SEARCH

Found 576 related files. Current in page 3

cara untuk membuat projek sains

perjanjian kerja sama antara badan penanggulangan bencana ...

Pada hari ini SENiN tanggal ENAMBELAS bulan JULI tahun DUARIBU DUABELAS, yang bertandatangan di bawah ini: Drs. Tarminta, MM : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam ha! ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Jalan Raya Tuapeijat Km. 8, Tuapeijat - Sipora Mentawai, seianjutnya disebut PIHAK KESATU. Dr. Wiwin Ambarwulan : Kepala Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, di Jalan Raya Jakarta - Bogor Km. 46 Cibinong, Jawa Barat, seianjutnya disebut PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang seianjutnya disebut PARA PIHAK terlebih dahulu mengingat: 1. Undang-Unciang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3693); 1 dari 6 2. Undang-Untiang Nomor49 Tahun 1999, tanggal 4 Oktober 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai; 3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5214); 4. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; 5. Peraturan Pernerintah Nomor 57 Tahun 2007 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2001, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional; 6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 84/PMK.02/2011 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran2012;

Tatacara_Menyusun_DLA
by Hermawan 0 Comments favorite 29 Viewed Download 0 Times

Kejadian bencana di Indonesia menjadi bagian yang tak terelakkan dampaknya di lndonesia, dan baru disadari semenjak terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang dahsyat di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, gempa bumi di wilayah Provinsi Dl Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2006, serta beberapa kejadian bencana lainnya pada tahun 2007. Sebagai negara kepulauan, hampir seluruh daerah pesisir lndonesia rawan bahaya geologi terrnasuk tsunami. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menyebabkan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana banjir, longsor, kekeringan. Miskinnya pemahaman terhadap sanitasi lingkungan juga mudah memicu terjadinya wabah penyakit Kejadian bencana tersebut menuntut upaya tanggap darurat secara cepat dan menyeluruh bagi korban dan wilayah yang terkena dampak bencana, serta upaya tindak lanjut berikutnya dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat dan daerah pasca bencana. Dalam rangka melanjutkan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana semenjak tahun 2007 melalui Surat Keputusan Meneg PPN/Kepala Bappenas No. Kep. OllA/M.PPN/01/2008, telah dibentuk Sekretariat Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana (P3B) dengan tugas-tugas mengumpulkan dan mengolah data dan informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana termasuk menyusun laporan pelaksanaan kepada Tim Pengarah, mendukung dan memfasilitasi koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga donor. Salah satu tugas pengolahan data dan informasi adalah yang telah dilaksanakan adalah penilaian kerusakan dan kerugian (Damages and Losses Assessment) sebagai rujukan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di berbagai lokasi pasca bencana di Indonesia Dalam melakukan penilaian kerusakan dan kerugian, Sekretariat P3B menggunakan metode ECLAC (Economic Commissionfor Latin America and the Caribbean)yang sudah banyak diaplikasikan untuk penilaian kerusakan dan kerugian pasca bencana di berbagai negara.

solicitud de gestión de oferta de empleo - Empleo y Formación

Al presentar esta oferta de empleo ante los Servicios Públicos de Empleo de Castilla La Mancha, la entidad DECLARA RESPONSABLEMENTE: • Que la oferta que presenta mediante la presente solicitud se ciñe en cuanto a condiciones laborales a lo establecido por la normativa vigente. Si a este respecto, la Oficina de Empleo y Emprendedores recibe quejas reiteradas de dichos candidatos preseleccionados en relación a las condiciones ofertadas, podrá ponerlo en conocimiento de la Inspección de Trabajo y Seguridad Social a los efectos legales oportunos. • Que los candidatos enviados por la Consejería de Empleo y Economía serán atendidos convenientemente. Si a este respecto, la Oficina de Empleo y Emprendedores recibe quejas reiteradas de dichos candidatos preseleccionados en relación al trato recibido, podrá ponerlo en conocimiento de la Inspección de Trabajo y Seguridad Social a los efectos legales oportunos. • Que en cumplimiento de la Ley Orgánica 15/1999, de 13 de Diciembre, de Protección de Datos de carácter personal, la empresa velará por el cumplimiento de la citada ley y con ello la preservación de la intimidad en los datos de las personas.

información sobre cómo solicitar empleo en la misión diplomática e

Todo solicitante de empleo en la Misión diplomática llenará el formulario DS-0174, o presentará un historial personal que traiga toda la información que se pide en ese formulario. Si el historial que presente no comunica la información que se solicita en el formulario DS-0174, la Oficina de Relaciones Humanas (HR) de la Misión pudiera exigirle llenar del todo el formulario DS-0174 mientras siga aspirando a un puesto en la Misión. Si no presenta toda la información que se le pidE, ya sea por medio del formulario DS-0174 llenado completamente o de un historial personal en hojas aparte, se expone a que deje de considerársele para un puesto. 2. Asegúrese de que tiene derecho a presentar la solicitud. A veces, la Misión diplomática restringe la búsqueda de personal al que ya está empleado en la misma Misión. 3. La Oficina de Relaciones Humanas de la Misión debe recibir toda la documentación de su solicitud para la fecha de cierre del anuncio de puesto vacante. En caso contrario, dejará de considerársele para el puesto. 4. La facilitación de cualquier información personal tiene carácter voluntario, por ejemplo, la de su número de la seguridad social de los Estados Unidos (para los ciudadanos estadounidenses o los residentes permanentes en los Estados Unidos) o la del número nacional de identidad (para los demás). Sin embargo, la Oficina de Relaciones Humanas de la Misión no podrá tramitar su solicitud a menos que presente voluntariamente la información que se solicita en el DS-0174.

INFORME N.° 049-2014-SUNAT/4B0000 MATERIA: Se consulta si ...

Se consulta si el recargo al consumo a que se refiere la Quinta Disposición Complementaria Final (DCF) del Decreto Ley N.° 2598 8 y las propinas para los trabajadores, recibidos por establecimientos de hospedaje, restaurantes y agencias de viaje, según corresponda, que no cuentan con comprobantes de pago que los sustenten, constituyen para los titulares de tales establecimientos rentas gravadas con el Impuesto a la Renta. BASE LEGAL: - Decreto Ley N.° 25988, Ley de Racionalización del Sistema Tributario Nacional y de Eliminación de Privilegios y Sobrecostos, publicado el 24.12.1992, y norma modificatoria. - Texto Único Ordenado (TUO) de la Ley del Impuesto a la Renta, aprobado por el Decreto Supremo N.° 179-2004-EF, publicado el 8.12. 2004, y normas modificatorias (en adelante, Ley del Impuesto a la Renta). - Reglamento de la Ley del Impuesto a la Renta, aprobado por el Decreto Supremo N.° 122-94-EF, publicado el 21.9.1994, y normas mod ificatorias. ANÁLISIS: 1. La Quinta DCF del Decreto Ley N.° 25988 establec e que los establecimientos de hospedaje o expendio de comidas y bebidas en acuerdo con sus trabajadores, podrán fijar un recargo al consumo no mayor al 13% del valor de los servicios que prestan. El recargo al consumo, si fuera el caso, será abonado por los usuarios del servicio en la forma y modo que cada establecimiento fije. Su percepción por los trabajadores no tendrá carácter remunerativo y, en consecuencia, no estará afecto a las contribuciones de Seguridad Social ni FONAVI, ni afecto a indemnización, beneficios laborales o compensación alguna. Este recargo no forma parte de la base imponible del Impuesto General a las Ventas. De la norma citada fluye que si bien el recargo al consumo es cobrado por los establecimientos de hospedaje o expendio de comidas y bebidas, su destino es que sea distribuido entre sus trabajadores.

Bagaimana Cara Instalasi Kabel Home Theater yang Baik ( Part II )

Instalasi kabel home theater pada ruangan yang sudah jadi memerlukan perhatian khusus karena lebih sulit dibandingkan ruangan yang belum jadi. Simak hal-hal yang perlu diperhatikan disini.

Bagaimana Cara Instalasi Kabel Home Theater yang Baik

Menginstal kabel home theater sendiri tentunya menyenangkan dan lebih hemat, perhatikan beberapa tips yang perlu diketahui dalam pemasangan kabel home theater ini.

Kada padne prvi sneg, zavrće se ventil na cevki od gasa i nastaje haos u Ukrajini, mogu onda da se greju na Obamine slike

Rusi vuku vreme i čekaju zimu, to su isto pokazali na CNN snimcima Cara Vladimira na manevrima ruske Armije u proleće ove godine dok polako pada sneg.Kada padne prvi sneg, zavrće se ventil na cevki od gasa i nastaje haos u Ukrajini, mogu onda da se greju na Obamine slike.

SMART SOLUTION TIPS TRIK Mengerjakan Soal SBMPTN 2013

Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT TIPS dan TRIK Pengerjaan Soal SBMPTN Pilihan Ganda, Sebab-Akibat, dan Pernyataan By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) PETUNJUK A Mari kita amati petunjuk pada tipe soal ini: Pilih jawaban yang paling benar (A, B, C, D atau E) Sudah jelas bahwa kita hanya memilih satu jawaban saja di antara kelima jawaban. Khusus untuk mata pelajaran Matematika Dasar dan Matematika IPA, tipikal soal yang selalu muncul memiliki pilihan jawaban yang sangat penuh jebakan. Karena ketika adik-adik melewatkan satu konsep dasar yang penting maka akan jatuh terpeleset pada jawaban yang kurang tepat. Sangat disarankan untuk menguasai konsep dasarnya dulu sebelum menelan mentah-mentah metode cara cepatnya. Karena SBMPTN (dulu bernama SNMPTN) sangat berbeda dengan UN yang adik-adik jalani kemarin. Kalau soal-soal di UN kemarin memang memberikan peluang untuk bisa diselesaikan dengan cara cepat yang sangat melimpah. Hal ini dikarenakan indikator soal UN yang diujikan sudah jelas tertera pada kisikisi SKL UN yang selalu dibagikan tiap tahun. Rata-rata dalam setiap soal UN hanya memuat satu konsep dasar saja. Sementara itu, tipikal soal SBMPTN adalah dapat memuat lebih dari satu konsep yang saling terkait. Misalnya, dalam topik soal ”Barisan dan Deret” ternyata masih memuat konsep ”Logaritma”. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada pelajaran IPA seperti Fisika, Kimia maupun Biologi, namun juga berlaku untuk beberapa pelajaran IPS lainnya. Berdasarkan pengalaman pada SBMPTN tahun-tahun sebelumnya bahwa porsi jawaban atau perbandingan banyaknya jawaban soal SBMPTN hampir selalu sama. Artinya jika pada pelajaran KIMIA terdapat 15 soal, maka kurang lebih akan terdapat masing-masing 3 buah jawaban A, B, C, D, atau E. Begitu juga untuk pelajaran yang lain.

Prediksi SBMPTN Jalur Soshum - Kisi-kisi Ujian Online

Kelompok Soshum / IPS Prediksi Soal jalur Soshum terdiri dari mata ujian : 1) TPA : dari No. 1 s.d. 15 2) TKD Umum : dari No. 16 s.d. 45 Untuk Persiapan Ujian Tulis 3) TKD Soshum : dari No. 46 s.d. 85 Sbmptn 2014 @ujiantulis.com Oleh Team UjianTulis.com 1 Prediksi Soal Disusun oleh : Team ujiantulis.com Untuk soal nomor 1 sampai dengan 8, pilihlah kesimpulan yang paling tepat dari pernyataan-pernyataan yang tersedia pada setiap soal! 1. Semua yang hadir di Gedung A adalah peserta SBMPTN 2014. Sebagian peserta SBMPTN 2014 memilih program IPC. Simpulan yang tepat tentang yang hadir di Gedung A … (A) (B) (C) (D) (E) semuanya peserta SBMPTN 2014 yang memilih bukan program IPC. semua peserta SBMPTN 2014 yang memilih program IPC. semua bukan peserta SBMPTN 2014 yang memilih program IPC. sebagian peserta SBMPTN 2014 yang memilih bukan program IPC. sebagian peserta SBMPTN 2014 yang memilih program IPC, sebagian lagi bukan peserta SBMPTN 2014. 2. Semua peserta SBMPTN menempuh ujian tertulis. Sebagian peserta SBMPTN mengikuti ujian praktik. Simpulan yang tepat adalah ... (A) (B) (C) (D) (E) semua peserta SBMPTN yang menempuh ujian tertulis tidak mengikuti ujian praktik. semua peserta SBMPTN yang mengikuti ujian praktik tidak menempuh ujian tertulis. semua peserta SBMPTN yang tidak mengikuti ujian praktik tidak menempuh ujian tertulis. sebagian peserta SBMPTN yang tidak mengikuti ujian praktik menempuh ujian tertulis sebagian peserta SBMPTN yang mengikuti ujian praktik tidak menempuh ujian tertulis. 3. Semua peserta Sbmptn Saintek mengerjakan Soal TPA. Ananda adalah siswa SMA 8 yang mengikuti ujian TPA. Simpulan yang tepat adalah ... (A) (B) (C) (D) (E) Ananda adalah peserta Sbmptn Jalur Saintek. Ananda bukan peserta Sbmptn Jalur Saintek. Ananda bercita-cita menjadi peserta Sbmptn Jalur Saintek. Mungkin Ananda bukan peserta Sbmptn Jalur Saintek. Tidak mungkin Ananda peserta Sbmptn Jalur Saintek. 4. Semua binatang yang berkaki dua dan dapat terbang digolongkan sebagai binatang X. Gajah digolongkan sebagai binatang X. Simpulan yang tepat tentang gajah adalah ...

 123456789