SEARCH

Found 741 related files. Current in page 16

cara cara menyusun laporan penelitian yang baik dan benar

1967 kb/s - Cara Cara Menyusun Laporan Penelitian Yang Baik Dan Benar Full Download


2157 kb/s - [Verified] Cara Cara Menyusun Laporan Penelitian Yang Baik Dan Benar


2864 kb/s - Cara Cara Menyusun Laporan Penelitian Yang Baik Dan Benar Direct Download

Informe Año 2005 - Servicio de Impuestos Internos

INFORME DE GASTO TRIBUTARIO: Se designa como ‘Gasto Tributario’ al monto de ingresos que el Estado deja de percibir al otorgar un tratamiento impositivo que se aparta del establecido con carácter general en la legislación tributaria y que tiene por objeto beneficiar, promover, o fomentar a determinadas actividades, sectores, ramas, regiones, o grupos de contribuyentes. Por lo general, se traduce en el otorgamiento de exenciones o deducciones tributarias, alícuotas diferenciales, diferimientos, y créditos, entre otros mecanismos. En el presente informe, el SII reporta la medición de esta variable para el año 2004, y la proyección para el año 2005 y el año 2006. Las estimaciones exhiben algunas diferencias con respecto a las de años precedentes, no obstante, gran parte de esas diferencias se explican por el cambio de año base de medición y los nuevos supuestos de crecimiento económico e inflación a partir de los cuales se realizan las proyecciones. También se ha incorporado la estimación, no disponible en los informes anteriores, del tratamiento especial del impuesto a la renta sobre los depósitos convenidos. Por otro lado, se eliminó la línea asociada a exención de IVA al arriendo de viviendas, por considerar que bajo un IVA base consumo lo adecuado es gravar la venta de viviendas y dejar exentos los arriendos. Un elemento nuevo incorporado en este informe corresponde a la evaluación del impacto redistributivo de las franquicias. Esta evaluación se ha realizado a partir de antecedentes de composición y distribución del gasto de las familias (vía encuestas de presupuesto familiar del INE) y la distribución de ingreso contenida en las declaraciones de renta. De esta forma, cada partida de gasto ha sido acompañada con una estimación de su distribución por segmentos de ingreso. Conviene señalar también que las estimaciones siguen siendo, en varios casos, limitadas y responden a supuestos de aproximación gruesa. No obstante ello, se considera que el valor de contar con estimaciones hace recomendable impulsar los esfuerzos de medición, a riesgo de producir sólo cifras aproximativas. La publicación de este trabajo, por otro lado, se enmarca en las recomendaciones de organismos internacionales como la OCDE y el Fondo Monetario Internacional, para los cuales la medición del Gasto Tributario es un requisito fundamental de transparencia en la política tributaria y de buenas prácticas en las administraciones fiscales. El Gasto Tributario (GT) puede entenderse, en un sentido amplio, como aquella recaudación que se deja de percibir producto de la aplicación de franquicias o regímenes impositivos especiales y cuya finalidad es favorecer o estimular a determinados sectores, actividades, regiones o agentes de la economía. También se suele llamar a esta variable como “renuncia tributaria”, aludiendo al hecho de que por esta vía el Fisco se desiste, parcial o totalmente, de aplicar el régimen impositivo general, atendiendo a un objetivo superior de política económica o social. El concepto de GT surge entonces con la finalidad de establecer un paralelo entre lo que es el gasto fiscal directo que el gobierno ejecuta a través del presupuesto y este gasto indirecto que resulta de aplicar excepciones tributarias. En lo referente a la medición del GT hay que señalar que ésta sin duda es una tarea compleja, y por ello muchas veces postergada en economías en desarrollo, pero que reviste enorme importancia. Desde luego, la medición del GT involucra un principio crucial, el de la transparencia fiscal. Por lo general, la acción fiscal más visible --la acción presupuestaria directa-- es objeto de extensos debates y análisis. La elaboración y mantención de estadísticas sistemáticas del presupuesto público así lo permiten. El monitoreo de los incentivos tributarios, por el contrario, suele verse obstaculizado por la falta de información. Esta es una primera justificación para medir el GT, contribuyendo a la transparencia de las políticas económicas y sociales del gobierno. Hay también una consideración de economía política, ya que interesa explicitar qué objetivos se persiguen y quiénes son los beneficiarios de la acción fiscal no-presupuestaria. En segundo lugar, disponer de una medida del GT también permite evaluar el desempeño del sistema tributario, y orientar su administración. Los sistemas impositivos con una mayor presencia de regímenes especiales suelen exhibir niveles más altos de complejidad tributaria y más espacios para la evasión y elusión, por lo tanto la cuantía del GT puede ser ilustrativa del desempeño y de las áreas vulnerables del sistema tributario. Tercero, en el contexto de reformas tributarias donde el campo de acción para la instauración de nuevos impuestos o de mayores tasas impositivas aparece cada vez más limitado,...

LAPORAN AKHIR - JICA
by Hermawan 0 Comments favorite 132 Viewed Download 0 Times

LAPORAN AKHIR PENELITIAN DASAR DAN PERSIAPAN UNTUK SUB PROYEK SISTEM PERINGATAN DINI DAN EVAKUASI DINI DI KABUPATEN JEMBER KESADARAN MASYARAKAT SETEMPAT DAN PEMERINTAH SETEMPAT Sebagaimana diketahui bersama bahwa berbagai bencana telah terjadi di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk waspada dan siap ketika sewaktu-waktu bencana alam melanda. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap pengenalan tanda-tanda bencana alam dan upaya meminimalisir resiko yang dihadapi mendorong Japan International Cooperation Agency (JICA), Pemerintah setempat juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memberikan bekal pengetahuan terhadap bencana alam kepada masyarakat di daerah rawan bencana. Beberapa wilayah potensi bencana alam di Kabupaten antara lain wilayah Kecamatan Panti dan Sukorambi, Silo berpotensi bencana banjir dan tanah longsor. Sebagai respon terhadap kajian pengelolaan bencana alam di Kabupaten Jember yang dilaksanakan oleh Tim JICA, maka Yayasan Pengabdi Masyarakat sebagai lembaga swadaya masyarakat non pemerintah ingin berperan dalam kegiatan tersebut. Yayasan Pengabdi Masyarakat sebagai lembaga layanan masyarakat, telah banyak melakukan kegiatan, antara lain pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemberantasan buta aksara maupun pengentasan kemiskinan, pelatihan, survey, dan kegiatan sosial dan berperan dalam penanganan bencana alam di Kecamatan Panti. Pada tahun 2007, Yayasan Pengabdi Masyarakat bekerjasama dengan JICA Study Team on Disaster melakukan berbagai kegiatan dalam upaya memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang penanganan bencana alam. Kegiatan tersebut antara lain Training for Local Leader (training kepada pamong masyarakat), Community Workshop (Worksop kepada masyarakat), serta Evacuation Drill (pleatihan Evakuasi). Semua kegiatan tersebut dilakukan di Desa Panti Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Oleh karena itu Yayasan Pengabdi Masyarakat pada tahun 2010 ini siap untuk menjadi partner JICA di Kabupaten Jember dalam kegiatan “Penelitian Dasar dan Persiapan untuk Sub Proyek Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi Dini” untuk mengidentifikasi sejauhmana kesadaran masyarakat setempat dan pemerintah setempat dalam melakukan persiapan antisipasi banjir bandang di Desa Panti, Desa Sukorambi dan Desa Silo...

perjanjian kerja sama antara badan penanggulangan bencana ...

PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI DENGAN PUSAT PELAYANAN JASA DAN INFORMASI BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL Tentang PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBUATAN PETA RAWAN BENCANA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI NOMOR: 01/SPK-PR/BPBD-KM//VII / 2012 NOMOR: 80/JASINFO.SPK/LP/7/2012 : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam ha! ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Jalan Raya Tuapeijat Km. 8, Tuapeijat - Sipora Mentawai, seianjutnya disebut PIHAK KESATU.: Kepala Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, di Jalan Raya Jakarta - Bogor Km. 46 Cibinong, Jawa Barat, seianjutnya disebut PIHAK KEDUA. PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang seianjutnya disebut PARA PIHAK terlebih dahulu mengingat: Undang-Unciang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3693); Undang-Untiang Nomor49 Tahun 1999, tanggal 4 Oktober 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai; undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5214); Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; Peraturan Pernerintah Nomor 57 Tahun 2007 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2001, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional; Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 84/PMK.02/2011 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran2012; Keputusan Menteri Keuangan Nomor 188 Tahun 2008 tentang Persetujuan Penggunaan Sebagian Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional; Peraturan Bupati Kepulauan Mentawai Nomor 21 Tahun 2011 tentang Analisa Standar Belanja Tahun Anggaran 2012. Memperhaiikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Mentawai, dengan Nomor Dokumen Pelaksanaan Anggaran 1 20.19.22.13.5.2, tanggal 16 Februari 2012; Surat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Nomor: 065/66/BPBD-KKM/V-2012 tentang Kerjasama Pelaksanaa*-; Pekerjaan Pembuatan Peta Rawan Bencana dan Peta Rawan Bencana Kabupaten Mentawai, tanggal 15 Mei 2012; Surat Kepala Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Nomor: B-1120/BIG/SESMA/LP/5/2012 tentang Kerjasama Pelaksanaar- Pekerjaan Pembuatan Peta Rawan Bencana dan Peta Rawan Bencana...

kepolisian negara republik indonesia daerah maluku direktorat ...

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH MALUKU DIREKTORAT SABHARA LAPORAN HASIL PELAKSANAAN UNIT SAR DIT SABHARA POLDA MALUKU KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH MALUKU DIREKTORAT SABHARA LAPORAN HASIL PELAKSANAAN UNIT SAR DIT SABHARA POLDA MALUKU 1. Umum a. Bahwa wilayah Indonesia khususnya wilayah Maluku yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis rawan terhadap terjadinya bencana dengan frekuensi yang cukup tinggi, sehingga dapat mengakibatkan korban jiwa dan harta benda, sehingga perlu antisipasi dan ditangani sesegera mungkin secara arif, bijaksana, profesional, proporsional, transparansi dan akuntabel melalui pendekatan manajemen penanggulangan bencana. b. Sesuai Undang-undang Nomor. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 13 dan pasal 14 ayat (1) huruf i mengamanatkan melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia; c. Bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya pada Direktorat Sabhara bertugas melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. d. Bahwa dalam permasalahan penanggulangan dan penanganan bencana, Dit Sabhara Polda Maluku akan memberikan pelayanan yang cepat dalam rangka pelayanan prima guna menyelamatkan nyawa maupun harta benda sebagai akibat bencana yang merupakan salah satu wujud pelaksanaan Quick Respon Sabhara. e. Kehadiran anggota Polri khususnya Unit SAR Dit Sabhara Polda Maluku menjadi prioritas utama untuk memberikan rasa aman dan terlayani kepada masyarakat pada saat penanggulangan bencana. Dalam rangka menjawab tuntutan persoalan masyarakat tersebut Dit Sabhara Polda Maluku telah melaksanakan Pencapaian Grand Strategi Polri diutamakan Quick Respon dalam pelayanan masyarakat berupa kegiatan SAR (Search And Rescue) dan untuk mempertanggung jawabkan hasil kepada pimpinan telah disusun Laporan hasil guna untuk menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam melaksanakan tugas tersebut 2. Dasar.............. Undang – undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2002 nomor 2, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4168). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan penanggulangan bencana. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing, Non Pemerintah dalam penanggulangan bencana. Keputusan Kapolri Nomor 22 Tahun 2010 tanggal 28 September 2010 tentang Susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat Kepolisian Daerah...

Laporan Tim Tanggap Darurat PVG Bencana Situ Gintung

Laporan Tim Tanggap Darurat PVG Bencana Situ Gintung JAKARTA. Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) telah melakukan pemeriksaan di lokasi bencana banjir bandang di daerah Situ Gintung, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Berdasarkan penelitian, bencana terjadi pada hari Jumat 27 Maret 2009, sekitar pukul 04:30 WIB. Jenis bencana berupa aliran bahan rombakan (debris flow) yang terjadi akibat jebolnya tanggul Situ Gintung selebar ± 65 m, yang diikuti dengan gerakan tanah (longsoran) pada gawir tanggul dengan panjang antara 3 - 7 m, lebar antara 3 - 8 m, tinggi gawir antara 1 - 2,5 m dan Wilayah sekitar bencana berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Kejadian Gerakan Tanah/Tanah Longsor pada bulan Maret 2009 (Badan Geologi), termasuk dalam Potensi Gerakan Tanah Sangat Rendah dengan Morfologi berupa daerah yang relative datar dengan lembah Situ Gintung. Daerah hilir berupa lembah relative bergelombang lemah yang dibatasi oleh lereng terjal (tanggul situ). Daerah ini merupakan lembah aliran sungai Pesanggrahan yang secara umum merupakan lembah yang relative datar. Kondisi keairan daerah bencana berupa aliran air permukaan cukup besar dari sungai Pesanggrahan (tempat situ Gintung) terutama pada waktu musim hujan. Tim Tanggap Darurat memperkirakan penyebab bencana yaitu, curah hujan yang tinggi di daerah hulu, adanya retakan-retakan pada tubuh tanggul serta limpahan air pada mercu tanggul yang meresap ke dalam tubuh tanggul sehingga menyebabkan tanah tanggul menjadi jenuh air Selanjutnya Tim merekomendasikan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang aliran S. Pesanggrahan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena apabila terjadi hujan deras, tanah pada lokasi tanggul yang jebol masih mempunyai potensi terjadi longsoran-longsoran. Pada masa yang akan datang untuk menghindari dan mengurangi resiko bencana di daerah sekitar Situ Gintung dan lembah Sungai Pesanggrahan perlu adanya penataan tata ruang dengan menyertakan analisis resiko bencana sesuai amanat UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana...

La carta de presentación - Proyecto Empleo 2.0

¿CÓMO HACER UNA CARTA DE PRESENTACIÓN? La carta de presentación es un documento de carácter personal que acompaña al curriculum vitae y que determinará la primera impresión que tengan los empresarios de ti . De ésta, dependerá si sigues en el proceso de selección o no. Con una buena carta de presentación, conseguirás llegar a la empresa de una forma más cercana, persuadir para que te den la oportunidad de una entrevista, diferenciarte de otros candidatos, personalizar tu presentación, mostrar tus habilidades y tu motivación. Consejos para una buena carta de presentación Dirige la carta a un responsable de la organización.  Menciona datos sobre la empresa y la oferta en particular, si la hubiera.  Utiliza frases cortas y claras.  Menciona tus logros, capacidades y habilidades en ámbitos relacionados con el  puesto. Describe las características del puesto y justifica por qué eres adecuado.  No menciones habilidades o informaciones innecesarias que no tengan relación con el  puesto. Propón una cita con la empresa e indica tu disponibilidad.  A pesar de seguir unas normas comunes, las cartas de presentación deben ser  distintas para cada puesto/empresa al que optes. Sé breve y conciso.  Escríbela a ordenador siempre y cuando no contravenga alguna condición impuesta  por la empresa. Utiliza papel de calidad y evita las fotocopias.  Deja márgenes y espacios entre párrafos para facilitar la lectura.  Utiliza distintos tipos y estilos de letra para resaltar la información más importante.  Utiliza lenguaje claro y correcto, sin faltas de ortografía ni expresiones vulgares.  ¿Cuándo enviar la carta de presentación? Al buscar trabajo por cuenta ajena, la carta de presentación se convierte en un elemento esencial en dos situaciones: Respuesta a un anuncio concreto. La carta de presentación acompaña a tu curriculum,  que enviarás para responder a un anuncio. Es importante que tengas en cuenta los datos que aparecen en el anuncio y los incorpores a tu carta. Destaca lo interesante de tu candidatura, menciona los requisitos del anuncio y por qué eres un buen candidato. Autocandidatura. Al igual que en el punto anterior, la carta de presentación acompaña  siempre tu curriculum. En esta ocasión, lo enviarás de forma espontánea para que te tengan en cuenta en futuras selecciones. Deberás dejar claro tu motivación y qué es lo que puedes aportar. Estructura de la carta de presentación Básicamente existen dos tipos de cartas, una convencional y otra libre. Si optas por el tipo libre debes ser original y creativo. En este caso, tu objetivo será sorprender y atraer por ser diferente. Podrás utilizar colores, imágenes, logos, soportes innovadores u otras técnicas. Utilízalo solo cuando el tipo de empresa y de puesto te haga pensar que puede aumentar tus opciones. El formato de carta de presentación convencional suele estar formado por cuatro párrafos. Después del destinatario (datos de la empresa), datos del emisor (tus datos), fecha y saludo, se suele comenzar con una referencia a la oferta o convocatoria a la que quieres optar. En el segundo párrafo, se mencionan los datos más significativos de tu currículum respecto al puesto que solicitas. El tercero se destina a explicar el objetivo de la carta, es decir, si quieres formar parte de la selección o solicitar una entrevista. La carta termina con una despedida en un estilo formal y de cortesía, y ,por último, tu firma original, siempre que sea posible. Nunca debe sobrepasar una página...

carta de presentación para afiliado en transito1 - I.o.m.a.

Afiliado al IOMA CARTA DE PRESENTACIÓN PARA AFILIADOS EN TRÁNSITO No válido para las provincias de Córdoba, Santa Fe y Tierra del Fuego Conste que el Sr/Sra domiciliado en acredita su afiliación a este IOMA en carácter de afiliado directo / indirecto n° haciéndose extensivos dichos baneficios a: DNI NOMBRE Y APELLIDO N° de Afiliado BENEFICIARIO EN TRANSITO Es aquel que circunstancialmente se encuentra en jurisdicción de la Obra Social signataria que no es la suya de origen. COBERTURA / El mismo está autorizado para hacer uso de los servicios médico asistenciales convenidos cuando por razones de urgencia, sea por accidente o circunstancias graves imprevisibles, debidamente acreditadas, determinen su INTERNACIÓN. En todos los casos, a los beneficiarios en tránsito, se les cubrirá solamente los medicamentos y prestaciones emergentes de la misma. Se extiende la presente en la ciudad de a los con validez hasta días del mes de de 20 y para ser presentada ante las provincias abajo mencionadas, donde se in- formará del trámite a seguir a fin de recibir los servicios que necesitare. PROVINCIA OBRA SOCIAL DOMICILIO Catamarca Corrientes Chaco Chubut Entre Ríos Formosa Jujuy La Pampa La Rioja Mendoza Misiones Neuquén Río Negro Salta San Juan San Luis Santa Cruz Sgo. del Estero Tucumán /...

1.4. Carta de presentación - Opta - UGT

CARTA DE PRESENTACIÓN ¿ES NECESARIA LA CARTA DE PRESENTACIÓN? La carta de presentación debe acompañar al currículum siempre que éste no se entregue personalmente, y se puede entregar como respuesta a un anuncio o como autocandidatura a una empresa que no haya puesto un anuncio pero en la que nos gustaría trabajar. En ella resumimos nuestro objetivo, competencias y disponibilidad de cara al proceso de selección. Es nuestra primera oportunidad para producir una buena impresión. Como su nombre indica sirve para presentarse, para que te conozcan mejor y les resultes el candidato ideal. Huye de las cartas estandarizadas; una carta personalizada indica que te tomas en serio la búsqueda de empleo, una carta estandarizada indica que no te preocupa mucho ese puesto de trabajo. ¿QUÉ QUEREMOS CONSEGUIR CON ELLAS? Captar la atención de la persona responsable y despertar interés por tu candidatura. Conseguir una entrevista. El curriculum puede dar detalles de fechas, experiencias laborales anteriores, tareas desempeñadas pero la carta de presentación es la que puede invitar al técnico de selección a dedicar más tiempo a tu curriculum. TIPOS: De respuesta a un anuncio: la empresa ha ofertado un puesto a través de medios de comunicación, en el que se especifica el puesto, requisitos y condiciones para el mismo. Autocandidatura: el candidato envía el currículum a empresas de un sector determinado sin saber si se están realizando o no procesos de selección. QUÉ DEBE INCLUIR SI LA ENVIAMOS POR CORREO ELECTRÓNICO: Saludo inicial: Correcto y sencillo. Personalizado si hay persona de contacto. Mención del puesto al que deseamos optar o al menos al departamento o el área que nos interesa si no es una oferta concreta. Demostración de interés de cara a que te concedan una entrevista personal. Despedida Firma CARTA DE PRESENTACIÓN No olvides que: Si haces llegar tu curriculum a través de la red, envíalo como archivo adjunto y utiliza el cuerpo del mensaje para incluir tu carta de presentación. Como no hay un formato definido no es necesario la formalidad de un texto impreso, ya que durante el envío se puede perder formato. Un correo electrónico de presentación debe ser corto (entre diez y doce líneas de texto) y entre sus características están las de ser simple, sincero y directo. Cuidado con las faltas de ortografía, recuerda que de esa carta y currículum, la empresa se hará una imagen de cómo eres. QUÉ DEBE INCLUIR SI ES EN PAPEL PARA CORREO ORDINARIO Debemos tener en cuenta que la estética de un papel impreso no es la misma que la de un cuerpo de texto del correo electrónico Datos del candidato/a Datos de la empresa ...

Corolla 2010
by anies 0 Comments favorite 63 Viewed Download 0 Times

Corolla 2010 Today Tomorrow Toyota Maintaining segment leadership through improved quality and enhanced sophistication The Toyota Corolla, the 10th generation of the world’s best-selling car, will benefit from a model range update throughout Europe from May of this year. Corolla 2010 will offer customers revised, more sophisticated exterior styling and further enhanced, higher quality interior design. — Sophisticated design, improved quality, advanced technology — More dynamic exterior design — Enhanced perceived interior quality — Advanced Technology — All engines feature Toyota Optimal Drive Corolla 2010 – sophisticated design, improved quality, advanced technology Corolla’s distinctive, evolutionary design has become an icon of Toyota’s core values of superior quality, style, driving pleasure and innovation. It offers European customers maximum interior space, a high quality passenger environment and impressive comfort levels. With 62,000 units sold in 2009, the Corolla remains the world’s best-selling C-segment sedan. Corolla 2010 reinforces the superior quality, style and innovation of Toyota’s bestselling sedan. It features a new, more sophisticated design, a higher quality interior and advanced, user-friendly equipment. The up-dated Corolla 2010 will further enhance the Toyota sedan’s reputation for offering outstanding value for money in the C-sedan segment. It will remain the company’s core model in Eastern Europe, maintaining its best-selling status throughout the region. More dynamic exterior design The exterior of the Corolla has been revised to create a more advanced, sophisticated and dynamic image, reinforcing the Toyota sedan’s premium quality status within the C-segment. To the rear, comprehensive changes to the license plate garnish, combination lamps, bumper and low-level reflectors have been incorporated. This creates an impression of increased width, emphasising the Corolla’s broad rear stance. A new front features a redesigned bumper, radiator grille and lower grille. This emphasises the car’s low centre of gravity and driving stability. The new headlamps further strengthen the Corolla’s bold, resolute appearance. Corolla 2010 also benefits from the enhanced product appeal of new, power retractable door mirrors with integral turn indicators and a new, sportier 16” wheel cap and alloy wheel design. A range of eight available body colours now includes new Red and Blue metallic finishes. Enhanced perceived interior quality The Corolla 2010’s interior has been improved, strengthening the Toyota sedan’s reputation for superior quality, style and innovation. A new, flat bottomed steering wheel, finished in leather on higher grade models, features a thicker, more comfortable grip cross-section. The combination meter design features a colour change from amber to white, and the instrument panel and door handle trim are now finished in a more sophisticated, high-brightness silver coating. The same high quality finish is also available on the...

Universal Bluetooth - Motorola Support

Universal Bluetooth In-car Music & Hands-free System T605 English General and safety information European Union Directives Conformance Statement Hereby, Motorola Inc., declares that this T605 is in compliance with the essential requirements and other relevant provisions of Directive 1999/5/EC. You can view your product's Declaration of Conformity (DoC) to Directive 1999/5/EC (the R&TTE Directive) at www. motorola.com/rtte. Caring for the Environment by Recycling When you see this symbol on a Motorola product, do not dispose the product with household waste. Recycling Mobile Phones and Accessories Do not dispose of mobile phones or electrical accessories, such as chargers or headsets, with your household waste. In some countries or regions, collection systems are set up to handle electrical and electronic waste items. Contact your regional authorities for more details. If collection systems aren’t available, return unwanted mobile phones or electrical accessories to any Motorola Approved Service Centre in your region. FCC Notice to Users Users are not permitted to make changes or modify the device in any way. Changes or modifications not expressly approved by the party responsible for compliance could void the user’s authority to operate the equipment. See-47-CFR-Sec.-15.21. This device complies with part 15 of the FCC Rules. Operation is subject to the following two conditions: (1) This device may not cause harmful interference, and (2) this device must accept any interference received, including interference that may cause undesired operation. See-47-CFR-Sec.-15.19(3). English Welcome Welcome to Motorola’s “connected” world of Bluetooth™ personal area wireless networking. The Motorola T605 Automotive Bluetooth Music and Handsfree System makes wireless connection simple and quick. The advanced, sophisticated Motorola T605 Automotive Bluetooth Music and Handsfree System offers these features: • Seamless, wireless handsfree audio through a Bluetooth link • High quality, full-duplex digital audio interface • Voice dialing using your phone’s voice control (if available) • Entertainment mute—automatically mutes radio during calls • Noise reduction and acoustic echo cancellation • Automatic volume control • Compatible with Bluetooth 1.2 devices, and backwards-compatible with Bluetooth 1.1 devices—supports Headset, Handsfree, Advanced Audio Distribution (A2DP), and Audio Video Remote Control (AVRCP) profiles. • Wireless stereo connection from your Bluetooth-enabled music player to your car’s entertainment system Certain mobile phone features are dependent on the capabilities and settings of your service provider’s network. Additionally, certain features may not be activated by your service provider, and/or the provider’s network settings may limit the feature’s functionality. The use of wireless devices and their accessories may be prohibited or restricted in certain areas. Always obey the laws and regulations on the use of these products...

 121314151617181920