SEARCH

Found 397 related files. Current in page 1

CONTOH DAFTAR PUSTAKA SEBUAH LAPORAN PRAKERIN

Bahan dan Panel Akustik Peredam Suara yang Bagus untuk Mengurangi Gema

Apabila merancang ruangan yang mana salah satu fungsi utama ruangan tersebut adalah mendengarkan suara, seperti studio rekaman, auditorium, gedung konser, home theater, ruang rapat, kelas sekolah dan sebagainya, kita harus memperhatikan aspek akustiknya. Apabila rancangan tersebut tidak memperhatikan aspek akustik, maka dapat dipastikan fungsi ruangan tersebut menjadi gagal. Beberapa kejadian akustik yang terjadi di sebuah ruangan adalah room modes, reflection (pantulan), absorbtion (penyerapan), diffusion (penyebaran), diffraction (pembayangan), dan lain-lain. Kejadian akustik tersebut terdengar oleh pendengar sebagai gema (echo), dengung (reverberation), bass boomy-flat, dan lain- lain. Banyaknya gema, panjangnya dengung, dan lain sebagainya apabila digabung, akan membentuk sebuah karakteristik akustik ruangan

Aspek Kenyamanan Termal pada Arsitektur Indonesia

Kenyamanan termal adalah sebuah kondisi di mana secara psikologis, fisiologis, dan pola perilaku seseorang merasa nyaman untuk melakukan aktivitas dengan suhu tertentu di sebuah lingkungan. Secara teori, manusia memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan termal yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu adaptasi pola perilaku, adaptasi fisiologis, dan adaptasi psikologis.

laporan eksekutif menteri kesehatan ri tentang ... - unaids

Pandemi HIV/AIDS yang mengancam penduduk dunia saat ini telah nyata menunjukkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan keamanan negara disamping dampak kesehatan. AIDS ditemukan di Amerika 20 tahun yang lalu (1981) merupakan penyakit yang relatif baru tapi telah menyita perhatian masyarakat global. AIDS adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat menurun atau hilangnya daya tahan tubuh seseorang. Karena itu disebut Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya sejenis virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus yang dapat berada dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala sakit yang berarti, selama bertahun tahun bahkan 10 – 11 tahun. Sulit bagi kita secara kasat mata mengetahui seseorang mengidap virus HIV atau tidak. Saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan dan vaksin yang dapat mencegah/menangkalnya. Epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dari suatu tingkat epidemi yang rendah yaitu prevalensi < 1 % ke arah tingkat epidemi terkonsentrasi dimana pada kelompok risiko tinggi tertentu telah melebihi angka 5% seperti di Sorong, Merauke, Riau untuk kelompok Wanita Penjaja Seks (WPS) dan Jakarta, Jabar, Bali untuk kelompok Injecting Drug User (IDU). Laporan HIV/AIDS di Indonesia secara Kumulatif tahun 2001 tercatat AIDS 671, HIV 1904 namun berdasarkan perkiraan para ahli saat ini kemungkinan di Indonesia terdapat 80.000 – 120.000 Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) artinya bahwa dalam 10 tahun mendatang kemungkinan akan ditemukan 100.000 orang yang sakit dan meninggal karena AIDS. Sidang kabinet khusus HIV/ AIDS ini memberi peluang terwujudnya komitmen politik yang tinggi dan berbagai kebijakan, strategi baru.

perancangan sistem informasi pendataan bencana pada badan ...

Guna membantu BPBA khususnya pada ruang pencegahan dan kesiap siagaan dalam mengatasi proses pendataan bencana yang terhambat dengan adanya gangguan jaringan internet maupun gangguan server database di kantor pusat, maka penulis merancang dan mengembangkan sebuah perangkat lunak yang membantu dalam melakukan proses pendataan bencana di Provinsi Aceh demi mengantisipasi permasalahan tersebut. Pengembangan perangkat lunak tersebut menggunakan bahasa pemograman java dengan menggunakan Netbeans IDE versi 7.1 dan MySQL Server versi 5.5 sebagai basis data. Produk dari pengembangan tersebut adalah Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). SIPEB merupakan perangkat lunak berbasis aplikasi desktop, yang memiliki media penyimpanan data di dalam sebuah database. Tidak hanya fungsi Create Read Update Delete (CRUD) yang terdapat didalam SIPEB, fungsi lain yang terdapat pada SIPEB yaitu fungsi backup data, restore data, cetak laporan harian, cetak laporan bulanan dan cetak laporan tahunan. Perangkat lunak yang dirancang ini berfungsi untuk melakukan pendataan bencana, penyajian informasi bencana yang pernah terjadi dalam bentuk laporan dan juga pemeliharaan data dari kerusakan data, kehilangan data maupun penggandaan data. Kata Kunci : Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), pencegahan dan kesiapsiagaan, Sistem Informasi Pendataan Bencana (SIPEB). I. gangguan atau permasalahan jaringan internet pada kantor tersebut akibatnya data-data maupun laporan bencana yang harus di input akan menjadi terlambat sehingga menghambat kelancaran aktivitas operator untuk menginput laporan pendataan bencana. Sistem yang dibuat berbasis desktop application menggunakan database sebagai penyimpanan data. Penyimpanan data di dalam database dapat meminimalisir kemungkinan data tersebut hilang atau terkena virus computer yang mengakibatkan data itu rusak.

2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction ...

Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations UNISDR berterima kasih kepada organisasi-organisasi yang logonya tercantum di bawah ini atas sumbangan finansial dan berarti mereka ntuk penyusunan Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 ini. Selain itu, sumber daya finansial juga telah secara berlimpah disumbangkan oleh, antara lain, Komisi Eropa, dan Pemerintah Jepang, Norwegia, dan Amerika Serikat. Daftar ucapan terima kasih yang lengkap ada di laporan utama. Judul asli: 2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction Revealing Risk, Redefining Development © United Nations 2011. Hak cipta dilindungi. Disclaimer: Pandangan-pandangan yang diungkapkan di dalam publikasi ini tidak dengan sendirinya mencerminkan pandangan-pandangan Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penggunaan penyebutan dan penyajian bahan tidak menunjukkan ungkapan pendapat apapun dari Sekretariat PBB tentang status hukum satu negara, teritori, kota atau wilayah, atau pihak-pihak berwenangnya, atau tentang delinenasi garis depan atau perbatasan. Gambar sampul depan: iStockphoto®, © arindambanerjee Penyuntingan, desain, tata letak, dan produksi: Green Ink, Devon, UK Konsep desain: Parsons New School for Design, New York, USA Dicetak oleh: Information Press, Oxford, UK Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 Menguak Risiko, Menggagas Makna Baru Pembangunan Rangkuman dan Temuan-Temuan Utama United Nations Laporan Pengkajian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2011 (2011 Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction) disusun ketika bencana-bencana terus menyapu bersih hidup dan penghidupan jutaan penduduk di dunia. Dampak gempa bumi yang dahsyat di Haiti pada Januari 2010 dan banjir di Pakistan pada Juli 2010 menunjukkan betapa risiko bencana dan kemiskinan saling berkaitan erat. Sementara itu, pada 2011, banjir di Australia, gempa bumi di Christchurch, Selandia Baru, dan bencana gempa bumi, tsunami dan nuklir di Jepang timur laut yang meluluhlantakkan yang terjadi ketika laporan ini dikirim ke percetakan merupakan pengingat yang sangat tidak menggembirakan betapa negara-negara maju juga sangat terpapar.

Tatacara_Menyusun_DLA
by Hermawan 0 Comments favorite 11 Viewed Download 0 Times

Kejadian bencana di Indonesia menjadi bagian yang tak terelakkan dampaknya di lndonesia, dan baru disadari semenjak terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang dahsyat di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, gempa bumi di wilayah Provinsi Dl Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2006, serta beberapa kejadian bencana lainnya pada tahun 2007. Sebagai negara kepulauan, hampir seluruh daerah pesisir lndonesia rawan bahaya geologi terrnasuk tsunami. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menyebabkan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana banjir, longsor, kekeringan. Miskinnya pemahaman terhadap sanitasi lingkungan juga mudah memicu terjadinya wabah penyakit Kejadian bencana tersebut menuntut upaya tanggap darurat secara cepat dan menyeluruh bagi korban dan wilayah yang terkena dampak bencana, serta upaya tindak lanjut berikutnya dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat dan daerah pasca bencana. Dalam rangka melanjutkan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana semenjak tahun 2007 melalui Surat Keputusan Meneg PPN/Kepala Bappenas No. Kep. OllA/M.PPN/01/2008, telah dibentuk Sekretariat Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana (P3B) dengan tugas-tugas mengumpulkan dan mengolah data dan informasi untuk mendukung pelaksanaan tugas Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Penanganan Bencana termasuk menyusun laporan pelaksanaan kepada Tim Pengarah, mendukung dan memfasilitasi koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga donor. Salah satu tugas pengolahan data dan informasi adalah yang telah dilaksanakan adalah penilaian kerusakan dan kerugian (Damages and Losses Assessment) sebagai rujukan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di berbagai lokasi pasca bencana di Indonesia Dalam melakukan penilaian kerusakan dan kerugian, Sekretariat P3B menggunakan metode ECLAC (Economic Commissionfor Latin America and the Caribbean)yang sudah banyak diaplikasikan untuk penilaian kerusakan dan kerugian pasca bencana di berbagai negara.

SBMPTN 2013 Biologi - Bisa Kimia

Doc. Name: SBMPTN2013BIO999 Doc. Version : 2013-10 | 01. Contoh keberadaan satwa pada suatu habitat yang dijaga dengan baik sebagai upaya pelestarian ex situ adalah… (A) Orang utan di hutan Kalimantan. (B) Cendrawasih di hutan Papua. (C) Rusa di Kebun Raya Bogor. (D) Pesut diSungai Mahakam. (E) Anoa di Pulau Sulawesi 02. Komunitas mikroba yang melekat pada suatu substrat/benda sehingga dapat merusak substrat/benda tersebut disebut… (A) Biodegradator. (B) Bioaktivator. (C) Biokatalis. (D) Biodeposit. (E) Biofilm. 03. Bagian sistem pencernaan yang berperan dalam memecah polipeptida menjadi oligopeptida adalah… (A) Duodenum. (B) Usus besar. (C) Lambung. (D) Jejunum. (E) Ileum. 04. Asam absisat melindungi tanaman yang mengalami kekurangan air melalui mekanisme… (A) Peningkatan pembentukan kutikula. (B) Penurunan tekanan turgor sel penjaga. (C) Peningkatan kecepatan pembelahan sel. (D) Penurunan kecepatan pembentangan sel. (E) Penghambatan pemanjangan sel epidermis. halaman 1 05. Pernyataan yang salah mengenai fotofosforilisasi siklik dan non siklik adalah… (A) Pada fotofosforilisasi non siklik sumber elektron yang memasuki Fotosistem II adalah molekul air, pada fotofosforilisasi siklik, sumber dari elektron adalah Fotosistem I. (B) Pada fotofosforilisasi non siklik penerima elktron terakhir adalah NADP, pada fotofosforilisasi siklik, penerima elektron terakhir adalah Fotosistem I. (C) Hasil dari fotofosforilisasi non siklik adalah ATP, NADPH, dan O2, sedangkan hasil dari fotofosforilisasi siklikhanya ATP. (D) Fotofosforilisasi non siklik melibatkan Fotosistem I dan II, fotofosforilisasi siklik hanya melibatkan Fotosistem II. 06. Perhatikan diagram saluran kreb berikut! Tahap dimana berlangsung hidrasi adalah (A) 1 dan 4 (B) 1 dan 5 (C) 2 dan 6 (D) 3 dan 7 (E) 3 dan 8 Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 3117 ke menu search. Copyright © 2013 Zenius Education SBMPTN 2013 Biologi, Kode Soal doc. name: SBMPTN2013BIO999 halaman 2 doc. version : 2013-10 | 07. Perhatikan gambar tahapan mitosis berikut! 10. Grafik berikut menunjukan kinerja insulin sintetis. Tahap telofase, metaphase, anaphase dan profasen ditunjukan oleh urutan angka…

SNMPTN 2012 - Siap Belajar
by top markotop 0 Comments favorite 18 Viewed Download 0 Times

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Tes Potensi Akademik Penalaran Verbal (Sinonim, Anonim, Analogi) Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SNMPTN 2012 Tes Potensi Akademik Kode Soal 613 Penalaran Verbal (Sinonim, Anonim, Analogi) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) 1. air : .... ≈ .... : hampa A. sungai – ruang B. kering – udara C. dingin – pengap D. es – kosong E. tetesan – vakum 5. hijau : .... ≈ .... : laut A. lumut – ikan B. klorofil – ombak C. rumput – pantai D. daun – asin E. hutan – kapal Pembahasan: ”Dinamakan kering karena tidak ada air, disebut hampa karena tidak ada udara.” 2. Pembahasan: ”Secara umum warna dari daun adalah hijau, secara umum rasa dari air laut adalah asin.” oven : .... ≈ .... : foto A. roti – kamera B. pemanggang – album C. panas – lensa D. gosong – model E. matang – fotografer 6. gurun : .... ≈ .... : hutan A. pasir – belantara B. sahara – pohon C. oasis – sungai D. matahari – rimbun E. kering – lebat Pembahasan: ”Hasil keluaran dari oven adalah roti, hasil keluaran dari kamera adalah foto.” 3. Pembahasan: ”Gurun yang luas dapat ditemukan di Sahara, pohon yang banyak dapat ditemukan di hutan.” murka : .... ≈ .... : benturan A. sedih – sakit B. mencaci – luka C. marah – tabrakan D. cemberut – tendangan E. kecewa – dorongan TRIK SUPERKILAT: ”Kata benda : Kata benda ≈ Kata benda : Kata benda” 7. ”Murka adalah salah satu jenis kemarahan yang hebat, tabrakan adalah benturan yang hebat.” produksi : .... ≈ perjalanan : .... A. pabrik – arah B. produk – tujuan C. mesin – kendaraan D. pekerja – kecepatan E. upah – pulang TRIK SUPERKILAT: Pembahasan: ”Kata sifat : Kata benda ≈ Kata sifat : Kata benda” ”Yang diharapkan dari proses produksi adalah produk, yang diharapkan dari sebuah perjalanan adalah tujuan.”

SNMPTN 2012 - Siap Belajar
by top markotop 0 Comments favorite 15 Viewed Download 0 Times

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Fisika IPA Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SNMPTN 2012 Fisika IPA Kode Soal 634 By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) 16. Gerak sebuah benda dijelaskan oleh grafik hubungan antara kecepatan dan waktu seperti ditunjukkan gambar di bawah ini. TRIK SUPERKILAT: Jarak adalah luas daerah pada grafik 𝑣 − 𝑡: 𝑣(m/s) 4 −5 8 𝑡(s) −10 𝑠 = Luas segiempat + Luas trapesium 1 = (𝑝 × ℓ) + 𝑡(𝑎 + 𝑏) 2 1 = (5 × 4) + 4(5 + 10) 2 = 20 + 30 = 50 m Jarak yang ditempuh oleh benda hingga detik ke-8 adalah .... A. 60 m B. 50 m C. 45 m D. 40 m E. 30 m Penyelesaian: Ingat! Pada gerak GLB, jarak dirumuskan dengan: 𝑠 = 𝑣𝑡 Pada gerak GLBB, jarak dirumuskan dengan: 𝑠 = 𝑣0 𝑡 + 1 2 𝑎𝑡 2 Dari grafik kita bisa melihat bahwa benda bergerak mundur secara GLB pada detik ke-0 hingga detik ke-4. Sehingga, jarak yang ditempuh benda saat bergerak GLB adalah: 𝑠1 = 𝑣𝑡 = (−5) × 4 = −20 m Lalu benda kembali bergerak mundur secara GLBB pada detik ke-4 hingga detik ke-8, benda mengalami perlambatan sebesar: ∆𝑣 −10 − (−5) −5 = = = −1,25 ms −2 ∆𝑡 8−4 4 Sehingga jarak yang ditempuh benda saat bergerak GLBB adalah: 𝑎= 𝑠2 = 𝑣0 𝑡 + 1 2 1 𝑎𝑡 = ((−5) × 4) + ( × (−1,25) × (4)2 ) = (−20) + (−10) = −30 m 2 2 Jadi total jarak yang ditempuh benda adalah: 𝑠 = 𝑠1 + 𝑠2 = (−20) + (−30) = −50 m (tanda negatif menyatakan benda bergerak mundur) Bimbel SBMPTN 2013 Fisika by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1 17. Kedua ujung sebuah pegas yang memiliki tetapan pegas 50 N/m ditarik masing-masing dengan gaya sebesar 10 N yang saling berlawanan. Pertambahan panjang pegas tersebut adalah .... A. 0,0 m TRIK SUPERKILAT: B. 0,1 m Meskipun pegas menerima dua gaya yang sama besar dan C. 0,2 m berlawanan arah, bukan berarti pegas akan tambah panjang dua kali lipat. Karena kedua gaya tersebut adalah gaya aksi reaksi. D. 0,3 m Sehingga total pertambahan panjang pegas adalah 2𝑥. E. 0,4 m 𝐹 10 𝑥= Penyelesaian: 𝑘 = 50 = 0,2 m Ingat! Pada pegas berlaku: 𝐹 = 𝑘𝑥 Pada soal diketahui: 𝑘 = 50 N/m 𝐹1 = 10 𝑁 𝐹2 = −10 𝑁 (tanda negatif karena arah berlawanan dengan 𝐹1 ) Sehingga pertambahan panjang oleh sebuah gaya 𝐹 = 10 N pada pegas adalah: 𝐹 = 𝑘𝑥 ⇒ 𝑥 = 𝐹 10 = = 0,2 m 𝑘 50 𝑭𝟐 𝑭𝟏 𝑭𝟏 𝑭𝟐 𝒙 Jadi, meskipun ada dua gaya yang sama besar dan berlawanan pada pegas, namun dalam hal ini kedua gaya adalah pasangan gaya aksi-reaksi, sehingga gaya yang beriteraksi pada pegas sebenarnya hanyalah gaya sebesar 10 N saja. Jadi pertambahan panjang pegas adalah:...

KUNCI JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER

KUNCI JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER Kode/Nama Mata Kuliah Waktu/Sifat Ujian : TKC106/Algoritma Pemrograman [Kelas B] : 90 Menit/Open Note [Score = 30] 1. Dua buah bilangan bulat dimasukkan melalui piranti masukan. Buatlah sebuah algoritma (pseudocode) untuk melakukan operasi-operasi berdasarkan kemungkinan-kemungkinan berikut: a. Apabila kedua bilangan adalah bilangan yang berbeda: Bilangan yang lebih kecil dijumlahkan dengan angka 10 dan hasilnya dicetak ke piranti keluaran Bilangan yang lebih besar dijumlahkan dengan angka 5 dan hasilnya dicetak ke piranti keluaran b. Apabila kedua bilangan adalah bilangan yang sama: Kedua bilangan dijumlahkan dan dibagi dengan angka 2, kemudian hasilnya dicetak ke piranti keluaran KETENTUAN: Tidak diperbolehkan menggunakan Operator LOGIKA! Jawaban: Algoritma operasi_PENYELEKSIAN Deklarasi: bil1,bil2: integer Deskripsi: read(bil1,bil2) if bil1 = bil2 then write((bil1 + bil2)/2); else if bil1 < bil2 then write(bil1 + 10) write(bil2 + 5) else write(bil1 + 5) write(bil2 + 10) endif endif [Score = 10] 2. Translasikan algoritma pada soal no (1) ke dalam Bahasa Pascal! Jawaban: program operasi_PENYELEKSIAN; var bil1,bil2: integer; begin bilangan write('Masukkan bilangan pertama! ');readln(bil1); ');readln ln(bil2); write('Masukkan bilangan kedua! ');readln(bil2); if bil1 = bil2 then writeln('Oleh karena kedua bilangan adalah sama, maka hasil penjumlahan kedua bilangan yang kemudian dibagi 2 = ',((bil1 + bil2)/2):3:0) else

« previous  123456789