SEARCH

Found 677 related files. Current in page 17

contoh kosa kata bahasa indonesia ke bahasa arab doc

Presentasi SBMPTN Info Day 2013.pdf

SBMPTN Info Day 2013 Acara Sosialisasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2013 Dr. Emil Budianto Ketua Pantia Lokal SBMPTN Jakarta SELEKSI MAHASISWA MASUK PTN PRESTASI AKADEMIK SNMPTN KEBIJAKAN PENERIMAAN MAHASISWA PTN UJIAN TERTULIS SBMPTN Pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh PTN di seluruh Indonesia yang diselenggarakan melalui ujian tulis KARAKTERISTIK TES TERTULIS 1 2 • mengukur kemampuan penalaran atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking) yang memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi di Perguruan Tinggi. • terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek), dan Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum). Perbedaan SNMPTN 2012 dengan SBMPTN 2013

ANALISIS SOAL SNMPTN BIOLOGI ... - repository@UPI

ANALISIS SOAL SNMPTN BIOLOGI BERDASARKAN DOMAIN KOGNITIF TAKSONOMI BLOOM REVISI DAN PROFIL CAPAIAN SISWA SMA KELAS XII SKRIPSI Dajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh: Dian Amirulloh 0900457 JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2013 Dian Amirulloh, 2013 Analisis Soal SNMPTN Biologi Berdasarkan Domain Kognitif Taksonomi Bloom Revisi Dan Profil Capaian Siswa SMA Kelas XII Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ANALISIS SOAL SNMPTN BIOLOGI BERDASARKAN DOMAIN KOGNITIF TAKSONOMI BLOOM REVISI DAN PROFIL CAPAIAN SISWA SMA KELAS XII Oleh Dian Amirulloh Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam © Dian Amirulloh 2013 Universitas Pendidikan Indonesia Agustus 2013 Hak Cipta dilindungi undang-undang. Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian, Dian Amirulloh, 2013 Analisis Soal SNMPTN Biologi Berdasarkan Domain Kognitif Taksonomi Bloom Revisi Dan Profil Capaian Siswa SMA Kelas XII Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis. LEMBAR PENGESAHAN ANALISIS SOAL SNMPTN BIOLOGI BERDASARKAN DOMAIN KOGNITIF TAKSONOMI BLOOM REVISI DAN PROFIL CAPAIAN SISWA SMA KELAS XII Oleh: Dian Amirulloh 0900457 Disetujui dan disahkan oleh: Pembimbing I Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M.Pd. NIP. 195012311979032029 Pembimbing II Dr. Siti Sriyati, M.Si. NIP. 197105302001122001 Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Biologi Dr. Riandi, M.Si. Dian Amirulloh, 2013 Analisis Soal SNMPTN Biologi Berdasarkan Domain Kognitif Taksonomi Bloom Revisi Dan Profil Capaian Siswa SMA Kelas XII Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu NIP.196305011988031002 “Sumpahku” Terlentang! Jatuh! Perih! Kesal! Ibu pertiwi Engkau pegangan Dalam perjalanan Janji pusaka dan sakti Tanah tumpah darahku makmur dan suci ………… Hancur badan! Tetap berjalan! Jiwa besar dan suci Membawa aku PADAMU! (Bacharuddin Jusuf Habibie) “Skripsi ini dipersembahkan untuk orang-orang yang saya sayangi, khususnya ibunda & ayahanda yang dengan tulus ikhlas telah memberikan do’a dan dukungan kepada penulis selama melaksanakan studi di perguruan tinggi, serta untuk bangsa & negara Indonesia yang saya cintai. Semoga karya ini dapat membuahkan kebaikan dan memberikan manfaat.” - Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum - Dian Amirulloh, 2013 Analisis Soal SNMPTN Biologi Berdasarkan Domain Kognitif Taksonomi Bloom Revisi Dan Profil Capaian Siswa SMA Kelas XII Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul Analisis Soal SNMPTN Biologi Berdasarkan Doamin Kognitif Taksonomi Bloom Revisi dan Profil Capaian Siswa SMA Kelas XII ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Westhill Property Consulting London: The Importance of having one

Real estate is something that is flourishing in London and at the same time attracting more foreign investors. However, due to the rising numbers of foreign investors, a lot of people are looking for experts who are capable of giving advice wisely regarding property related issues. This is when a real estate property consultant in London comes in the picture. In the past years, there was a large development in the companies that offers estate agent property consultancy in London, but among all, only a few are able to like Westhill Property Consultants. They now cater not only for Londoners, but also to people worldwide especially from Southeast Asia. People coming from the cities of Jakarta Indonesia, Beijing China and Kuala Lumpur Malaysia are now investing in London. For more information: http://westhill.info http://westhill.info/PropertyConsultant.aspx

The Origins of al Qaeda's Ideology - Strategic Studies Institute

“The fight against the enemy nearest to you has precedence over the fight against the enemy farther away. . . . In all Muslim countries the enemy has the reins of power. The enemy is the present rulers.” — Muhammad Abd al-Salam Faraj, tried and hanged in connection with the 1 1981 assassination of Anwar al-Sadat “Victory for the Islamic movements . . . cannot be attained unless these movements possess an Islamic base in the heart of the Arab region.” — Ayman al-Zawahiri, 2 Bin Laden deputy, 2001 “We do not want stability in Iran, Iraq, Syria, Lebanon, and even Saudi Arabia. . . . The real issue is not whether, but how to destabilize. We have to ensure the fulfillment of the democratic revolution.” — Michael Ledeen, 3 American Enterprise Institute, 2002 T he leader of Sadat’s assassins, Bin Laden’s chief ideologue, and a leading American neoconservative supporter of Israel all call for a revolutionary transformation of the Middle East. However, the United States, the existing Arab regimes, and the traditional Sunni clerical establishments all share an interest in avoiding instability and revolution. This shared interest makes the establishments in the Sunni world America’s natural partners in the struggle against al Qaeda and similar movements. If American strategists fail to understand and exploit the divide between the establishments and the revolutionaries within Sunni Islam, the United States will play into the radicals’ hands, and turn fence-sitting Sunnis into enemies. Spring 2005 69 Outsiders of the Sunni World Sunni Islam is a very big tent, and there always have been insiders and outsiders within Sunnism playing out their rivalries with clashing philosophies.4 Throughout the past century, the most important of these clashes have occurred between Sunni reformers and the traditional Sunni clerical establishment. The ideology espoused today by al Qaeda and similar groups can be traced directly from the 19th-century founders of modernist reform in Sunnism. Al Qaeda’s leading thinkers are steeped in these reformers’ long struggle against the establishment. The teaching of the reformers has been heterodox and revolutionary from the beginning; that is, the reformers and their intellectual descendants in al Qaeda are the outsiders of today’s Sunni world. For the most part this struggle has been waged in Egypt, Sunni Islam’s center of gravity. On one side of the debate, there is Cairo’s Al-Azhar, a seminary and university that has been the center of Sunni orthodoxy for a thousand years. On the other side, al Qaeda’s ideology has its origins in late-19thcentury efforts in Egypt to reform and modernize faith and society. As the 20th century progressed, the Sunni establishment centered on Al-Azhar came to view the modernist reform movement as more and more heterodox. It became known as Salafism, for the supposedly uncorrupted early Muslim predecessors (salaf, plural aslaf ) of today’s Islam. The more revolutionary tendencies in this Salafist reform movement constitute the core of today’s challenge to the Sunni establishment, and are the chief font of al Qaeda’s ideology. A Century of Reformation In contemporary Western discussions of the Muslim world, it is common to hear calls for a “reformation in Islam” as an antidote to al Qaeda.5 These calls often betray a misunderstanding of both Sunni Islam and of the early modern debate between Catholics and Protestants. In fact, a Sunni “reformation” has been under way for more than a century, and it works against Western security interests. The Catholic-Protestant struggle in Europe weakened traditional religious authorities’ control over the definition of doctrine, emphasized scripture over tradition, idealized an allegedly uncorrupted primitive religious community, and simplified theology and rites. The Salafist movement in the Sunni Muslim world has been pursuing these same ...

rapor hazırlama kuralları - Uludağ Üniversitesi

Makine Mühendisliği öğrencilerinin hazırlayacakları tüm rapor, bitirme ödevi ve dönem raporlarını bu belgede açıklandığı biçimde hazırlamaları amaçlanmaktadır. Rapor hazırlamada, bu belge ile birlikte bulunan “rapor örneği” sitili kullanılacaktır. Bu kalıp stil seçildiğinde, sayfa düzeni,paragraf yapıları kendiliğinden seçilmiş olacaktır. Bir rapor; Kapak, Ön kısım, Ana kısım ve Eklerden oluşur. Kapak, dış ve iç kapak olarak düzenlenir. Ön kısımda, içindekiler kısmı bulunur. Ana kısım, raporun içeriğidir. Ekler, raporun akıcılığını kesmemek için rapor sonuna atılmış bilgileri içerir. Kapak ve bölümlere ilişkin bilgiler ve örnekler bu belge içinde verilmiştir. 2. Sayfa Düzeni Sayfa düzeni, rapor örnek kalıbında belirtildiği gibi olacaktır. Buna göre. Kağıt boyutu A4, Üst ve alt boşluklar 2,5, sol boşluk 3,3 ve sağ boşluk 2,2 cm olacaktır. Sayfa numaraları, sayfanın sağ üst kısmında yer almalıdır. Ön kısım sayfaları roman numaraları ile numaralandırılacaktır. Örneğin çindekiler Ana kısımda yer alan tüm sayfalar numaralanacaktır. Numaralamada arab numaraları kullanılacaktır 3. Paragraf Düzeni Normal yazı paragrafları, “normal” paragraf tipinde olacaktır. Bu paragraf türünde, 12 punto, normal “Times New Roman” karakteri kullanılacaktır. Paragraf ilk satırı, diğer satırlar ile aynı hizada olacak ve paragraflar arasında bir satır atlanacaktır. Alt başlıklar için örnekler aşağıda verilmiştir 1. Birinci Başlık 1.1. kinci Başlık 1.1.1. Üçüncü Başlık 4. Resim ve Tablolar Resim ve şekil altyazıları “Şekil” paragraf tipinde aşağıdaki biçimde yazılacaktır. Şekil 1.1: Deney tesisatının genel görünümü Şekil numaraları, bölüme bağlı olarak verilecektir. Örneğin Şekil 1.3 gibi. Tablo isimleri tabloların üst kısımlarına aşağıda gösterildiği gibi yazılacaktır. Tablo paragraf türünün adı “Tablo” dur. Tablo 1.1: Genel Tablo 5. Referanslar Referanlar, referansa atıf yapılan yerde köşeli parantez içinde gösterilecektir. Örneğin [1] biçiminde. ULUDAĞ ÜN VERS TES MAK NE MÜHEND SL Ğ BÖLÜMÜ ISI TEKN Ğ LABORATUARI DENEY RAPORU GÜNEŞ ENERJ S DENEY Bölüm Anabilim Dalı Deney Grubu Deney Sorumlusu Deney tarihi Teslim tarihi Raporu hazırlayan : Makine Mühendisliği : Termodinamik : : Prof. Dr. Abadulvahap Y Ğ T

There Are Certainly Amazing Alternatives For Buildings Investing In Singapore

Singapore, placed precisely relating to Malaysia and Indonesia, can be defined as small-scale community-point out as opposed to the nearby places. This isle country not just is significantly superior to its nearby neighbors industrially and technologically, but it's one of the cleanest and best areas during the world (this may not be ordinarily a trait you think of when hearing Southeast Parts of asia).

LAPORAN AKHIR - JICA
by Hermawan 0 Comments favorite 67 Viewed Download 0 Times

Sebagaimana diketahui bersama bahwa berbagai bencana telah terjadi di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk waspada dan siap ketika sewaktu-waktu bencana alam melanda. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap pengenalan tanda-tanda bencana alam dan upaya meminimalisir resiko yang dihadapi mendorong Japan International Cooperation Agency (JICA), Pemerintah setempat juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memberikan bekal pengetahuan terhadap bencana alam kepada masyarakat di daerah rawan bencana. Beberapa wilayah potensi bencana alam di Kabupaten Jember antara lain wilayah Kecamatan Panti dan Sukorambi, Silo berpotensi bencana banjir dan tanah longsor. Sebagai respon terhadap kajian pengelolaan bencana alam di Kabupaten Jember yang dilaksanakan oleh Tim JICA, maka Yayasan Pengabdi Masyarakat sebagai lembaga swadaya masyarakat non pemerintah ingin berperan dalam kegiatan tersebut. Yayasan Pengabdi Masyarakat sebagai lembaga layanan masyarakat, telah banyak melakukan kegiatan, antara lain pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemberantasan buta aksara maupun pengentasan kemiskinan, pelatihan, survey, dan kegiatan sosial dan berperan dalam penanganan bencana alam di Kecamatan Panti. Pada tahun 2007, Yayasan Pengabdi Masyarakat bekerjasama dengan JICA Study Team on Disaster melakukan berbagai kegiatan dalam upaya memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang penanganan bencana alam. Kegiatan tersebut antara lain Training for Local Leader (training kepada pamong masyarakat), Community Workshop (Worksop kepada masyarakat), serta Evacuation Drill (pleatihan Evakuasi). Semua kegiatan tersebut dilakukan di Desa Panti Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Oleh karena itu Yayasan Pengabdi Masyarakat pada tahun 2010 ini siap untuk menjadi partner JICA di Kabupaten Jember dalam kegiatan “Penelitian Dasar dan Persiapan untuk Sub Proyek Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi Dini” untuk mengidentifikasi sejauhmana kesadaran masyarakat setempat dan pemerintah setempat dalam melakukan persiapan antisipasi banjir bandang di Desa Panti, Desa Sukorambi dan Desa Silo...

pedoman penyusunan rencana penanggulangan bencana - BNPB

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA, Menimbang : Dalam rangka pelaksanaan penyelenggaraan Pasal 35 dan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dipandang perlu menyusun pedoman pedoman perencanaan penanggulangan bencana. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Bencana. 3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 4. Keputusan Presiden Nomor 29/M Tahun 2008 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA. Pertama : Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana merupakan panduan/acuan bagi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten / Kota dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana di daerah di daerah masing-masing. Kedua : Pedoman sebagaimana dimaksud diktum Pertama adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan ini. Ketiga : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : J a k a r t a Pada tanggal : 17 Desember 2008 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA, ttd DR. SYAMSUL MA’ARIF, S.IP. M.Si. SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada: 1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2. KAPOLRI 3. Panglima TNI 4. Para Gubernur 5. Para Ketua DPRD Propinsi 6. Para Bupati dan Walikota 7. Para Ketua DPRD Kabupaten/Kota

Outline laporan antara - Direktorat Jenderal Penataan Ruang

Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah melakukan penyusunan alternatif kebijakan dan penerapan langkah-langkah kegiatan yang tepat secara operasional pada wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam. Sasaran dari Penyusunan Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang ini ialah memberikan arah yang jelas bentuk-bentuk penanganan yang baku untuk semua wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam, mulai dari identifikasi RTRW, indikasi evakuasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta pemulihan dan pembinaan lingkungan dalam rencana tata ruang yang akan datang. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai bahan dan petunjuk dengan kondisi geografis, tingkat kerawanan dan tingkat bahaya yang ditimbulkan bila terjadi bencana alam, ditunjang dari aspek keruangan. Salah satu langkah awal yang perlu dikaji dalam melaksanakan pekerjaan “Penyusunan Program Penangan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang” adalah : 1. Penetapan Kriteria atau batasan Peristiwa Bencana Alam 2. Gambaran Umum Mekanisma Peristiwa Bencana Alam yang terjadi Di Indonesia Kedua hal tersebut selanjutnya menjadi masukan dalam penyusunan Identifikas Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia. Identifikasi Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia tersebut selanjutnya menjadi salah satu masukan penting dalam menyusun Standar Operasional Prosedur dan Program Penanganan Bencana alam Bidang Penataan Ruang, yang dapat mewakili berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia. Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang Berdasarkan penyebabnya bencana dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu bencana alam, bencana akibat ulah manusia, dan bencana kombinasi (Lihat Gambar 2.1). a) Bencana Alam (natural disaster) Bencana Alam merupakan fenomena atau gejala alam yang disebabkan oleh keadaan geologi, biologis, seismis, hidrologis atau disebabkan oleh suatu proses dalam lingkungan alam mengancam kehidupan, struktur dan perekonomian masyarakat serta menimbulkan malapetaka. Bencana yang termasuk bencana alam antara lain: wabah penyakit, hama dan penyakit tanaman, gempa bumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, gelombang laut pasang, banjir, erosi, angin taufan, badai tropis, kekeringan dan kebakaran hutan.

Pengurusan Bantuan Bencana
by Hermawan 0 Comments favorite 46 Viewed Download 0 Times

Senarai Kandungan ........................................................................................................................................ i Petunjuk ........................................................................................................................................................... 1 Log Masuk ....................................................................................................................................................... 2 Tukar Kata Laluan ......................................................................................................................................... 3 Carian .............................................................................................................................................................. 4 Carian .............................................................................................................................................................. 5 Carian Pemindahan ........................................................................................................................................ 6 Carian Pembekal ............................................................................................................................................. 7 Carian Pangkalan Hadapan ........................................................................................................................... 8 Carian Pusat Pemindahan .............................................................................................................................. 9 Carian Pegawai ............................................................................................................................................... 10 Cetakan Maklumat Pegawai .......................................................................................................................... 11 Carian Agensi .................................................................................................................................................. 12 Cetakan Maklumat Agensi ............................................................................................................................. 13 Carian Laporan Awal 24 jam ........................................................................................................................ 14 Carian Maklumat Bencana ............................................................................................................................ 15 Carian Maklumat Mangsa ............................................................................................................................. 16 Cetakan Maklumat Mangsa ........................................................................................................................... 17 Carian Daftar Mangsa .................................................................................................................................... 18 Carian Pesanan Bekalan ................................................................................................................................ 19 Carian Pesanan Laporan Status Terkini ...................................................................................................... 200 Cetakan Pesanan Laporan Status Terkini .................................................................................................... 211 Carian Pesanan Penyata Bayaran Bantuan .................................................................................................. 222 Sebelum Bencana ............................................................................................................................................ 233 Carian Pembekal ............................................................................................................................................. 244 Carian Pembekal ............................................................................................................................................. 255 Kemasukan Baru Pembekal ........................................................................................................................... 266 Paparan Maklumat Pembekal ....................................................................................................................... 277 Cetakan Maklumat Pembekal ....................................................................................................................... 288 Kemaskini Maklumat Pembekal ................................................................................................................... 299 Carian Pangkalan Hadapan ........................................................................................................................... 30 Carian Pangkalan Hadapan ........................................................................................................................... 31 Kemasukan Baru Pangkalan Hadapan ......................................................................................................... 32 Paparan Maklumat Pangkalan Hadapan ..................................................................................................... 33 Cetakan Maklumat Pangkalan Hadapan ..................................................................................................... 34 Kemaskini Maklumat Pangkalan Hadapan ................................................................................................. 35 Carian Agensi .................................................................................................................................................. 36 Kemasukan Baru Agensi ................................................................................................................................ 37

 131415161718192021