Media berbasis audio visual (video, film, ...

The Payday Loan Industry in Missouri - Better Business Bureau

The Payday Loan Industry in Missouri A Study of the Laws, the Lenders, the Borrowers and the Legislation Executive Summary A Study of the Payday Loan Industry In Missouri Executive Summary Purpose Of This Study One of the Better Business Bureau’s responsibilities is to inform the public of questionable or unfair practices in the marketplace. In the past few years the payday loan industry, termed by many as “predatory lending,”has grown significantly, both nationally and in Missouri. In 1996 there were an estimated 2,000 payday loan outlets nationally, and by 2008, that number grew to an estimated 22,000.loans were made by 1,275 lenders licensed in Missouri, according to the Missouri Division of Finance. This study examines current Missouri laws regulating payday loans and how these laws compare with those of other states.The study also looks at the status of pending legislation and the effects of past legislation on the industry. Sources used in this study include Missouri Division of Finance; 2001 Performance Audit by State Auditor Claire McCaskill; current state laws; Form 10-Ks filed by some companies with the U.S. Securities & Exchange Commission; interviews with officials; National Consumer Law Center; bills introduced in the Missouri Legislature and Congress; Web sites of lawmakers; FDIC Center for Financial Research; AARP; court suits; Consumers Union; Missouri Secretary of State; PACER and Case.net (the court case tracking systems of federal and Missouri courts respectively); Arkansas Supreme Court; Consumer Federation of America; Center for Responsible Lending; the Community Financial Services Association of America (CFSA); and BBB staff visits to nursing homes. Current Missouri Laws In 2001, then-Missouri Auditor Claire McCaskill issued a Performance Audit regarding the payday loan industry. She noted that statutes at that time did not limit the interest rates lenders charge and that an annual percentage rate (APR) of 391% was common. While not recommending a specific interest rate that the Legislature should impose, the audit did recommend that the number of renewals of loans be reduced.The next year, the Legislature passed laws that would allow a lender to charge fees and interest up to 75% of the amount of the loan. On a two-week loan, that translates into a 1,950% APR, the highest allowed among the 43 states that have either banned or set APR caps on payday loans. There are no APR caps in the seven other states. The new laws also allow up to six renewals of loans. Since enactment of the laws, payday loans made to consumers average more than 400% APR, according to the Division of Finance. Missouri’s usury law is ineffective in policing exorbitant interest rates as the Division notes on its Web site: “It applies to very little anymore because there are so many exceptions.” Also on the site, the Division characterizes the current state laws as consumer friendly in that they “subject this type of lender to a host of consumer safeguards, i.e., places a 75% cap on interest and fees on the initial loan and renewals, limits renewals to no more than six . Obtaining a payday loan license in Missouri is a simple process. All that’s required is an application and payment of a fee. There is no background check or determination of financial capability, a Division spokesman said...

« previous  123456789