SEARCH

Found 48 related files. Current in page 1

bagian-bagian pidato

1967 kb/s - Bagian-bagian Pidato Full Download


2157 kb/s - [Verified] Bagian-bagian Pidato


2864 kb/s - Bagian-bagian Pidato Direct Download

BAHASA INGGRIS IPA PAKET B Kunci Jawaban Soal B 1. Jawaban ...

BAHASA INGGRIS IPA PAKET B Kunci Jawaban Soal B 1. Jawaban : B Dari judul menunjukan bahwa petunjuk diperuntukan bagi mereka yang akan menikah. Regulations for Wedding/Receptions 2. Jawaban : A Informasinya ada di text kalimat no 2. The cost for a wedding or reception is £8.00 per person. If the reception includes catering, the cost will be an additional £20.00 per person. 3. Jawaban : A Informasinya ada di text kalimat no 5. This deposit will be refunded provided the grounds are left free of damage and litter. 4. Jawaban : B Reception artinya resepsi. Prompt: cepat, Welcome: selamat datang, Release: melepas, Party:pesta, Invitation: undangan. Jadi jawabannya adalah Welcome. 5. Jawaban : A Rehearsal artinya latihan. Preparation: persiapan, Implementation: pelaksanaan, Orientation: orientasi, Correlation: korelasi, Duration: lamanya waktu. Jadi jawabannya adalah preparation 6. Jawaban : C Terdapat pada paragrap pertama, yaitu “Although speech is the most advanced form of communication, there are many ways of communicating without using speech. Signals, signs, symbols, and gestures may be found in every known culture.” Bahwa Signals, signs, symbols, and gestures adalah bagian dari communication.

Panduan penulisan Penerbitan Buku Teks - PDPT

Panduan Penulisan Buku Panduan ini merupakan petunjuk penulisan buku pelajaran (ilmiah populer) yang digunakan untuk menentukan kelayakan naskah bagi penerbit. Panduan ini membahas pengertian buku pelajaran & diktat, tujuan penulisan buku pelajaran, isi buku pelajaran, sampul buku, bagian pembuka, bagian utama dan bagian penutup serta ketentuan jumlah halaman. Buku Pelajaran (Text book) & Diktat Buku pelajaran adalah bahan/materi pelajaran yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk buku dan digunakan sebagai bahan pelajaran (sumber informasi) sebuah mata kuliah bagi mahasiswa dan pengajar susuai dengan kebutuhan lapangan/industry dan tuntutan perkembangan teknologi dan atau kurikulum. Diktat adalah catatan tertulis suatu bidang studi yang disiapkan oleh guru/dosen untuk mempermudah pengayaan materi pelajaran atau bidang studi yang dibahas dalam proses pembelajaran (Ilvandri, 2011). Diktat yang baik merupakan draft buku ajar yang belum diterbitkan. Tujuan penulisan buku pelajaran a. Menyediakan buku susuai dengan kebutuhan mahasiswa, institusi dan lapangan/ industry serta serta tuntutan perkembangan teknologi atau kurikulum. b. Mendorong penulis/dosen untuk berkreasi dan kreatif membagikan ilmunya kepada masyarakat. c. Mendorong penulis untuk meng-update ilmunya sesuai dengan kriteria tuntutan buku layak terbit mencakup subdstansi, bahasa dan potensi pasar. d. Mendukung penulis untuk menerbitkan buku bila belum terbit. Isi Buku Pelajaran Isi buku pelajaran berupa teori, konsep, formula atau aturan terkini dilengkapi dengan contoh-contoh masalah atau studi kasus serta solusinya. Isi buku harus orsinil dengan merujuk dari berbagai sumber. Informasi tepat, dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan kepada pembaca dan semua pihak terkait. Isi tersusun dengan baik atau dengan alur informasi yang mudah dipahami. Buku pelajaran dan diktat yang baik memenuhi tiga aspek pendidikan yaitu ilmu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan sikap atau perilaku (attitude). Aspek tersebut seperti yang dinyatakan oleh UNESCO (1994) yaitu...

CAESAR II TRAINING
by J007 0 Comments favorite 16 Viewed Download 0 Times

CAESAR II TRAINING 6. STATIC ANALYSIS Metode Static Analysis adalah memperhitungkan static load, yang akan menimpa pipa secara perlahan sehingga dengan demikian piping system memiliki cukup waktu untuk menerima, bereaksi dan mendistribusikan load tersebut keseluruh bagian pipa, hingga tercapainya keseimbangan. 6.1 Static dan Dynamic Load Loading yang mempengaruhi sebuah piping system dapat diklasifikasikan sebagai primary dan secondary. Primary loading terjadi dari sustain load seperti berat pipa, sedangkan secondary load dicontohkan sebagai thermal expansion load. Static Loading meliputi : 1. Weight effect (live loads and dead loads). 2. Thermal expansion and contraction effects. 3. Effect of support, anchor movement. 4. Internal or external pressure loading. Sedangkan yang termasuk Dynamic loading adalah : 1. Impact forces 2. Wind 3. Discharge Load 6.1.1 Load Case pada Caesar II Setelah kita selesai mendesain piping, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisa stress terhadap system piping tersebut. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengetahui apakah desain yang telah kita buat dapat memenuhi persyaratan stress atau tidak, Page 2 CAESAR II TRAINING sehingga hal ini akan sangat berpengaruh pada kekuatan pipa ketika mengalami pembebanan ketika kondisi operasi. Ada berbagai macam jenis load case yang dapat kita gunakan dalam CAESAR II. Load case ini akan mendefinisikan pembebanan yang terjadi pada pipa, baik beban akibat berat pipa itu sendiri ataupun beban akibat faktor yang lain. Berikut ini definisi load case pada CAESAR II ver 4.2 : Load Design...

pengadaan barang/jasa publik dalam rangka pelaksanaan kerja ...

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Tiada kata-kata indah yang pantas diucapkan selain puji syukur Alhamdulillah, kepada Allah Subhanahuwata’ala, sebab dengan rahmat, nikamat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan tulisan ini. Walaupun dalam bentuk dengan isi sederhana yang terangkum dalam tesis berjudul “Pengadaan Barang/Jasa Publik dalam Rangka Pelaksanaan Kerja Sama Daerah”, sebagai persyaratan untuk menyelesaikan studi Pasca Sarjana Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2008. Sebagai insane yang lemah tentunya banyak sekali kekurangan-kekurangan dan keterbatasan yang terdapat pada diri penulis tidak terkecuali pada penulisan tesis ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan koreksi, kritik saran dan perbaikan dari berbagai pihak agar penulisan tesis ini lebih baik. Tidak sedikit bantuan dari berbagai pihak yang diberikan kepada penulis baik dari segi moril dan segi materiil. Oleh karena itu dengan segala ketulusan hati penulis mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas segala bantuan dan dukungan yang selama ini penulis terima sehingga penulisan tesis ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan yang ini, ijinkanlah penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada : 1. Bapak H. Mulyadi,S.H.,M.S. selaku Ketua Program pada Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang, yang selalu memberikan motivasi dalam menyelesaikan tesis ini. 2. Bapak Dr.R.Benny,S.H.,C.N.,M.Hum., sebagai Dosen Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini yang telah banyak membantu memberikan bimbingan dalam menyelesaikan penulisan ini. 3. Bapak Yunanto,S.H.M.Hum., sebagai Sekretaris I Bidang Akademik, sekaligus sebagai Dosen Penguji di Program Kenotariatan Universitas Diponegoro. 4. Bapak Sonhaji,S.H.,M.S., dan Bapak Hendro Saptono,S.H.,M.Hum., sebagai Dosen Penguji di Program Kenotariatan Universitas Diponegoro. 5. Semua Narasumber selama kami melaksanakan penelitian, seperti Bapak Joko Pranowo,S.H.,M.H., Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan, Bapak Achmad Mas’udi,S.H.,.M.M., Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan, Bapak Harry Suminto,S.H.,M.H., Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Pekalongan, Bapak Drs.H. Abidin Noor Kepala Bagian Aset Daerah Kabupaten Pekalongan dan Bapak Ir.Agus Prijambodo, Kepala Bagian Program Setda Kabupaten Pekalongan, yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan tesis ini. 6. Teristimewa untuk suamiku Abdul Aziz Sutanto,S.Sos. dan anak-anakku tersayang Iftita Rakhma Ikrima dan Shoffarisna Ithma’anna atas doa dan dukungannya selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang. 7. Sahabat-sahabatku dan rekan-rekan Mahasiswa Program Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Angkatan 2006. 8. Semua pihak yang belum sempat penulis sebutkan dan telah banyak membantu penyelesaian tesis ini. Akhirnya, semoga amal baik mereka mendapat imbalan dan pahala dari Allah SWT. Amien. Semarang, penulis April 2008

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan cara Pengadaan ...

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan cara Pengadaan Langsung dilakukan oleh Pejabat Pengadaan dengan cara membeli barang atau membayar jasa secara langsung kepada penyedia barang/jasa, tanpa melalui proses lelang atau seleksi. Pengadaan langsung pada hakikatnya merupakan jual beli biasa dimana antara penyedia yang memiliki barang/jasa untuk dijual dan Pejabat Pengadaan yang membutuhkan barang/jasa terdapat kesepakatan untuk melakukan transaksi jual-beli barang/jasa dengan harga yang tertentu. Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 dan Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 telah menetapkan beberapa persyaratan penyedia barang/jasa pemerintah. Namun dalam hal pengadaan barang dan jasa lainnya dilaksanakan dengan cara pengadaan langsung Pejabat Pengadaan diperkenankan untuk membeli barang/jasa kepada penyedia yang tidak memenuhi syarat sebagai penyedia barang/jasa. Tanggal 31 Juli 2012 Pemerintah menerbitkan Praturan Presiden nomotr 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Perubahan atas Peraturan Presiden nomor nomor 54 tahun 2010 tersebut ditujukan sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat jalannya pelaksanaan pembangunan melalui percepatan pencairan anggaran belanja negara. Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 merupakan perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010, perubahan kesatu telah dilakukan dengan Peraturan Presiden nomor 35 tahun 2011. Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 bukan merupakan pengganti Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 melainkan hanya merubah bagian-bagian tertentu dari Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010. Dengan demikian seluruh ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 yang tidak termasuk dalam Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 masih tetap berlaku.

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 ...

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Tanggal Ujian: 13 Juni 2012 1. Lingkaran (x + 6)2 + (y + 1)2 = 25 menyinggung garis y = 4 di titik... A. ( -6, 4 ) B. ( 6 , 4) C. ( -1, 4 ) D. ( 1, 4 ) E. ( 5 , 4 ) Jawab: BAB XI Lingkaran Masukkan nilai y=4 pada persamaan (x + 6)2 + (4 + 1)2 = 25 (x + 6)2 = 25 – 25 = 0 x = -6 Didapat titik x = -6 dan y = 4  (-6,4) Jawabannya A 2. Jika 2x3 – 5x2 – kx + 18 dibagi x - 1 mempunyai sisa 5, maka nilai k adalah... A. -15 B. -10 C. 0 D. 5 E. 10 Jawab: BAB XII Suku Banyak Metoda Horner x3 x= 1 2 x2 x -k 18 2 2 -5 -3 -3 - k -3 ( -3- k) + = kalikan dengan x =1 (15 – k)  sisa =5 15 – k = 5 k = 15 – 5 = 10 Jawabannya E www.belajar-matematika.com 1 3. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x2, y = 1, dan x = 2 adalah... A. ∫ (1 − B. ∫ ( ) C. ∫ ( − 1) − 1) D. ∫ (1 − Jawab BAB XVI Integral E. ∫ ( ) − 1) Buat sketsa gambar untuk mengetahui batas luas: terlihat bahwa bidang luasnya (arsiran) bagian atasnya adalah y = x 2 dan bagian bawahnya y = 1 dengan dibatasi oleh batas atas x = 2 dan batas bawah x =1. Dalam notasi integralnya : b ∫ ( b b a a a L =  y2 dx -  y1 dx =  ( y 2  y1) dx − 1) Jawabannya C 4. ( ( A. B. ) ) = .... C. E. D. www.belajar-matematika.com 2 Jawab: BAB VII Trigonometri ( ( + 2 sin cos ) ) = = = =1 = 2 Jawabannya E 5. Lingkaran (x - 3)2 + (y - 4)2 = 25 memotong sumbu –x di titik A dan B. Jika P adalah titik pusat lingkaran tersebut, maka cos ∠APB = ... A. C. B. E. D. Jawab: BAB XI Lingkaran dan BAB VII Trigonometri Sketsa gambar: Lingkaran dengan pusat (3,4) APB merupakan segitiga. www.belajar-matematika.com 3 Untuk menjawab soal ini digunakan teorema di bawah ini: Aturan sinus dan cosinus C  b  a  A c B Aturan cosinus 1. a 2 = b 2 + c 2 - 2bc cos  2. b 2 = a 2 + c 2 - 2ac cos  3. c 2 = a 2 + b 2 - 2ab cos  Kita pakai rumus (3) c = AB = 6 a = b = AP = PB = √3 + 4 = √25 = 5 c 2 = a 2 + b 2 - 2ab cos P 2ab cos P = + − cos P = = = = . . . Jawabannya A 6. Grafik fungsi f(x) = ax3 – bx2 + cx + 12 naik jika.... A. b2 – 4ac < 0 dan a > 0 B. b2 – 4ac < 0 dan a < 0 C. b2 – 3ac > 0 dan a < 0 D. b2 – 3ac < 0 dan a > 0 E. b2 – 3ac < 0 dan a < 0 Jawab: BAB XV Differensial www.belajar-matematika.com 4 Syarat fungsi naik ( )>0 3ax2 - 2bx + c > 0  fungsi naik ( - , 0, + ) * variabel x2 > 0 3a > 0 a>0 *D<0 ( ) > 0 , maka tidak ada titik potong dan singgung di sb x sehingga D < 0  karena (-2b)2 – 4.3a.c < 0 4b2 – 12.a.c < 0 b2 – 3 ac < 0 didapat a > 0 dan b2 – 3 ac < 0 Jawabannya D 7. →0 = .... E. √3 √ A. -1 C. 1 B. -0 D. Jawab: XIV Limit Fungsi →0 = →0 = = = →0 →0 1 . 1. = = =1 Jawabannya C www.belajar-matematika.com

snmptn-2010_ipa_kodesoal_526
by top markotop 0 Comments favorite 15 Viewed Download 0 Times

1. Sebelum mengerjakan soal, Anda diminta untuk meneliti kelengkapan nomor dalam berkas soal ini. Tes Bidang Studi IPA ini terdiri atas 60 soal dari 4 bidang ilmu, yaitu Matematika 15 soal, Fisika 15 soal, Kimia 15 soal, dan Biologi 15 soal. 2. Bacalah dengan cermat aturan dan tata cara menjawab setiap tipe soal! 3. Tulislah jawaban Anda pada lembar jawaban ujian yang tersedia sesuai dengan petunjuk yang diberikan! 4. Anda dapat menggunakan bagian yang kosong dalam berkas soal untuk keperluan corat-coret. Jangan menggunakan lembar jawaban ujian untuk keperluan corat-coret. 5. Selama ujian berlangsung, Anda tidak diperkenan­ kan menggunakan alat hitung dalam segala bentuk. 6. Selama ujian berlangsung, Anda tidak dlperkenan­ kan menggunakan alat komunikasi dalam segala bentuk. 7. Selama ujian berlangsung, Anda tidak diperkenan­ kan untuk bertanya atau meminta penjelasan kepada siapa pun tentang soal-soal ujian, termasuk kepada pengawas ujian. 8. Selama ujian berlangsung, Anda tidak diperkenan­ kan keluar-masuk ruang ujian. 9. Waktu ujian yang disediakan adalah 90 menit. 10. Harap diperhatikan agar lembar jawaban ujian tidak kotor, tidak terlipat, tidak basah, dan tidak robek. 11. Setelah ujian selesai, Anda diminta tetap dud uk sampai pengawas selesai mengumpulkan lembar jawaban ujian. Anda dipersilahkan keluar ruang setelah mendapat isyarat dari pangawas untuk meninggalkan ruang. 12.Jawaban yang benar diberi skor +4, jawaban kosong diberi skor 0, dan jawaban yang salah diberi skor -1. 13.Penilaian didasarkan atas perolehan skor pada setiap bidang ilmu. Oleh sebab itu, Anda jangan hanya menekankan pad a bidang ilmu tertentu (tidak ada bidang ilmu yang diabaikan). 14.Kode naskah ini: [

pedoman penyusunan rencana penanggulangan bencana - BNPB

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA, Menimbang : Dalam rangka pelaksanaan penyelenggaraan Pasal 35 dan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dipandang perlu menyusun pedoman pedoman perencanaan penanggulangan bencana. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Bencana. 3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 4. Keputusan Presiden Nomor 29/M Tahun 2008 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA. Pertama : Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana merupakan panduan/acuan bagi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten / Kota dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana di daerah di daerah masing-masing. Kedua : Pedoman sebagaimana dimaksud diktum Pertama adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan ini. Ketiga : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : J a k a r t a Pada tanggal : 17 Desember 2008 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA, ttd DR. SYAMSUL MA’ARIF, S.IP. M.Si. SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada: 1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2. KAPOLRI 3. Panglima TNI 4. Para Gubernur 5. Para Ketua DPRD Propinsi 6. Para Bupati dan Walikota 7. Para Ketua DPRD Kabupaten/Kota

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI ... - ITB

Pada tanggal 2 September 2009, pukul 07:55:01 (UTC) atau pukul 14:55:01 (WIB) waktu setempat, telah terjadi gempabumi besar dengan moment magnitude Mw = 7.0 dengan kedalaman 49.9 km pada posisi 7.777°S, 107.326°E (Sumber : USGS). Gempabumi ini mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana dan sarana fisik serta sekitar 74 orang korban jiwa manusia di Propinsi Jawa Barat.. Kerusakan bangunan secara umum yang teramati di daerah survey (Kabupaten Tasikmalaya dan Pangalengan) bervariasi dari kerusakan ringan, keruskan parah, sampai runtuh. Bangunanbangunan sekolah, kantor pemerintah, rumah sakit/puskesmas, dan perumahan juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Prasarana jalan, jembatan, tanggul, instalasi listrik dan telepon diidentifikasi masih dalam kondisi baik dan beberapa hanya mengalami kerusakan ringan. Institut Teknologi Bandung memiliki ahli-ahli di bidang bencana alam seperti kegempaan dan tsunami perlu memberikan suatu kontribusi untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana Jawa Barat. Sebagai bagian dari program kerja ITB untuk memberikan suatu masukan-masukan atau rekomendasi teknis untuk tahapan rehabilitas dan rekonstruksi, kajain awal mengenai kejadian gempa Tasik dan survey awal identifikasi cepat kerusakan bangunan telah dilakukan. Pada tanggal 3 September 2009, kami melakukan survey awal ke daerah Pangelengan dan pada tanggal 5-7 September 2009 telah dilakukan survey ke Kabupaten Tasikmalaya. Team dari ITB telah melakukan suatu kajian-kajian awal, pengumpulan data-data serta survey ke daerah bencana untuk melakukan pengamatan langsung secara visual dampak-dampak dari gempa yang terjadi. Kajain-kajian awal dan survey ini dilakukan untuk dapat memberikan suatu rekomendasi-rekomendasi teknis serta langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan selanjutnya Satuan Tugas Kajian dan Survey Lapangan Bencana Gempa Jawa Barat - ITB Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat dalam rangka pemulihan (recovery), fase pembangunan kembali (rekonstruksi), serta pada jangka panjangnya fase pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation) dan kesiapan (preparedness). 1.2. Tujuan Kajian dan Survey Awal Hasil yang diharapkan dari kajian dan survey awal gempabumi dan keluaran-keluarannya adalah sebagai berikut: a. Melakukan kajian singkat dan survey awal (investigasi lapangan pasca bencana) untuk mengkaji pengaruh dari besaran gempa yang terjadi serta mengidentifikasi kerusakan bangunan-bangunan dan sarana prasarana akibat gempa. Bangunan-bangunan kritis menjadi prioritas dalam survey awal ini yakni seperti bangunan-bangunan fasilias kesehatan (Puskesmas), sekolah, tempat ibadah (masjid), dan bangunan/sarana umum lainnya. Selain itu, juga untuk melakukan survey kerusakan bangunan rumah penduduk. Pada umumnya setelah pasca bencana gempa, ruangan-ruangan tempat ibadah dan juga sekolah tidak digunakan, umumnya sekolah akan diliburkan beberapa hari. Pada saat aktivitas sekolah (kegiatan belajar mengajar) dimulai kembali, aktivitas tersebut diadakan di tempat-tempat yang dianggap aman. b. Melakukan kaji cepat kelayakan bangunan pasca bencana gempa (rapid assessment) untuk meyakinkan para pihak terkait. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk...

QUICK GUIDE Data dan Informasi Bencana ... - WordPress.com

Bencana merupakan bagian dari kehidupan manusia yang datang tanpa diduga kapan, dimana dan bagaimana terjadinya. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan masyarakata dalam menghadapi dan akhirnya menimbulkan korban dan kerusakan. Fenomena bencana sebagian besar merupakan kejadian berulang pada tempat yang sama, sehingga dapat dilakukan analisa untuk ke depan dengan menggunakan data historis bencana-bencana sebelumnya. Melalui Data dan Informasi Bencana Indonesi (DIBI) dapat dilihat historis kejadian bencana yang terjadi di Indonesia mulai tahun 18152012. Dalam DIBI dapat disajikan data bencana mulai tanggal kejadian, lokasi, korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Analisa yang dapat disajikan melalui DIBI ini adalah grafik, statistik, peta tematik dan crosstab. . PERMINTAAN Berfungsi untuk membuat permintaan data kejadian bencana yang akan ditampilkan. Isikan rentang tanggal (YYYY MM DD), dari kapan sampai kapan. Rentang tanggal juga bisa diisikan hanya pada tahun saja. Apabila ingin melihat semua data maka rentang tanggal tidak usah diisi, langsung klik pada “OK”. . LIHAT DATA Berfungsi untuk melihat data kejadian bencana yang diminta. Fungsi ini sama dengan “LIHAT DATA” pada permintaan. Semua data bencana yang diminta akan ditampilakn secara rinci dan berdasarkan database yang tersimpan. GRAFIK Berfungsi untuk menampilkan grafik data kejadian bencana. Grafik dapat berupa grafik batang dan diagram pie (kue). Klik pada “BUAT GRAFIK” maka akan ditanpilkan grafik variabel bencana berdasarkan tahun kejadian. STATISTIK Berfungsi untuk menampilkan data statistikkejadian bencana seperti jumlah, rata-rata, maksimum, varian,dan deviasi standar. Mulai dari lokasi, dampak bencana, korban dan kerusakan. Klik “LANJUT” maka akan ditampilkan data kejadian bencana sesuai dengan permintaan. Data hasil tampilan dapat disimpan dalam bentuk EXCEL maupun CSV. Cara menyimpanya klik pada pojok kanan tulisan “BUAT EXCEL CSV”. Data secara otomatis akan tersimpan dan dapat digunakan sewaktu-waktu. LAPORAN Berfungsi untuk menyajikan laporan bencana sesuai dengan pernintaan. Data yang tersedia hampir sama dengan di menu statistic. Klik “LANJUT” untuk mendapatkan laporan yang diminta. Hasil dari laporan ini dapat disimpan dalam bentuk EXCEl, CSV dan XML. PETA TEMATIK Berfungsi untuk menampilkan peta tematik berdasarkan variable yang diinginkan. Klik pada “BUAT PETA” maka akan menampilkan sebaran kejadian bencana di Indonesia secara langsung. Peta ini dapat didownlaod dengan cara klik kanan pada peta dan simpan sebagai gambar. CROSSTAB Berfungsi untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel. Pilih variable pada kolom tersedia kemudian klik “TAMBAH’. Selanjutnya klik “LANJUT” untuk mendapatkan hasil crosstab sesuai yang diinginkan. Tabel ini dapat dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan analisa statistikkhusus untuk tabulasi silang (crosstab). Hasil ini dapat disimpan dalam EXCEl dengan menekan tombol “BUAT EXCEL” di pojok kanan atas.

« previous  12345