SEARCH

Found 182 related files. Current in page 1

contoh halaman pengesahan makalah

SBMPTN 2013 Biologi - Bisa Kimia

Doc. Name: SBMPTN2013BIO999 Doc. Version : 2013-10 | 01. Contoh keberadaan satwa pada suatu habitat yang dijaga dengan baik sebagai upaya pelestarian ex situ adalah… (A) Orang utan di hutan Kalimantan. (B) Cendrawasih di hutan Papua. (C) Rusa di Kebun Raya Bogor. (D) Pesut diSungai Mahakam. (E) Anoa di Pulau Sulawesi 02. Komunitas mikroba yang melekat pada suatu substrat/benda sehingga dapat merusak substrat/benda tersebut disebut… (A) Biodegradator. (B) Bioaktivator. (C) Biokatalis. (D) Biodeposit. (E) Biofilm. 03. Bagian sistem pencernaan yang berperan dalam memecah polipeptida menjadi oligopeptida adalah… (A) Duodenum. (B) Usus besar. (C) Lambung. (D) Jejunum. (E) Ileum. 04. Asam absisat melindungi tanaman yang mengalami kekurangan air melalui mekanisme… (A) Peningkatan pembentukan kutikula. (B) Penurunan tekanan turgor sel penjaga. (C) Peningkatan kecepatan pembelahan sel. (D) Penurunan kecepatan pembentangan sel. (E) Penghambatan pemanjangan sel epidermis. halaman 1 05. Pernyataan yang salah mengenai fotofosforilisasi siklik dan non siklik adalah… (A) Pada fotofosforilisasi non siklik sumber elektron yang memasuki Fotosistem II adalah molekul air, pada fotofosforilisasi siklik, sumber dari elektron adalah Fotosistem I. (B) Pada fotofosforilisasi non siklik penerima elktron terakhir adalah NADP, pada fotofosforilisasi siklik, penerima elektron terakhir adalah Fotosistem I. (C) Hasil dari fotofosforilisasi non siklik adalah ATP, NADPH, dan O2, sedangkan hasil dari fotofosforilisasi siklikhanya ATP. (D) Fotofosforilisasi non siklik melibatkan Fotosistem I dan II, fotofosforilisasi siklik hanya melibatkan Fotosistem II. 06. Perhatikan diagram saluran kreb berikut! Tahap dimana berlangsung hidrasi adalah (A) 1 dan 4 (B) 1 dan 5 (C) 2 dan 6 (D) 3 dan 7 (E) 3 dan 8 Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 3117 ke menu search. Copyright © 2013 Zenius Education SBMPTN 2013 Biologi, Kode Soal doc. name: SBMPTN2013BIO999 halaman 2 doc. version : 2013-10 | 07. Perhatikan gambar tahapan mitosis berikut! 10. Grafik berikut menunjukan kinerja insulin sintetis. Tahap telofase, metaphase, anaphase dan profasen ditunjukan oleh urutan angka…

SNMPTN 2012 - Siap Belajar
by top markotop 0 Comments favorite 15 Viewed Download 0 Times

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Fisika IPA Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SNMPTN 2012 Fisika IPA Kode Soal 634 By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) 16. Gerak sebuah benda dijelaskan oleh grafik hubungan antara kecepatan dan waktu seperti ditunjukkan gambar di bawah ini. TRIK SUPERKILAT: Jarak adalah luas daerah pada grafik 𝑣 − 𝑡: 𝑣(m/s) 4 −5 8 𝑡(s) −10 𝑠 = Luas segiempat + Luas trapesium 1 = (𝑝 × ℓ) + 𝑡(𝑎 + 𝑏) 2 1 = (5 × 4) + 4(5 + 10) 2 = 20 + 30 = 50 m Jarak yang ditempuh oleh benda hingga detik ke-8 adalah .... A. 60 m B. 50 m C. 45 m D. 40 m E. 30 m Penyelesaian: Ingat! Pada gerak GLB, jarak dirumuskan dengan: 𝑠 = 𝑣𝑡 Pada gerak GLBB, jarak dirumuskan dengan: 𝑠 = 𝑣0 𝑡 + 1 2 𝑎𝑡 2 Dari grafik kita bisa melihat bahwa benda bergerak mundur secara GLB pada detik ke-0 hingga detik ke-4. Sehingga, jarak yang ditempuh benda saat bergerak GLB adalah: 𝑠1 = 𝑣𝑡 = (−5) × 4 = −20 m Lalu benda kembali bergerak mundur secara GLBB pada detik ke-4 hingga detik ke-8, benda mengalami perlambatan sebesar: ∆𝑣 −10 − (−5) −5 = = = −1,25 ms −2 ∆𝑡 8−4 4 Sehingga jarak yang ditempuh benda saat bergerak GLBB adalah: 𝑎= 𝑠2 = 𝑣0 𝑡 + 1 2 1 𝑎𝑡 = ((−5) × 4) + ( × (−1,25) × (4)2 ) = (−20) + (−10) = −30 m 2 2 Jadi total jarak yang ditempuh benda adalah: 𝑠 = 𝑠1 + 𝑠2 = (−20) + (−30) = −50 m (tanda negatif menyatakan benda bergerak mundur) Bimbel SBMPTN 2013 Fisika by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1 17. Kedua ujung sebuah pegas yang memiliki tetapan pegas 50 N/m ditarik masing-masing dengan gaya sebesar 10 N yang saling berlawanan. Pertambahan panjang pegas tersebut adalah .... A. 0,0 m TRIK SUPERKILAT: B. 0,1 m Meskipun pegas menerima dua gaya yang sama besar dan C. 0,2 m berlawanan arah, bukan berarti pegas akan tambah panjang dua kali lipat. Karena kedua gaya tersebut adalah gaya aksi reaksi. D. 0,3 m Sehingga total pertambahan panjang pegas adalah 2𝑥. E. 0,4 m 𝐹 10 𝑥= Penyelesaian: 𝑘 = 50 = 0,2 m Ingat! Pada pegas berlaku: 𝐹 = 𝑘𝑥 Pada soal diketahui: 𝑘 = 50 N/m 𝐹1 = 10 𝑁 𝐹2 = −10 𝑁 (tanda negatif karena arah berlawanan dengan 𝐹1 ) Sehingga pertambahan panjang oleh sebuah gaya 𝐹 = 10 N pada pegas adalah: 𝐹 = 𝑘𝑥 ⇒ 𝑥 = 𝐹 10 = = 0,2 m 𝑘 50 𝑭𝟐 𝑭𝟏 𝑭𝟏 𝑭𝟐 𝒙 Jadi, meskipun ada dua gaya yang sama besar dan berlawanan pada pegas, namun dalam hal ini kedua gaya adalah pasangan gaya aksi-reaksi, sehingga gaya yang beriteraksi pada pegas sebenarnya hanyalah gaya sebesar 10 N saja. Jadi pertambahan panjang pegas adalah:...

SNMPTN 2012 - Siap Belajar
by top markotop 0 Comments favorite 15 Viewed Download 0 Times

Bimbel SBMPTN 2013 Tes Potensi Akademik by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1 Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SNMPTN 2012 Tes Potensi Akademik Kode Soal 613 Penalaran Deduktif (Penarikan Kesimpulan) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) 16. Semua warga negara yang berumur di atas 17 tahun memiliki hak pilih. 18. Semua siswa S-1 berumur di atas 17 tahun. A. B. C. D. E. Siswa yang pandai dalam pelajaran kimia, juga pandai dalam pelajaran matematika. Siswa yang pandai dalam pelajaran matematika, rajin belajar. Semua mahasiswa S-1 memiliki hak pilih. Semua warga negara memiliki hak pilih. Tidak semua siswa S-1 memiliki hak pilih. Tidak ada mahasiswa S-1 yang memiliki hak pilih. Tidak ada warga negara yang memiliki hak pilih menjadi mahasiswa S-1. Semua warga negara yang berumur di atas 17 tahun memiliki hak pilih. Semua siswa S-1 berumur di atas 17 tahun, jadi semua mahasiswa S-1 memiliki hak pilih. A. Siswa yang tidak pandai dalam pelajaran kimia, rajin belajar. B. Siswa yang pandai dalam pelajaran kimia, rajin belajar. C. Siswa yang pandai dalam pelajaran kimia, tidak rajin belajar. D. Siswa yang tidak pandai dalam pelajaran kimia dan matematika, rajin belajar. E. Siswa yang tidak pandai dalam pelajaran matematika, rajin belajar. Langkah penyelesaian TRIK SUPERKILAT: Pembahasan: Pembahasan:  Siswa yang pandai kimia, juga pandai matematika. Siswa yang pandai matematika, juga rajin belajar. Jadi siswa yang pandai kimia, juga rajin belajar.  Jawaban B salah karena hanya yang sudah di atas 17 tahun yang punya hak pilih. Langkah penyelesaian TRIK SUPERKILAT:  17. Dengan menggunakan pola AAA-1 pada silogisme kategorik tipe 1, jawaban jelas A. (Baca penjelasan lengkap tentang silogisme kategorik disini) Jawaban C, D, E salah, karena jika semua premis adalah proposisi universal, maka kesimpulannya pasti proposisi universal, yang menggunakan kata semua.

SURAT PERNYATAAN PENYEDIA BARANG DAN JASA DALAM ...

Dengan ini menyatakan bersedia untuk mengikuti kegiatan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (eProcurement) di BPJS KETENAGAKERJAAN dan tunduk pada persyaratan‐persyaratan yang berlaku sebagai berikut. 1. Telah melakukan registrasi Penyedia Barang dan Jasa di BPJS KETENAGAKERJAAN secara online; 2. Setuju untuk menegakkan Pakta Integritas Penyedia Barang dan Jasa di BPJS KETENAGAKERJAAN: a. Tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dengan oknum karyawan BPJS KETENAGAKERJAAN atau sesama Penyedia Barang dan Jasa dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BPJS KETENAGAKERJAAN; b. Sanggup memenuhi segala persyaratan yang tercantum pada dokumen pengadaan dan tunduk pada peraturan‐peraturan di lingkungan BPJS KETENAGAKERJAAN serta peraturan perundang‐undangan yang berlaku; c. Dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BPJS KETENAGAKERJAAN, berjanji akan menyampaikan informasi yang benar dan eProcurement BPJS Ketenagakerjaan Halaman 1 dapat dipertanggung jawabkan serta melaksanakan tugas secara bersih, transparan, dan profesional dalam arti akan mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya secara optimal untuk memberikan hasil kerja terbaik mulai dari penyiapan penawaran, pelaksanaan, dan penyelesaian pekerjaan/pengiriman barang; d....

pedoman umum perencanaan pengadaan barang/jasa pemerintah ...

PEDOMAN UMUM PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH/INSTITUSI LAINNYA DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM 1 1.1 Pendahuluan 1 1.2 Pengertian Istilah 1 1.3 Dasar Hukum 3 1.4 Maksud dan Tujuan 4 1.4.1 Maksud 4 1.4.2 Tujuan 4 1.5 Ruang Lingkup 1.5.1 4 Prosedur Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 1.5.2 BAB II 4 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5 PROSEDUR PENYUSUNAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA 6 2.1 Penyusunan RKA-K/L/D/I 6 2.2 Penyusunan Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L/D/I 2.2.1 Penyusunan Rencana hubungannya dengan Umum PP Pengadaan No.90/2010 dan 7 dan PP No.21/2004 2.2.2 Penyusunan 7 Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan PP No.58/2005 2.3 7 Tahapan Kegiatan Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 11 2.3.1 Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa 11 2.3.2 Penyusunan dan Penetapan Rencana Penganggaran 17 2.3.3 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Pemaketan Pekerjaan 18 2.3.4 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Cara Pengadaan Barang/Jasa 2.3.5 Penetapan 19 Kebijakan Umum Tentang 22 Pengorganisasian Pengadaan 2.3.6 Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) 22 2.3.7 Penyusunan Jadwal Kegiatan Pengadaan 23 2.3.8 Pengumuman Rencana Umum Pengadaan 24 Barang/Jasa BAB III PROSEDUR PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 25 3.1 25 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Swakelola 3.1.1 Pelaksanaan Swakelola oleh K/L/D/I Penanggung jawab Anggaran 3.1.2 25 Pelaksanaan Swakelola oleh Instansi Pemerintah Lain Pelaksana Swakelola 3.1.3 29 Pelaksanaan Swakelola oleh Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola 3.2 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan 34 Melalui Penyedia 38 Barang/Jasa 3.2.1 Perencanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 38 3.2.2 Pemilihan Sistem Pengadaan Barang/Jasa 38 3.2.3 Penetapan Metode Penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa 3.2.4 42 Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 44 3.2.5 Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa 44 3.2.6 Penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 47 BAB IV PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 4.1 Maksud Dan Tujuan 53 4.2 Ruang Lingkup 53 4.3 Prosedur Pemantauan dan Evaluasi 54 4.3.1 Pemantauan 54 4.3.2 Evaluasi dan Pelaporan 54 4.3.3 BAB V 53 Pembinaan 54 PENUTUP 55 LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Lampiran (2 – 1) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.90/2010) 2. Lampiran (2 – 2) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.21/2004) 3. Lampiran (2 – 3) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (PP No.58/2005) 4. Lampiran (2 – 4) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Barang K/L/D/I 5. Lampiran (2 – 5) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Pekerjaan Konstruksi K/L/D/I 6. Lampiran (2 – 6) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Konsultansi K/L/D/I 7. Lampiran (2 – 7) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Lainnya K/L/D/I 8. Lampiran (2 – 8) Contoh Format Pengorganisasian Pengadaan 9. Lampiran (2 – 9) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Barang 10. Lampiran (2 – 10) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi 11. Lampiran (2 – 11) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Konsultansi 12. Lampiran (2 – 12) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Lainnya 13. Lampiran (2 – 13) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Pekerjaan Swakelola 14. Lampiran (2 – 14) Contoh Format Jadwal Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa 15. Lampiran (2 – 15) Contoh Format Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 16. Lampiran (2 – 16) Contoh Format Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa

Modul Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Modul Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 1 Pengantar Pengadaan Barang/Jasa di Indonesia 2 Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Bagian I 3 Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Bagian II 4 Pelaksanaan Pengadaan Barang 5 Pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Tingkat Dasar/ Pertama 6 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya 7 Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konsultasi 8 Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan Swakelola 9 Pengadaan Barang/Jasa dengan Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri & Usaha Kecil dan Dana Pinjaman/Hibah Luar Negeri 10 Penggunaan E-Procurement LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 1 MODUL PENGANTAR PENGADAAN BARANG/JASA DI INDONESIA Pelatihan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah Tingkat Dasar/Pertama Kembali ke Halaman Utama MODUL 2010 1 PENGANTAR PENGADAAN BARANG/JASA DI INDONESIA LKPP LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pedoman umum perencanaan pengadaan barang/jasa

DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM 1 1.1 Pendahuluan 1 1.2 Pengertian Istilah 1 1.3 Dasar Hukum 3 1.4 Maksud dan Tujuan 4 1.4.1 Maksud 4 1.4.2 Tujuan 4 1.5 Ruang Lingkup 1.5.1 4 Prosedur Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 1.5.2 BAB II 4 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5 PROSEDUR PENYUSUNAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA 6 2.1 Penyusunan RKA-K/L/D/I 6 2.2 Penyusunan Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L/D/I 2.2.1 Penyusunan Rencana hubungannya dengan Umum PP Pengadaan No.90/2010 dan 7 dan PP No.21/2004 2.2.2 Penyusunan 7 Rencana Umum Pengadaan dan hubungannya dengan PP No.58/2005 2.3 7 Tahapan Kegiatan Penyusunan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 11 2.3.1 Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa 11 2.3.2 Penyusunan dan Penetapan Rencana Penganggaran 17 2.3.3 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Pemaketan Pekerjaan 18 2.3.4 Penetapan Kebijakan Umum Tentang Cara Pengadaan Barang/Jasa 2.3.5 Penetapan 19 Kebijakan Umum Tentang 22 Pengorganisasian Pengadaan 2.3.6 Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) 22 2.3.7 Penyusunan Jadwal Kegiatan Pengadaan 23 2.3.8 Pengumuman Rencana Umum Pengadaan 24 Barang/Jasa BAB III PROSEDUR PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 25 3.1 25 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan Swakelola 3.1.1 Pelaksanaan Swakelola oleh K/L/D/I Penanggung jawab Anggaran 3.1.2 25 Pelaksanaan Swakelola oleh Instansi Pemerintah Lain Pelaksana Swakelola 3.1.3 29 Pelaksanaan Swakelola oleh Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola 3.2 Persiapan Pelaksanaan Pengadaan 34 Melalui Penyedia 38 Barang/Jasa 3.2.1 Perencanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 38 3.2.2 Pemilihan Sistem Pengadaan Barang/Jasa 38 3.2.3 Penetapan Metode Penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa 3.2.4 42 Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa 44 3.2.5 Penyusunan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa 44 3.2.6 Penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 47 BAB IV PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA 4.1 Maksud Dan Tujuan 53 4.2 Ruang Lingkup 53 4.3 Prosedur Pemantauan dan Evaluasi 54 4.3.1 Pemantauan 54 4.3.2 Evaluasi dan Pelaporan 54 4.3.3 BAB V 53 Pembinaan 54 PENUTUP 55 LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Lampiran (2 – 1) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.90/2010) 2. Lampiran (2 – 2) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (PP No.21/2004) 3. Lampiran (2 – 3) Bagan Alir Proses Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (PP No.58/2005) 4. Lampiran (2 – 4) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Barang K/L/D/I 5. Lampiran (2 – 5) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Pekerjaan Konstruksi K/L/D/I 6. Lampiran (2 – 6) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Konsultansi K/L/D/I 7. Lampiran (2 – 7) Contoh Format Daftar Pertanyaan Identifikasi Kebutuhan Jasa Lainnya K/L/D/I 8. Lampiran (2 – 8) Contoh Format Pengorganisasian Pengadaan 9. Lampiran (2 – 9) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Barang 10. Lampiran (2 – 10) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi 11. Lampiran (2 – 11) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Konsultansi 12. Lampiran (2 – 12) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Jasa Lainnya 13. Lampiran (2 – 13) Contoh Format Kerangka Acuan Kerja untuk Pengadaan Pekerjaan Swakelola 14. Lampiran (2 – 14) Contoh Format Jadwal Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa 15. Lampiran (2 – 15) Contoh Format Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 16. Lampiran (2 – 16) Contoh Format Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa 17. Lampiran (3 – 1) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Barang 18. Lampiran (3 – 2) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Pekerjaan Konstruksi 19. Lampiran (3 – 3) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Jasa Konsultansi 20. Lampiran (3 – 4) Contoh Format Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Pengadaan Jasa Lainnya 21. Lampiran (3 – 5) Contoh Format Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Swakelola 22. Lampiran (3 – 6) Contoh Format Naskah Kesepakatan Kerja Sama Pengadaan Swakelola 23. Lampiran (4 – 1) Contoh Format Daftar Simak Pemantauan dan Evaluasi Perencanaan Pengadaan DAFTAR PUSTAKA

SMART SOLUTION Tes Potensi Akademik SBMPTN 2013

Rangkuman Materi SBMPTN 2013 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal Tes Potensi Akademik (TPA) Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Ringkasan Materi SBMPTN Tes Potensi Akademik (TPA) Penalaran Verbal (Sinonim, Antonim, dan Analogi) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) A. PENALARAN VERBAL 1. SINONIM (Padanan Kata) Soal-soal sinonim, kemampuan yang dituntut adalah adik-adik mampu mencari arti dari sebuah kata pada pilihan jawaban yang tersedia. Tips agar adik-adik mudah menyelesaikan soal tentang sinonim adalah sering membaca. Nah, saat menemukan kata-kata asing, jangan ditinggalkan begitu saja, catat dan coba mencari padanan katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia. TRIK SUPERKILAT: Seringkali ada pilihan jawaban yang hampir mirip dengan soal. Biasanya jawaban ini adalah diberikan sebagai jawaban jebakan. Contoh soal sinonim: PARTIKELIR = .... A. Tukang parkir B. Partisan C. Partisi D. Swasta E. Enterprener Pembahasan: Jawaban B dan C mirip dengan kata yang digunakan pada soal. Biasanya ini mudah kita eliminasi sebagai jebakan jawaban..... Sehingga mempemudah kita dalam menjawab soal sinonim ini. Jawaban yang tepat adalah ”swasta”. 2. ANTONIM (Lawan Kata) Soal tentang antonim ini kebalikan dari sinonim. Dalam soal antonim adik-adik dituntut untuk mencari lawan kata dari soal yang diberikan. Contoh soal antonim: TERKATUNG A.Melayang B.Pasti C.Ombak D.Terperosok E.Terbenam

SNMPTN 2012 - Siap Belajar
by top markotop 0 Comments favorite 46 Viewed Download 0 Times

Pembahasan Soal SNMPTN 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Tes Potensi Akademik Penalaran Numerik (Barisan dan Deret) Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SNMPTN 2012 Tes Potensi Akademik Kode Soal 613 Penalaran Numerik (Barisan dan Deret) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) 54. 3, 6, 12, 21, .... A. 33 B. 34 C. 35 D. 36 E. 37 Pembahasan: Barisan bertingkat 2. 3 6 +3 12 +6 +3 55. 21 +9 +3 33 +12 +3 1 2 5 , , , 1, .... 2 3 6 7 A. B. C. D. E. 3 9 6 5 3 7 6 4 3 Pembahasan: Ubah dulu menjadi pecahan biasa dengan penyebut 6. 3 4 5 6 , , , , .... 6 6 6 6 Terlihat bahwa pembilang dan penyebutnya masing-masing membentuk barisan. Barisan 1 larik. Pembilang: 3 4 +1 5 +1 6 +1 7 +1 Penyebut: 6 6 +0 6 +0 6 +0 6 +0 Bimbel SBMPTN 2013 Tes Potensi Akademik by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1 56. 1, 1, 4, 5, 7, 9, 10, .... A. 12 B. 13 C. 14 D. 15 E. 16 Pembahasan: Barisan 2 larik. +3 +3 1 1 4 +3 5 7 +4 57. 9 +4 10 13 +4 10, 24, 38, 52, .... A. 54 B. 56 C. 60 D. 64 E. 66 Pembahasan: Barisan 1 larik. 10 24 +14 58. 38 +14 52 +14 66 +14 7, 3, 14, 6, 21, 9, .... A. 30 B. 28 C. 27 D. 25 E. 24 Pembahasan: Barisan 2 larik. +7 +7 7 3 14 +3 6 +7 21 9 28

soal dan solusi siap mtk ipa sbmptn 2013 - tito math's blog

SOAL DAN SOLUSI SIAP SBMPTN 2013 MATEMATIKA IPA 1. Jika 0  b  a dan a2  b2  4ab maka a+b a-b 2. = 2 (A) (B) (C) (C) 2 (D) 3 3 (D) 5 (E) 20 3 (E) 4 cos 77o cos 33o  sin77o sin33o  ... . 6. Jika persamaan x2  4x  k  1  0 mempunyai akar-akar real  dan , maka (D) cos 20o (E) sin 20o (A) cos 20o (B) cos 70o (C) sin 70o 3. Dari 10 pasangan suami istri akan dibentuk tim beranggotakan 6 orang terdiri atas 2 pria dan 4 wanita dengan ketentuan tak boleh ada pasangan suami istri. Banyaknya tim yang dapat dibentuk adalah (A) 3150 (D) 56021 (B) 6300 (E) 141120 (C) 12300 nilai k yang memenuhi (A) (B) (C) (D) (E) (B) (C) (D) 32  3 9 (E) 25  3 16  3 5. Daerah D1 dibatasi oleh parabola y  x2 , garis y  4 , dan garis x = c dan daerah D2 dibatasi oleh parabola y = x2, garis x = c, dan sumbu x. Jika luas D1 = luas D2, maka luas siku empat yang dibatasi oleh sumbu x, sumbu y, garis y = 4 dan garis x = c adalah y = x2 y 4 y  3  3(x  3) (B) y  3  3(x  3) (E) y  33  3(x  3) (C) y  33  3(x  3) 8. Jika 36x  2  6x 1  32  0 akar x1 dan x 2 . x1  x2 Jika x1  x2 , maka 9. 1  cos 2 4x  …. x 0 1  cos 6x 8 (A) 9 5 (B) 6 1 (C)  3 lim (D)  (E) (B) 4 3 8 3   (B) 2 14  dan  c // a Jika  14 7 3 ˆ a  3ˆ  ˆ  2k i j c  b  28 , maka | c | (A) 5 6  ˆ b  2 ˆ  5 ˆ  2k . i j (A) …. (D) 3log 2 (E) 2log3 (A) 1,5 (B) 2 (C) 2,5  c adalah … 5  k  1 atau k  3 5  k  1 atau k  3 k  1 atau 3  k  5 k  1 atau 3  k  5 k  5 atau 1  k  3 10. Diketahui x 1 1  2   f(x) (x  3) 7. Suku banyak dibagi  x3  3x  33 dan memberikan hasil bagi sisa 3 . Garis g menyinggung kurva y  f(x) di titik berabsis 3, maka persamaan garis g adalah …. (A) y  3  3(x  3) (D) 4. Suatu kerucut memiliki panjang jari-jari r dan tinggi t, Jika r  t  6 , maka nilai maksimum volum kerucut adalah … (A) 12 16 3 dan = …. (D) 4 14 (E) 5 14 (C) 3 14 Halaman 1 dari 14 halaman SOAL DAN SOLUSI SIAP SBMPTN 2013 y  kx

« previous  123456789