SEARCH

Found 356 related files. Current in page 5

cara cara membuat pengenalan assignment

ALUR PENGADAAN BARANG/JASA 50 s - Fakultas Ilmu Administrasi

Memproses Surat menyurat Membuat pengumuman pengadaan barang Membuat HPS Memilih dan menentukan pemenang setelah membandingkan harga dan kualitas dengan berdasarkan pada keefektifan biaya dan efisiensi serta kualitas. Melakukan penawaran dan negosiasi terhadap rekanan Melaporkan kepada Dekan/Pembantu Dekan hasil negosiasi dan penawaran Panita Pemeriksa Barang/Jasa:  Mengawasi dan memeriksa jalannya kontrak dan pelaksanaan Rekanan:  Melakukan negosiasi harga dengan panitia pengadaan barang/jasa  Melaksanakan isi kontrak  Membuat dokumen kontrak SOP PENGADAAN BARANG/JASA S.D. 50 JUTA RUPIAH (Penunjukan Langsung) User/ Pemakai/ Pengguna Mengajukan Permohonan Dekan/Pembantu Dekan II: Panitia Pengadaan Barang/ jasa:      Menugaskan kepada pengadaan barang/jasa Menyetujui/tidak hasil negosiasi/penawaran panitia  Memproses Surat menyurat Membuat HPS Melakukan penawaran dan negosiasi terhadap rekanan Melaporkan kepada Dekan/Pembantu Dekan hasil negosiasi dan penawaran Panita Pemeriksa Barang/Jasa:  Mengawasi dan memeriksa jalannya kontrak dan pelaksanaan Rekanan: SERAH TERIMA PELAKSANAAN  Melakukan negosiasi harga dengan panitia pengadaan barang/jasa  Melaksanakan isi kontrak  Membuat dokumen kontrak STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) PENGADAAN BARANG/JASA DI BAWAH 50 JUTA RUPIAH Tujuan Deskripsi Object Referensi Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi pengadaan barang/jasa dibawah 50 juta rupiah Seluruh staf akademis (administrasi/dosen) di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Manual Prosedure Pengadaan Jasa Konstruksi UB - ULP ...

Tujuan pelaksanaan pengadaan menurut Peraturan Presiden no. 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan barang/jasa pemerintah bahwa: a. meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengadaan barang/jasa pemerintah b. meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah c. memudahkan sourcing dalam memperoleh data dan informasi tentang barang/jasa dan penyedia barang/jasa d. menjamin proses pengadaan barang/jasa pemerintah berjalan lebih cepat dan akurat e. menjamin persamaan kesempatan, akses dan hak yang sama bagi para pihak pelaku pengadaan barang/jasa f. menciptakan situasi yang kondusif agar terjadi persaingan yang sehat antar penyedia barang/jasa g. menciptakan situasi yang kondusif bagi aparatur pemerintah dan menjamin terselenggaranya komunikasi online untuk mengurangi intensitas pertemuan langsung antara penyedia barang/jasa dengan panitia pengadaan dalam mendukung pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. B. RUANG LINGKUP • Pengadaan barang/jasa yang pembiayaannya sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD, termasuk dari pinjaman/hibah dalam negeri yang diterima oleh pemerintah. • Pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN); jika ada perbedaan dengan cara kesepakatan tentang tata cara pengadaan. ...

54 Tahun 2010 - Dikti
by katrox 0 Comments favorite 22 Viewed Download 0 Times

a. bahwa Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang efisien, terbuka dan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan Barang/Jasa yang terjangkau dan berkualitas, sehingga akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik; b. bahwa untuk mewujudkan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu pengaturan mengenai tata cara Pengadaan Barang/Jasa yang sederhana, jelas dan komprehensif, sesuai dengan tata kelola yang baik, sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif bagi para pihak yang terkait dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

EVALUASI PENAWARAN DALAM PROSES PEMILIHAN PENYEDIA ...

Balai Diklat Keuangan Palembang Hal yang paling berpengaruh dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa pemerintah adalah evaluasi penawaran. Proses evaluasi penawaran dilakukan oleh Kelompok Kerja ULP atau Panitia Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah dengan cara meneliti dan menilai dokumen penawaran yang disampaikan oleh peserta lelang. Evaluasi bertujuan untuk menentukan penyedia yang akan menjadi pemenang, pemenang cadangan I, dan pemenang cadangan II. Evaluasi dilaksanakan dengan cara yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 yang telah direvisi dengan Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 14 tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Presiden nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pentingnya evaluasi penawaran dalam rangkaian proses lelang karena hasil evaluasi penawaran tersebut dijadikan dasar untuk menetapkan pemenang lelang. Kesalahan dalam melaksanakan penilaian terhadap dokumen penawaran akan berakibat kekeliruan dalam menetapkan pemenang lelang. Kekeliruan tersebut selain dapat menyebabkan buruknya kinerja/kualitas barang yang diperoleh dan/atau tingginya harga yang harus dibayarkan, juga dapat menimbulkan kerugian negara. Objek penilaian meliputi persyaratan administrasi, persyaratan teknis, dan penawaran biaya, serta persyaratan kualifikasi penyedia. Untuk mengetahui bagaimana cara menilai setiap objek penilaian tersebut serta dokumen apa saja yang dipersyaratkan akan diuraikan dalam tulisan berikut ini.

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan cara Pengadaan ...

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan cara Pengadaan Langsung dilakukan oleh Pejabat Pengadaan dengan cara membeli barang atau membayar jasa secara langsung kepada penyedia barang/jasa, tanpa melalui proses lelang atau seleksi. Pengadaan langsung pada hakikatnya merupakan jual beli biasa dimana antara penyedia yang memiliki barang/jasa untuk dijual dan Pejabat Pengadaan yang membutuhkan barang/jasa terdapat kesepakatan untuk melakukan transaksi jual-beli barang/jasa dengan harga yang tertentu. Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 dan Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 telah menetapkan beberapa persyaratan penyedia barang/jasa pemerintah. Namun dalam hal pengadaan barang dan jasa lainnya dilaksanakan dengan cara pengadaan langsung Pejabat Pengadaan diperkenankan untuk membeli barang/jasa kepada penyedia yang tidak memenuhi syarat sebagai penyedia barang/jasa. Tanggal 31 Juli 2012 Pemerintah menerbitkan Praturan Presiden nomotr 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Perubahan atas Peraturan Presiden nomor nomor 54 tahun 2010 tersebut ditujukan sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat jalannya pelaksanaan pembangunan melalui percepatan pencairan anggaran belanja negara. Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 merupakan perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010, perubahan kesatu telah dilakukan dengan Peraturan Presiden nomor 35 tahun 2011. Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 bukan merupakan pengganti Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 melainkan hanya merubah bagian-bagian tertentu dari Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010. Dengan demikian seluruh ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 yang tidak termasuk dalam Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 masih tetap berlaku.

PENYELESAIAN SENGKETA KONTRAK PENGADAAN BARANG ...

Dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara kontraktual, tidak jarang terjadi ketidakpuasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas pelaksanaan kontrak oleh penyedia barang/jasa. Ketidakpuasan tersebut dapat berujung pada pemutusan kontrak secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang diikuti dengan tindakan lainnya seperti penagihan pengembalian uang muka secara penuh dan memasukkan penyedia barang/jasa dalam daftar hitam. Sementara pihak penyedia barang/jasa tidak akan menerima begitu saja tindakan pemutusan kontrak oleh PPK. Pihak penyedia barang/jasa akan berusaha untuk mengajukan berbagai alasan dan pembelaan. Dengan demikian pemutusan kontrak dapat menimbulkan sengketa di antara PPK dengan Penyedia Barang/Jasa. Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Umum telah mengatur tata cara penyelesaian sengketa di antara para pihak yang berkontrak. Selain itu khusus untuk kontrak pengadaan barang/jasa pemerintah ketentuan tentang pemutusan kontrak dijumpai pula dalam Perpres nomor 54 tahun 2010. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan cara musyawarah di antara pihak yang bersengka, dan dapat pulah dilakukan dengan melelui jalur hukum di pengadilan. Tulisan ini mencoba membahas kelebihan dan kekurang dari cara penyelesaian sengketa tersebut.

Genetics and biochemistry of secondary metabolites in plants: an ...

Genetics and biochemistry of secondary metabolites in plants: an evolutionary perspective Eran Pichersky and David R. Gang The evolution of new genes to make novel secondary compounds in plants is an ongoing process and might account for most of the differences in gene function among plant genomes. Although there are many substrates and products in plant secondary metabolism, there are only a few types of reactions. Repeated evolution is a special form of convergent evolution in which new enzymes with the same function evolve independently in separate plant lineages from a shared pool of related enzymes with similar but not identical functions. This appears to be common in secondary metabolism and might confound the assignment of gene function based on sequence information alone. lants produce an amazing diversity of low molecular weight compounds. Although the structures of close to 50 000 have already been elucidated1, there are probably hundreds of thousands of such compounds. Only a few of these are part of ‘primary’ metabolic pathways (those common to all organisms). The rest are termed ‘secondary’ metabolites; this term is historical and was initially associated with inessentiality but, here, a ‘secondary’ metabolite is defined as a compound whose biosynthesis is restricted to...

Pre-service academic performance assessment (PAPA) practice test

The content of each of the PECT practice tests, i.e., each test question, is based on and defined by the corresponding PECT test objectives. Before taking the practice test, be sure to familiarize yourself with the test objectives for your field. The objectives are broad, meaningful statements of the knowledge and skills important to the test field. The objectives as a whole define the domain of subject matter to be measured by a test. The test objectives are available on the PECT website at www.pa.nesinc.com. The PECT practice tests are designed to be representative in form, content, and difficulty of an actual PECT assessment. The practice test may include a slightly greater number of selected-response items (multiple-choice questions) than are found on the actual test. The proportion of selected-response items in each subarea is the same as on the actual test. An answer key is provided that lists the correct responses and indicates the specific test objective to which each test question is matched. The PAPA practice test provides examples of responses to short-answer sentence correction assignments, with the two errors in each sentence appropriately corrected. The PAPA practice test also contains a set of four sample responses to the extended constructed-response assignment. Each of the four sample responses is illustrative of one of the four score points (as described in the score-point description) that comprise the PECT PAPA Score Scale. Keep the following in mind when taking the practice test: • Read each selected-response question carefully and choose the ONE best

Kratkovida (mozda potkupljena) nemacka elita je Bizmarka sklonila, iako je on pravilno procenio da jos nije doslo vreme da se suprotstavlja engleskoj sili

kratkovida (mozda potkupljena?) nemacka elita je Bizmarka sklonila, iako je on pravilno procenio da jos nije doslo vreme da se suprotstavlja engleskoj sili. Epilog je poznat, "savez tri cara" je postao "savez dva cara", desio se Veliki rat u kome su nestala sva tri carstva. Engleska je naravno opstala. Rusi su takodje nekolicinu puta izmanipulisani od strane Engleza. Veliki rat u koji su usli zbog Srbije iako nisu bili spremni je jedan primer . Srbiju je u taj rat gurnula Engleska preko Crne Ruke

H1N1 vaccine clinics- Please sign in at the Volunteer Center- when ...

H1N1 vaccine clinics‐ Please sign in at the Volunteer Center‐ when you report to your shift. You will be given an assignment at that time. THANK YOU for volunteering to be a part of the H1N1 vaccination effort. Over the coming weeks, AU will be holding a series of vaccination clinics for students, employees and dependents. As we embark on this effort, we realize that our best laid plans may change as we gain experience in mass immunizations, so please be give us your feedback on how to improve our clinic flow and processes. This will truly be a learning experience for us all! If you have questions or comments or need additional information, please contact one of the following individuals: Susan McAllister‐ Associate Director of Public Safety Information and Education Chance Corbett, Associate Director of Emergency Management Dr. Fred Kam, AUMC Dr. Kimberly Braxton Lloyd, AUPCC Clinical Director Emily Mann, AUPCC Operations Director _____________________________________________________________________________________ Non‐clinical volunteer roles: • Screening area entrance‐ Greet individuals seeking vaccination, provide the screening form, direct person to a table, instruct person to complete the form. Instruct persons to read the laminated Vaccine Information Sheet (VIS) and Privacy Practice Notice available on the tables. • Screening area exit‐ Offer copy of Vaccine Information Sheet and Privacy Polity and direct person to vaccination • Runner‐ Assist wherever needed to ensure supplies are available at all stations, take administration forms to the volunteer center and ensure that the laminated copies and pens are on the tables in screening area • Traffic‐ Direct persons toward screening area and vaccination area. Collect data on participant age and status (student, employee, dependent, other) • Volunteer center‐ Assist volunteer with check in (have volunteers sign in, assist with orientation to area), alphabetize administration forms as received, serve as contact point for onsite volunteer coordinator.

 123456789