SEARCH

Found 1200 related files. Current in page 11

apa yang dimaksud diagram garis

Cisco PAP2T Internet Phone Adapter with 2 Ports for VoIP User Guide

Your guide to the Internet Phone Adapter has been designed to make understanding networking with the Internet Phone Adapter easier than ever. Look for the following items when reading this User Guide: This checkmark means there is a note of interest and is something you should pay special attention to while using the Phone Adapter. This exclamation point means there is a caution or warning and is something that could damage your property or the Phone Adapter. This question mark provides you with a reminder about something you might need to do while using the Phone Adapter. In addition to these symbols, there are definitions for technical terms that are presented like this: word: definition. Also, each figure (diagram, screenshot, or other image) is provided with a figure number and description, like this:...

Quartus II Introduction Using Schematic Design

Quartus II Introduction Using Schematic Design This tutorial presents an introduction to the Quartus R II CAD system. It gives a general overview of a typical CAD flow for designing circuits that are implemented by using FPGA devices, and shows how this flow is realized in the Quartus II software. The design process is illustrated by giving step-by-step instructions for using the Quartus II software to implement a very simple circuit in an Altera FPGA device. The Quartus II system includes full support for all of the popular methods of entering a description of the desired circuit into a CAD system. This tutorial makes use of the schematic design entry method, in which the user draws a graphical diagram of the circuit. Two other versions of this tutorial are also available, which use the Verilog and VHDL hardware description languages, respectively. The last step in the design process involves configuring the designed circuit in an actual FPGA device. To show how this is done, it is assumed that the user has access to the Altera DE1 Development and Education board connected to a computer that has Quartus II software installed. A reader who does not have access to the DE1

Data Sheet
by asin 0 Comments favorite 18 Viewed Download 0 Times

Evaluation Board Document µPG2250T5N-ZBT-EV-A Evaluation Board o Circuit Description o Typical Performance Data o Circuit Schematic and Assembly Drawing o Appendix: Evaluation Board Document of the uPG2250T5N-EVAL-A Circuit Description: This evaluation board provides a quick and convenient means of evaluating the performance of the NEC uPG2250T5N power amplifier and two RF switches, uPG2214TB and uPG2179TB, for a “range extension” application at 2.4GHz ISM band (such as for Bluetooth or ZigBee applications). The circuit provides two paths for a transmit signal of a Bluetooth or Zigbee RF transceiver: either through the amplifier or direct pass through two switches. The functional diagram of this board is shown below: uPG2214TB uPG2179TB path 2 (thru) RF OUT

Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram

Pololu 3pi Robot Simplified Schematic Diagram J20 + VBAT 1 2 J7 reverse protection Q1 2 1 VIN POWER R4a 1k R4b 1k AVCC B2 2xAAA U3 PB0 PB1 PB4 PB5 32 2 11 PD6 PD5 PB3 PD3 1 3 PD2 (INT0) PD4 (XCK/T0) PD7 (AIN1) 7 8 PC1 R13 220 VCC 19 22 U5 C23 2.2 nF PC2 R14 ADC6 ADC7 220 J4 VCC 29 PC6 VCC PC6 (RESET) U4 C22 2.2 nF VCC R15 10k R16 10k microcontroller U6 C24 2.2 nF 2 1 ATmega168 PD0 PD1 23 24 25 26 27 28 ADC6 ADC7 33 GND 21 GND 5 GND 3 GND 2 Y1 20 MHz 220 VCC PC0 (ADC0) PC1 (ADC1) PC2 (ADC2) PC3 (ADC3) PC4 (ADC4/SDA) PC5 (ADC5/SCL) PB6 (XTAL1/TOSC1) PB7 (XTAL2/TOSC2) VBOOST PC0 R12 30 31 PD0 (RXD) PD1 (TXD) PD6 (OC0A/AIN0) PD5 (OC0B/T1) PB3 (MOSI/OC2A) PD3 (OC2B/INT1) VCC 18 20 AVCC AREF C18 0.1 uF C21 2.2 nF 6 4 VCC VCC PB0 (CLKO/ICP1) PB1 (OC1A) PB4 (MISO) PB5 (SCK) 10 9 15 1 D6 5V zener VCC AVCC PB2 (SS/OC1B) 12 13 16 17 PD2 PD4 PD7 BUZZER D1b T1 D1a BLUE GND + 14 D5 BLUE VOUT pushbutton power circuit BZ1 L2 10 uH GND VIN VOUT 5.0 V linear regulator R33 1k GND B1 2xAAA BTN2 BTN1 + VIN VOUT 9.25 V boost switching regulator SW1 CHARGE VCC VBOOST PC3 R17 220 VCC PB4 PB5 PC6 LCD1 Vss VDD Vo RS E DB0 DB1 DB2 DB3 DB4 DB5 DB6 2 4 6 220 PB3 AVRISP 2 3 4 PB0 6 PD4 VCC PD7 R25a 1k J5 R26b 1k PD1 D4a GREEN R21 220 R23 47k R26a 1k D4b T1 PC5 LEDON Q4 7 8 D3a RED R22 9 D3b T1 10k VCC VBOOST VCC U9 10 11 PB4 13 PB5 14 PD7 AIN1 AIN2 PWMA 17 16 15 BIN1 BIN2 PWMB PC6 19 VM1 VM2 VM3

LAPORAN SEMENTARA - Kabupaten Bandung

Secara geografis dan demografis wilayah Kabupaten Bandung terletak pada wilayah yang rawan terhadap bencana. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya bencana ini adalah karena kondisi geografis, iklim, geologis maupun faktor lain seperti keragaman sosial budaya. Secara topografi Kabupaten Bandung terletak di dataran tinggi pada garis 10,22 BT – 108,5 BT dan 6,4 LS – 7,19 LS dengan ketinggian 110-2.429 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara antara 19 - 280C dan memiliki iklim tropis basah dengan curah hujan yang tinggi. Kabupaten Bandung merupakan daerah cekungan dan juga merupakan pertemuan beberapa sungai besar dan kecil. Untuk sebagian wilayah yang merupakan dataran tinggi hal ini beresiko terhadap terjadinya longsor dan untuk wilayah yang merupakan dataran rendah beresiko terhadap terjadinya banjir. Wilayah Kabupaten Bandung yang rawan terkena banjir merupakan wilayah yang terletak pada dataran rendah dari cekungan Bandung dan sebagian wilayah tersebut berada di pinggiran sungai Citarum beserta anak sungainya yang mengalir ke sungai Citarum seperti Kecamatan Baleendah, Kecamatan Majalaya, Kecamatan Ibun, Kecamatan Banjaran, Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Paseh, Kecamatan Soreang, Kecamatan Katapang, Kecamatan Rancaekek. Daerah-daerah tersebut sering mengalami banjir pada musim hujan terutama apabila curah hujan cukup tinggi. Kejadian bencana banjir ini berdampak pada kerugian yang tidak sedikit...

Perka BNPB 7-2012_Pedoman Pengelolaan Data dan ... - GITEWS

PEDOMAN PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI BENCANA INDONESIA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI BENCANA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang Pedoman Pengelolaan Data dan Informasi Bencana Indonesia; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828); 3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana; 4. Keputusan Presiden Nomor 29/M Tahun 2008 tanggal 23 April 2008 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

LAPORAN BENCANA ALAM PUTIN BELIUNG - Humas Polri

BENTUK KEGIATAN WAKTU KEJADIAN LOKASI TUJUAN KEGIATAN JALANNYA KEGIATAN : Bencana alam putting beliung. : Hari Jum’at tgl 28 Pebruari 2014 : Desa Ngumpul : Mendatangi TKP bencana agin putting beliung :Tanggal 28 Pebruari 2014 sekitar jam1.00 wib telah terjadi hujan lebat disertai angin putting beliung yang berakibat pohon tumbang. Dengan adanya pohon tumbang tersebut ada yang menimpa rumah warga desa Ngumpul dengan data sebagai berikut :1.Rumah saudara Slamet umur 40 tahun alamat Dkh.Wotan Ds.Ngumpul yang mengakibatkan kerusakan pd atap sebelah kiri tertimpa pohon randu tdk ada korban.2.Rumah sdr Pasir umur 43 tahun alamt sama kerusakan pd daour dan antenna parabola.3.Rumah sdr Tukijo umur 60 th almt Dkh.Bandung Rt/Rw 02/03 Ds.Ngumpul kerusakan pd atap sblh kanan. Dan sementara aliran listrik padam karena ada kabel yang tertimpa pohon dan dlm perbaikan pihak PLN. F. KETERANGAN NARASUMBER : 1. KSPKT Polsek Balong 2. Perangkat desa Ngumpul

LAPORAN PROYEK AKHIR - Digilib ITS
by Hermawan 0 Comments favorite 54 Viewed Download 0 Times

Berbagai macam bencana yang telah terjadi di negeri ini selalu menyisakan duka bagi rakyat. Meski banyak retorika dibangun untuk mengatasi hal ini, baik pada masa Orde Baru maupun pada masa Orde Reformasi. Namun, seringkali tidak dibarengi dengan tindakan dan kebijakan nyata. Peningkatan bencana terus terjadi dari tahun ke tahun. Bahkan, sejak tahun 1988 sampai pertengahan 2003 jumlah bencana di Indonesia mencapai 647 bencana alam meliputi banjir, longsor, gempa bumi, dan angin topan, dengan jumlah korban jiwa sebanyak 2022 dan jumlah kerugian mencapai ratusan milyar. Jumlah tersebut belum termasuk bencana yang terjadi pertengahan tahun 2003 sampai pertengahan 2004 yang mencapai ratusan bencana dan mengakibatkan hampir 1000 korban jiwa. Dalam Environmental Outlook WALHI 2003 diungkapkan bahwa kita bangsa Indonesia tidak bisa lagi bangga dengan julukan Jamrud Khatulistiwa, karena pada kenyataannya, negeri kita adalah negeri sejuta bencana.

Laporan Misi Kemanusiaan Bencana Mentawai - Media Pendidikan

Sehubungan dengan adanya tragedi Gempa Bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat pada tanggal 25 Oktober 2010. Perhimpunan Advokasi Anak Indonesia (PERAN INDONESIA) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia (LKSI) mengirimkan team relawan dari Relawan Dokter, Karyawan, Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Satyagama Jakarta, untuk melaksanakan misi kemanusiaan dan Advokasi Penanganan Korban Bencana dengan menamakan Tim “Peduli Anda Untuk Solidaritas Bangsa” (Tim PASB). Kegiatan ini bertujuan untuk dapat meringankan beban para korban akibat dari bencana gempa bumi tersebut dan melaksanakan advokasi penanganan korban. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 13 – 25 November 2010 Sebelum mengirimkan Tim relawan ke Kepulauan Mentawai, dilakukan beberapa pencarian informasi dan assessment tentang kondisi dan situasi wilayah tersebut serta kebutuhan pengungsi, baik dengan memanfaatkan informasi internet, media cetak, media elektronik, dan beberapa lembaga yang sudah terlebih dahulu melaksanakan misi kemanusiaan. Setelah hasil assessment didapat dan dikembangkan, maka memutuskan untuk melaksanakan misi kemanusiaan dengan mengirimkan relawan yang dikirim melalui Padang dan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui jalur laut dengan menempuh 12 (dua belas) jam perjalanan untuk membantu proses Tanggap Darurat yang sedang dilaksanakan.

Outline laporan antara - Direktorat Jenderal Penataan Ruang

Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah melakukan penyusunan alternatif kebijakan dan penerapan langkah-langkah kegiatan yang tepat secara operasional pada wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam. Sasaran dari Penyusunan Operasionalisasi Program Penanganan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang ini ialah memberikan arah yang jelas bentuk-bentuk penanganan yang baku untuk semua wilayah yang berada pada daerah yang rawan dan sering terlanda bencana alam, mulai dari identifikasi RTRW, indikasi evakuasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta pemulihan dan pembinaan lingkungan dalam rencana tata ruang yang akan datang. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai bahan dan petunjuk dengan kondisi geografis, tingkat kerawanan dan tingkat bahaya yang ditimbulkan bila terjadi bencana alam, ditunjang dari aspek keruangan. Salah satu langkah awal yang perlu dikaji dalam melaksanakan pekerjaan “Penyusunan Program Penangan Bencana Alam Bidang Penataan Ruang” adalah : 1. Penetapan Kriteria atau batasan Peristiwa Bencana Alam 2. Gambaran Umum Mekanisma Peristiwa Bencana Alam yang terjadi Di Indonesia Kedua hal tersebut selanjutnya menjadi masukan dalam penyusunan Identifikas Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia. Identifikasi Zonasi Daerah Bencana Di Indonesia tersebut selanjutnya menjadi salah satu masukan penting dalam menyusun Standar Operasional Prosedur dan Program Penanganan Bencana alam Bidang Penataan Ruang, yang dapat mewakili berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia.

 789101112131415