SEARCH

Found 674 related files. Current in page 1

aplikasi fungsi linear dalam ekonomi

Scirj-Enhancement of Photorefractive Two-Beam Coupling in KNbO3

A theoretical study has been done to investigate the significant enhancement of the photorefractive and photovoltaic effects of a new co-doped potassium niobate crystal (KNbO3: Fe: Ag) as compared to the result obtained for singly doped potassium niobate crystals. The co-doped Ag impurity enters the K site, rather than the typical Nb site, thus changing the local field in the lattice. It is believed that Fe perturbed by the Ag in the K site is responsible for an enhancement of the linear absorption and photocurrent, as well as for the probable increase in the effective trap density. An enhanced trap density is likely the cause of the increased photorefractive counter-propagating two-beam coupling efficiency. http://www.scirj.org/jul-2014-paper.php?rp=P0714157

Lakukan Sendiri Aplikasi Peredam Suara pada CPU Komputer

CPU komputer terdengar bising bukan lagi hal yang perlu dikhawatirkan. Sekarang, komputer beserta komponennya terdengar bising sudah menjadi hal yang umum kita temukan. Namun, bukan berarti hal itu tidak dapat dihindari. Suara CPU komputer yang mengganggu umumnya disebabkan oleh komponen-komponen yang bergerak. Mulai dari kipas yang paling sering menjadi biang keladi bisingnya komputer sampai perangkat optikal, seperti CD ROM dan floppy disk. Semua aspek itu memang sangat berpotensial menimbulkan bunyi karena memang dalam pengoperasiannya ada komponen yang bergerak.

Definisi Dasar Noise dalam Ruangan
by vokuzcom 0 Comments favorite 16 Viewed Download 0 Times

Artikel ini mengupas dasar pemahaman mengenai noise room, background noise, atau noise criteria (NC)

Bahan dan Panel Akustik Peredam Suara yang Bagus untuk Mengurangi Gema

Apabila merancang ruangan yang mana salah satu fungsi utama ruangan tersebut adalah mendengarkan suara, seperti studio rekaman, auditorium, gedung konser, home theater, ruang rapat, kelas sekolah dan sebagainya, kita harus memperhatikan aspek akustiknya. Apabila rancangan tersebut tidak memperhatikan aspek akustik, maka dapat dipastikan fungsi ruangan tersebut menjadi gagal. Beberapa kejadian akustik yang terjadi di sebuah ruangan adalah room modes, reflection (pantulan), absorbtion (penyerapan), diffusion (penyebaran), diffraction (pembayangan), dan lain-lain. Kejadian akustik tersebut terdengar oleh pendengar sebagai gema (echo), dengung (reverberation), bass boomy-flat, dan lain- lain. Banyaknya gema, panjangnya dengung, dan lain sebagainya apabila digabung, akan membentuk sebuah karakteristik akustik ruangan

Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram

2008 Pololu Corporation http://www.pololu.com/. Pololu. Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram page 1 of 1 rrc03a. D3a. RED. 2.21k. R26a. PD1. D3b. Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram J20 + VBAT 1 2 J7 reverse protection Q1 2 1 VIN POWER R4a 1k R4b 1k AVCC B2 2xAAA U3 PB2 (SS/OC1B) PB0 PB1 PB4 PB5 12 13 16 17 PB0 (CLKO/ICP1) PB1 (OC1A) PB4 (MISO) PB5 (SCK) PD2 PD4 PD7 32 2 11 PD2 (INT0) PD4 (XCK/T0) PD7 (AIN1) 1 3 10 9 15 1 VCC VCC 18 20 PD0 (RXD) PD1 (TXD) 30 31 PC0 (ADC0) PC1 (ADC1) PC2 (ADC2) PC3 (ADC3) PC4 (ADC4/SDA) PC5 (ADC5/SCL) ADC6 ADC7 19 22 VCC PD0 PD1 U4 C22 2.2 nF PC1 R13 220 VCC U5 C23 2.2 nF PC2 R14 ADC6 ADC7 220 J4 VCC VCC R15 10k R16 10k microcontroller U6 C24 2.2 nF 2 1 ATmega168 VBOOST 220 C32 0.1 uF 29 PC6 VCC PC6 (RESET) 33 GND 21 GND 5 GND 3 GND 2 Y1 20 MHz VCC 23 24 25 26 27 28 PB6 (XTAL1/TOSC1) PB7 (XTAL2/TOSC2) C18 0.1 uF C21 2.2 nF PC0 R12 6 4 AVCC AREF PD6 (OC0A/AIN0) PD5 (OC0B/T1) PB3 (MOSI/OC2A) PD3 (OC2B/INT1) 7 8 D6 5V zener VCC AVCC 14 PD6 PD5 PB3 PD3 D1b T1 D1a BLUE GND + BUZZER D5 BLUE VOUT pushbutton power circuit BZ1 L2 10 uH GND VIN VOUT 5.0 V linear regulator R33 1k GND B1 2xAAA BTN2 BTN1 + VIN VOUT 9.25 V boost switching regulator SW1 CHARGE VCC VBOOST PC3 R17 220 VCC C26 0.1 uF VCC VCC PB4 PB5 PC6 LCD1 Vss 1 VDD 2 Vo 3 R18 10k RS 4 R/W 6 PD4 DB0 8 R22 DB2 9 10k DB3 10 DB4 11 PB1 DB5 12 PB4 DB6 13 PB5 DB7 14 PD7 U8 reflectance sensor array and IR LED control 7 DB1 220 PB3 PB0 E 2 4 6 PC4 R19 PD2 5 J1 1 3 5 U7 C25 2.2 nF SW2 RESET AVRISP R25b 2.21k programming connection PD7 R25a 2.21k PD1 R26a 2.21k D4b T1 PC5 D3a RED R21 220 LEDON Q4 D3b T1 VCC VBOOST VCC U9 PB3 PD3 AIN1 AIN2 PWMA PD5 PD6 17 16 15 BIN1 BIN2 PWMB PC6 J6 B C R30 20k R31 20k 1 2 A 8x2 character LCD and user pushbuttons 21 22 23 19 VM1 VM2 VM3 ADC6 R27 1k R28 1k R29 1k R32 20k battery voltage sensing circuit 24 13 14 Vcc 20 AO1 AO1 1 2 AO2 AO2 5 6 BO1 BO1 11 12 BO2 BO2 VBAT LCD8X2 7 8 STBY 18 GND 3 4 9 10 PGND1 PGND1 PGND2 PGND2 C27 0.1 uF MO3 © 2008 Pololu Corporation http://www.pololu.com/ page 1 of 1 M2 MO4 MO2 MO1 M1 TB6612FNG motor driver and motors Pololu R20 220 R23 47k 1 2 R26b 2.21k D4a GREEN VCC J5 C28 0.1 uF rrc03a

Abstrak Pola penanggulangan bencana mendapatkan ... - Bphn

Pola penanggulangan bencana mendapatkan dimensi baru dengan dikeluarkannya UndangUndang No.24 Tahun 2007 tetang Penanggulangan Bencana, yang diikuti beberapa peraturan pelaksanaan terkait.Untuk mendukung pengembangan sistem penanggulangan bencana yang mencakup pemerintah pusat maupun daerah, maka dipandang perlu memulai dengan mengetahui sejauhmana penerapan peraturan yang terkait dengan penanggulangan bencana di daerah.Telaah ini bertujuan untuk melakukan review terhadap sistem penanggulangan bencana di Indonesia dengan menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis dalam kegiatan penanggulangan bencana. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem penanggulangan bencana yang saat ini dikembangkan baik ditingkat nasional maupun daerah adalah merupakan tahap transisi antara sistem yang selama ini berjalan dengan sistem baru seperti yang diamanatkan oleh UU No. 24 Tahun 2007. UU ini menjadi “milestone” dikarenakan adanya berbagai kewenangan yang terdapat di di dalam UU tersebut. Ada kewenangan di beberapa kementerian dan lembaga, secara langsung tidak berada dalam kewenangan/tugas pokok dan fungsi dari BNPB, dan apabila terjadi bencana alam, akan mengalamai kesulitan dalam melakukan koordinasi serta menimbulkan kelambatan dalam pelaksanaan, dan ketidak efektifan dalam penanggulangan bencana.

Quick Guide Data dan Informasi Bencana Indonesia_Part_1

Bencana merupakan bagian dari kehidupan manusia yang datang tanpa diduga kapan, dimana dan bagaimana terjadinya. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan masyarakata dalam menghadapi dan akhirnya menimbulkan korban dan kerusakan. Fenomena bencana sebagian besar merupakan kejadian berulang pada tempat yang sama, sehingga dapat dilakukan analisa untuk ke depan dengan menggunakan data historis bencana-bencana sebelumnya. Melalui Data dan Informasi Bencana Indonesi (DIBI) dapat dilihat historis kejadian bencana yang terjadi di Indonesia mulai tahun 18152012. Dalam DIBI dapat disajikan data bencana mulai tanggal kejadian, lokasi, korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Analisa yang dapat disajikan melalui DIBI ini adalah grafik, statistik, peta tematik dan crosstab. ALUR PENGGUNAAN DIBI Buka Melalui Website http://dibi.bnpb.go.id

laporan eksekutif menteri kesehatan ri tentang ... - unaids

Pandemi HIV/AIDS yang mengancam penduduk dunia saat ini telah nyata menunjukkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan keamanan negara disamping dampak kesehatan. AIDS ditemukan di Amerika 20 tahun yang lalu (1981) merupakan penyakit yang relatif baru tapi telah menyita perhatian masyarakat global. AIDS adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat menurun atau hilangnya daya tahan tubuh seseorang. Karena itu disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya sejenis virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus yang dapat berada dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala sakit yang berarti, selama bertahun tahun bahkan 10 – 11 tahun. Sulit bagi kita secara kasat mata mengetahui seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan dan vaksin yang dapat mencegah/menangkalnya. Epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dari suatu tingkat epidemi yang rendah yaitu prevalensi < 1 % ke arah tingkat epidemi terkonsentrasi dimana pada kelompok risiko tinggi tertentu telah melebihi angka 5% seperti di Sorong, Merauke, Riau untuk kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS) dan Jakarta, Jabar, Bali untuk kelompok Injecting Drug User (IDU). Laporan HIV/AIDS di Indonesia secara Kumulatif tahun 2001 tercatat AIDS 671, HIV 1904 namun berdasarkan perkiraan para ahli saat ini kemungkinan di Indonesia terdapat 80.000 – 120.000 Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) artinya bahwa dalam 10 tahun mendatang kemungkinan akan ditemukan 100.000 orang yang sakit dan meninggal karena AIDS. Sidang kabinet khusus HIV/ AIDS ini memberi peluang terwujudnya komitmen politik yang tinggi dan berbagai kebijakan, strategi baru.

perancangan sistem informasi pendataan bencana pada badan ...

Guna membantu BPBA khususnya pada ruang pencegahan dan kesiap siagaan dalam mengatasi proses pendataan bencana yang terhambat dengan adanya gangguan jaringan internet maupun gangguan server database di kantor pusat, maka penulis merancang dan mengembangkan sebuah perangkat lunak yang membantu dalam melakukan proses pendataan bencana di Provinsi Aceh demi mengantisipasi permasalahan tersebut. Pengembangan perangkat lunak tersebut menggunakan bahasa pemograman java dengan menggunakan Netbeans IDE versi 7.1 dan MySQL Server versi 5.5 sebagai basis data. Produk dari pengembangan tersebut adalah Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). SIPEB merupakan perangkat lunak berbasis aplikasi desktop, yang memiliki media penyimpanan data di dalam sebuah database. Tidak hanya fungsi Create Read Update Delete (CRUD) yang terdapat didalam SIPEB, fungsi lain yang terdapat pada SIPEB yaitu fungsi backup data, restore data, cetak laporan harian, cetak laporan bulanan dan cetak laporan tahunan. Perangkat lunak yang dirancang ini berfungsi untuk melakukan pendataan bencana, penyajian informasi bencana yang pernah terjadi dalam bentuk laporan dan juga pemeliharaan data dari kerusakan data, kehilangan data maupun penggandaan data. Kata Kunci : Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), pencegahan dan kesiapsiagaan, Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). I. gangguan atau permasalahan jaringan internet pada kantor tersebut akibatnya data-data maupun laporan bencana yang harus di input akan menjadi terlambat sehingga menghambat kelancaran aktivitas operator untuk menginput laporan pendataan bencana. Sistem yang dibuat berbasis desktop application menggunakan database sebagai penyimpanan data. Penyimpanan data di dalam database dapat meminimalisir kemungkinan data tersebut hilang atau terkena virus computer yang mengakibatkan data itu rusak.

2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction ...

Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations UNISDR berterima kasih kepada organisasi-organisasi yang logonya tercantum di bawah ini atas sumbangan finansial dan berarti mereka ntuk penyusunan Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 ini. Selain itu, sumber daya finansial juga telah secara berlimpah disumbangkan oleh, antara lain, Komisi Eropa, dan Pemerintah Jepang, Norwegia, dan Amerika Serikat. Daftar ucapan terima kasih yang lengkap ada di laporan utama. Judul asli: 2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction Revealing Risk, Redefining Development © United Nations 2011. Hak cipta dilindungi. Disclaimer: Pandangan-pandangan yang diungkapkan di dalam publikasi ini tidak dengan sendirinya mencerminkan pandangan-pandangan Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penggunaan penyebutan dan penyajian bahan tidak menunjukkan ungkapan pendapat apapun dari Sekretariat PBB tentang status hukum satu negara, teritori, kota atau wilayah, atau pihak-pihak berwenangnya, atau tentang delinenasi garis depan atau perbatasan. Gambar sampul depan: iStockphoto®, © arindambanerjee Penyuntingan, desain, tata letak, dan produksi: Green Ink, Devon, UK Konsep desain: Parsons New School for Design, New York, USA Dicetak oleh: Information Press, Oxford, UK Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 (2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction) disusun ketika bencana-bencana terus menyapu bersih hidup dan penghidupan jutaan penduduk di dunia. Dampak gempa bumi yang dahsyat di Haiti pada Januari 2010 dan banjir di Pakistan pada Juli 2010 menunjukkan betapa risiko bencana dan kemiskinan saling berkaitan erat. Sementara itu, pada 2011, banjir di Australia, gempa bumi di Christchurch, Selandia Baru, dan bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir di Jepang timur laut yang meluluhlantakkan yang terjadi ketika laporan ini dikirim ke percetakan merupakan pengingat yang sangat tidak menggembirakan betapa negara-negara maju juga sangat terpapar.

« previous  123456789