SEARCH

Found 581 related files. Current in page 11

cara kerja magnet coil

FLYWHEEL INSTALLATION INFORMATION - JB Racing, Inc.

JB Racing, Inc. is the original designer and manufacturer of the E36 aluminum flywheel for BMW’s.. We offer street stock replacement lightweight aluminum flywheels for Audi, BMW, Mini Cooper “S” and ULTRA-LITE competition/racing flywheels and flywheel/clutch kits for selected Audi, BMW, and Porsche applications. All JBR flywheels are manufactured in-house to exacting standards on our MAZAK CNC machinery using the highest quality materials available which enables us to maintain the highest level of quality control of our products. Your selection and purchase of our premium quality flywheel product is appreciated. It is designed to provide performance enhancements for your vehicle and when properly installed and not abused, will provide many years of trouble-free service. Please take a moment to read these instructions in their entirety before you begin the installation to ensure it is installed correctly, therefore providing optimum service life. Professional installation is strongly recommended. All JB Racing flywheels are sold as COMPLETE KITS which include high quality, re-usable installation hardware and hardened bolt-ring which must be used. Do not install using the OE hardware. EACH FLYWHEEL KIT INCLUDES:CNC machined aluminum flywheel Replaceable, hardened steel friction surface Dowel pins and pressure plate installation hardware Heli-coil inserts installed in pressure plate mounting holes Factory equivalent starter ring gear, heat shrunk & bolted Hardened flywheel bolt-ring with 10.9 grade installation bolts Flywheels are Zero-Balanced

DATA BOOK - Worldtracker.org
by Alexi 0 Comments favorite 44 Viewed Download 0 Times

MAZDA E2000 1994 to 1997 Engine & Cooling Fuel Ignition Running gear Electrical Torque settings Notes & Illustrations Capacities MAZP9002032 Automotive Technical DATA BOOK Click on one of the buttons above to view data for this car. To return to this screen and make another choice, click anywhere on the data screen. MENU Engine and cooling system E2000 Type Capacity (cm3) / number of cylinders Compression ratio / pressure Oil pressure Oil temperature Valve clearance - inlet Valve clearance - exhaust Firing order No 1 cylinder position Thermostat opening temperature Radiator cap pressure bar bar ºC mm mm ºC bar 1994 to 1997 FE SOHC 12V 70kW 1998 / 4 8.6 / ≥8.75 [3.0 to 4.0] 80 0: Hyd. 0: Hyd. 1-3-4-2 _ 86.5 to 89.5 0.75 to 1.0 Fuel system E2000 rpm rpm % ppm % % bar bar RON ohms ohms V mm º (%) µF Crankshaft @ rpm Crankshaft Crankshaft Crankshaft Crankshaft Crankshaft Crankshaft @ rpm @ rpm @ rpm @ rpm @ rpm @ rpm mbar º Crankshaft mm 1994 to 1997 800±50 _ 0.5±0.5 N/A ≤300 _ _ _Mazda MPI _ 2.6 to 3.1 4.5 to 6.0 95[U] Ignition system Type Ignition coil Primary resistance Ballast resistor Voltage - Tmnl 15(+) to earth Distributor Points gap (air gap) Dwell angle Condenser capacity Rotation Ignition timing - basic [static º V = Vacuum NV = No Vacuum Total ignition advance º º º Centrifugal check. º º º Vacuum range check Maximum vacuum advance Spark plugs Type Electrode gap 1994 to 1997 E2000 Idle speed - manual [auto] Fast idle speed - manual [auto] CO @ idle speed [3000 rpm] - see page VI HC @ idle speed [3000 rpm] - see page VI CO2 @ idle speed [3000 rpm] - see page VI O2 @ idle speed [3000 rpm] - see page VI Carburettor / fuel injection Type / ref Main jet / needle Injection pressure Pump pressure Octane rating Computerized _ 0.81 to 0.99 _ _ _ _ _ _ _ 6± BTDC @ 800±50 WSM _ Computer control _ _ Computer control _ _ Computer control _ NGK/Nippon Denso BKR5E-11 / K16PRU-11 1.0 to 1.1 Electrical system E2000 Battery V / CC / RC Alternator voltage / full load current / engine rpm Starter motor current / voltage - cranking A/V Starter motor current / voltage - locked A/V 1994 to 1997 12 / 65Ah 14.7±0.3 / 65 / _ _ _ Running gear E2000 Brakes Front (min. friction material thickness) Rear (min. friction material thickness) Tyres Saloon Estate / Van Pressure - front / rear - Saloon Pressure - front / rear - Estate / Van Front suspension / wheel alignment Toe-in (+) / Toe-out (–) Camber Castor King pin inclination Rear suspension / wheel alignment Toe-in (+) / Toe-out (–) Camber 1 2 3 4 E2000 1994 to 1997 _ 185x14 _ 3.0 / 4.5 mm [º] 0.0±3.0 0°±3° 3°58’ +1° -40’ 9°22’ mm [º] _ _ Nm Nm Nm Nm Nm Nm Nm Nm Nm Nm Nm Nm 80 to 86 _ _ _ 50 to 55 82 to 88 22 to 23 96 to 103 WSM WSM 88 to 117 15 to 23 Capacities Engine oil & filter Gearbox - 4-speed [5-speed] Automatic transmission - refill Final drive Cooling system Fuel tank 1994 to 1997 1.0 1.0 Size Size bar bar 1994 to 1997 E2000 mm mm Torque wrench settings Cylinder head - stage Cylinder head - stage Cylinder head - stage Cylinder head - stage Big-end bearings Main bearings Clutch cover Flywheel [driveplate] Front hubs Rear hubs Wheel nuts / bolts Spark plugs HELP litres litres litres litres litres litres Notes and Illustrations 1998 cm3 3.9 2.5 _ 1.3 7.0 62

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI ... - ITB

Pada tanggal 2 September 2009, pukul 07:55:01 (UTC) atau pukul 14:55:01 (WIB) waktu setempat, telah terjadi gempabumi besar dengan moment magnitude Mw = 7.0 dengan kedalaman 49.9 km pada posisi 7.777°S, 107.326°E (Sumber : USGS). Gempabumi ini mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana dan sarana fisik serta sekitar 74 orang korban jiwa manusia di Propinsi Jawa Barat.. Kerusakan bangunan secara umum yang teramati di daerah survey (Kabupaten Tasikmalaya dan Pangalengan) bervariasi dari kerusakan ringan, keruskan parah, sampai runtuh. Bangunanbangunan sekolah, kantor pemerintah, rumah sakit/puskesmas, dan perumahan juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Prasarana jalan, jembatan, tanggul, instalasi listrik dan telepon diidentifikasi masih dalam kondisi baik dan beberapa hanya mengalami kerusakan ringan. Institut Teknologi Bandung memiliki ahli-ahli di bidang bencana alam seperti kegempaan dan tsunami perlu memberikan suatu kontribusi untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana Jawa Barat. Sebagai bagian dari program kerja ITB untuk memberikan suatu masukan-masukan atau rekomendasi teknis untuk tahapan rehabilitas dan rekonstruksi, kajain awal mengenai kejadian gempa Tasik dan survey awal identifikasi cepat kerusakan bangunan telah dilakukan. Pada tanggal 3 September 2009, kami melakukan survey awal ke daerah Pangelengan dan pada tanggal 5-7 September 2009 telah dilakukan survey ke Kabupaten Tasikmalaya. Team dari ITB telah melakukan suatu kajian-kajian awal, pengumpulan data-data serta survey ke daerah bencana untuk melakukan pengamatan langsung secara visual dampak-dampak dari gempa yang terjadi. Kajain-kajian awal dan survey ini dilakukan untuk dapat memberikan suatu rekomendasi-rekomendasi teknis serta langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan selanjutnya Satuan Tugas Kajian dan Survey Lapangan Bencana Gempa Jawa Barat - ITB Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat dalam rangka pemulihan (recovery), fase pembangunan kembali (rekonstruksi), serta pada jangka panjangnya fase pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation) dan kesiapan (preparedness). 1.2. Tujuan Kajian dan Survey Awal Hasil yang diharapkan dari kajian dan survey awal gempabumi dan keluaran-keluarannya adalah sebagai berikut: a. Melakukan kajian singkat dan survey awal (investigasi lapangan pasca bencana) untuk mengkaji pengaruh dari besaran gempa yang terjadi serta mengidentifikasi kerusakan bangunan-bangunan dan sarana prasarana akibat gempa. Bangunan-bangunan kritis menjadi prioritas dalam survey awal ini yakni seperti bangunan-bangunan fasilias kesehatan (Puskesmas), sekolah, tempat ibadah (masjid), dan bangunan/sarana umum lainnya. Selain itu, juga untuk melakukan survey kerusakan bangunan rumah penduduk. Pada umumnya setelah pasca bencana gempa, ruangan-ruangan tempat ibadah dan juga sekolah tidak digunakan, umumnya sekolah akan diliburkan beberapa hari. Pada saat aktivitas sekolah (kegiatan belajar mengajar) dimulai kembali, aktivitas tersebut diadakan di tempat-tempat yang dianggap aman. b. Melakukan kaji cepat kelayakan bangunan pasca bencana gempa (rapid assessment) untuk meyakinkan para pihak terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk...

Laporan Naratif Filantropi bencana Gempa Yogyakarta-Jateng oleh ...

Filantropi masih merupakan terminologi yang belum cukup diketahui dan dipahami oleh masyarakat dunia usaha. Pendataan yang dilakukan oleh PPF dengan mengambil momentum penyaluran bantuan kepada korban bencana gempa Yogyakarta-Jateng oleh perusahaan, menghadapi hambatan pertama berupa keawaman subyek riset terhadap difinisi filantropi. Termasuk didalamnya, ketidak pahaman terhadap maksud dan tujuan sebuah upaya penguatan filantropi. Subyek riset juga sulit untuk memahami bahwa aksi kedermawanan bukan sebuah niat baik berlandaskan keikhlasan semata, namun juga perlu dikembangkan, dikelola secara profesional, transparan sehingga dapat berjangka panjang serta memberi manfaat yang maksimal guna mengatasi permasalahan sosial di sekitar. Hasil pendataan masih jauh dari yang diharapkan, namun berhasil memotret pemahaman mendasar dan cara pandang yang sangat berbeda antara PPF, sebagai sebuah lembaga yang bercita-cita meningkatkan mutu kedermawanan, dengan pelaku kedermawanan (perusahaan) yang beranggapan bahwa aksi filantropinya, bahkan tidak perlu diketahui oleh pihak lain. Subyek riset memiliki kekawatiran dan rasa tidak percaya yang cukup tinggi, menanggapi keinginan PPF untuk mengetahui pengalaman dan pola-pola filantropi yang mereka lakukan. Beberapa perusahaan mengungkapkan secara terbuka hal tersebut, sebagian besar lainnya langsung melakukan penolakan dan menutup diri terhadap berbagai upaya penjelasan dan pendekatan. Bencana gempa melanda wilayah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah pada 26 Mei 2006, pukul 05.53 WIB, selama 57 detik dengan kekuatan 5,9 Skala Ritcher. Pusat gempa berada di lepas pantai Samudera Hindia, sekitar 38 km selatan Yogyakartakarta dengan kedalaman 33 kilometer1. Peristiwa ini menimbulkan kerusakan di 5 wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yakni, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Kulon Progo dan Gunung Kidul, serta 6 kabupaten di Jawa Tengah meliputi Klaten, Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri dan Purworejo. Bantul dan Kabupaten Klaten mengalami kerusakan paling parah. Total korban meninggal mencapai 5.857 jiwa, korban luka-luka 37.229 jiwa, rumah penduduk yang rata dengan tanah tidak kurang dari ...

QUICK GUIDE Data dan Informasi Bencana ... - WordPress.com

Bencana merupakan bagian dari kehidupan manusia yang datang tanpa diduga kapan, dimana dan bagaimana terjadinya. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan masyarakata dalam menghadapi dan akhirnya menimbulkan korban dan kerusakan. Fenomena bencana sebagian besar merupakan kejadian berulang pada tempat yang sama, sehingga dapat dilakukan analisa untuk ke depan dengan menggunakan data historis bencana-bencana sebelumnya. Melalui Data dan Informasi Bencana Indonesi (DIBI) dapat dilihat historis kejadian bencana yang terjadi di Indonesia mulai tahun 18152012. Dalam DIBI dapat disajikan data bencana mulai tanggal kejadian, lokasi, korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Analisa yang dapat disajikan melalui DIBI ini adalah grafik, statistik, peta tematik dan crosstab. . PERMINTAAN Berfungsi untuk membuat permintaan data kejadian bencana yang akan ditampilkan. Isikan rentang tanggal (YYYY MM DD), dari kapan sampai kapan. Rentang tanggal juga bisa diisikan hanya pada tahun saja. Apabila ingin melihat semua data maka rentang tanggal tidak usah diisi, langsung klik pada “OK”. . LIHAT DATA Berfungsi untuk melihat data kejadian bencana yang diminta. Fungsi ini sama dengan “LIHAT DATA” pada permintaan. Semua data bencana yang diminta akan ditampilakn secara rinci dan berdasarkan database yang tersimpan. GRAFIK Berfungsi untuk menampilkan grafik data kejadian bencana. Grafik dapat berupa grafik batang dan diagram pie (kue). Klik pada “BUAT GRAFIK” maka akan ditanpilkan grafik variabel bencana berdasarkan tahun kejadian. STATISTIK Berfungsi untuk menampilkan data statistikkejadian bencana seperti jumlah, rata-rata, maksimum, varian,dan deviasi standar. Mulai dari lokasi, dampak bencana, korban dan kerusakan. Klik “LANJUT” maka akan ditampilkan data kejadian bencana sesuai dengan permintaan. Data hasil tampilan dapat disimpan dalam bentuk EXCEL maupun CSV. Cara menyimpanya klik pada pojok kanan tulisan “BUAT EXCEL CSV”. Data secara otomatis akan tersimpan dan dapat digunakan sewaktu-waktu. LAPORAN Berfungsi untuk menyajikan laporan bencana sesuai dengan pernintaan. Data yang tersedia hampir sama dengan di menu statistic. Klik “LANJUT” untuk mendapatkan laporan yang diminta. Hasil dari laporan ini dapat disimpan dalam bentuk EXCEl, CSV dan XML. PETA TEMATIK Berfungsi untuk menampilkan peta tematik berdasarkan variable yang diinginkan. Klik pada “BUAT PETA” maka akan menampilkan sebaran kejadian bencana di Indonesia secara langsung. Peta ini dapat didownlaod dengan cara klik kanan pada peta dan simpan sebagai gambar. CROSSTAB Berfungsi untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel. Pilih variable pada kolom tersedia kemudian klik “TAMBAH’. Selanjutnya klik “LANJUT” untuk mendapatkan hasil crosstab sesuai yang diinginkan. Tabel ini dapat dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan analisa statistikkhusus untuk tabulasi silang (crosstab). Hasil ini dapat disimpan dalam EXCEl dengan menekan tombol “BUAT EXCEL” di pojok kanan atas.

SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA - WordPress.com

TELAH DIUJICOBAKAN DALAM GLADI LAPANG CALON ANGGOTA KS R PMI KOTA YOGYAKA RTA 2005 2. Deskripsi Tugas a. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana 1) Umum Membantu PMI Cabang Kota Yogyakarta dalam pelaksanaan tugas Penanggulangan Bencana; 2) Khusus a) Merencanakan segala kegiatan yang berhubungan dengan Penanggulangan Bencana; b) Menyiapkan Poskodal di PMI Cabang Kota Yogyakarta, di lokasi bencana, dan di tempat lain yang di anggap perlu; c) Memberikan bantuan dan pertolongan kepada korban; d) Membuat dokumentasi Penanggulangan Bencana; e) Membuat laporan harian kepada PMI Kota Yogyakarta; f) Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pihak lain yang terkait (Satlak Penanggulangan Bencana). b. Komandan Satuan Tugas 1) Memimpin dan bertanggung jawab atas kegiatan PB; 2) Merencanakan, mengkoordinasikan, dan memberikan penugasan kepada Base Camp Officer, On Field Officer, Triage Officer, dan Regu; 3) Melakukan pengawasan dan pengendalian kepada seluruh komponen Satuan Tugas; 4) Melakukan koordinasi dengan Satlak PB dan instansi lain yang terkait; 5) Membuat laporan kepada PC PMI Kota Yogyakarta. c. Base Camp Officer Bertanggung jawab kepada Komandan Satgas 1) Merencanakan dan melakukan setting Base Camp secara menyeluruh termasuk sanitasi, penerangan/ sumber listrik, saluran air bersih,dan keamanan/ketertiban base camp, dengan dibantu oleh reguregu yang menjadi wewenangnya; 2) Mengkoordinasikan dan memberikan penugasan kepada Regu : Base Camp, Komunikasi, Hubungan Masyarakat, TMS, Rumah Sakit Lapangan, Dapur Umum, Ambulans; 4) Menunjuk Koordinator Regu; 5) Membuat laporan. d. On Field Officer 1) Bertanggung jawab kepada Komandan Satgas; 3) Merencanakan, melakukan pencarian dan penyelamatan korban di Crash Area dan Collecting Area, dengan dibantu oleh regu-regu yang menjadi wewenangnya; 4) Mengkoordinasikan dan memberikan penugasan kepada Regu Pertolongan Pertama dan Regu Pencari; 5) Menunjuk Koordinator Regu; 6) Membuat laporan.

LAPORAN TAHUNAN 2012.pdf - data online skpd pemerintah ...

Puji Syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas kasih dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Tahunan 2012 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kota Jayapura yang berkewajiban menyusun Laporan Tahunan 2012 untuk memberikan gambaran sejauh mana pelaksanaan Kegiatan yang telah dicapai dan sebagai bahan informasi bagi pimpinan berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan tersusunnya Laporan Tahunan 2012 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura, maka diharapkan bisa menjadi acuan untuk Pembangunan Kota Jayapura. Demikian Laporan Tahunan 2012 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dibuat dan atas perhatiannya disampaikan terima kasih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dibentuk berdasarkan Peraturan Walikota No. 15 Tahun 2010 tentang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dan dilanjutkan dengan Peraturan Daerah Kota Jayapura No. 12 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura. Urusan Penanggulangan Bencana merupakan Urusan Wajib yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sebagai badan baru dilingkungan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Jayapura, Badan Kota Jayapura akan terus melakukan pembenahan-pembenahan kedalam agar dapat melaksakan tugas-tugasnya dengan baik. Keadaan Alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya mengisyaratkan kepada pemerintah untuk bersikap tanggap dan antipatif dalam menyingkapi berbagai kemungkinan buruk apabila fenomena alam tersebut terjadi di Kota Jayapura . Langka selanjutnya kedepan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura akan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga tindak lanjut dari adanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) ini dapat efektif. Adapun tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebut diantaranya menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanggulangan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan per UndangUndangan serta menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana alam dan lain-lain sebagainya. Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintah secara luas, nyata dan bertanggungjawab maupun pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya telah berupaya secara kontinyu dan terus menerus dalam usaha Penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura

STIHL PolyCut™ 6-3
by certywe 0 Comments favorite 31 Viewed Download 0 Times

Warning! Objects may be thrown or ricochet in all directions. To reduce risk of injury to operator, never operate a trimmer without a properly mounted deflector (see picture). Keep bystanders at least 50 ft (15 m) away. Attention! Danger de projection ou de ricochet d’objets dans toutes les directions. Pour réduire le risque de blessure à l’opérateur, toujours utiliser un coupe-herbe avec un déflecteur proprement monté (voir photo ci-dessus). Ne pas tolérer la présence de spectateurs dans un rayon de 15 m (50 pi). Atención! Los objetos pueden ser lanzados en cualquier dirección. Para reducir el riesgo de que alguna persona se lastime, utilice siempre el protector adecuado y no permita la presencia de personas a una distancia menor de 15 metros (50 pies). Three-blade cutting head for trimmers Applications: For lawn trimming and mowing large areas of heavy grass and weeds. Do not exceed 10,000 r.p.m. Tête faucheuse à trois couteaux pour coupe-herbes Applications: Pour couper de grandes surfaces d’ herbe haute et de mauvaises herbes. Nombre de tours maximal autorisé: 10,000 t/mn. Cabezal de corte de tres cuchillas para recortadoras Usos: Para recortar césped y segar pasto grueso y malezas en zonas grandes. No exceda una velocidad de 10.000 rpm. Warning! To reduce risk of eye injury, always wear goggles or safety glasses that meet ANSI Z87.1. To reduce risk of facial injury, STIHL recommends that you also wear a face shield or face screen over your goggles or safety glasses. To reduce risk of hearing loss, always wear hearing protection. Attention! Pour réduire le risque de blessure aux yeux, toujours porter des lunettes de protection qui rencontrent la norme ANSI Z87.1. Pour réduire le risque de blessure au visage, STIHL recommande de porter aussi une visière faciale ou un écran de protection facial par-dessus vos lunettes de protection. Pour réduire le risque de blessure aux organes auditifs, porter toujours des protège-oreilles conseillés. ¡Atención! Para reducir el riesgo de lesiones en los ojos, utilice siempre gafas de seguridad que cumplen con la norma ANSI Z87.1; para reducir lesiones en la cara, STIHL recomienda que también use una careta protectora sobre las gafas. Para reducir el riesgo de pérdida del oído, utilice siempre protección para los oídos.

download a leaflet - Land Rover
by Hanjox 0 Comments favorite 21 Viewed Download 0 Times

Protect your Land Rover In the event of a vehicle accident, Land Rover guarantees the highest quality repair by our experts. They only use genuine Land Rover parts and have the latest equipment, techniques and training to repair your vehicle to Land Rover standards. So only with Land Rover Insurance can you be sure that: - Your car’s safety rating is maintained - Your car’s resale value is protected - Your car’s manufacturer warranties are preserved - Your Land Rover stays 100% Land Rover even after a major repair 3 4 Features guaranteed by Land Rover Insurance Genuine Land Rover Parts - Repaired using only genuine Land Rover parts - Always keeps your Land Rover 100% Land Rover Land Rover Approved Repair - Repaired at a Land Rover approved bodyshop to Land Rover standards - Complimentary courtesy car provided if repaired at a Land Rover approved bodyshop Protect Safety Rating - Safety standards maintained by using only Land Rover repair methodology Protect Resale Value - Resale value of vehicle protected by using only genuine Land Rover parts - 5 year repair guarantee No Additional Excess Charges - Many UK insurers charge an additional excess of up to £200 or will double your repair excess to use a Land Rover approved bodyshop - No such hidden penalties with Land Rover Motor Insurance ...

smart pdf - Land Rover
by Hanjox 0 Comments favorite 26 Viewed Download 0 Times

Your Land Rover is dynamic, beautiful and alive. We want to help you keep it that way and Land Rover SMART is the perfect way to protect your investment and keep your Land Rover distinctive and showroom fresh. Why do you need Land Rover SMART? If your Land Rover is your pride and joy, you will appreciate the fine lines, the exquisite detailing and the timeless beauty of its design. Unfortunately, you can’t always be there to make sure it stays safe and sound and everyday knocks and bumps are part of life on today’s roads. Minor dents, scratches and scrapes from car parks, stone chips or other people’s carelessness shouldn’t take the shine off your Land Rover and Land Rover SMART is the perfect way to maintain your car’s showroom appearance for longer. How can Land Rover SMART help? If your car suffers minor cosmetic damage from scratches, dents and stone chips, Land Rover SMART will arrange and pay for the cost of repair to keep your car looking fresher for longer. Guaranteed repairs from qualified and accredited technicians will remove scratches and dents up to 15cm long and 3mm deep and stone chips up to 1.5cm in diameter and keep your Land Rover looking pristine. Land Rover SMART can also help maintain control on your motor insurance cost by preventing a potentially costly claim through your car insurer and helping you keep your No Claims Discount. Who can apply? Land Rover SMART is available: –– If the vehicle is under 5 years old and has covered fewer than 60,000 miles at the start of the policy –– If the car has a standard factorysupplied paint colour and finish –– To private individuals who are the registered owner and keeper of the vehicle and who are resident in the United Kingdom, excluding the Isle of Wight and the Islands of Scotland (including the Shetland, Orkney, Inner Hebrides and Outer Hebrides Islands) –– The vehicle is used only for social, domestic, pleasure and commuting to and from a place of work Policy exclusions and limits –– Any vehicle that is over 5 years old and has covered more than 60,000 miles at the start of the policy –– Any vehicle that has a nonstandard paint colour or finish –– Any damage that was incurred before the policy start date –– Any damage reported to Land Rover SMART more than 30 days after the incident –– Damage that has occurred to horizontal, flat surfaces such as bonnets, roofs and boot tops –– Damage which extends over more than two (2) adjacent body panels. In the event that the damage extends over more than two (2) adjacent body panels, the entire claim will be excluded as the damage falls outside the scope of this policy ...

 789101112131415