SEARCH

Found 453 related files. Current in page 11

bagaimana-cara-membuat-kerangka-proposal

Consumer Products Packaging Design - Wright Design

It is important to use a step by step organized approach to develop packaging design. Among other things, it helps to define which steps are client responsibilities and which are responsibilities of the design firm. 1. The first step in the process is for the client to describe the assignment to the design firm, assemble all relevant information and materials, list product benefits and key points in their priority of importance and clarify any mandatories. A “mandatory” is something that is required for the category or company. A “category” example would be the legal way a product should be described. A “company” example could be that the company president doesn’t like the color red. That means that the designer won’t use red! 2. The second step is for the design firm to prepare a proposal for the client. The proposal should include the designer’s understanding of the assignment and responsibilities, and how the designer plans to execute the assignment, spelling out deliverables, timetables and costs for each module or phase in the process. 3. The third is the most important step in the design process and it has nothing to do with graphics. The client and/or the design firm must develop a Communications Strategy that includes a strong USP - Unique Selling Proposition - (sometimes referred to as a Brand Positioning or the Brand Essence) as well as specific design direction for the specific project. The USP gives the trade and consumer a clear understanding of what makes your product different and better than your competition. There is nothing more important to the designer than to have a clear, powerful Brand Positioning to execute.

Great More info about her On line Technological advances

The thought of cyberspace is usually a methodical gaze designed with an image develop individuals from all around the world 1 lone proposal.

Laporan Naratif Filantropi bencana Gempa Yogyakarta-Jateng oleh ...

Filantropi masih merupakan terminologi yang belum cukup diketahui dan dipahami oleh masyarakat dunia usaha. Pendataan yang dilakukan oleh PPF dengan mengambil momentum penyaluran bantuan kepada korban bencana gempa Yogyakarta-Jateng oleh perusahaan, menghadapi hambatan pertama berupa keawaman subyek riset terhadap difinisi filantropi. Termasuk didalamnya, ketidak pahaman terhadap maksud dan tujuan sebuah upaya penguatan filantropi. Subyek riset juga sulit untuk memahami bahwa aksi kedermawanan bukan sebuah niat baik berlandaskan keikhlasan semata, namun juga perlu dikembangkan, dikelola secara profesional, transparan sehingga dapat berjangka panjang serta memberi manfaat yang maksimal guna mengatasi permasalahan sosial di sekitar. Hasil pendataan masih jauh dari yang diharapkan, namun berhasil memotret pemahaman mendasar dan cara pandang yang sangat berbeda antara PPF, sebagai sebuah lembaga yang bercita-cita meningkatkan mutu kedermawanan, dengan pelaku kedermawanan (perusahaan) yang beranggapan bahwa aksi filantropinya, bahkan tidak perlu diketahui oleh pihak lain. Subyek riset memiliki kekawatiran dan rasa tidak percaya yang cukup tinggi, menanggapi keinginan PPF untuk mengetahui pengalaman dan pola-pola filantropi yang mereka lakukan. Beberapa perusahaan mengungkapkan secara terbuka hal tersebut, sebagian besar lainnya langsung melakukan penolakan dan menutup diri terhadap berbagai upaya penjelasan dan pendekatan. Bencana gempa melanda wilayah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah pada 26 Mei 2006, pukul 05.53 WIB, selama 57 detik dengan kekuatan 5,9 Skala Ritcher. Pusat gempa berada di lepas pantai Samudera Hindia, sekitar 38 km selatan Yogyakartakarta dengan kedalaman 33 kilometer1. Peristiwa ini menimbulkan kerusakan di 5 wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yakni, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Kulon Progo dan Gunung Kidul, serta 6 kabupaten di Jawa Tengah meliputi Klaten, Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri dan Purworejo. Bantul dan Kabupaten Klaten mengalami kerusakan paling parah. Total korban meninggal mencapai 5.857 jiwa, korban luka-luka 37.229 jiwa, rumah penduduk yang rata dengan tanah tidak kurang dari ...

Laporan lengkap
by Hermawan 0 Comments favorite 131 Viewed Download 0 Times

Potensi bencana alam yang tinggi pada dasarnya tidak lebih dari sekedar refleksi fenomena alam yang secara geografis sangat khas untuk wilayah tanah air kita. Indonesia merupakan Negara kepulauan tempat dimana tiga lempeng besar dunia bertemu, yaitu: lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Interaksi antar lempeng-lempeng tersebut lebih lanjut menempatkan Indonesia sebagai wilayah yang memiliki aktivitas kegunungapian dan kegempaan yang cukup tinggi. Lebih dari itu, proses dinamika lempeng yang cukup intensif juga telah membentuk relief permukaan bumi yang khas dan cukup bervariasi, dari wilayah pegunungan dengan lereng-lerengnya yang curam dan seakan menyiratkan potensi longsor yang tinggi hingga wilayah yang landai sepanjang pantai dengan potensi ancaman banjir, penurunan tanah dan tsunaminya (Sadisun, 2005-2006). Berbagai potensi bencana alam yang mungkin timbul sudah sebaiknya harus kita kenal agar karakter bahaya alam tersebut dapat kita minimalkan dampaknya. Selain itu, potensi bencana alam ini telah diperparah oleh beberapa permasalahan lain yang muncul di tanah air kita yang memicu peningkatan kerentanannya. Laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi merupakan salah satu contoh nyata, sehingga akan banyak membutuhkan kawasan-kawasan hunian baru yang pada akhirnya kawasan hunian tersebut akan terus berkembang dan menyebar hingga mencapai wilayah-wilayah marginal yang tidak selayaknya dihuni. Tidak tertib dan tepatnya perencanaan tata guna lahan, sebagai inti dari permasalahan ini merupakan faktor utama yang menyebabkan adanya peningkatan kerentanan. Peningkatan kerentanan ini akan lebih diperparah bila masyarakat sama sekali tidak menyadari dan tanggap terhadap adanya potensi bencana alam di daerahnya. Pengalaman memperlihatkan bahwa kejadian-kejadian bencana alam selama ini telah banyak menimbulkan kerugian dan penderitaan yang cukup berat sebagai akibat dari perpaduan bahaya alam dan kompleksitas permasalahan lainnya. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang komprehensif untuk mengurangi resiko bencana alam, antara lain yaitu dengan melakukan kegiatan migitasi. Bencana (disaster) merupakan fenomena sosial akibat kolektif atas komponen bahaya (hazard) yang berupa fenomena alam/buatan di satu pihak, dengan kerentanan (vulnerability) komunitas di pihak lain. Bencana terjadi apabila komunitas mempunyai tingkat kapasitas/kemampuan yang lebih rendah dibanding dengan tingkat bahaya yang mungkin terjadi padanya. Misalnya, letusan G. Merapi dan bahaya lainnya gempa bumi, banjir, gerakan tanah, dan lainnya tidak akan sertamerta menjadi bencana apabila komunitas memiliki kapasitas mengelola bahaya. Bencana cenderung terjadi pada komunitas yang rentan, dan akan membuat komunitas semakin rentan. Kerentanan komunitas diawali oleh kondisi lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi yang tidak aman (unsave conditions) yang melekat padanya. Kondisi tidak aman tersebut terjadi oleh tekanan dinamis internal maupun eksternal (dynamic pressures), misalnya di komunitas institusi lokal tidak berkembang dan ketrampilan tepat guna tidak dimiliki. Tekanan dinamis terjadi karena terdapat akar permasalahan (root causes) yang menyertainya. Akar permasalahan internal umumnya karena komunitas tidak mempunyai akses sumberdaya, struktur dan kekuasaan, sedang secara eksternal karena sistem politik dan ekonomi yang tidak tepat. Oleh karenanya penanganan bencana perlu dilakukan secara menyeluruh dengan meningkatkan kapasitas dan menangani akar permasalahan untuk mereduksi resiko secara total. Siklus penanggulangan bencana yang perlu dilakukan secara utuh. Upaya pencegahan (prevention) terhadap munculnya dampak adalah perlakuan utama. Tsunami tidak dapat dicegah. Pencegahan dapat dilakukan pada bahaya yang manusia terlibat langsung maupun tidak langsung. Pada tsunami misalnya. Pencegahan dapat dilakukan rakyat dengan membuat bendung penahan ombak, bangunan panggung tahan ombak, penataan ruang dan sebagainya. Agar tidak terjadi jebolnya tanggul, maka perlu disusun save procedure dan kontrol terhadap kepatuhan perlakuan. Walaupun pencegahan sudah dilakukan, sementara peluang adanya kejadian masih ada, maka perlu dilakukan upaya-upaya mitigasi...

QUICK GUIDE Data dan Informasi Bencana ... - WordPress.com

Bencana merupakan bagian dari kehidupan manusia yang datang tanpa diduga kapan, dimana dan bagaimana terjadinya. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan masyarakata dalam menghadapi dan akhirnya menimbulkan korban dan kerusakan. Fenomena bencana sebagian besar merupakan kejadian berulang pada tempat yang sama, sehingga dapat dilakukan analisa untuk ke depan dengan menggunakan data historis bencana-bencana sebelumnya. Melalui Data dan Informasi Bencana Indonesi (DIBI) dapat dilihat historis kejadian bencana yang terjadi di Indonesia mulai tahun 18152012. Dalam DIBI dapat disajikan data bencana mulai tanggal kejadian, lokasi, korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Analisa yang dapat disajikan melalui DIBI ini adalah grafik, statistik, peta tematik dan crosstab. . PERMINTAAN Berfungsi untuk membuat permintaan data kejadian bencana yang akan ditampilkan. Isikan rentang tanggal (YYYY MM DD), dari kapan sampai kapan. Rentang tanggal juga bisa diisikan hanya pada tahun saja. Apabila ingin melihat semua data maka rentang tanggal tidak usah diisi, langsung klik pada “OK”. . LIHAT DATA Berfungsi untuk melihat data kejadian bencana yang diminta. Fungsi ini sama dengan “LIHAT DATA” pada permintaan. Semua data bencana yang diminta akan ditampilakn secara rinci dan berdasarkan database yang tersimpan. GRAFIK Berfungsi untuk menampilkan grafik data kejadian bencana. Grafik dapat berupa grafik batang dan diagram pie (kue). Klik pada “BUAT GRAFIK” maka akan ditanpilkan grafik variabel bencana berdasarkan tahun kejadian. STATISTIK Berfungsi untuk menampilkan data statistikkejadian bencana seperti jumlah, rata-rata, maksimum, varian,dan deviasi standar. Mulai dari lokasi, dampak bencana, korban dan kerusakan. Klik “LANJUT” maka akan ditampilkan data kejadian bencana sesuai dengan permintaan. Data hasil tampilan dapat disimpan dalam bentuk EXCEL maupun CSV. Cara menyimpanya klik pada pojok kanan tulisan “BUAT EXCEL CSV”. Data secara otomatis akan tersimpan dan dapat digunakan sewaktu-waktu. LAPORAN Berfungsi untuk menyajikan laporan bencana sesuai dengan pernintaan. Data yang tersedia hampir sama dengan di menu statistic. Klik “LANJUT” untuk mendapatkan laporan yang diminta. Hasil dari laporan ini dapat disimpan dalam bentuk EXCEl, CSV dan XML. PETA TEMATIK Berfungsi untuk menampilkan peta tematik berdasarkan variable yang diinginkan. Klik pada “BUAT PETA” maka akan menampilkan sebaran kejadian bencana di Indonesia secara langsung. Peta ini dapat didownlaod dengan cara klik kanan pada peta dan simpan sebagai gambar. CROSSTAB Berfungsi untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel. Pilih variable pada kolom tersedia kemudian klik “TAMBAH’. Selanjutnya klik “LANJUT” untuk mendapatkan hasil crosstab sesuai yang diinginkan. Tabel ini dapat dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan analisa statistikkhusus untuk tabulasi silang (crosstab). Hasil ini dapat disimpan dalam EXCEl dengan menekan tombol “BUAT EXCEL” di pojok kanan atas.

SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA - WordPress.com

TELAH DIUJICOBAKAN DALAM GLADI LAPANG CALON ANGGOTA KS R PMI KOTA YOGYAKA RTA 2005 2. Deskripsi Tugas a. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana 1) Umum Membantu PMI Cabang Kota Yogyakarta dalam pelaksanaan tugas Penanggulangan Bencana; 2) Khusus a) Merencanakan segala kegiatan yang berhubungan dengan Penanggulangan Bencana; b) Menyiapkan Poskodal di PMI Cabang Kota Yogyakarta, di lokasi bencana, dan di tempat lain yang di anggap perlu; c) Memberikan bantuan dan pertolongan kepada korban; d) Membuat dokumentasi Penanggulangan Bencana; e) Membuat laporan harian kepada PMI Kota Yogyakarta; f) Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pihak lain yang terkait (Satlak Penanggulangan Bencana). b. Komandan Satuan Tugas 1) Memimpin dan bertanggung jawab atas kegiatan PB; 2) Merencanakan, mengkoordinasikan, dan memberikan penugasan kepada Base Camp Officer, On Field Officer, Triage Officer, dan Regu; 3) Melakukan pengawasan dan pengendalian kepada seluruh komponen Satuan Tugas; 4) Melakukan koordinasi dengan Satlak PB dan instansi lain yang terkait; 5) Membuat laporan kepada PC PMI Kota Yogyakarta. c. Base Camp Officer Bertanggung jawab kepada Komandan Satgas 1) Merencanakan dan melakukan setting Base Camp secara menyeluruh termasuk sanitasi, penerangan/ sumber listrik, saluran air bersih,dan keamanan/ketertiban base camp, dengan dibantu oleh reguregu yang menjadi wewenangnya; 2) Mengkoordinasikan dan memberikan penugasan kepada Regu : Base Camp, Komunikasi, Hubungan Masyarakat, TMS, Rumah Sakit Lapangan, Dapur Umum, Ambulans; 4) Menunjuk Koordinator Regu; 5) Membuat laporan. d. On Field Officer 1) Bertanggung jawab kepada Komandan Satgas; 3) Merencanakan, melakukan pencarian dan penyelamatan korban di Crash Area dan Collecting Area, dengan dibantu oleh regu-regu yang menjadi wewenangnya; 4) Mengkoordinasikan dan memberikan penugasan kepada Regu Pertolongan Pertama dan Regu Pencari; 5) Menunjuk Koordinator Regu; 6) Membuat laporan.

STIHL PolyCut™ 6-3
by certywe 0 Comments favorite 40 Viewed Download 0 Times

Warning! Objects may be thrown or ricochet in all directions. To reduce risk of injury to operator, never operate a trimmer without a properly mounted deflector (see picture). Keep bystanders at least 50 ft (15 m) away. Attention! Danger de projection ou de ricochet d’objets dans toutes les directions. Pour réduire le risque de blessure à l’opérateur, toujours utiliser un coupe-herbe avec un déflecteur proprement monté (voir photo ci-dessus). Ne pas tolérer la présence de spectateurs dans un rayon de 15 m (50 pi). Atención! Los objetos pueden ser lanzados en cualquier dirección. Para reducir el riesgo de que alguna persona se lastime, utilice siempre el protector adecuado y no permita la presencia de personas a una distancia menor de 15 metros (50 pies). Three-blade cutting head for trimmers Applications: For lawn trimming and mowing large areas of heavy grass and weeds. Do not exceed 10,000 r.p.m. Tête faucheuse à trois couteaux pour coupe-herbes Applications: Pour couper de grandes surfaces d’ herbe haute et de mauvaises herbes. Nombre de tours maximal autorisé: 10,000 t/mn. Cabezal de corte de tres cuchillas para recortadoras Usos: Para recortar césped y segar pasto grueso y malezas en zonas grandes. No exceda una velocidad de 10.000 rpm. Warning! To reduce risk of eye injury, always wear goggles or safety glasses that meet ANSI Z87.1. To reduce risk of facial injury, STIHL recommends that you also wear a face shield or face screen over your goggles or safety glasses. To reduce risk of hearing loss, always wear hearing protection. Attention! Pour réduire le risque de blessure aux yeux, toujours porter des lunettes de protection qui rencontrent la norme ANSI Z87.1. Pour réduire le risque de blessure au visage, STIHL recommande de porter aussi une visière faciale ou un écran de protection facial par-dessus vos lunettes de protection. Pour réduire le risque de blessure aux organes auditifs, porter toujours des protège-oreilles conseillés. ¡Atención! Para reducir el riesgo de lesiones en los ojos, utilice siempre gafas de seguridad que cumplen con la norma ANSI Z87.1; para reducir lesiones en la cara, STIHL recomienda que también use una careta protectora sobre las gafas. Para reducir el riesgo de pérdida del oído, utilice siempre protección para los oídos.

download a leaflet - Land Rover
by Hanjox 0 Comments favorite 25 Viewed Download 0 Times

Protect your Land Rover In the event of a vehicle accident, Land Rover guarantees the highest quality repair by our experts. They only use genuine Land Rover parts and have the latest equipment, techniques and training to repair your vehicle to Land Rover standards. So only with Land Rover Insurance can you be sure that: - Your car’s safety rating is maintained - Your car’s resale value is protected - Your car’s manufacturer warranties are preserved - Your Land Rover stays 100% Land Rover even after a major repair 3 4 Features guaranteed by Land Rover Insurance Genuine Land Rover Parts - Repaired using only genuine Land Rover parts - Always keeps your Land Rover 100% Land Rover Land Rover Approved Repair - Repaired at a Land Rover approved bodyshop to Land Rover standards - Complimentary courtesy car provided if repaired at a Land Rover approved bodyshop Protect Safety Rating - Safety standards maintained by using only Land Rover repair methodology Protect Resale Value - Resale value of vehicle protected by using only genuine Land Rover parts - 5 year repair guarantee No Additional Excess Charges - Many UK insurers charge an additional excess of up to £200 or will double your repair excess to use a Land Rover approved bodyshop - No such hidden penalties with Land Rover Motor Insurance ...

smart pdf - Land Rover
by Hanjox 0 Comments favorite 29 Viewed Download 0 Times

Your Land Rover is dynamic, beautiful and alive. We want to help you keep it that way and Land Rover SMART is the perfect way to protect your investment and keep your Land Rover distinctive and showroom fresh. Why do you need Land Rover SMART? If your Land Rover is your pride and joy, you will appreciate the fine lines, the exquisite detailing and the timeless beauty of its design. Unfortunately, you can’t always be there to make sure it stays safe and sound and everyday knocks and bumps are part of life on today’s roads. Minor dents, scratches and scrapes from car parks, stone chips or other people’s carelessness shouldn’t take the shine off your Land Rover and Land Rover SMART is the perfect way to maintain your car’s showroom appearance for longer. How can Land Rover SMART help? If your car suffers minor cosmetic damage from scratches, dents and stone chips, Land Rover SMART will arrange and pay for the cost of repair to keep your car looking fresher for longer. Guaranteed repairs from qualified and accredited technicians will remove scratches and dents up to 15cm long and 3mm deep and stone chips up to 1.5cm in diameter and keep your Land Rover looking pristine. Land Rover SMART can also help maintain control on your motor insurance cost by preventing a potentially costly claim through your car insurer and helping you keep your No Claims Discount. Who can apply? Land Rover SMART is available: –– If the vehicle is under 5 years old and has covered fewer than 60,000 miles at the start of the policy –– If the car has a standard factorysupplied paint colour and finish –– To private individuals who are the registered owner and keeper of the vehicle and who are resident in the United Kingdom, excluding the Isle of Wight and the Islands of Scotland (including the Shetland, Orkney, Inner Hebrides and Outer Hebrides Islands) –– The vehicle is used only for social, domestic, pleasure and commuting to and from a place of work Policy exclusions and limits –– Any vehicle that is over 5 years old and has covered more than 60,000 miles at the start of the policy –– Any vehicle that has a nonstandard paint colour or finish –– Any damage that was incurred before the policy start date –– Any damage reported to Land Rover SMART more than 30 days after the incident –– Damage that has occurred to horizontal, flat surfaces such as bonnets, roofs and boot tops –– Damage which extends over more than two (2) adjacent body panels. In the event that the damage extends over more than two (2) adjacent body panels, the entire claim will be excluded as the damage falls outside the scope of this policy ...

KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT - DPR-RI

Konvensi merupakan salah satu cara menjaring calon presiden diyakini sebagai metode yang lebih demokratis. Salah satunya adalah Konvensi yang dilakukan oleh Partai Demokrat. Konvensi ini selain memiliki kelebihan, antara lain untuk menghapuskan sistem oligarki partai, juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain ketidak-laziman dalam mengundang kader atau kandidat dari luar Partai Demokrat. Ini menunjukkan bahwa Partai Demokrat tidak optimal dalam melakukan kaderisasi dalam tubuh partainya sendiri, sehingga perlu orang-orang dari luar partai untuk menjadi Calon Presiden 2014. ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Setelah menjabat Sebagai Ketua umum SBY memang terlihat terus berekspresi untuk “mendongkrak” suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014 mendatang, yang salah satunya adalah mengadakan Konvensi Capres. SBY sengaja membuka konvensi capres, untuk memancing tokoh-tokoh kuat di luar parpol agar bergabung bersama Partai Demokrat. Walaupun hasil konvensi bisa saja setengah hati, hanya untuk memasukkan tokoh di luar parpol ke Partai Demokrat, ide ini betulbetul dapat mengubah sistem pengambilan keputusan di tubuh Demokrat yang selama ini dinilai sentralistis menjadi betul-betul demokratis. Konvensi belakangan ini ramai digunakan partai politik (parpol) untuk mencari pemimpin hingga calon presiden (capres) tahun 2014. Salah satunya adalah yang dilakukan Partai Demokrat. Partai Demokrat berencana mengundang sejumlah tokoh di luar partainya untuk ikut dalam konvensi. Salah satunya, kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) Endriartono Sutarto. Alhasil, mantan Panglima TNI ini harus kehilangan jabatannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan NasDem. Sebagai hasil Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang digelar di Bali 31 Maret 2013 yang lalu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ...

 789101112131415