SEARCH

Found 350 related files. Current in page 4

Contoh soal Menghitung Pajak bumi dan bangunan

1967 kb/s - Contoh Soal Menghitung Pajak Bumi Dan Bangunan Full Download


2157 kb/s - [Verified] Contoh Soal Menghitung Pajak Bumi Dan Bangunan


2864 kb/s - Contoh Soal Menghitung Pajak Bumi Dan Bangunan Direct Download

Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru ... - PreventionWeb

Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 (2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction) disusun ketika bencana-bencana terus menyapu bersih hidup dan penghidupan jutaan penduduk di dunia. Dampak gempa bumi yang dahsyat di Haiti pada Januari 2010 dan banjir di Pakistan pada Juli 2010 menunjukkan betapa risiko bencana dan kemiskinan saling berkaitan erat. Sementara itu, pada 2011, banjir di Australia, gempa bumi di Christchurch, Selandia Baru, dan bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir di Jepang timur laut yang meluluhlantakkan yang terjadi ketika laporan ini dikirim ke percetakan merupakan pengingat yang sangat tidak menggembirakan betapa negara-negara maju juga sangat terpapar. Ratusan bencana lain yang kurang terpantau secara internasional yang terkait dengan variablitas iklim telah menyebabkan dampak luar biasa di Benin, Brazil, Kolombia, Filipina dan negara-negara lain... UPAYA-UPAYA GLOBAL: EFEK HFA Jumlah dan kualitas tinjauan terhadap kemajuan pencapaian Kerangka Aksi Hyogo (Hyogo Framework for Action/HFA) merupakan bukti meningkatnya kepedulian untuk mengurangi risiko bencana. Pembahasan tentang indikator-indikator dan kemajuan membantu terciptanya satu bahasa dan pemahaman yang sama. Meskipun telah tercapai perkembangan yang menggembirakan ... MENGUNGKAP RISIKO: IMBAL TUKAR YANG NYATA UNTUK PILIHAN YANG BERWAWASAN Skala kerugian yang terus berulang dan yang mungkin terjadi secara maksimum semata semestinya sudah cukup untuk membuat pemerintah terperangah dan bergerak melakukan tindakan Pemerintah-pemerintah mengemban tanggung jawab atas sebagian besar dari perkiraan kerugian secara keseluruhan dan mereka jarang mempunyai kontinjensi pembiayaan untuk memenuhi tanggung jawab tersebut... MENGGAGAS MAKNA BARU PEMBANGUNAN: MENINGKATKAN PENANGGULANGAN BENCANA Pembangunan harus dimaknai ulang agar peka terhadap risiko-risiko bencana dan iklim Skala investasi publik jauh lebih besar dari investasi saat ini dalam manajemen risiko bencana. Instrumen-instrumen jaminan sosial yang ada saat ini bisa diadaptasi untuk bisa menjangkau jutaan penduduk dengan biaya tambahan yang relatif rendah. Program-program penciptaan lapangan kerja sementara dapat menyumbang pada pembentukan asetaset komunitas yang mengurangi risiko. Manajemen risiko bencana berbasis ekosistem seringkali menghasilkan rasio biaya-manfaat yang sangat menarik. Pendekatan-pendekatan konvensional terhadap perencanaan dan pelaksanaan tata guna lahan telah gagal Pendekatan-pendekatan yang betul-betul partisipatif memberi peluang untuk meningkatkan prakarsaprakarsa setempat yang inovatif...

soal dan kunci jawaban bhs inggris 07

SOAL DAN KUNCI JAWABAN. UJIAN NASIONAL SMA/MA. MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS. TAHUN 2006/2007. Page 2. Page 3. Page 4. Page 5 ...

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI ... - ITB

LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI TASIK JAWA BARAT 2 SEPTEMBER 2009 Disiapkan Oleh: Satuan Tugas Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat Pusat Mitigasi Bencana – Institut Teknologi Bandung Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat LAPORAN KAJIAN DAN SURVEY AWAL PASCA GEMPABUMI TASIK JAWA BARAT 2 SEPTEMBER 2009 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Jawa Barat Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tanggal 2 September 2009, pukul 07:55:01 (UTC) atau pukul 14:55:01 (WIB) waktu setempat, telah terjadi gempabumi besar dengan moment magnitude Mw = 7.0 dengan kedalaman 49.9 km pada posisi 7.777°S, 107.326°E (Sumber : USGS). Gempabumi ini mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana dan sarana fisik serta sekitar 74 orang korban jiwa manusia di Propinsi Jawa Barat.. Kerusakan bangunan secara umum yang teramati di daerah survey (Kabupaten Tasikmalaya dan Pangalengan) bervariasi dari kerusakan ringan, keruskan parah, sampai runtuh. Bangunanbangunan sekolah, kantor pemerintah, rumah sakit/puskesmas, dan perumahan juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Prasarana jalan, jembatan, tanggul, instalasi listrik dan telepon diidentifikasi masih dalam kondisi baik dan beberapa hanya mengalami kerusakan ringan. Gambar 1.1. Epicenter Gempa Tasik 2 September 2009 Institut Teknologi Bandung memiliki ahli-ahli di bidang bencana alam seperti kegempaan dan tsunami perlu memberikan suatu kontribusi untuk rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana Jawa Barat. Sebagai bagian dari program kerja ITB untuk memberikan suatu masukan-masukan atau rekomendasi teknis untuk tahapan rehabilitas dan rekonstruksi, kajain awal mengenai kejadian gempa Tasik dan survey awal identifikasi cepat kerusakan bangunan telah dilakukan. Pada tanggal 3 September 2009, kami melakukan survey awal ke daerah Pangelengan dan pada tanggal 5-7 September 2009 telah dilakukan survey ke Kabupaten Tasikmalaya. Team dari ITB telah melakukan suatu kajian-kajian awal, pengumpulan data-data serta survey ke daerah bencana untuk melakukan pengamatan langsung secara visual dampak-dampak dari gempa yang terjadi. Kajain-kajian awal dan survey ini dilakukan untuk dapat memberikan suatu rekomendasi-rekomendasi teknis serta langkah-langkah yang tepat untuk dilakukan selanjutnya Satuan Tugas Kajian dan Survey Lapangan Bencana Gempa Jawa Barat - ITB Laporan Kajian dan Survey Awal Bencana Gempa Jawa Barat dalam rangka pemulihan (recovery), fase pembangunan kembali (rekonstruksi), serta pada jangka panjangnya fase pencegahan (prevention), mitigasi (mitigation) dan kesiapan (preparedness)...

LAPORAN TAHUNAN 2012.pdf - data online skpd pemerintah ...

Laporan Tahunan BPBD Tahun 2012 PEMERINTAH KOTA JAYAPURA LAPORAN TAHUNAN 2012 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA JAYAPURA Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura Laporan Tahunan BPBD Tahun 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dibentuk berdasarkan Peraturan Walikota No. 15 Tahun 2010 tentang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dan dilanjutkan dengan Peraturan Daerah Kota Jayapura No. 12 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura. Urusan Penanggulangan Bencana merupakan Urusan Wajib yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sebagai badan baru dilingkungan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Jayapura, Badan Kota Jayapura akan terus melakukan pembenahan-pembenahan kedalam agar dapat melaksakan tugas-tugasnya dengan baik. Keadaan Alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya mengisyaratkan kepada pemerintah untuk bersikap tanggap dan antipatif dalam menyingkapi berbagai kemungkinan buruk apabila fenomena alam tersebut terjadi di Kota Jayapura . Langka selanjutnya kedepan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura akan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga tindak lanjut dari adanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) ini dapat efektif. Adapun tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebut diantaranya menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanggulangan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan per UndangUndangan serta menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana alam dan lain-lain sebagainya. Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintah secara luas, nyata dan bertanggungjawab maupun pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya telah berupaya secara kontinyu dan terus menerus dalam usaha Penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura...

Laporan Naratif Filantropi bencana Gempa Yogyakarta-Jateng oleh ...

Laporan Naratif Filantropi bencana Gempa Yogyakarta-Jateng oleh Perusahaan Filantropi masih merupakan terminologi yang belum cukup diketahui dan dipahami oleh masyarakat dunia usaha. Pendataan yang dilakukan oleh PPF dengan mengambil momentum penyaluran bantuan kepada korban bencana gempa Yogyakarta-Jateng oleh perusahaan, menghadapi hambatan pertama berupa keawaman subyek riset terhadap difinisi filantropi. Termasuk didalamnya, ketidak pahaman terhadap maksud dan tujuan sebuah upaya penguatan filantropi. Subyek riset juga sulit untuk memahami bahwa aksi kedermawanan bukan sebuah niat baik berlandaskan keikhlasan semata, namun juga perlu dikembangkan, dikelola secara profesional, transparan sehingga dapat berjangka panjang serta memberi manfaat yang maksimal guna mengatasi permasalahan sosial di sekitar. Hasil pendataan masih jauh dari yang diharapkan, namun berhasil memotret pemahaman mendasar dan cara pandang yang sangat berbeda antara PPF, sebagai sebuah lembaga yang bercita-cita meningkatkan mutu kedermawanan, dengan pelaku kedermawanan (perusahaan) yang beranggapan bahwa aksi filantropinya, bahkan tidak perlu diketahui oleh pihak lain. Subyek riset memiliki kekawatiran dan rasa tidak percaya yang cukup tinggi, menanggapi keinginan PPF untuk mengetahui pengalaman dan pola-pola filantropi yang mereka lakukan. Beberapa perusahaan mengungkapkan secara terbuka hal tersebut, sebagian besar lainnya langsung melakukan penolakan dan menutup diri terhadap berbagai upaya penjelasan dan pendekatan. Bencana gempa melanda wilayah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah pada 26 Mei 2006, pukul 05.53 WIB, selama 57 detik dengan kekuatan 5,9 Skala Ritcher. Pusat gempa berada di lepas pantai Samudera Hindia, sekitar 38 km selatan Yogyakartakarta dengan kedalaman 33 kilometer1. Peristiwa ini menimbulkan kerusakan di 5 wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yakni, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Kulon Progo dan Gunung Kidul, serta 6 kabupaten di Jawa Tengah meliputi Klaten, Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri dan Purworejo. Bantul dan Kabupaten Klaten mengalami kerusakan paling parah. Total korban meninggal mencapai 5.857 jiwa, korban luka-luka 37.229 jiwa, rumah penduduk yang rata dengan tanah tidak kurang dari 84.643 rumah, sedangan rumah rusak parah dan ringan lebih dari 300.000 rumah2. Gempa juga meninggalkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Sekitar 2.354 bangunan sekolah roboh3. Situs peninggalan sejarah seperti Keraton Yogyakarta, makam raja-raja di Imogiri, Candi Prambanan dan candi Ratu Boko juga mengalami kerusakan. Dalam hitungan jam, kabar kehancuran dan kondisi masyarakat korban gempa sudah disampaikan oleh media massa –terutama online, televisi dan radio—keseluruh penjuru tanah air. Liputan ini berlangsung terus, seiring munculnya aksi tanggap darurat dan kedermawanan...

LAPORAN KHUSUS PENANGANAN BENCANA
by Hermawan 0 Comments favorite 246 Viewed Download 0 Times

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (B N P B) LAPORAN KHUSUS PENANGANAN BENCANA GEMPA BUMI TEKTONIK DI PROVINSI PAPUA LAPORAN KHUSUS Gempa Bumi Tektonik di Provinsi Papua A. Kejadian Jenis Kejadian Waktu Kejadian Lokasi Kejadian Pusat Gempa : Gempa Bumi Tektonik : Rabu, 16 Juni 2010 pukul 10:06:01 WIB : Biak - Papua : Gempa berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 10 Km pada koordinat 2.03 LS - 136.67 BT (114 km Tenggara Biak - Papua). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. 5. Gempa dirasakan : Serui VI - VII MMI, Yapen Waropen VI – VII MMI, Nabire IV MMI, Biak IV MMI, Paniai IV MMI, Puncak Jaya IV MMI, . 6. Telah terjadi 4 (empat)kali gempa susulan : Upaya yang dilakukan. Pusdalops BNPB dengan dibantu ORARI dan RAPI sejak awal terjadi gempa sampai saat ini terus melakukan kontak dengan BPBD Provinsi Papua dan Papua Barat serta kabupaten dan kota yang terdekat pusat gempa untuk memantau keadaan, korban dan kerusakan yang terjadi guna mengambil langkah yang diperlukan. 2. BNPB bersama Kementrian Sosial dan Kementrian Kesehatan memberangkatkan Tim Kaji Cepat ke Papua untuk memberikan pendampingan kepada daerah dan memberikan bantuan dana operasional tanggap darurat kepada daerah. Pagi ini Kamis 17 Juni 2010 Tim telah berada di Serui Kabupaten Yapen Waropen. 3. BPBD Prov. Papua bersama TNI dan Polri serta Dinas terkait telah melakukan Peninnjauan melalui Udara dengan dua Helikopter untuk memantau dan memberi bantuan yang diperlukan. 4. Pemda Kabupeten Yapen Waropen Bersama TNI dan Polri telah memberikan bantuan perawatan serta pemakaman kepada korban meninggal. 5. Segera melakukan kontak ke BPBD Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, BPBD Kab./ Kota di wilayah Provinsi Papua/Papua Barat untuk mendapatkan informasi awal/kaji cepat awal tentang dampak gempa. BNPB menyiagakan SRC-PB untuk standby sewaktu-waktu ke lokasi bencana di Provinsi Papua apabila diperlukan. BNPB memberikan arahan ke BPBD Provinsi Papua dan BPBD Prov...

LHP Tanggap Darurat Kab. Padang Pariaman TA 2009 - BPK RI ...

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEGIATAN PENANGANAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK MASA TANGGAP DARURAT PADA PEMERINTAH KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN ANGGARAN 2009 DI PARIAMAN AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI PROVINSI SUMATERA BARAT DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR ISI RESUME HASIL PEMERIKSAAN BAB I PENDAHULUAN BAB III HASIL PEMERIKSAAN 1. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Belum Memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Upaya Penanggulangan Bencana di Wilayahnya 2. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Belum Memiliki Sarana dan Prasarana Penanggulangan Bencana yang Memadai 3. Penyaluran Uang Lauk Pauk (ULP) Tidak Tertib dan Kurang Dibayarkan Minimal Sebesar Rp12.766.110.000,00 4. Penatausahaan Bantuan Logistik Satlak PB Kabupaten Padang Pariaman Tidak Tertib 5. Terdapat Bantuan Logistik Penanganan Bencana Yang Belum Disalurkan Pada Masyarakat Kabupaten Padang Pariaman Setelah Masa Tanggap Darurat Berakhir 6. Terdapat Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Logistik dari Satkorlak PB Provinsi Sumatera Barat yang Tidak Melalui Satlak PB Kabupaten Padang Pariaman 7. Bantuan Uang Sebesar Rp2.000.000.000,00 yang Dijanjikan oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral untuk Membantu Korban Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Padang Pariaman Belum Diterima BPK RI Pemeriksaan atas Kegiatan Penanganan Bencana Gempa Bumi Di Sumatera Barat Pada Masa Tanggap Darurat DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I : Daftar Bantuan Logistik yang tidak tercatat pada Satkorlak PB dan Satlak PB Kabupaten Padang Pariaman. BPK RI Pemeriksaan atas Kegiatan Penanganan Bencana...

Mendikbud: Biaya Pendaftaran SNMPTN 2013 ... - BANK SOAL SD

Mendikbud: Biaya Pendaftaran SNMPTN 2013 Gratis Written by Administrator Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, biaya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 ditanggung oleh pemerintah sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. "Pendaftaran semuanya gratis baik yang bidikmisi dan non-bidikmisi. Dulu, pada 2012 biaya SNMPTN jalur undangan itu sebesar Rp150-200 ribu," kata Mohammad Nuh seusai konferensi pers peluncuran SNMPTN 2013 di Jakarta, Senin. Menurut dia, dengan pembebasan biaya itu dan kuota penerimaan di perguruan tinggi sebesar 60 persen dari populasi akan memberikan rasa aman bagi peserta didik yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. "Kita harus memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi," ujar dia. Ia mengatakan seleksi tersebut berdasarkan nilai rapor dan hasil Ujian Nasional. "Mulai 2013 kita berani mengintegrasikan prestasi yang dibawahnya baik melalui nilai raport, hasil UN, dan prestasi lainnya," kata dia. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan tonggak baru karena sebelumnya banyak masyarakat protes kalau hasil UN bisa atau tidak dijadikan untuk penerimaan mahasiswa baru. Padahal yang menerima perguruan tinggi itu tidak mempermasalahkannya. Sementara itu, Ketua Umum Panita Pelaksana SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan sekolah yang berhak mengikuti sertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data sekolah dan prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). "Semua sekolah baik negeri maupun swasta harus mengisi PDSS," ujar dia. Ia mengatakan pengisian PDSS mulai 17 Desember 2012-8 Februari 2013dan selanjutnya diisikan secara berkala setiap akhir semester. "Pendaftaran dibuka mulai 1 Februari-8 Maret 2013 sementara proses seleksi 9 Maret-27 Mei," kata dia. Pengumuman hasil seleksi pada 28 Mei 2013 dan pendaftaran ulang yang lulus seleksi 11-12 Juni 2013. "Jumlah calon mahasiswa peserta SNMPTN 2012 jalur undangan terdaftar 236811 , yang diterima 53401. Sementara Tertulis yang daftar 618812 , sebanyak 118233 diterima. Total penerimaan dari undangan dan tertulis sebesar 171634. Untuk target penerimaan 2013 itu sebesar 150.000 peserta," ujar dia. (Antara)...

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 ...

Soal-Soal dan Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Tanggal Ujian: 13 Juni 2012 1. Lingkaran (x + 6)2 + (y + 1)2 = 25 menyinggung garis y = 4 di titik... A. ( -6, 4 ) B. ( 6 , 4) C. ( -1, 4 ) D. ( 1, 4 ) E. ( 5 , 4 ) Jawab: BAB XI Lingkaran Masukkan nilai y=4 pada persamaan (x + 6)2 + (4 + 1)2 = 25 (x + 6)2 = 25 – 25 = 0 x = -6 (-6,4)Didapat titik x = -6 dan y = 4 Jawabannya A 2. Jika 2x3 – 5x2 – kx + 18 dibagi x - 1 mempunyai sisa 5, maka nilai k adalah... A. -15 B. -10 C. 0 D. 5 E. 10 Jawab: BAB XII Suku Banyak Metoda Horner Buat sketsa gambar untuk mengetahui batas luas: terlihat bahwa bidang luasnya (arsiran) bagian atasnya adalah y = x 2 dan bagian bawahnya y = 1 dengan dibatasi oleh batas atas x = 2 dan batas bawah x =1. Dalam notasi integralnya : 5. Lingkaran (x - 3)2 + (y - 4)2 = 25 memotong sumbu –x di titik A dan B. Jika P adalah titik Jawab: BAB XI Lingkaran dan BAB VII Trigonometri Sketsa gambar: Lingkaran dengan pusat (3,4) APB merupakan segitiga...

Pembahasan Soal SIMAK-UI 2011 Matematika Dasar kode 211

Pembahasan Soal SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT SIMAK– Pembahasan Soal SIMAK–UI 2011 Matematika Dasar Kode Soal 211 http://pak-anang.blogspot.com) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) PETUNJUK A: Untuk soal nomor 1-16 pilihlah satu jawaban yang paling tepat. Diketahui 56 + 8 6 = 1 dan : 6 + ; 6 = 1. Nilai minimum dari 5: + 8; − 2 adalah .... A. −6 B. −5 C. −3 D. 3 E. 5 Pembahasan: Ingat bilangan kuadrat pasti lebih besar sama dengan nol. Sehingga diperoleh: (5 + :)6 ≥ 0 ⇔ 56 + 25: + : 6 ≥ 0 dan (8 + ;)6 ≥ 0 ⇔ 8 6 + 28; + ;6 ≥ 0 Dengan menjumlahkan kedua pertidaksamaan maka diperoleh: 56 + 8 6 + : 6 + ; 6 + 25: + 28; ≥ 0 ⇔ 2 + 25: + 28; ≥ 0 ⇔ 2(1 + 5: + 8;) ≥ 0 ⇔ 1 + 5: + 8; ≥ 0 ⇔ 5: + 8; ≥ −1 Karena 5: + 8; ≥ −1, jelas terlihat bahwa nilai minimum dari 5: + 8; adalah −1, akibatnya nilai minimum dari 5: + 8; − 2 adalah −3...

 123456789